INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Wednesday, October 21, 2009

Siapa yang meng UPLOAD roh anda ke surga?
(Alam maya dan dimensi Surga)

Saudara dalam namaNya: Bode Haryanto Tarigan.
PhD Candidate di NCKU Tainan Taiwan.

Pendahuluan
Kejadian gempa di Sumatera Barat di awal oktober 2009, merengut nyawa manusia hingga lebih dari seribu korban. Ibaratkan teori dari kematian itu adalah benar maka sang Malaikat pencabut nyawa itu saat itu sedang bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam hitungan jam dan hari. Dan jika semua mereka yang meninggal itu masuk ke dalam taman firdaus, maka saat itu begitu sesak antrian para roh yang ingin bersama-sama masuk ke tempat yang baru itu, apakah sedemikian? Pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan Matius 22:23-32, hal sekelompok orang saduki yang bertanya hal seorang wanita yang bersuamikan tujuh bersaudara. Lalu dihari kebangkitan siapakah yang menjadi suami perempuan itu? (ayat: 28).

Walaupun jawaban Yesus kamu adalah sesat (ayat: 29), namun ide tulisan itu bukan bertujuan menyesatkan. Perkembangan teknologi internet dan telekomunikasi mungkin akan membuat manusia semakin mudah percaya bahwa surga yang di imani berbagai agama dan kepercayaan itu adalah benar adanya. Hal surga mungkin sulit untuk dilukiskan hingga saat ini, surga yang dikenal adalah sebagai tempat yang mulia dan suci serta agung. Surga adalah tempat komunitas Tuhan, yang memiliki dimensi Tuhan yang adalah Roh.

Surga dan dimensi roh alam maya
Di dalam iman orang-orang percaya surga adalah tempat yang akan dituju setelah kematian. Surga digambarkan sebagai suatu tujuan yang kekal, rumah abadi. Salah satu tahapan yang dikenal untuk dapat mencapai Surga melalui kematian dan dilanjutkan kepada kebangkitan roh manusia menuju surga. Bicara surga adalah bicara roh, bicara dimensi roh adalah berbicara sesuatu yang bersifat abstrak-rohani. Lalu bagaimana untuk mencapai surga? Mungkin untuk menjawabnya tidak sesulit pelaksanaanya, seperti yang di ajarkan oleh berbagai agama.

Disisi lain, sekitaran dua dekade belakangan ini kita mengenal aktifitas alam maya (cyber space), yang dikenal dalam aktivitas berinternet. Banyak hal yang mengagumkan dari teknologi komunikasi ini, karena membantu kita lebih cepat untuk bertukar informasi yang telah diupload ke dunia maya tersebut.

Namun dalam tulisan ini yang ingin dilihat adalah sebuah proses perubahan dimensi dari concrete menjadi abstrak/maya atau didalam bahasa rohani mungkin lebih tepat dikatakan dari kehidupan dimensi manusia kehidupan dimensi rohani. Contoh analognya adalah dengan teknologi internet saat ini bagaimana berbagai dokumen dari concrete/fisik dapat diubah menjadi maya, tersimpan di suatu ruang maya disebuah space provider seperti yahoo, gmail, google dan lain sebagainya.

Saat ini kita dapat dengan mudah mengakses berbagai dokumen yang telah diupload ke internet. Pernahkan kita bayangkan jika dokumen itu semua dicetak ulang maka berapakah ruang nyata (concrete space) yang kita perlukan. Semua dokumen itu berasal dari 100 tahun yang lalu hingga hari ini. Semua itu telah dikirim dan berada di alam maya dan mungkin saja bentuk concrete dari dokumen-dokumen itu telah musnah dan rusak di makan waktu namun jika mereka telah di upload ke dunia maya, maka itu semua dapat menjadi abadi selama semua itu masih diberi ruang di alam maya dan selama bumi masih berenergi.

Manusia sebagai surat/dokumen rohani (2 Korintus 3:3)
Jika kita analogikan pekerjaan Tuhan atas manusia maka seperti apa yang terjadi dengan Yesus, sebenarnya itu dapat terjadi juga didalam kehidupan kita. Kejadian 2000 tahun lalu ketika Yesus dapat berubah dari dimensi manusia (volume) dimensi roh manusia (setelah bangkit dari kubur) dan menjadi roh itu telah membuka mata logika kita akan adanya sesuatu ruang rohani (spirit space) yang memiliki dimensinya sendiri. Kenaikkan Yesus kesurga adalah rangkaian dari sifat rohaninya, kembali ke surga sebagai tempat komunitas roh (Roh Tuhan). Jika kita diibaratkan selembar kertas, yang bertuliskan catatan-catatan kehidupan kita, maka sama halnya selembar kertas yang hanya tinggal di scan lalu filenya diupload ke internet space (cyber), dan jika kertas itu harus dibakar atau rusak (kalau manusia mati), demikianlah surat itu secara dimensi alam maya masih ada dan masih dapat dicetak ulang jika perlu.

Arti dari alinea di atas adalah bahwa pada kenyataanya, sama seperti kita adalah suratnya Kristus, maka jika kematian itu datang maka sebenarnya karena kita didalam Tuhan kita mungkin mati (rusak/hilang/terbakar), namun kita telah diubah sedemikian rupa didalam dimensi roh, dimensi alam maya seperti yang kita kenal sejauh ini (internet). Kehidupan di alam maya dapat mengambarkan sebagai kehidupan alam roh dan semua itu telah tersusun dan tertata sedemikian rupa. Semua itu telah diposisikan sesuai dengan space yang disediakan. Manusia yang memiliki tubuh yang concrete dan jiwa yang dapat berubah menjadi roh ieni adalah sebuah petunjuk bahwa surga itu ada tetapi sulit untuk mengambarkannya karena beberapa alas an diantaranya adalah karena kita BELUM MENGENAL YESUS DENGAN BENAR, sehingga perkembangan teknologi saat ini belum sangup melihat bahwa alam maya adalah sebuah pembuktian empiris akan adanya alam lain yang telah disiapkan bagi roh manusia.

Persoalannya adalah apakah roh anda terupload atau tidak kesurga? dan siapakah yang mengupload roh anda itu? dan siapa yang menjamin anda terupload ke surga?. Di dalam Yesus kita adalah anak Tuhan, dan hudup didalam jaminan roh kudus dan tentunya kita harus hidup didalam kekudusan agar berkenan di hadapan Tuhan. Dan Tuhan sendiri di dalam Yesus Kristus akan mengupload roh kita ke surga.

Jika seorang atheist yang tidak pernah menghidupkan roh manusianya, maka mereka dapat dianalogkan sama dengan dokumen-dokumen yang terbakar sia-sia tanpa pernah terupload ke alam surga (maya). Seorang yang salah memilih pilihan rohaninya akan mengalami kerugian karena tidak ada yang menjamin rohnya akan terupload ke surga mulia, karena tidak ada prangkat teknologi yang memastikan mereka terupload ke surga. Dan beruntunglah mereka yang mengenal Yesus, karena didalam Dia, dan seperti apa yang telah terjadi padan Nya, menjadikan itu semua sempurna akan kemana arah roh orang-orang percaya terupload ke surga yang mulia.

Penutup
Teknologi internet (cyber technology) membuka analogi logika manusia akan adanya dimensi baru yang dapat mendekatkan kita pada pemahaman dimensi alam Surga (alam roh). Manusia yang menghidupkan rohnya memiliki kesempatan memasuki alam roh. Setiap roh manusia didalam kehidupan rohaninya akan bergantung kepada Tuhan mana yang akan mengupload rohnya ke alam surga. TUhan yang tepat adalah kunci kemana setiap roh orang percaya akan ter upload. Di dalam Yesus dan Ia sendiri telah menunjukkan bahwa roh-roh orang percaya akan menuju satu arah dengan Yesus yaitu surga mulia. Hanya di dalam Yesus, kita dapat memahami lebih sempurna akan alam roh (surga) itu. Logika ini bahkan menjadi pembuktian bahwa teori Budha akan reinkarnasi adalah tidak benar, dan yang benar adalah teori inkarnasi manusia menjadi roh, seperti apa yang terjadi di dalam Yesus Kristus.

Catatan Penulis:
Demi kemuliaan Tuhan, semua ini adalah upaya melakukan Logika Rohani, agar para pekerja ilmiah dapat melihat dari sisi lain bahwa Tuhan adalah riil dan surga adalah sebuah kepastian dari pembuktian teknologi itu sendiri.

Thursday, October 15, 2009

Biarkanlah Yesus mengisi hatimu

Biarkanlah Yesus mengisi hatimu
Oleh saudara dalam Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Tw
............................................................................................segera diposkan.

Saturday, September 12, 2009

Merayu Tuhan

by your brother: Bode Haryanto.

Kita dapat belajar Merayu Tuhan dari Hana seorang istri yang kandungannya telah ditutup oleh Tuhan, tetapi dengan merayu Tuhan, ia di Ingat Tuhan (1;19) dan Tuhan mengabulkan permintaannya yang adalah sebuah mukzizat dari nazarnya. Lebih jauh apa yang dilakukan Hana dapat dibaca pada kutipan Alkitab di bawah dan sebagai pemahaman apa hal yang penting yang telah dilakukan oleh Hana agar permintaan yang impossible itu diterima Tuhan adalah sbb:

1. Dia baru saja melakukan kurban bakaran pengapusan dosa di SILO; identik dengan TOBAT tahunan. Jadi pada waktu ia hendak merayu Tuhan dosanya telah dihapus dahulu. Kalau untuk saat ini, mungkin kita perlu bertobat dengan menyelidiki lebih dalam lagi rahasia Tuhan di dalam hidup kita pribadi lepas pribadi.

2. Dia melakukannya di tempat Tuhan di SILO (pada perjajanjian lama Tuhan hadir di rumah persembahan di SILO), kalau saat ini Tuhan telah mendeklarasikan bahwa " hati manusia adalah pelita Tuhan", maka bertemu TUhan dapat dilakukan dengan mudah dengan kembali ke hati kita.

3. Dia melakukan dengan sepenuh hati (dengan roh manusianya) sehingga ia kelihatan seperti orang sedang mabuk. Bukan dengan kekuatan jiwa tetapi kekuatan hati/roh. Dia sedang merayu Tuhan, tidak peduli dibilang mabuk.

4. Dia menazarkan permintaannya (mengikatkan diri dalam janji dengan Tuhan / anak tersebut Samuel diserahkan ke rumah persembahan) bukan Flash Action .

Artinya adalah (1) dikuduskan (2)Kepada Tuhan yg tepat (3) Meminta dan merayu dengan roh/hati (4) mengikatkan diri.

Referensi: 1 Samuel 1:1-21.

Wednesday, July 1, 2009

See what Love God has given us

Ditulis kembali oleh Bro. in Jesus : Bode Haryanto Tarigan

Kasih Tuhan terbesar yang di anugerahNya kepada kita adalah kita menjadi anak-anak Tuhan. Tuhan memberikan itu semua di dalam Yesus Kristus. Tuhan di dalam Yesus telah memberikan contoh kepada kita bagaimana manusia boleh disucikan dan menjadi sama seperti Yesus. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada Nya, menyucikan diri sama seperti Dia adalah suci. Ia menghapus segala dosa kita. Setiap orang yang tetap berada di dalam Dia tidak berbuat dosa lagi. Siapa yang melakukan kebenaran adalah benar, sama seperti Yesus adalah benar. (1 John 3 1-7). God children are born in spiritual way in the name of Jesus.
Bagaimanakah kita dapat menjadi anak Tuhan? Yaitu: Bertobat dan percaya di dalam Yesus yang melakukan semua itu untuk kita di dalam 1 John 3 1-7. Kasih Tuhan diberikan percuma kepada setiap manusia yang membuka hatinya menerima Nya di dalam hidupnya. Kasih yang diberikan itu bukan hanya dapat dimiliki namun juga dapat diberikan kepada siapa saja di dalam nama Yesus Kristus. Love of God is something if you give it away, you will get more.
Kasih Tuhan di dalam Simon Petrus berubah menjadi kekuatan dimana ia dapat menyembuhkan orang yang sakit di dalam Yesus Kristus. Kasih Tuhan telah mengubah Saulus menjadi Paulus seorang yang handal dan mengasihi Tuhan. Kasih Tuhan telah menjadikan murid-murid menyampaikan kabar kemuliaan Tuhan. Kasih Tuhan telah mengerakan orang percaya untuk menolong mereka yang menjadi korban bencana alam, peperangan dan lainnya. Kasih Tuhan memberikan persekutuan (gereja) yang diharapkan dapat mengubah sekelompok orang (society) bahkan negara (nation) untuk bumi yang lebih baik Etc.

Kasih Yesus apakah telah mengubah anda?
Love of God to challenge and to transform.
Love of God comes even from our smile.

Tulisan ini adalah bagian khotbah dari Rev John Crocker di TICC Tainan, ditulis dan dikembangkan oleh penulis. Isi tul lisan ini adalah tanggung jawab penulis.

========================================================


An Encounter Experience with Jesus.
Luk. 5;1-11.


Belajar menerima Yesus melalui Pengalaman Simon Petrus sebagai seorang neyalan (fisherman).
1. Simon membiarkan Yesus menggunakan perahu miliknya untuk menyampaikan firman Tuhan, padahal dia telah sangat letih melaut semalaman. Simon bersabar meskipun dia sedang sangat kecewa karena tidak memperoleh hasil tangkapan hari itu (3).
2. Simon mencoba mendengarkan khotbah Yesus dan mengerti serta mengenal siapa Yesus, walaupun sesunguhnya itu sama sekali di luar bagian dari hidupnya sebagai seorang pelaut. (5: tetapi karena Engkau menyuruhnya).
3. Simon mengikuti apa yang dikatakan Yesus walaupun pengalamannya semalam suntuk tidak mendapatkan ikan. Simon tidak memberontak walaupun jala telah di bersihkan untuk kegiatan hari selanjutnya.
4. Simon mendapatkan hal-hal diluar pengalaman hidupnya (mukjizat) dan sadar dia sedang berhadapan dengan Yesus (Tuhan), dan menyembahnya serta mengaku bahwa dia orang berdosa.
5. Simon dan kerabatnya mengambil kesempatan mengikut Yesus, yang telah memberikannya pengalaman yang luar biasa, dan ingin mengenal Nya lebih lagi dan lebih lagi.
Ini adalah sebuah pengalaman terjadinya transformasi kehidupan dari seorang penangkap ikan menjadi seorang penangkap manusai (pelayan Tuhan). Seorang yang mengalami Tuhan kemudian ingin mengenal Tuhan lebih lagi, serta ingin mendapatkan bagian dari kemuliaan itu, dan memberikannya kepada orang lain.
Tuhan ingin bekerja secara riil didalam kehidupan kita seperti yang dialami oleh Simon. Simon melihat Tuhan tidak bergantung dari waktu, jika Tuhan berkenan maka semua itu dapat terjadi. Simon melihat Yesus menghasilkan buah sukacita yang melampaui akalnya. Menurut pengalaman ini maka kita harus senantiasa bersedia (available) untuk menerima cara Tuhan seperti dialami Simon. Seperti Simon mengikut Yesus, karena kita harus satu sisi/bagian dengan Tuhan, mengikatkan diri dan menjadi satu. Kita belajar mengandalkan Tuhan (God Ability). Kita mengharapkan rahmatNya dan diberkati melalu doa, aktifitas, persekutuan dan belajar lagi akan Tuhan Yesus. Kesempurnaan akan terjadi jika itu sesuai dengan kehendak Tuhan.
Bagian dari khotbah TICC 2 minggu lalu yang dapat terulis.

Rev. K.C. Selvaraj. from India. (bagian khotbah di TICC), Isi tul lisan ini adalah tanggung jawab penulis.

Pentakosta

Rewritten by Brother in Jesus: Bode Haryanto Tarigan, Taiwan
Turunya Roh Kudus, adalah sesuai dengan janji Yesus sendiri, bahwa akan datang Roh penolong bagi kamu (Jesus go, Holy Spirit come). Roh Kudus itu membakar semangat orang percaya, jemaat/gereja mula-mula, dan telah mengubah banyak hal bagi jemaat mula-mula, diantara manifestasi itu adalah: Mengubah karakter jemaat, yang dapat merasakan secara otomatis kerja Roh dengan menunjukkan beberapa kemampuan yang mencengangkan dan mengherankan bangsa-bangsa yang hadir saat itu.Pergerakan dimulai secara Gereja, gereja sebagai pembawa kabar baik memproklamirkan Yesus Kristus. Mengubah cara kerja dalam pengkabaran hal kabar baik dan keselamatan Tuhan di dalam Yesus ke seluruh dunia.

Holy Spirit itu telah membuka pemahaman misteri akan hal DILAHIRKAN KEMBALI dalam Roh, yang pernah membingungkan Nekodemus. Roh itu yang selama ini seperti bualan belaka, seperti angin yang terasakan iya namun terlihatkan tidak, seperti cerita mistis akan adanya sebuah kekuatan yang luarbiasa, telah terbuktikan pada hari Pentakosta.

Roh itu dengan kekuatanNya mempengaruhi jemaat mula-mula, mereka dapat berkata-kata dalam berbagai bahasa yang dimengerti oleh semua hadir dari berbagai bangsa. Apakah mereka mabuk? Mereka bukan mabuk tetapi sedang dipenuhi oleh kuasaNya. Roh Kudus adalah kuasa yang dapat mengendalikan manusia, yang penuh kuasa (almighty power). Roh Kudus tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Roh Kudus bersifat universal, Roh Kudus kekuatan yang diluar dimensi manusia, tidak terbatas ruang dan waktu, oleh bangsa-bangsa dan kelompok, tidak dapat diklaim oleh seseorang atau sebuah gereja, karena Roh Kuduslah yang menjamin semua semua kehidupan orang percaya di dalam Yesus Kristus.

Gereja tidak dapat mengontrol dan mengklaim Roh Kudus, mengontrol Roh Kudus adalah mengontrol Tuhan. Roh kudus adalah anugrah kepada umat manusia, khususnya di dalam Yesus. Gereja tidak dapat mengatakan datanglah kegereja kami jika anda ingin benar-benar diselamatkan oleh Yesus. Gereja dalam ministrinya seharusnya menguatkan setiap orang percaya didalam Yesus, dengan berbagai cara rohani untuk menambah pengalama rohani setiap jemaat di dalam jaminan Roh Kudus. Roh gereja adalah sama, diberikan secara universal yaitu Roh Kudus.

Ada kecendrungan gereja mengontrol Roh Kudus:
1. Roh Kudus yang diklaim secara sepihak dengan melihat perbedaan dalam berbagai cara penyembahan dan pujian (liturge).
2. Teologia yang dianut oleh gereja yang secara sengaja atau tidak mengkontrol Roh Kudus, dengan pembatasan perjamuan kudus bagi anggota jemaat saja.
3. Rationalisai Roh Kudus adalah termasuk pembatasan Roh Kudus, sebagai contoh dengan membayangkan Roh Kudus mengalir seperti aliran elektron pada sistem hantaran listrik.
4.dll

Roh Kudus adalah Tuhan sendiri yang diyakini melalui Iman kepada Yesus Kristus. Roh Kudus adalah apa adanya Roh Kudus yang memberikan jaminan dan kekuatan bagi orang percaya secara universal.

Roh Kudus telah bekerja pada massanya terhadap gereja-gereja, misalnya pergerakan gereja reformasi, pentakosta, kharismatik di seluruh dunia memberi arti bahwa semakin banyak orang percaya mengalami pengalaman akan Roh Tuhan dan bersaksi memuliakan nama Tuhan di dalam pergerakannya.

Namun apakah mereka melakukan semua itu demi Kemuliaan Tuhan atau kemuliaan gereja-gereja? Seperti kata Yesus: Apakah engkau melakukan semua itu demi namaKU atau demi namumu? Karena sesunguhnya jika di dalam nama Yesus maka semua itu untuk suatu kesatuan (union/unity) bukan pemisahan (devision).

Kesalahan gereja dalam mengenal Tuhan di dalam Roh Kudus, dengan klaim adanya bahasa lidah yang sulit menuai arti. Dengan terjadinya beberapa kali klaim akan kedatangan Yesus kedua kalinya, membuat gereja harus sadar dan bertobat akan keterbatasan manuisa-gereja dalam mengenal rencana Tuhan. Kesalahan gereja ada yang bersifat universal namun juga bersifat terbatas, yang menciptakan kotak-kotak tersendiri antara manusia dengan Tuhan, juga manusia dengan manusia.

Roh Kudus telah disebutkan sedari awal pada kitab kejadian, kekuatannya dikenal namun tidak dapat didefenisikan pada awalnya. Dengan kekuatan Roh Kudus tulang-tulang kering itu menjadi hidup kembali menjadi suatu bangsa (Ezekiel 37: 1-14) yang dikenal sebagai kekuatan Tuhan yang tidak masuk akal. Roh Kudus membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Roh Kudus yang menjamin hubungan manusia dengan Tuhan adalah hubungan yang mulia dan kudus. Hubungan ini memampukan kita melihat kuasa Tuhan dari alam sekitar (lingkungan kita), tempat kita bekerja, dan permasalahan di dalamnya, dan menjaga kita tetap mulia di hadapan Tuhan.

Seperti yang ditulis pada John 14:15-17+26, Roh Kudus membuat kita menjadi anak-anak Tuhan yang hidup dalam kebenaran, menjadikan kita terintegrasi dengan Tuhan, membuat kita memiliki pengalaman rohani akan hubungan kita dengan Tuhan, mengingatkan kita akan hal-hal yang benar dan yang salah, mengembalikan nilai kebenaran yang sesunguhnya (bukan kondisional), memberikan kita kemampuan mengendalikan diri kita dan buah buahnya seperti tertulis pada Gal 5; memberikan kemerdekaan.............hingga pengendalian diri. Roh Kudus mengendalikan hidup kita agar berkenan kepada Tuhan.

============= Selanjutnya adalah tambahan dari sebuah pertanyaan di milis GBKP.

God is God, dan kita dengan mudah mengenal siapa Tuhan itu (God/Yahweh/Bapa) itu ternyata hanya didalam Yesus Kristus yang Maha Sempurna. Didalam Yesus bahkan kita dimungkinkan untuk mengenal Roh Kudus bahkan Roh Kudus itu tinggal di dalam kita (ini sesuai kata alkitab).

Yesus mengharapkan agar kita hidup di dalam Roh agar kita tetap layak dihadapannya dan berbuah menghasilan buah-buah roh. Orang seperti ini disebut orang percaya, kamum kudus, kata perjanjian baru.

Baptisan adalah suatu pemberian tanda milik/pemateraian saja, dalam arti kita dibabptis mati bersama Yesus dan dibangkitkan sebagai manuisa kristen yang rohani, namun apakah itu terjadi? Ini jawabnya sangat relatif. Pelaksanaan Baptisan itu sendiri adalah hanya sebuah seremonial belaka, yang menjadi persoalan adalah apakah sesorang itu telah benar-benar percaya dan dibaptis. Apakah kita sudah benar-benar percaya untuk mati bersama kristus didalam dosa kita dan dilahirkan kembali dan hidup didalam kehidupan rohani.

Kalau menurut pengalaman saya, gereja tidak memiliki pemahaman yang sama akan sebuah baptisan. Baptisannya atau proses sehingga layak dibaptis. Mengacu kepada Percaya dan dibaptis maka yang penting adalah proses membuat orang menjadi benar-benar percaya. Gereja seharusnya menjadi pusat bagi proses penghidupan rohani (menghidupkan roh). Ini harus dimulai dari sejak awal lagi (KA/KR). Jangan sampai gereja hanaya mengajarkan hanya kulitnya bukan intinya.

Walaupun ini tidak semudah mempraktekannya, namun itulah yang terjadi, sesungguhnya tidak ada yang tahu apakah kita telah benar-benar terbaptiskan secara rohani, karena apakah roh kita (roh manusia) telah benar-benar hidup sehingga saat kita dibaptiskan itu kita sudah berada didalam sistem Tuhan. Tuhan yang hidup adalah untuk manusia yang rohnya hidup?

Baptisan itu hanya kulitnya, mau diselam, mau percik, dll, tapi yang penting adalah benarkah roh kita telah hidup dan menerima Yesus sepenuh hati kita? Itulah tugas gereja yang sebenarnya.

Karena ketika roh kudus ada tinggal didalam hati kita maka kita otomatis akan berbuah roh, yaitu damai sukacita dst.

Tulisan ini adalah bagian khotbah oleh Rev Dr. Augustine M. ditulis kembali oleh penulis, jika ada kesalahan dalam isi tulisan ini adalah tanggung jawab penulis,Tuhan yang menolong.

Tuhan dan Kemanusiaan yang mempengaruhi gereja.

Di Tulis kembali oleh saudara dalam Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Taiwan.

Kita bersyukur telah mengenal Tuhan dan bertumbuh di dalam Gereja. Bagaimana kita dapat bertumbuh (how) mungkin bukan sesuatu yang sulit untuk di jawab dan diterangkan, tetapi mengapa kita dapat bertumbuh (why) adalah sesuatu yang tidak mudah untuk menjawabnya. Karna ternyata kita memiliki pengalaman pribadi lepas pribadi akan pertumbuhan itu. Analogi yanga sama; mengapa mangga memiliki rasa manis, asam dan sebagainya maka dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan (how), tetapi mengapa setiap buahnya memiliki rasa yang tidak sama walaupun dari pohon yang sama (why) adalah tidak mudah untuk menjawabnya dan andai mangga itu dapat mengatakan sesuatu, maka masing-masing mangga tersebutlah yang hanya tahu bagaimana sampai demikian (why).

How why? Tuhan bekerja secara pribadi kepada setiap manusai, mengubah kemanuisaan manusia itu menjadi manusia yang baru. Roh Tuhan bekerja melampaui apa yang kita kenal terhadapa diri kita sendiri (Ibrani 4: 12; tolong di check lagi); dan bekerja memperbaharui hati kita (Ezra 12;13, tolong di check lagi). Setiap orang percaya adalah bagian dari struktur tubuh gereja, didalam roh dan jiwa (spirit and soul), dan di saat kita bernafas dan melakukan aktifitas, bahwa kita adalah manusia kristen yang hidup (a Living Christian). Kemanusiaan seorang Kristen adalah sesuatu yang baru dalam kendali kasih Tuhan, yang mentransformasi kemanusiaan (dalam arti humanity) menjadi manusia kristen dalam segala hal. Sebuah dimensi baru kemanusiaan di dalam Yesus (a new beeing human in Jesus).

Dalam sejarah kehidupan manusia, bahwa hanya Yesus satu-satunya yang berbicara hal dosa; manusia berdosa; apakah dosa itu dan bagaimana mengalahkan dosa dan hanya Yesus yang berani menangung dosa demi mengubah sifat sifat kemanusiaan manusia menjadi manusia yang baru.
Seorang kristen memiliki visi dan misi tidak lagi berdasarkan kemanusiaan belaka, namun visi dan misi namun yang telah diubah di dalam Yesus. Contoh perubahan itu adalah saulus yang melihat Yesus dari presfektif nilai politik (Yesus dan pengikutnya adalah calon penguasa), namun setelah pertemuan di Damaskus, tidak lagi melihat Yesus dari hanya dari kekuatan politik yang di miliki Nya. Bahkan berubah menjadi Duta Besar perwakilan Yesus untuk dunia ini. Menjadi baru adalah menjadi Gereja, bukan diri sendiri lagi, bahkan membagikan pengalaman siapakah Tuhan itu di dalam pengenalannya.

Disisi lain, kemanusiaan melihat masusia sebagai suatu yang paling tinggi (ultimate) dan semua mengacu kepada manusia, semua mengacu kepada usaha dan semangat manusia didalam menyelangarakan dunia ini. Kemanusiaan merupakan hasil manifestasi ide politik dan sosiologi berdasarkan kondisi empiris di banyak kelompok masyarakat. Suatu kelompok mengatakan bahwa kami adalah sumbernya; pengusaanya; kami adalah segala-galanya; semua terserah kami; tanpa menyisakan tempat untuk Tuhan dan agama. Kelompok lain mengatakan: mungkin Tuhan ada tapi kami tidak tahu; Tuhan bukanlah hal yang spesial didalam kehidupan kami, jika dia ada kami percaya, jika tidak pun kami juga tidak masalah. Kelompok ini akan cendrung tidak memiliki rasa tanggung jawab apapun bagi Tuhan, dan tentunya Tuhan tidak ingin seperti ini. Mereka tidak memakai sumber kebijaksaanaan, kasih dan suka cita dari Tuhan di dalam hidupnya.

Disisi lain ada kelompok yang rela mati untuk Tuhan, namun menjaga keistimewaanya sebagai sebuah tradisi komunitas, kelompok seperti ini yakin bahwa hanya mereka yang diberkati Tuhan, hanya generasi mereka yang diwarisi keselamatan. Ada yang mengatakan kami menerima Yesus tapi kami tidak dapat menerima orang lain didalam kelompok kami. Mereka tertutup, mereka membuat kekhususan didalam komunitasnya, dan hubungannya dengan Tuhan. Namun ada kelompok yang terbuka untuk Tuhan dan untuk semua, Tuhan untuk semua manusia dan manusia untuk Tuhan namun pada sasarnya mengacu kepada benar yang salah, mencampur adukkan kebenaran Tuhan dan kebebasan manusia. Semua itu tidak terlepas dari sifat ego dan kepentingan masing-masing kelompok. Kesalahan yang utama adalah kemanusiaan telah membawa gereja kepada kepentingan kemanusiaan itu sendiri.

Kemanusiaan telah mempengaruhi gereja sehingga terbawa oleh kepentingan manusia itu sendiri. 1, Gereja yang memannfaatkan Tuhan demi kekuasaan (dalam arti ingin berkuasa) dalam pemerintahan. 2. Ingin mengontrol atas nama Tuhan gereja membuat peraturan yang mengikat demi kebenaran kelompok gereja 3.Ingin menunjukkan hubungan yang khusus dengan Tuhan, menjadi gereja yang istimewa 4. Kepopuleran dengan menonjolkan sifat lokal yang fanatik (contoh dari kultur dan budaya) 5. Mencintai susunan dan struktur yang mengatur kepentingan stategi pengurus.6. Fragmentasi, terpisah agar berbeda. 7. Menjual Tuhan dan kekuatan injil demi uang. 8. Gereja yang mengutamakan nama khusus. dll

Gereja telah membuat model yang menciptakan perbedaan satu sama lain demi gereja, bukan demi Tuhan. Gereja adalah media bukan tujuan, gereja tidak dapat menyelamatkan manusia, gereja bukan tempat menyusun keinginan-keinginan sekelompok orang, gereja adalah miliki Tuhan, kepala gereja adalah Yesus sendiri dan yang menjamin pekerjaan gereja hidup (orang percaya) adalah roh kudus. Gereja dapat berubah karena pengaruh sifat manusia (kemanusiaan) namun Tuhan Yesus Tidak berubah.



Tulisan ini adalah bagian khotbah oleh Rev Dr. Augustine M. ditulis kembali oleh penulis, jika ada kesalahan dalam isi tulisan ini adalah tanggung jawab penulis,Tuhan yang menolong.

Please keep for Me what you have seen / rahasiakanlah apa yang terjadi untuk Yesus (Mark 5:43)

Rewritten by Brother in Jesus: Bode Haryanto Tarigan, Taiwan

Yesus berpesan kepada Yairus dan yang lainnya untuk jangan menceritakan kepada siapapun akan apa yang dilakukan Yesus ketika membangkitkan anak perempuan itu. Sesunguhnya apa yang dilakukan Yesus hanyalah memgang tangan anak perempuan itu dan meyebutkan Hi Talitakum (Hi anak perempuan) Aku berkata kepada mu bangunlah, dan seketika anak perempuan itu bangun. Apa yang dapat diceritakan dari semua kejadian itu adalah hanya sebuah aktifitas yang sangat biasa dan wajar. Didalam logika manusia dan medis, sianak telah mati, namun didalam logika rohani Tuhan anak itu hanya tertidur dan perlu dibangunkan.

Hal yang penting adalah siapa yang membangunkan anak perempuan itu?. Yang membangunkan dia adalah Yesus, yang memiliki kuasa keselamatan. Dia yang datang dari Bapa di Surga yang lahir dan menjadi manusia-Tuhan (dimensi manusia dengan kuasa ilahi). Yesus yang dalam perjalannan hidupnya ingin menunjukkan betapa besarnya kuasa Bapa yang menciptakan alam semesta ini, menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya dan mencitakan manusia dan memberi hidup dengan nafas-roh kepada manusia.

Mengapa hal ini perlu dirahasiakan? Ini menjadi sangat rahasia karena waktunya belum tiba. Pada saatnya nanti Yesus akan mati dan bangkit pada hari ketiga. Yesus juga akan mengalami kematian yang dikenal oleh manusia. Yesus akan dikubur dan Roh Tuhan akan bekerja untuk membangkitkannya, kebangkitan Yesus adalah kebangkitan yang sebenarnya. Tujuan untuk merahasiakan semua itu adalah agar kelak semua orang tahu bahwa kebangkitan Yesuslah kebangkitan daging yang sempurna karena kebangkitan Yesus adalah untuk mencapai kemuliaan kembali ke surga. Agar manusia mengetahui bahwa didalam Yesus kebangkitan setelah kematian akan menuju kepada keselamatan abadi yaitu surga mulia. Kematian dan kebangkitan anak perempuan itu bukanlah model kebangkitan yang sebenarnya. Kebangkitan dari kematian yang dialami tabita adalah kebangkitan fisik. Namun Kebangkitan Yesus adalah kebangkitan secara fisik dan rohani. Dalam arti kematian daging (dosa) adalah sesuatu yang diinginkan agar terjadinya kebangkitan rohani. Karena keinginan daging adalah dosa, dan kematian daging adalah untuk mati bersama dosa dan bangkit sebagai manusia rohani.

Kebangkitan anak perempuan itu adalah kebangkitan yang oleh mukzijat Tuhan demi memberikan kekuatan dan pengalaman rohani pada masa itu. Namun kebangkitan Yesus adalah kebangkitan untuk mengalahkan kematian sehingga manusia yang hidup dapat mati bersama Yesus dari keinginan daging (dosa) dan bangkit menjadi manusia rohani (manusia yang hidup dengan kuasa Roh Tuhan).

Tulisan ini adalah bagian khotbah dari Rev John Crocker di TICC Tainan, ditulis dan dikembangkan oleh penulis. Isi tul lisan ini adalah tanggung jawab penulis.