INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Wednesday, September 7, 2016

Paragraf yang diambil dari status Facebook Saya

Sebab firman Tuhan hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua mana pun; ia menusuk sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi sendi dan sum-sum; dia sanggup menilai pikiran dan perbuatan kita......Terima kasih Tuhan untuk khasiat dan kuasa Firman Mu.

Siapa saja yang setia dalam hal hal kecil, ia setia juga dalam hal hal besar. Dan siapa saja tidak benar dalam hal hal kecil, dia juga tidak benar dalam hal hal besar......marilah belajar setia dalam kebenaranNYA ......agar semua kita mulai dari kesetiaan kita kepada NYA.

Memakan daging Ku dan minum darah Ku adalah syarat mendapatkan kekekalan.....wow hanya dapat dipahami dgn iman kita....amin

Hal PERBUATAN DOSA: Menurut perinsip manusia adalah terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Jika manusia/kita mengandalkan KEINGINAN JIWA manusia akan cendrung jatuh kedalam KEINGINAN DAGING/TUBUH sehingga terjadilah dosa akibat perbuatan kita. Untuk menghindari jatuh kedalam keinginan daging/dosa maka latihlah keinginan jiwa kita berkomunikasi dengan KEINGINAN ROH Kita untuk bertanya KEPADA TUHAN YANG ADALAH ROH (berkontak secara roh-ROH) didalam nama Yesus sehingga buah buah roh itu mengalahkan keinginan jiwa dan daging kita dan kita menjadi anak anak PEMENANG.

Bekerjalah, bekerjalah didalam TUHAN, agar kita dapat memilki hikmat yang melampaui akal. Ketika kita sudah bekerja dengan benar dan dengan penuh semangat, Dan jika didalam pekerjaan kita banyak mendapat tantangan, ujian bahkan diperlakukan tidak wajar bahkan tidak mendapatkan upah, Namun tetaplah bersuka cita karena kita bekerja didalam TUHAN.....dan DIA akan memberikan upah yang indah pada waktunya.

Dia telah memateraikan kita menjadi milikNya dan memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. Sukacita didalam TUHAN membuat kita menghadapi apapun dalam banyak hal dengan lebih bijaksana.

"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;...............inilah yang kita fahami diatas logika jiwa, tetapi dngan LOGIKA ROHANI............karena hal itu adalah buah buah roh yang besumber dari TUHAN demi kedamaian dunia.

Paragraf Dari Renungan Harian dan Diskusi Alktab

IA berkata: Ada seorang yang menyentuh Aku, sebab ada kuasa keluar dari diri Ku.....mari menyentuh DIA agar kuasa NYA menyertai kehidupan Kita senantiasa.

Menabur benih adalah sebuah pekerjaan awal, persoalannya adalah siapakah sang penabur, benih apakah yang ditabur dan dimana benih itu ditabur? Untuk ketiga pertanyaan itu diperlukan sebuah kepastian dan kepastian itu hanya ada didalam DIA yang telah mengajarkan kita bagaimana mempersiapkan kehidupan ini hingga kekemuliaan yang akan datang. Bekerjalah, taburlah ... untuk semua pekerjaan kita besama TUHAN dan DIA yang akan memberkati.

Kebudayaan kita adalah identitas kita, didalam Tuhan kita mengubah budaya dengan mengubah rohnya. Didalam Roh Tuhan yang ada pada kita maka buah buah roh spt Kasih dan Sukacita dapat menyempurnakan aturan adat budaya karena identitas itu menjadi terintegrasi didalam KASIH.

Teruslah belajar mengenal DIA, karena didalam pengalamaNYA kita dapat belajar hal hal yang dapat kita ajarkan kepada diri kita, anak anak kita dan orang lain. Pengetahuan dunia yang ada saat ini harus DISARING dengan hikmat yang dari Tuhan agar saat kita mempelajarinya kita tetap terjaga dalam kebenaran NYA. Agar logika jiwa kita tetap ada didalam kemuliaan NYA.

Seorang teman bertanya TUHAN/ALLAH itu ada dimana? Ini mengingatkan saya saat menjadi pembimbing bible study di TICC Taiwan. Dalam teori dimensi ALLAH itu ada pada dimensi > VI. Di dimensi SORGA. Logikanya jika kita dikalahkan oleh ruang dan waktu/kematian maka ALLAH itu mengalah dimensi itu dan ALLAH itu ada pada dimensi ROH yaitu dimensi Sorga. Kita sebagai manusia memiliki dimensi roh yang sama dengan ALLAH, karena kita diciptakan segambar dengan NYA. Saat itu ada poin penting yg membuat anggota dari TAIWAN akhirnya mau dibaptis menjadi pengikut Kristus. Saat saya katakan kamu harus dibaptis agar roh mu teregistrasi disorga....mereka bertanya mengapa? Saya katakan karena untuk berkontak dengan TUHAN yang adalah Roh di SORGA kamu harus mendaftarkan rohmu disorga. Nanti kamu akan memiliki Roh Kudus yang akan menolong kamu berkontak secara Roh-roh dengan TUHAN secara Online.

Memberi saat panen adalah memberikan sesuatu kepada yang memerlukan atas nama TUHAN yang empunya segalanya itu adalah salah satu praktek yang dilakukan untuk membuktikan iman percaya kita kepada TUHAN. Namun jangan lupa bahwa yang utama adalah memberikan diri kita sebagai persembahan yang sejati dan kudus sehingga dari apa yang kita tunjukkan dan lakukan, orang lain dapat memanen pengalaman secara ROHANI bahkan mereka adalah hasil hasil panen secara rohani.

Inspirasi Dari Sejumlah Aktifitas Rohani

Tuhan adalah sumber pengetahuan. Namun disaat kita diberikan kesempatan untuk menggunakan, mengaplikasikan pengetahuan itu apakah kita masih menghargai Tuhan yang empunya segala sesuatu? Menghargai pengetahuan itu adalah dengan menghargai segala ciptaaNya, menghargai lingkungan, dan ciptaan lainnya.

Filosofi MERDEKA harus dimulai dari hal hal yang sederhana, menghargai kemerdekaan istri, anak, keluarga, persaudaraan, pekerjaan dalam koridor yang benar untuk menjaga agar semua dapat menghargai batas batas yang perlu dicermati agar tidak mengurangi kemerdekaan sistem yang ada di sekeliling kita...alkitab berkata dimana ada Roh Tuhan, disana ada kemerdekaan. Kemerdekaan karena kasih, damai dan suka cita yang dpt membuat benar benar MERDEKA..

Belajar dari pengamalan alkitab, kita juga harus menghormati hak asasi setiap manusia bahkan pendatang sekalipun dan mahluk ciptaan TUHAN lainnya. Demikianlah Alkitab mengajarkan untuk menjaga segala sesuatunya dengan baik dan dengan suka cita sehingga disaat kita melakukannya kita sadar bahwa semua itu kita lakukan karena kita menghormati, menghargai dan memuliakan TUHAN melalui menghargai hak asasi manusia dan bahkan semua ciptaan NYA

Sebuah contoh kehidupan adalah sebuah misteri, seorang anak muda yang kita kenal memilki nilai nilai positif kemarin telah tiada, seorang penjahat narkoba yang nampak telah berubah hidupnya telah dihukum mati, seorang nenek yang sdh berumur diatas 70 tahun kemaren telah meningal dunia, ........apakah arti semua ini? Hargailah hidup ini karena WAKTU/USIA itu pemberian TUHAN, berbagilah dengan kasih dan suka cita karena itulah yang diinginkan TUHAN dan terakhir SERAHKANLAH HIDUP KITA DIDALAM TUHAN agar semua menjadi INDAH PADA WAKTUNYA.

Kehidupan rohani kita harus dpt kita nyatakan lebih luas lagi kekehidupan dunia termasuk kepada saudara kita tidak seiman, tidak sesuku, tidak sebangsa tapi semua diciptakan Tuhan untuk kita cintai dan hargai.

Tritugas gereja dalam dimensi ruang dan waktu dan aktifitas yang terkait didalamnya harus dilihat dalam dimensi yang lebih luas. Dimensi gereja memiliki dimensi yang luas, dari diri kita sendiri, keluarga, gereja ditingkat runggun, wilayah, pusat hingga gereja tingkat dunia bahkan gereja sebagai satu kesatuan sebagai MEMPELAI KRISTUS. Tritugas gereja juga harus berfungsi terhadap sistem yang ada diluar gereja dan fungsi kita sbg jemaat yang bekerja sekular dalam berinterkasi dgn tempat kita bekerja dan aktifitas lainnya. Seperti kata alkitab, seharusnya kita mengenal rencana Tuhan didalam hidup kita pada variable ruang dan waktu dan tanggungjawab yang diberikanNYA kepada kita, sehingga kita dapat mengekspresikan DIA kepada dunia ini, itulah tugas kita. 

Kristen yang dewasa itu adalah manusia Kristen yang telah menambahkan TUHAN sebagai variable tetap, sehingga buah buah Tuhan dapat ditunjukkan dalam kehidupannya.Buah buah DAMAI, Sukacita, Sabar, tetap berlogika positip dalam menghadapi berbagai percobaan dari iblis dan ujian dari Tuhan, sehingga senantiasa dapat memenangkan segala kejadian dan perkara yg kita hadapi karena kita punya Roh Penolong yang menjadikan semua indah pada waktunya.

Potongan perparagraf dari khotbah dan renungan setiap minggunya di gereja GBKP Sipang Merandal

Friday, July 3, 2015

LOGIKA ALLAH ADALAH TUHAN BAGI YANG HIDUP DAN BUKAN TUHAN BAGI YANG MATI.


Mat 22; 23 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?   Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Ayat ini akan dikaitkan dengan kematian orang orang yang percaya kepada Yesus atau secara umum disebut orang percaya atau orang Kristen. Bahwa kematian dalam kehidupan orang percaya tidak sama dengan kematian orang yang sama sekali tidak mengenal YESUS.

Matius 22: 23 jelas menyatakan bahwa TUHAN adalah ALLAH ORANG HIDUP. Lalu bagaimana dengan  orang percaya yang telah mati? Apakah kematian menjadi kondisi yang  dinyatakan dalam ayat di Matius  itu?

Jawabnya tentunya tidak. Mengapa TIDAK?  Karena manusia memiliki DIMENSI yang sama dengan ALLAH yaitu dimensi ROH. Bahwa manusia memilki roh jiwa dan tubuh, 1Tes 5:23 Semoga Allah damai sejahtera   menguduskan kamu seluruhnya   dan semoga roh, jiwa  dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat  pada kedatangan Yesus Kristus,  Tuhan kita.


Dan roh itu adalah nafas yang merupakan hal yang sangat special dibandingkan dengan ciptaan lainnya saat ALLAH menciptakan Adam sebagai manusia yang segambar dengan ALLAH. Kej 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk   manusia  itu dari debu   tanah   dan menghembuskan nafas hidup  ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk   yang hidup. Dalam arti manusia memilki esensi ALLAH didalam hidup manusia yaitu yang berasal dari ALLAH yang di sorga. Dan esensi manusia itu adalah identitas SORGA manusia, Hal ini merupakan sebuah prinsip yang penting seperti kata  firmn Yohane 3:13 Tak seorang pun pernah naik ke surga, kecuali Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

Logika didalam Yesus ini merupakan logika yang sama dari identitas kita karena kita telah menjadi satu kesatuan didalam TUHAN dan menjadi saudara dengan Yesus, Seperti kata alkitab bahwa Yesus yang sulung dan kita adalah saudara saudara NYA. Roma 8: Dengan demikian Anak itu menjadi yang pertama di antara banyak saudara-saudara.

Namun yang membedakan kita dengan orang yang tidak percaya kepada YESUS adalah bahwa Roh ALLAH adalah KUDUS dab bagaimana mungkin ROH KUDUS itu tinggal dihati manusia jiwa masih terus berdosa. Kita yang sdh diampuni dan dibersihkan oleh darah Yesus memilki kemuliaan dan kekudusan sehingga ROH TUHAN dimungkinkan menjadi satu didalam hati kita seperti kata alkitab 1Kor 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh   dengan Dia. 

Disinilah misteri rohani atau roh itu. Seperti ayat alkitab mengatakan pada Rm 8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah. Kita adalah anak anak ALLAH yang memiliki semua kemuliaan TUHAN dalam level kita sebagai manusia percaya. 1Kor 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Yoh 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

 Inilah ciri ciri orang yang ada Roh TUHAN didalam dirinya:  Yes 11:2  Roh   TUHAN  akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; 1Kor 5:4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita. 

Lalu bagaimana jika seorang yang percaya saat kita jatuh kedalam dosa bahkan harus mati didalam dosa karena keinginan daging kita? Ingat bahwa ALLAH itu setia: 2Tes 3:3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.  

Jika seorang percaya jatuh kedalam dosapun maka roh manusia itu TUHAN pelihara karena TUHAN adalah Ya dan Amen yang akan mengawal roh roh yang telah dihidupkan karena mereka telah menerima YESUS diselamatkan dan dijadikan anak Allah. : 1Kor 5:5 orang itu harus kita serahkan   dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis , sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.          Rm 8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu,  maka tubuh memang mati karena dosa , tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

Manusia percaya dapat saja dikalahkan oleh keinginan daging atau berbuat dosa tapi TUHAN akan menyelamatkannya karena rohnya tetap TUHAN PELIHARA untuk keselamatan secara rohani walaupun orang seperti ini akan diselamatkan  seperti dari dalam api, 1Kor 3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian , tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api

 Dari penjelasan di atas hal roh manusia maka seperti hal menjadi satu roh adalah hal dimensi yang KEKAL. Karena ALLAH adalah ROH dan dimana ada ROH TUHAN disitu ada kemerdekaan artinya bahwa kematian tidak dapat mengalahkan manusia yang memiliki ROH TUHAN dihatinya. Karena kematian dapat membinasakan TUBUH tetapi ROH MANUSIA dipelihara TUHAN untuk kehidupan yang kekal. Inilah mengapa: Mat 22; 23 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?   Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."  didalam TUHAN bahwa kita memilki dimensi yang kekal, walau tubuh kita mati tetapi rohani kita tetap hidup.

Karena ALLAH adalah ROH yang hidup dan manusia juga memiliki roh yang satu dimensi dengan ALLAH yang jika menjadi satu roh dengan ALLAH maka manusia itu memilki kehidupan kekal. Persoalannya apakah anda memilki roh manusia yang menjadi satu dengan ROH TUHAN/ROH KUDUS. Itu hanya dapat terjadi didalam YESUS yang menguduskan manusia sehingga dengan kekudusan manusia ROH TUHAN yang kudus dapat tingga dan menyatu dihati manusia,


1Kor 2:14 Tetapi manusia duniawi   tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah,   karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan;  dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

.SALAM...................




Manusia Yang Manakah Anda?

Manusia adalah mahluk hidup yang memiliki roh, jiwa dan tubuh. Roh manusia adalah satu hal yang sangat khusus yang dimiliki manusia yang membedakan manusia dengan mahluk ciptaan lainnya. Bahkan dari sisi ILMU PENGETAHUAN/Science sekalipun tidak dapat menjelaskan dengan jelas apa sesuguhnya yang membedakan manusia dengan ciptaan lainya.

Ilmu evolusi dan genetik sekalipun tidak dapat menjelaskan perbedaan manusia dan ciptaan lainya. Ilmu pengetahuan ini hanya sampai melihat kepada perubahan dari struktur tubuh dan perubahan jiwa namun tidak dapat melihat hingga ke sisi roh seperti apa yang dinyatakan dalam ALKITAB.

Dalam tinjauan menyeluruh roh jiwa dan tubuh ini terkait dengan penciptaan Adam dan Hawa yang dinyatakan segambar dengan ALLAH. Dalam arti bahwa manusia memilki dimensi yang sama dengan sang penciptanya yaitu roh. Roh itu sendiri adalah karena ALLAH sendiri menghembuskan nafas NYA kepada Adam sebagai ciptaan yang spesial,

Nafas ILAHI pada manusia itulah roh manusia yang membedakan kita dengan ciptaan lainnya. Roh manusia itulah yang menjadi sangat special dari bagian penciptaan karena roh manusia itu menjadi sesuatu yang membuat berbeda dan menjadi sumber KASIH yang dari  TUHAN yaitu buah buah roh manusia. Buah buah roh itu adalah damai suka cita, panjang sabar setia, membawa damai dan sebagainya.

Lalu dengan dimensi roh ini apakah manusia semua sama? Jawabnya tentu tidak, karena TUHAN adalah KUDUS dan manusia harus memilki kekudusannya agar memilki roh yang berbuah dari TUHAN. Roh Kudus tidak dapat bersatu dengan manusia yang masih penuh dengan dosa,

Disinilah setiap manusa memerlukan YESUS/ISA ALMASEH yang telah datang utuk mendamaikan manusia dengan dosa-dosa yang telah terjadi semenjak Adam jatuh ke dalam dosa hingga saat ini. Manusia memerlukan kekudusan agar mampu menghasilkan buah-buah roh yang dari TUHAN.

Lalu manusia yang manakah anda? Kalau kita manusia yang memilki roh dan roh itu mampu berbuah dengan kebaikan sehingga kita dapat MENGASIHI MUSUH SEKALIPUN maka kita adalah manusia seperti yang diharapkan TUHAN sejak penciptaan. Kita adalah manusia yang memiliki identitas rohani yang sama dengan ALLAH yang adalah ROH itu. Semua itu kita lakukan dengan buah buah rohani yang kita miliki maka kita adalah manusia TUHAN seperti apa yang ditunjukkan Yesus didalam hidupNya.

Kalau kita manusia yang mampu membalas perbuatan baik karena orang lain berbuat baik atau menuntut persamaan dari kehidupan sosial dan hidup demi saling menghormati dan saling menghargai maka kita adalah manusia yang adalah manusia. Manusia manusia yang mengenal perbuatan baik demi perbuatan baik yang akan datang dan takut berbuat salah atau dosa karena akan mengalami hal yang sama (karma) maka manusia seperti ini adalah manusia yang adalah mansia. Kelompok ini akan cendrung mengangap manusia adalah hidup demi keseimbangan. Hidup mereka tidak memilki roh sebagai identitas rohani mereka dan melulu karena keseimbangan semata.

Lalu bagimana dengan manusia yang dengan sengaja menyakiti manusia bahkan membunuh, menghilangkan nyawa manusia atas nama keadilan bahkan atas nama "TUHAN".  Siapakah mereka? Mereka adalah manusia yang adalah binatang bahkan lebih rendah dari binatang. Karena kalau binatang sekalipun memilki motivasi atau kepentingan yang terbatas.

Sunday, June 28, 2015

Membangun Kekudusan

Sebuah khotbah yang menyatakan manusia tidak mungkin menjadi kudus dan sempurna, Kita adalah ,manusia yang berdosa dan berdosa dan berdosa. Hal ini menjadi sebuah poin yang memprihatinkan saya secara pribadi apalagi dinyatakan dari atas mimbar khotbah beberapa waktu yang lalu oleh seorang pendeta,

Alkitab dengan jelas mengatakan kita memilki kekudusan  karena tanpa kekudusan kita tidak dapat melihat TUHAN.  Alkitab juga mengatakan hendaklah kamu sempurna karena ALLAH sempurna.
Mat. 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
1 Pet 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu , sebab Aku kudus

Logika menjadi KUDUS dan SEMPURNA adalah logika ditingkat rohani bukan ditingkat logika moral. Logika ROHANI dalam arti bagaimana kekudusan itu karena kita ingin memiliki kemuliaan yang telah ditunjukkan didalam YESUS MANUSIA-TUHAN. Hal seperti ini adalah hal yang melamppaui akal, melampaui logika moral. Logika moral adalah logika dari hasil pikir manusia yang positif, manusia yang mencoba mencari kebenaran karena sesuatu yang dipelihara demi kesetimbangan kedamaian kesejahteraan dan sejenisnya. Hal KEKUDUSAN adalah hal yang melampaui perbuatan yang sampai kepda sekedar kedamaian kesejahteraan namun sampai kepada menjadi sama seperti YESUS yaitu yang mendapatkan kekekalan,

Kekudusan manusia tidak dapat dibandingkan dengan kekudusan TUHAN yang adalah KUDUS KUDUS KUDUS. Tetapi TUHAN dapat mengkuduskan manusia hingga mencapai kekudusan bagi mereka yang berkenan dihadapanNYA. Elias yang tidak mampu membimbing anaknya dengan baik namum karena kekudusan yang diberikan ALLAH, dia terangkat ke SORGA adalah contoh yang riil bahwa kekudusan manusia dapat disempurnakan oleh TUHAN karena DIAlah yang empunya kekudusan.

Hal kesempurnaan dan kekudusan adalah sebuah harga mutlak jika ingin menjadi pemenang hingga Akhir Zaman. Hal kekudusan dan kesempurnaan yang dimaksud tentunya dalam dimensi yang sesuai dengan alkitab dan terkait dengan hal kehidupan manusia hingga kekekalan.

Sangat disayangkan jika ada pengkotbah yang menyatakan hal kesudusan dan kesempurnaan tidak dapat dicapai oleh manusia, Karena dengan adanya Roh KUDUS manusia dimampukan menjadi kudus dan sempurna dihadapan TUHAN dan semakin sama seperti  Yesus yang menjadi model manusia KUDUS dan SEMPURNA.

Jangan Sampai Perpuluhan Menjadi Kutuk

Saat acara petermuan mingguan di Gereja GBKP dengan topik Memberikan Perpuluhan Dengan Suka Cita dapat diartikan bahwa perpuluhan adalah buah dari IMAN percaya  kita. Perpuluhan yang kita berikan adalah bagian yang kita peroleh agar gereja dapat menjalankan kegiatan rohani/spirtual dan organisasional dengan baik. Artinya bahwa uang tersebut menjadi bagian yang penting dalam kehidupan gereja YANG RIIL. Bukan untuk disimpan di bank dan menumpuk tanpa diberdayakan.

Apakah perpuluha harus benar benar 1/10 dari pendapatan kita?  Coba mari kita daftarkan pengeluaran yang selalu berlaku di gereja seperti GBKP. 1. kolekte dua pundi setiap minggu, 2. perpuluhan setiap bulan 3. kolekte petemuan mingguan a. PJJ b. PA  4, Kerja Rani sekali setahun, 5. Pengakuan iman sekali setahun. 5. sumbangan bajar yang selalu ada hampir tiap minggu. 6. Sumbangan pembangunan gereja dan acara 2 (a) di tingkat runggun  (b) kegiatan acara tingkat klasis dan (c) moderamen.

Apakah dengan membayar perpuluhan sebanyak  pendapatan (2) lalu kita dapat mengabaikan persembajan nomor nomor yang lain? Hal inilah yang dapat menjadi KUTUK dalam kehidupan kita menjadikan aturan alkitab menjadi sebuah undang undang yang membuat kita kaku dalam menjalankan PERBUATAN KASIH DALAM KEHIDUPAN RIIL.

Kehidupan diluar gereja juga banyak yang menuntut kita harus berkontribusi secara materi. Ketika seorang lain diluar gereja datang meminta bantuan, bahkan mungkin saja saudara kita yang membutuhkan bantuan lalu kita  menjadi berat hati untuk membantu karena semua uang yang kita siapkan untuk kegiatan KASIH telah habis untuk gereja.

Perpuluhan jangan membuat kita kaku untuk melakukan perbuatan kasih karena hal yang paling penting dalam kehidupan ini adalah bagaimana kita dapat menunjukkan perbuatan kasih kepada sesama manusia, Perpuluhan adalah sesuatu yang tidak mati tetapi bagaimana seorang mampu menunjukkan kasih dari apa yang ada dalam hatinya karena sukacitanya kepada sesama manusia.

Matius 23: 23 menyatakan bagaimana contoh orang orang yang memberikan perpuluhan seperti Farisi tetapi mengabaikan keinginan dan rencana TUHAN bagi manusia yaitu melakukan perbuatan kasih.

Mat 23: 23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan.  Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Jangan sampai kita menjadi seperti ahli taurat dan farisi yang memberikan perpuluhan namun mengabaikan kasih yang nyata bagi sesama yang membutuhkan. Jangan sampai kita hanya berkata MAAF TIDAK DAPAT MEMBANTU ANDA KARENA SEMUA PERSEMBAHAN DAN KASIH SAYA SUDAH SAYA SERAHKAN KE GEREJA......

Lalu apa yang telah dilakuan gereja? Apakah gereja melakukan sesuatu yang riil dari persembahan itu? Disini menjadi sebuah perkara yang nyata kalau ternyata orang orang didalam gereja tidak dapat menikmati hal yang riil didalam gereja.


Perpuluhan juga dapat menjadi kutuk bagi mereka yang memiliki pendapatan yang  pas pasan, dengan gaji< 2 juta sebulan apakah mereka wajib memberikan perpuluhan? Kalau mereka data saja ke gereja dengan kolekte yang sudah ada dan kegiatan gereja akan menjadikan mereka hidup didalam keprihatinan. Kebutuhan sehari hari plus anak anak sekolah. plus adat budaya, plus sosial, plus lainnya yang tidak terduga membuat mereka akan merasa terkutuk jika wajib memberikan perpuluhan dari seluruh pendapatannya.

Orang orang yang tidak mampu dapat mengantikan perpuluhan dengan memberikan dirinya melakukan berbagai aktifitas didalam gereja.dan itulah sesunguhnya yang diinginkan TUHAN seperti dikatakan dalam Roma 12:1

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,  supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan  yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati

Hal ini memungkinkan seorang dapat MENGELOLA kehidupan rohaninya dengan TUHAN dalam aktifitas didalam gereja dan diketerbatasan pendapatannya tidak menjadikan perpuluhan menjadi "KUTUK".  Hal hal yang pernting didalam kehidupan gereja adalah bagaimana kita memiliki suka cita  dalam melakukan kehidupan rohani kita karena kita telah memberikan seluruh kehidupan kita kepada TUHAN.. Kekudusan kita adalah hal yang lebih penting bagi TUHAN ketimbang sekedar memberikan perpuluhan yang dapat menjadi kutuk karena kekurangan kita.

Catatan juga bagi gereja bahwa sangat tidak pantas membandingkan apa yang dilakukan oleh orang Farisi dan ahli Taurat dengan apa yang kita lakukan saat ini. Kelompok Farisi dan ahli Taurat adalah orang munafik yang bukan sekedar menutupi kejahatannya melalui perpuluhan tetapi banyak hal hal yang negatif yang mereka lakukan sehingga dalam Matius 23 berkali kali dikatakan Yesus sebagai orang orang yang CELAKA. Kita adalah kaum kudus, kita memilki Roh Kudus didalam hati kita dan kita memilki kemuliaan kita sendiri yang diberikan TUHAN melalui YESUS yang telah menebus dosa kita. Kita sangat tidak pantas dibandingkan dengan orang Farisi termasuk hal memberikan perpuluhan................Salam