INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Saturday, May 28, 2011

Sulit Mengenal Tuhan Karena Beda Dimensi


Manusia dan dimensi

Manusia dan dimensi

Kenapa orang sulit mengenal dan percaya adanya Tuhan. Padahal karena Tuhanlah yang memungkinkan manusia berbeda dari binatang dan mahluk lainnya. Apa bedanya manusia dengan binatang? Binatang adalah ciptaan Tuhan yang memiliki jiwa dan badan. Sedangkan manusia terdiri dari roh, jiwa dan badan.

Ilmu pengetahuan adalah hasil olah jiwa, pengetahuan yang bersumber dari logika jiwa merupakan hasil dari olah prosedur, sehingga menghasilkan temuan yang menjadi pengetahuan. Namun semua itu tidak terlepas dari berbagai kondisi batas. Proses rekayasa genetika yang ditemukan belakangan ini, memilki kondisi yang sangat tertentu, khususnya untuk tujuan tertentu pula. Contoh lain evolusi secara natural/alami yang liar akan sangat sulit difahami.

Pemahaman jiwa memilki dimensi yang berbeda dengan pemahaman rohani, dengan pengetahuan manusia adalah hewan yang memilki kecerdasan sempurna. Tetapi dalam dimensi rohani, manusia bukan hewan, tetapi ciptaan yang sempurna dan segambar dengan Tuhan.

Dalam logika jiwa, dengan matematika dan fisika, manusia dapat menghitung berbagai posisi matrix hingga ke universe, namun mereka tidak menemukan posisi roh/rohani dan Tuhan. Dalam logika Tuhan, universe ini hanya seperti manusia melihat sebuah titik. Namun disisi lain dalam dimensi rohani Tuhan dapat berada di hati mansuia dan saat bersamaan berada di sorga. Manusia logika ingin menemukan sesuatu yang baru, namun disisi lain Tuhan telah menciptakannya untuk manusia. Jadi adalah wajar jika Prof Hawking tidak menemukan Tuhan didalam teorinya karena beda dimensi, antara logika jiwa (pengetahuan) tanpa rohani.

Membaca tulisan Pandangan Buddhis Tentang Kekristenan. Jelas sekali bahwa pemahaman Buddhis sebagai manusia akan Tuhan memiliki dimensi yang berbeda. Dimensi Buddha dalam mencari Tuhan dan demikian juga agama-agama lainnya adalah usaha manusia MEMAHAMI KEHENDAK “TUHAN” yang cendrung kepada memahami jiwa terhadapa diri dan lingkungan. Pemahaman ini mengingatkan kita akan ajaran Musa dan Hukum Taurat. Tuhan memberikan hukum Taurat kepada Yahudi sebagai HUKUMAN. Tuhan memberikan itu sebagai respon dari manusia yang sulit di atur dan bebal serta menyembah kekuatan-kekuatan roh lokal saat itu.

Akhirnya semua ajaran itu akan bermuara kepada HASIL DARI JIWA, bukan hasil dari sesuatu sebut saja “Tuhan” sendiri. Jika Tuhan merespon Yahudi dengan kebandelannya, mungkin saja Tuhan merespon Buddha karena keinginannya mencari Tuhan. Apa yang dihasilkan dari JIWA adalah aturan-aturan, petunjuk-petunjuk yang menjadi undang-undang. Sama Halnya dengan agama Yahudi adalah agama jiwa, karena tidak mengandalkan IMAN tetapi mengandalkan aturan-aturan Taurat.

Jika semua hanya hasil jiwa, maka fenomena bertuhan menjadi hanya sebatas logika jiwa yang mencari keselamatan mendapatkan Nirwana dengan mengalahkan keinginan Tubuh/daging. Dalam arti dicari ajaran moral agar manusia dapat hidup dalam kesetimbangan, saling menghargai, saling menjaga dan seterusnya.

=============================================================================

Tulisan dari Arie Yanitra link

Sang Buddha mula-mula hanya mengajarkan empat kesunyataan mulia [Cattur Arya Sattyani] dan delapan jalan utama [Hasta Arya Marga]. Empat kesunyataan mulia diungkapkan sebagai berikut: (a) Semua bentuk kehidupan adalah penderitaan [Dukkha], (b) Penderitaan disebabkan oleh nafsu atau keinginan yang rendah [Tanha] (c) Dengan lenyapnya Tanha lenyap pula Dukkha dan itulah Nirwana. Cara atau jalan untuk melenyapkan Dukkha adalah delapan jalan utama: (a) Pengertian yang benar, (b) Pikiran yang benar, (c) Ucapan yang benar, (d) Perbuatan yang benar, (e) Mata pencaharian yang benar, (g) Daya upaya yang benar, (h) Perhatian yang benar, (i) Konsentrasi yang benar.

==================================================================

Apa yang disampaikan dari cuplikan tulisan di atas, sebagai awal dari pengenalan Buddha hal hidup ini, adalah adalah USAHA MANUSIA mencari Tuhan dan. Manusia melakukan PERDAMAIAN DENGAN DIRINYA DAN TERHADAP LINGKUNGANNYA. Ini menunjukkan poin yang dengan jelas menekankan akan aturan main/rule dari hukum sebab akibat. Jika kamu ingin akibat tidak terjadi maka jangan lakukanlah sebabnya. Walaupun tetap diajarkan akan kemungkinan adanya kehidupan setelah kematian tetapi itu tidak harga mutlak, jika itu ada itu sebuah keberuntungan, jika tidak apa itu sebuah pemahaman manusia yang gagal? Padahal Tuhan memilki harga mutlak.

Yang mendasar membedakan Yahudi adalah diajarkan untuk MENGASIHI TUHAN lebih dahulu kemudia mengasihi sesama manusia. Yesus juga mengajarkan hal yang sama, bahwa manusia harus lebih dulu mengenal Tuhan dan kasihNYA, sehingga tidak sulit untuk mengasihi diri sendiri, sesama dan lingkungan. Yesus adalah model itu, namun disayangkan Yahudi tidak dapat menerima Yesus sebagai Tuhan yang menjadi manusia. Yahudi dengan logikanya/kemanusiaanya, tidak dapat menerima contoh yang sempurna di dalam Yesus. Akhirnya Yahudi hidup didalam logika mengasihi Tuhan tanpa iman, hanya perbuatan sesuai Taurat Musa, Hukum Tuhan.

Logika jiwa dengan, semangat dan keinginan, bahkan hafsu, adalah tidak konsisten. Jiwa yang selalu aneh-aneh ini, contoh saja banyak pemimpin ajaran agama yang tidak dapat menahan syahwatnya, tidak layak masuk ke dalam Sorga, karena sorga itu adalah SUCI dan MULIA. Manusia masuk Sorga dan Kerajaan Surga merupakan sebuah kepastian didalam dimensi roh/rohani. Karena Allah adalah Roh dan SOrga tempat Allah bertahta adalah kerajaan Rohani, maka manusia harus mempersiapkan rohnya/rohaninya untuk masuk kedalam Kerajaan Sorga bahkan dimuliakan BAPA masuk ke dalam SORGA.

Gambar copas diwww.eaheliskiing.com/news/heliski-news-2008.

Sunday, May 22, 2011

Apakah Mungkin Unta Masuk Lubang Jarum?


unta dalam dimensi roh

unta dalam dimensi roh

Inilah kisah seorang kaya bertemu Yesus. Seorang yang kaya tentunya memilki harta yang berlimpah dan hidup dengan mewah dan berkelebihan. Orang seperti ini dapat membeli apa saja yang dia inginkan di dunia ini. Dia hidup dengan kekayaan dan uang yang tidak terbatas. Dalam kisah nyata ini, dia adalah orang yang terpandang, terhormat dan memenuhi nilai MORAL seperti yang diajarkan oleh setiap keyakinan, dialah merupakan orang mengaumkan, walau kaya juga taat dengan aturan moral dan budaya.

Ketika Orang kaya ini datang kepada Yesus, tidak tahu apa motivasinya, mungkin saja dengan uangnya dan kekayaannya, ia ingin membayar Yesus MEMBERKATINYA dengan memberikan JAMINAN HIDUP YANG KEKAL didalam Kerajaan ALLAH kepada orang kaya ini. Bisa saja seperti pengajaran yang dikenal selama ini orang pergi ketempel-tempel memberikan persembahan untuk mendapat berkat dari kuasa yang ada disana. Hal ini sangat memungkinkan karena orang kaya ini cukup mengenal siapa Yesus dari pembicaraan di bawah ini:

Lukas 18:18. Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? 19. Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

===> ayat 18 dan 19 dengan jelas menunjukkan bahwa orang kaya ini mengenal Yesus dengan baik. Dia memangil Yesus dengan guru yang baik. Dan Yesus juga menekankan bahwa orang kaya ini sunguh mengenal siapa Yesus.

20. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”21. Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.

====>Ketika Yesus menyatakan hal perintah Tuhan akan ajaran bagaimana hidup sebagai seorang manusia dengan menjunjung nilai-nilai moral seperti pada ayat 20, maka sang orang kaya itu menjawab, bahwa dia telah mengikuti ajaran itu sejak muda. Bayangkan saja seorang yang sejak muda memilki moral yang baik dan kaya, betapa hebatnya orang seperti ini.

22. Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.

23. Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.

=====> mendengar hal itu seorang kaya dan bermoral itu merasa KEBERATAN untuk melakukannya, dan ditekankan disana bahwa dia menjadi amat sedih, karena dia mencintai uangnya dan kekayaannya. Untuk ayat 24 itu merupakan sebuah tindakan nyata akan keinginannya mendapatkan hidup yang kekal, dan sebagai kata kuncinya adalah HARTA DI SORGA, diikuti dengan MENGIKUT YESUS. Mengikut Yesus berarti MASUK DALAM KESELAMATAN YANG DIRANCANG TUHAN DI DALAM YESUS……….YAITU KEHIDUPAN KEKAL, MERAJA DI KERAJAAN SURGA DAN MASUK KE JERUSALEM BARU (HIDUP KEKAL).

24. Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. 25. Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.

26. Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” 27.Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

====> Yesus menegaskan hal ini, bahwa orang yang mencintai uangnya seperti orang kaya itu akan memilki kesulitan masuk dalam kerajaan Allah, hal ini ditegaskan kembali bahwa lebih mudah unta masuk melalui lobang jarun dari pada orang kaya tersebut masuk ke dalam Kerajaan surga. Perlu diketahui HAL KERAJAAN SURGA tidak sama dengan Kerajaan ALLAH. Kerajaan Surga dalam alkitab itu menegaskan bagian dari Tuhan, artinya bahwa masuk dalam Kerajaan Allah adalah menjadi pengikut Yesus di dunia ini, atau masuk dalam rancangan Tuhan.

====> Penagasan akan logika manusia unta masuk kedalam lubang jarum adalah sebuah ketidak mungkinan, apalagi disaat itu orang mengenal unta dengan ukurannya dan juga mengenal jarum dengan matanya yang sangat kecil, namun dengan jelas dikatakan Yesus, itu mungkin bagi ALLAH.

Bagaimana kita memahami ayat ini? Ini adalah sebuah fenomena yang tidak dapat diterima akal? Sama halnya dengan pernyataan Tuhan menciptakan jagad raya dan isinya, bagaimana mungkin? Mungkin ada yang menyatakan ini sebuah kebohongan, ini sebuah kiasan. Tetapi Yesus tidak sedang memberikan perumpamaan, Yesus sedang berkata kepada murid-muridnya akan hal ini.

Dimensi manusia berbeda dengan dimensi Tuhan, hal ini semua terjawab disaat Yesus bangkit dari kematian dan naik kesurga. Bagaimana mungkin Yesus dapat naik kesurga? Sebelum naik kesurga disaat setelah bangkit, Yesus dapat memasukki ruangan yang semua tertutup, Ia dalam dimensiNya dapat memasuki ruangan dan tiba-tiba telah berada bersama murid-muridNYa. Yah demikianlah Tuhan bekerja didalam Yesus dapat menembus batas ruang dan mengangkatNya naik ke surga, ini merupakan fenomena dimesi rohani/ dimensi roh. Di dalam dimensi roh Yesus dapat naik ke surga. lalu bagaimana dengan sang Unta?

Dalam hal ini jika Tuhan berkehendak bahwa UNTA tersebut dapat diubahkan dalam dimensi rohani dan memungkinkan Unta tersebut masuk ke dalam lubang jarum, seperti Yesus masuk kedalam ruangan tertutup sama sekali.

Orang kaya tersebut memenuhi standar Moral, namun dia engan masuk kedalam standar rohani didalam Yesus. Di dalam Yesus sesunguhnya dia akan menghidupkan manusia-rohaninya sehingga dia masuk kedalam sebuah sistem rohani yang di bangun Tuhan di dalam Yesus. Karena kehidupan roh/rohaninyalah yang menjadi kekal. Karena kekekalan itu ada dalam dimensi roh. Allah adalah Kekal, Allah adalah Roh.

Friday, May 20, 2011

Memaafkan itu 70 x 7 (Tuhan sebagai standar Kasih, bukan Nabi)


Happiness

Happiness

Ajaran yang mulia adalah ajaran yang membawa pemahaman akan arti cinta dan kasih yang sempurna dan kekal. Ajaran akan kasih didalam Yesus, membuktikan bahwa mengasihi itu diluar batas logika manusia, diluar sekedar hasil dari pemikiran, hasil jiwa, namun mencapai kepada konisi ideal, kondisi rohani, kondisi yang tidak memilki batas kondisi.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa mengasihi sesama manusia yang walaupun dengan sengaja berbuat dosa kepada kita harus dimaafkan dan didoakan agar mereka dapat berubah. Ketika Petrus menanyakan hal mengampuni Matius 18: 21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” 22. Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Dalam hal ini tentunya dapat diambil sebuah pelajaran bahwa orang harus mengasihi tanpa batas. Kebaikan manusia selalu dikaitkan dengan upah di surga. Seperti apa kata Yesus pada ayat 18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Inilah Firman Tuhan yang menekankan bahwa setiap manusia diarahkan kepada prilaku sempurna, prilaku rohani yang sempurna, karena ini juga menekankan akan upah kekal di surga. Contoh hal memaafkan dan kaitannya dengan yang mungkin dilakukan oleh manusia yang dengan jiwanya dan keinginannya dapat dibaca pada lanjutan perumpamaan kerajaan surga pada ayat selanjutnya. Harga dari sebuah tindakan itu akan menjadi sesuatu harta disurga. Yesus membicarakan standar Tuhan, membicarakan hal surga.

Motivasi Tuhan di dalam Yesus adalah menjadikan Yesus sebagai model manusia yang diingini Tuhan. Yesus mengembalikan citra manusia, bahwa manusia itu memiliki nilai rohani, nilai kemuliaan, yang sedari awal yang telah rusak sejak Adam jatuh dalam dosa. Pengajaran Yesus ini merupakan yang seharusnya dilakukan oleh manusia untuk menjadi mulia dan demi kedamaian dunia.

Yesus mengajarkan hal mengasihi lebih dalam lagi:

Matius 5: 44.Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47. Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48. Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Perkataan Yesus ini kembali menunjukkan relasi antara manusia dengan manusia dimana Tuhan sebagai standardnya. Bukan nabi, bukan guru, bukan manusia tetapi TUHAN. Pada ayat yang terakhir dikatakan bahwa Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. Artinya manusia memiliki kesempurnaannya karena manusia adalah segambar dengan Tuhan. Disanalah bahwa pengajaran Kekeristenan itu tidak memilki standar lain selain Tuhan.

Yesus yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan bersumber dari Bapa, Aku dan Bapa adalah satu. Ini memungkinkan semua pengajaran yang dilakukan Yesus adalah dari TUHAN itu sendiri karena MEREKA adalah Satu (Yoh 10:13). Yoh 14: 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Lukas 6. 32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. 44 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. 45Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. 46. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Demikianlah Yesus kembali mengingatkan akan upah disurga, jasa yang bersifat rohani, bukan sekedar menanti umpan balik yang bersifat sementara, keuntungan sementara. Yesus mengajarkan akan Tuhan sebagai standar, bukan nabi, bukan manusia seperti dinyatakan dalam ayat 46.


Tuesday, May 17, 2011

Beda: Percobaan (dari Setan) dan Ujian (dari Tuhan)



Serahkan masalahmu pada Tuhan
Serahkan masalahmu pada Tuhan
Secara umum suatu peristiwa yang dialami seorang manusia sehingga mendapat masalah atau kesukaran hingga musibah dapat dibagi dua, yaitu sedang mengalami ujian dan sedang mengalami pencobaan. Dalam hal in secara umum disampaikan pada kitab Yakobus ditulis kepada 12 suku bangsa Israel yang terkait dengan hal tindakan dan perbuatan. Bagian dari bab ini menyiratkan membahas hal beda percobaan dan ujian. Dalam ayat ini dikatakan bahwa Pencobaan dan Ujian secara umum membuat kita tahan uji.
Yakobus 1: 3-4. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 4. sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Dalam hal ini secara umum percobaan dan ujian dapat dibedakan berdasarkan:
1. beda secara sumber
2. beda secara sifat
3. beda secara tujuan
Percobaan dan ujian itu terjadi dalam kehidupan kekeristenan kita, seorang kristen bisa saja sedang mengalami percobaan dan bisa saja sedang mengalami ujian, dari manakah sumbernya dan apakah ciri-ciri/sifatnya dan apakah tujuannya?
* Pada dasarnya seara umum Percobaan bersumber dari keinginan setan/iblis yang mengoda jiwa kita. Keinginan ini bersifatnya jahat dan membahayakan manusia dalam arti jatuh kedalam perbuatan dosa. Pada umumnya tujuannya mencobai manusia dan menjatuhkan manusia kedalam dosa hingga mendapat maut.
Orang yang tidak dapat mengendalikan jiwanya, keinginannya ketika ia dicobai maka akan mudah jatuh kedalam dosa. Dikatakan seorang sedang mendapat percobaan dan jika tidak kuat bisa saja mendatangkan dosa dan maut akibat dosa. Yakobus 1:13-15.
13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15.Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Ayat 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!
Kesesatan pada ayat 16 menunjukkan bahwa sumber kesesatan adalah iblis/setan yang mempengaruhi keinginan kita.
*Ujian pada dasarnya bersumber dari Tuhan, ujian ini kadang kala tidak kita sadari dan begitu sederhana. contohnya saja ketika kesetiaan kita diuji untuk memberikan bantuan dan pertolongan kepada yang sedang memerlukannya. Yesus mengatakan ketika Aku lapar engkau memberi aku makan, apakah kita setia dalam melayani Tuhan melalui pertolongan kita kepada orang yang memerlukannya? dan banyak lagi contoh lain didalam pergumulan kita, bahwa Tuhan membiarkan itu terjadi karena semua itu bersifat baik/membangun dan tentu saja bertujuan menyempurnakan pemahaman dalam kehidupan rohani dan iman. Apapun bentuk ujian yang kita alami itu akan meningkatkan pengenalan kita akan Tuhan dan rencana Tuhan didalam hidup kita. Kehidupan kita dapat diuji dari kegiatan kita dalam persekutuan/gereja dan juga dalam tugas pelayanan lainnya. selain itu juga pengaruh lingkungan yang kurang baik. Petrus 4 terkait dengan kehidupan gereja/manusia-manusia didalam gereja dan lingkungan.
1 Petrus 4: 9. Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. 10.Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 12.Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
Mengapa kita mengalami percobaan dan mengapa kita dibiarkan dicobai? Percobaan itu bisa datang kapan saja, Tuhan tidak akan membiarkan kita dicobai kecuali dengan tujuan khusus. Tapi banyak pencobaan terjadi yang pada umumnya kita mengalami karena kita sedang diluar Tuhan. Karena kita sedang bermain-main diluar kehidupan kekeristenan kita. Kita dicobai oleh keinginan kita sendiri, jiwa kita yang bebas sedang bersekutu dengan kekuatan lain diluar Tuhan dan mempengaruhi kita. Jika kita melakukan keinginan itu kita jatuh kedalam dosa bahkan maut.
Lebih lanjut secara khusus, bahwa hidup di dalam pencobaan pernah di Alami Abraham (Kej: 22; Ibrani 11:17 sangat khusus dicobai oleh Tuhan sendiri yang terkait dengan dasar Iman orang percaya) dan beda dengan Ayub (kitab Ayub dicobai iblis atas seizin Tuhan), Yesus (Mat 4:), dalam hal iniTuhan memilki tujuannya sendiri (God Will) akan adanya pencobaan yang riil dari kekuatan iblis.
Namun jika kita sedang mengalami percobaan karena tujuan khusus Tuhan terhadap seperti terhadap mereka ini maka akan mendapat keuntungan/mahkota kehidupan:
Jakobus. 1 : 12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Ayat ini relepan bagi Abraham, Ayub dan Yesus, karena ditujukan pada 12 suku Israel.
Namun jika kita mengalami pencobaan atau sedang dicobai atau sedang jatuh dalam pencobaan oleh keinginan kita sendiri maka langkah yang pertama adalah bertobat dan kembali kepada Tuhan dan kembali hidup dalam persekutuan (gereja).

Berdiskusi Dengan Ateis Hal Reflikasi Gen, Lahir Cacat dan Tuhan.


Sebuah kecacatan bawaan

Sebuah kecacatan bawaan

Pengalaman berdiskusi dengan kawan-kawan Ateis di youtube, hal DNA dan GOD. Mereka menanyakan apakah Tuhan menciptakan DNA? Mereka menampilkan berbagai gambar video dari ketidak sempurnaan replikasi gugus DNA sehingga menghasilkan hasil yang tidak sempurna seperti kecacatan pada manusia-manusia. Para ateis mempertanyatakan jika Tuhan menciptakan manusia sempurna dan segambar dengan Tuhan mengapa terjadi salah dalam replikasi DNA sehingga terjadi kelahiran yang cacat.

Tentunya harus di garis bawahi apa yang dimaksud dengan sempurna dan segambar, karena Tuhan menciptakan Adam dan pasangannya adalah sempurna, dan segambar karena ada roh manusia yang diberikan Tuhan kepada manusia. Namun kalau sdh bicara roh pasti akan mengalami kesulitan karena ateis mati secara roh.

Jika kita kembali kepada penciptaan maka Tuhan menciptakan Adam dan Hawa berserta langit dan bumi semua dalam keadaan baik. Adam dan Hawa tidak bercacat, bahkan sempurna. Lalu sejak kapankah kecacatan itu terjadi? Jawabnya adalah sejak manusia jatuh kedalam dosa. Kejatuhan manusia kedalam dosa merupakan CACAT secara rohani. Kecacatan rohani bahkan mati secara rohani membuat manusia menghasilkan buah-buah yang cacat juga bahkan mati atau mematikan. Mati secara rohani akan menghasilkan tindakan yang diluar dari rancangan Tuhan. Tuhan menginginkan damai di bumi seperti di surga.

Namun kelemahan pembahasan dengan ateis adalah mereka tidak mengenal akan arti roh/rohani. Mereka hanya mengenal cacat secara fisik, tanpa dapat menerima bahwa manusia juga memiliki roh yang juga dapat mengalami ganguan kematian dan cacat.

Cacat dan mati secara rohani membuat manusia melakukan tindakan yang merusak lingkungan, tindakan itu merupakan buah dari ketidak telitian, dan sebagainya.

Kecerobohan seperti digunakannya produk pupuk kimia yang sangat menyerap air dan akhirnya membuat lahan menjadi gersang. Itu juga adalah sebuah tindakan yang mencacatkan lingkungan. Industi yang membuang limbah sehingga mencemari lingkungan, air, udara dan tanah. Semua itu merupakan hasil kerja manusia yang membahayakan manusia itu sendiri dan lingkungan.

Sebagai contoh, suatu negara menghasilkan mainan anak-anak dan keperluan rumah tangga lainnya, namun produk itu tidak sempurna sehingga masih mengandung senyawa-senyawa kimia radikal, yang pada temperatur tertentu dapat bereaksi dengan air dan juga dapat terlarut kedalamnya (air). Jika itu teminum maka akan mengakibatkan bahaya bagi mereka. Ini adalah kejadian yang banyak terjadi dimana-mana sehinga produk tertentu suatu negara dilarang masuk ke US misalnya, karena terbukti tidak sehat dan membahayakan pemakai.

Juga dengan teknologi yang menghasilkan radiasi yang membahayakan demi memenuhi kebutuhan energi, seperti nuklir misalnya. Secara prinsip teknologi semua dapat dikendalikan namun jika terjadi kecelakaan dan radiasi hingga keluar batas sistem aman berarti ada yang harus dirugikan karena mengalami radiasi.

Dari ketiga contoh adanya sekelompok manusia yang dengan sengaja menghasikan produk beracun misalnya produk rumahtangga dan yang terlambat menyadari akan bahayanya setelah digunakan seperti DDT, atau ada juga karena kebutuhan energi dan apapun alasannya, semua adalah hasil produk pikir dan rekayasa manusia. Ditambah kecerobohan manusia sehinga dapat membahayakan manusia lain dan juga lingkungan.

Contoh dampak dari tindakan di atas terhadap manusia, adalah zat kimia yang berbahaya itu berinteraksi dengan pengguna dan bisa saja termakan yang mengakibatkan ganguan pada sistem metabolisme, terjadi ganguan pada sistem sel dan gen pembawa indung telur dan sebagainya sehingga memicu terjadi replikasi gen yang tidak sempurna dan menghasilkan kecacatan. Di Indonesia laporan tahun 2005 lalu dilaporkan secara lisan pada sebuah seminar. meningkatnya bayi cacat dan kembar siam di Indonesia. Mungkin saja itu akibat zat kimia dari alat-alat yang digunakan yang masih mengandung zat kimia radikal bebas walaupun tentunya perlu dilakukan kajian lebih mendalam.

Radiasi yang terjadi akibat nuklir dan perang dengan mengunakan senjata kimia. Semuanya zat kimia asing yang radikal dapat mengakibatkan perubahan sistem informasi pada sel/gen yang mengakibatkan terjadi mutasi, rekombinasi, transformasi, transduksi yang dapat mengakibatkan kecacatan.

Limbah industri dengan logam berat misalnya, jika pada daerah tertentu yang pengawasan lingkungannya tidak dilakukan menurut prosedure batas yang ada misalnya jika di US memilki kondisi ambang batas resmi spt yang dikeluarkan oleh Environmental Protection Agency (EPA). Dan jika masyarakat menggunakan air tanah yang tercemar, maka kemungkinan besar akan terjadi ganguan kesehatan, sistem metabolisme dan bisa saja menjad terjadi hingga mempengaruhi keturunannya.

Tentunya kesalahan dalam mengambil tindakan secara teknologi demi kehidupan yang lebih nyaman, ditambah faktor gegabah dan ketamakan manusialah yang dapat diduga menjadi sumber pemicu terjadinya kekacauan/ganguan pada sistem reflikasi gen manusia. Semua itu diakibatkan kurangnya HIKMAT dan tentunya karena dosa juga.

Di Taiwan ini jumlah orang cacat dan terbelakang mental cukup banyak dan mereka berkeliaran dan beraktifitas seperti orang kebanyakan. Mereka cacat tetapi mereka melakukan berbagai aktifitas, jika ditanya mengapa banyak mereka cacat karena mereka menikah sesama saudara. Tentunya jelas bahwa dari ilmu yang dipelajari peluang terjadinya kecacatan dan keterbelakangan metal jika menikah kedalam. Dalam arti bahwa antara ilmu pengetahuan dan kesadaran akan tindakan juga diperlukan agar tidak menghasilkan kecacatan.

Teman satu gereja yang kedua-duanya cacat kaki mengecil, ternyata memilki anak yang sehat dan mereka berbahagia. Untuk itu kita seharusnya melihat itu bukan dari Tuhan karena Tuhan adalah sempurna, namun dari manusia yang melakukan penyimpangan, kelalain dan faktor lainnya katakanlah dosa. Namun kesulitan dalam berdiskusi dengan kaum ateis adalah karena mereka tidak percaya akan Tuhan mereka selalu mengangap ilmu pengetahuan dapat menyelesaikan segala masalah……………mereka sesunguhnya baru diingatkan akan Tsunami Jepang, bahwa negara berteknologi tinggi itu juga tidak berdaya ketika bencana itu datang.

Jangan terlalu mudah menyalahkan Tuhan, karena Tuhan adalah Tuhan dan Tuhan memilki caranya sendiri untuk menunjukkan kekuasaannya. Jangan bawa dosa dan kelemahan manusia untuk melihat kuasa Tuhan. Kesimpulannya: Tuhan menciptkan semuanya baik, namun manusia jatuh kedalam dosa dan menghasilkan perbuatan yang membahayakan dirinya sendiri dan lingkungan sehingga dapat mengakibatkan kecacatan.

Monday, May 16, 2011

Mencari Tuhan melalui Prosedur Pengetahuan


Terang Pengetahuan

Terang Pengetahuan

Dalam penelitian ada beberapa metoda yang biasa dilakukan untuk membuktikan sebuah temuan baru yaitu:

1. Ada sebuah dugaan =========> Ada bukti-bukti =========> ada klaim temuan.

2. Ada bukti-bukti ===========> lalu ada sebuah dugaan ======> ada klaim temuan.

Prosedural 1. adanya sebuah postulat bahwa ada sesuatu yang tidak dapat kita lihat namun dapat kita rasakan. Ada dugaan akan kekuatan lain diluar kita yang sangat luar biasa. Apakah itu? Pertanyaan ini mungkin seluas, siapakah yang menciptakan alam ini? Apakah manusia itu dari kera atau diciptakan? Apa beda manusia dengan binatang dan sebagainya.

Penelusuran prosedur 1 akan adanya bukti, dapat dilakukan dengan percobaan, namun percobaan apa yang dapat dilakukan untuk membuktikan Tuhan. Misalnya adanya mantra, apakah mantra bekerja? Apa buktinya bahwa mantra bekerja, sehingga perlu dikaji berbagai referensi apakah benar bahwa mantra dapat dibuktikan berfungsi. Mungkin juga dikumpulkan bukti-bukti bahwa ada seorang yang dapat melakukan perbuatan X, Y dan Z. Pebuatan itu sangat mirif dengan mantra yang bersifat duluar logika, tidak memenuhi hukum kekekalan energi dan juga massa. Contoh-contoh itu mengarah kepada sifat “PENCIPTAAN’. Penciptaan pada dasarnya tidak memnuhi hukum yang dikenal secara pengetahuan. Contoh ini misalnya seperti apa yang dilakukan Yesus seperti menghidupkan orang mati, menciptakan anggur dari air, menciptakan ikan dan roti, dan sebagainya.

Prosedure 1. Berdasarkan contoh itu maka dapat diklaim bahwa ada temuan yang menunjukkan sebuah yang bukan sekedar anomali tetapi nyata namun diluar dari pemahaman secara logika dan hukum pengetahuan. Untuk itu dapat diklaim bahwa ada seorang yang mampu menciptakan sesuatu yang diluar logika manusia. Siapakah dia dan apakah dia kita sebut? Sebut saja dia manusia-dewa, atau orang yang memiliki kemampuan khusus, orang yang memiliki kekuatan khusus, orang memilki kekuatan yang supra natural, orang yang mampu menciptakan, orang yang seperti X. Katakanlah X=Tuhan.

Dengan prosedur 1, seorang dapat melakukan pendekatan berdasarkan data, dan dari data itu dapat mengklaim bahwa melalui orang ini dan keanehannya dia memiliki sesuatu sebur saja X. Dan X itu adalah Tuhan.

Prosedur 2. tentunya sama saja, dengan melakuakn kajian/experimen/penelitian/survei, lalau diperoleh sebuah kesimpulan bahwa X adalah memenuhi ciri-ciri tertentu dan cari ciri-ciri itu diklaim bahwa X memilki Tuhan bahkan Tuhan itu sendiri.

Metoda inilah yang dilakukan penulis dalam tulisan melihat ketuhanan Yesus secara empirik. link

Saturday, May 14, 2011

Belajar dari Rasul Paulus Hal Keselamatan dari Tuhan.


Belajar dari Paulus hal Keselamatan

Belajar dari Paulus hal Keselamatan

Didalam Yesus manusia dapat mengenal arti kebangkitan yang sebenarnya. Bangkit dari kematian menjadi tidak mustahil bagi manusia di dalam Yesus. Namun bagaimana jika Yesus tidak bangkit? Seperti yang disampaikan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15, jika Yesus tidak bangkit dari kematian maka:

17. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

18. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.

19. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Artinya bahwa percaya kepada Yesus akan menjadi sia-sia karena semua hanya akan sampai dibumi, tidak akan ada upah dari pelayanan dan kasih kepada sesama. Artinya dalam satu sisi pemahaman akan KASIH dan SUKACITA itu hanyalah sebuah kisah taksempurna.

Tidak ada gunanya mengumpulkan harta surga, tidak ada gunanya pelayanan, karena semua itu hanya sampai urusan kemanusiaan atua lebih dikenal dengan moral. Manusia dengan usaha kasihnya yang bersumber dari buah-buah rohani merupakan sebuah harapan tanpa ada kepastian. Namun dalam pengajarannya dan kebangkitan Yesus sendiri, bahwa manusia memilki kesempatan seperti Yesus, kembali kepada Bapa di Surga dan meraja di Kerajaan Sorga.

Kita dapat melihat pengalaman hidup kita dari pengalaman Paulus. Namun Yesus telah bangkit dan kita ikut dibangkitkan bersama Yesus, menjadi pemenang. Paulus memiliki pengalaman hal kebangkitan secara pribadi. Roh dan buah-buah roh adalah harta surga. Yesus mengatakan letakkan hartamu di surga. Inilah harta surga yang menjadi jaminan kita untuk masuk kedalam surga dan meraja di kerajaan surga. Harta yang tidak berkarat dan tidak dimakan ngengat, tidak dimakan waktu, harta kekal.

Segala masalah yang kita hadapi dan masalah filosofi yang kita hadapi semua harus disandarkan pada Yesus sebagai jaminan abadi dan seselamatan abadi. Paulus telah diubahkan, Paulus adalah Yahudi adalah seorang Farisi, termasuk orang yg selalu menunjukkan penyembahannya didepan orang ramai. Farisi menjadi standart keagamaan saat itu. Paulus adalah bangga dengan kejahudiaannya dan mengikuti aturan Hukum Musa. Dia berpendidikan tinggi dan merupakan saksi saat stefanus dihujani batu. Dia menyiksa pengikut Yesus.

Namun Paulus ditemui oleh Tuhan Yesus, Yesus mengatakan mengapa engkau menyakiti KU? Saat saulus menanyakan siapakan engkau. Jawaban itu adalah Aku adalah Yesus. Sejak saat itu Saul terkejut. Dan berubah dalam pengertian akan hidupnya.

1.Beberapa hal yang dapat dipelajaari dari Kejadian Yesus menemui Saulus/Paulus adalah dengan menyiksa orang lain adalah menyiksa diri sendiri.

2. Jika kamu bertemu dengan Yesus, maka Yesus akan memberikan sesuatu kepada mu, yang dapat mengubah kita dan berpaling dalam pekerjaan kepada (Paulus) yang baru dan berbeda.

3. Kebutaan Saulus lalu dipulihkan kembali menjadi Paulus disaat itu menjadi dapat melihat dapat diartikan Yesus mengirim kita membuka mata kita, dari kebutaan menjadi bercahaya, berubah jadi kekuatan Tuhan.

Banyak agama yang melakukan segala-sesuatu berdasarkan Pekerjaan-Pekerjaan, sehingga menilai agama dari pekerjaan-pekerjaan kebaikan saja. Ini juga akan meningkatkan ego dan juga bersifat eksklusif. Contohnya seperti agama Parisi. Padahal tidak ada pekerjaan manusia yang layak dihadapan Tuhan yang kudus sedangkan manusia penuh dengan dosa. Sesunguhnya Yesus telah mengenapinya dengan Kuasa Kebangkitannya. Paulus mengalami perubahan itu, dan hidupnya hanya untuk Tuhan.