Tetap belajar dan mengajar. Setiap hari yg diberikan Tuhan adalah kesempatan, marilah kita bersyukur karena Tuhan memberi nafas untuk belajar dan mengajar. Banyak masalah yang kita hadapi tetapi masalah itu kebanyakan kita ciptakan sendiri contoh memotong gaji bulanan untuk membayar kredit mobil baru.
Jika kita menjadi terganggu karena tidak lagi dpt lebih leluasa karena terjabak dalam perbuatan kita sendiri. Ini adalah salah satu contoh pembelajaran dari pengalaman kita kepada orang lain. Demikian kita dapat belajar dari seorang Yosafat seorang yg tanggap situasi dan mempersiapkan Yehuda dari serangan dari luar. Dia juga memperbaiki kebiasaan tidak baik bangsa Yahudi dgn menghancurkan baal baal yg ada. Dia juga mengumpulkan orang orang pintar untuk mengajarkan kepada rakyat hal hal yg penting untuk bangsa Yahudi untuk setia dan takut akan Tuhan.
Demikian juga Tumotius mengajarkan memberikan pengajaran akan kehidupan yg harus diperbaiki hingga hidup dalam kebenaran. Mengajarkan agar setiap pribadi memiliki hikmat yg beriman dan melakukan perbuatan baik. Untuk itu kita dapat belajar agar kita memiliki rasa tanggung jawab untuk mempersiapkan diri dengan belajar akan kemuliaan dan kebenaran hidup ini didalam Tuhan. Pengajaran itu bertujuan untuk membangun generasi baru kita yg tekun dan takut akan Tuhan. Membentuk karakter anak anak turunan kita yang berhikmat dan takut akan Tuhan. Demikianlah kita menyiapkan diri kita dan anak anak kita dan sesama kita memiliki hikmat menuntun kepada keselamatan melalui iman didalam Yesus Kristus.
Demikianlah kita siap sedia untuk belajar dan memberikan pengajaran dalam membangun kemuliaan Tuhan dalam hidup kita
HANYA DIDALAM YESUS KITA DAPAT MENGENAL SECARA SEMPURNA SIAPA SEBENARNYA TUHAN/ALLAH/YAHWEH ITU. DAN HANYA DIDALAM YESUS KRISTUS KITA DAPAT MEMAHAMI PROSEDUR MANUSIA DAPAT MASUK KEDALAM KEHIDUPAN KEKAL YAITU KEHIDUPAN ROH. SEKALI LAGI HANYA DI DALAM YESUS.
INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN
Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.
Monday, September 9, 2019
Hidup Menyenangkan TUHAN
Hidup untuk menyenangkan Tuhan, mengacu kepada kehendak Allah dalam hidup kita. Allah menginginkan kita menanamkan iman percaya kepada Yesus yang menyenangkan hati BAPA. Kasih Kristus itu sangat efektif mentransformasikan hidup jemaat di Tesalonika. Jangan melakukan kesalahan dalam hidup spt sebelum menjadi Kristen spt selingkuh, kawin cerai, berjinah dan hal hal yang negatif dilingkungan Tesalonika yang mempengaruhi mereka kembali kepada hidup yg lama.
Rasul Paulus menuntut jemaat agar tetap hidup kudus. Menjaga kehIdupan yg berhati hati yg baik dan semua itu harus dimulai dengan membangun relasi yg baik dengan Allah. Demikian semua awal dimulai dengan pengenalan lebih lagi dengan Tuhan didalam Yesus. Relasi dikita dengan Tuhan agar semakin dekat dgn Tuhan sehingga dalam interaksi dengan sesama dan lingkungan dapat tetap menjaga kekudusan. Rasul Paulus mengingatkan kembali agar kita kembali kejalan yg benar yg berkenan dihadapan Tuhan. Sebuah contoh seorang anak yg buta yg hidup dgn sang nenek. Sang nenek tetap semangat untuk mengajarkan membaca dan menyanyi dan hingga anak itu bisa membaca dan menulis hingga dia menuliskan 6000 nyanyian rohani oleh Fanny JC seorang Jerman yg berkenan kepada Allah dalam hidupnya.
Demikian contoh seorang buta yg menyenangkan hati Tuhan dalam menghargai hidupnya. Lalu bagai mana dengan kita? Hidup kita yg sdh dibaptis dan percaya dan beriman, apakah kita sdh mandiri, apakah kita sdh dewasa dalam hidup kita sbg orang percaya. Kemandirian kita membanggakan Tuhan sebagai anak anak Tuhan. Hidup dalam Kemandirian rohani harus tetap dijaga dalam persekutuan. Paulus mengingatkan kita untuk hidup dalam kuasa Tuhan yaitu hidup dalam kasih. Kasih sdh kita pahami dan kita lakukan merupakan bentuk yg dpt kita tunjukkan karena Allah adalah Kasih semua itu ada didalam Yesus yg telah disalibkan itu. Kita mengasih Allah karena Dia telah lebih dahulu mengasihi kita didalam Yesus. Apakah kita hidup didalam kasih? Apakah kita hidup didalam Allah? Hidup didalam Yesus? Tanya kepada diri kita karena kasih itu bersumber dari Allah. Jangan terjebak dalam ajaran ajaran sesat karena itu menghambat pekerjaan kasih dalam hidup kita.
Paulus mengingatkan kita jemaat Tesalonika untuk bekerja dan bekerja dengan semangat dan suka cita didalam Tuhan. Jangan jadi pemalas karena pemalas menghambat kasih Allah yg dpt kita tunjukkan. Jangan bergantung terhadap orang lain tetapi kreatif dan bekerja dan rajin untuk berkarya sehingga menjadi mandiri dan membangakan. Lakukan semua itu dengan kreatif jangan menjadi beban kepada orang lain yg membawa ketidak nyamanan orang lain. Maka bekerja bekerja bekerjalah untuk kemandirian yang membanggakan dan dari Kemandirian itu kita dpt menyebarkan Kasih itu yang bersumber dari Allah. Ayo bekerja, berkaya, menjadi mandiri dan menyebarkan Kasih dari Kemandirian kita yg membanggakan Tuhan.
Rasul Paulus menuntut jemaat agar tetap hidup kudus. Menjaga kehIdupan yg berhati hati yg baik dan semua itu harus dimulai dengan membangun relasi yg baik dengan Allah. Demikian semua awal dimulai dengan pengenalan lebih lagi dengan Tuhan didalam Yesus. Relasi dikita dengan Tuhan agar semakin dekat dgn Tuhan sehingga dalam interaksi dengan sesama dan lingkungan dapat tetap menjaga kekudusan. Rasul Paulus mengingatkan kembali agar kita kembali kejalan yg benar yg berkenan dihadapan Tuhan. Sebuah contoh seorang anak yg buta yg hidup dgn sang nenek. Sang nenek tetap semangat untuk mengajarkan membaca dan menyanyi dan hingga anak itu bisa membaca dan menulis hingga dia menuliskan 6000 nyanyian rohani oleh Fanny JC seorang Jerman yg berkenan kepada Allah dalam hidupnya.
Demikian contoh seorang buta yg menyenangkan hati Tuhan dalam menghargai hidupnya. Lalu bagai mana dengan kita? Hidup kita yg sdh dibaptis dan percaya dan beriman, apakah kita sdh mandiri, apakah kita sdh dewasa dalam hidup kita sbg orang percaya. Kemandirian kita membanggakan Tuhan sebagai anak anak Tuhan. Hidup dalam Kemandirian rohani harus tetap dijaga dalam persekutuan. Paulus mengingatkan kita untuk hidup dalam kuasa Tuhan yaitu hidup dalam kasih. Kasih sdh kita pahami dan kita lakukan merupakan bentuk yg dpt kita tunjukkan karena Allah adalah Kasih semua itu ada didalam Yesus yg telah disalibkan itu. Kita mengasih Allah karena Dia telah lebih dahulu mengasihi kita didalam Yesus. Apakah kita hidup didalam kasih? Apakah kita hidup didalam Allah? Hidup didalam Yesus? Tanya kepada diri kita karena kasih itu bersumber dari Allah. Jangan terjebak dalam ajaran ajaran sesat karena itu menghambat pekerjaan kasih dalam hidup kita.
Paulus mengingatkan kita jemaat Tesalonika untuk bekerja dan bekerja dengan semangat dan suka cita didalam Tuhan. Jangan jadi pemalas karena pemalas menghambat kasih Allah yg dpt kita tunjukkan. Jangan bergantung terhadap orang lain tetapi kreatif dan bekerja dan rajin untuk berkarya sehingga menjadi mandiri dan membangakan. Lakukan semua itu dengan kreatif jangan menjadi beban kepada orang lain yg membawa ketidak nyamanan orang lain. Maka bekerja bekerja bekerjalah untuk kemandirian yang membanggakan dan dari Kemandirian itu kita dpt menyebarkan Kasih itu yang bersumber dari Allah. Ayo bekerja, berkaya, menjadi mandiri dan menyebarkan Kasih dari Kemandirian kita yg membanggakan Tuhan.
Menjaga dan Memelihara Kemuliaan TUHAN dalam Gereja
Jaga dan rawatlah inventaris rumah persekutuan gereja, Ezra 8:24-30. Sehari dirumah Tuhan lebih baik dari 1000 tahun ditempat lain. Drmikian para pemasmur menikmati pengalaman hidupnya dirumah Tuhan. Demikian kita mengenal kehidupan dirumah Tuhan dengan suka cita, dengan nyanyian pujian dan kebaikan didalam Tuhan. Demikianlah pengalaman israel yang membangun rumah Tuhan setelah mereka kembali dari Babel. Dalam kehidupan gereja, bangunan gereja juga dapat merepresntatifkan suka cita kita didalam Tuhan. Ini menjadi hal yg perlu kita perhatikan bagaimana Salamo mengutamakan membangun rumah Tuhan sebelum membangun istananya. Yerusalem yang dikunjungi Yesus dimana rumah Tuhan bisa disalah gunakan untuk menjadi aktifitas yg salah sudah seperti "sarang panyamun".
Demikianlah fungsi yg Gereja itu dapat disalah gunakan. Demikianlah gereja adalah kudus dengan kemuliaanNYA kita memjaga kekudusan hidup kita agar kita dapat bersekutu didalam kekudusan dirumah Tuhan/Gereja. Hidup kita dalam kekudusan dan suka cita kita dapat mengawal kehidupan gereja dalam kekudusan. Untuk membangun dan menjaga rumah Tuhan kita memiliki suka cita yang dapat secara pribadi memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Demikianlah dalam membangun gereja kita siap memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Namun semua itu harus diperoleh dari buah buah yang benar untuk kemuliaan gereja. Walaupun dalam penyimpangan para imam di Jerusalem untuk berbagai persembahan disaat itu karena gereja melalui imam imam ingin menunjukkan kekuasaan para imam. Namun semua itu menjadi pengalaman yg negatif agar kita dapat belajar bahwa rumah Tuhan memiliki aturan dalam Kemuliaan Tuhan bukan kepentingan gereja dan imam imam. Demikian Ezra dan Nehemia membangun bait Allah untuk membangun dan mengembalikan fungsi Rumah Tuhan walau dalam awal yg masih sedemikian saat itu untuk memberikan ada yg hingga 70% untuk membangun rumah Tuhan.
Dia juga mengumpulkan kembali Taurat dan dokumen dokumen pengalaman rohani bangsa Israel sebagai bangsa pilihanNYA. Demikianlah kita juga dapat memberikan dengan suka cita yang terbaik untuk membangun gereja kita secara fisik dalam setiap aktifitas rohani untuk dapat dgn sempurna dalam berinteraksi dalam kehidupan rohani kita. Untuk GBKP Simpang Marindal saat ini ruang sermon Pdt Pt Dk terasa kurang representatif sehingga kita dpt membuktikan sukacita didalam Tuhan untuk menyempurnakan lebih baik lagi. Demikianlah kita dapat mengekspresikan suka cita dalam bersekutu. Semua yg kita serahkan kepada gereja menjadi milik Tuhan dan menjadi milik bersama secara rohani didalam kehidupan kita secara pribadi sebagai manusia manusia gereja anak anak Tuhan.
Demikianlah fungsi yg Gereja itu dapat disalah gunakan. Demikianlah gereja adalah kudus dengan kemuliaanNYA kita memjaga kekudusan hidup kita agar kita dapat bersekutu didalam kekudusan dirumah Tuhan/Gereja. Hidup kita dalam kekudusan dan suka cita kita dapat mengawal kehidupan gereja dalam kekudusan. Untuk membangun dan menjaga rumah Tuhan kita memiliki suka cita yang dapat secara pribadi memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Demikianlah dalam membangun gereja kita siap memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Namun semua itu harus diperoleh dari buah buah yang benar untuk kemuliaan gereja. Walaupun dalam penyimpangan para imam di Jerusalem untuk berbagai persembahan disaat itu karena gereja melalui imam imam ingin menunjukkan kekuasaan para imam. Namun semua itu menjadi pengalaman yg negatif agar kita dapat belajar bahwa rumah Tuhan memiliki aturan dalam Kemuliaan Tuhan bukan kepentingan gereja dan imam imam. Demikian Ezra dan Nehemia membangun bait Allah untuk membangun dan mengembalikan fungsi Rumah Tuhan walau dalam awal yg masih sedemikian saat itu untuk memberikan ada yg hingga 70% untuk membangun rumah Tuhan.
Dia juga mengumpulkan kembali Taurat dan dokumen dokumen pengalaman rohani bangsa Israel sebagai bangsa pilihanNYA. Demikianlah kita juga dapat memberikan dengan suka cita yang terbaik untuk membangun gereja kita secara fisik dalam setiap aktifitas rohani untuk dapat dgn sempurna dalam berinteraksi dalam kehidupan rohani kita. Untuk GBKP Simpang Marindal saat ini ruang sermon Pdt Pt Dk terasa kurang representatif sehingga kita dpt membuktikan sukacita didalam Tuhan untuk menyempurnakan lebih baik lagi. Demikianlah kita dapat mengekspresikan suka cita dalam bersekutu. Semua yg kita serahkan kepada gereja menjadi milik Tuhan dan menjadi milik bersama secara rohani didalam kehidupan kita secara pribadi sebagai manusia manusia gereja anak anak Tuhan.
Kita Semua Adalah Bangsa Pilihan
Bangsa pilihan Tuhan, demikian Allah mencintai seluruh ciptaanNYA. Tuhan memberikan Solagratia kepada ciptaanNya karena kasih karunia kemuliaan Tuhan yang diberikannya kepada manusia. Demikianlah Allah memilih bangsa yang dipilh Tuhan untuk menunjukkan kemuliaan Tuhan.
Jika dahulu bangsa Israel menjadi bangsa yg dipilih Allah melalui Abraham. Namun pemahaman bangsa yang dipilih telah disempurnakan didalam Yesus.
Dalam 1 Petrus 2:9-10. Kita menjadi imamat yang rajani, bangsa yang kudus..., kita telah menjadi pemenang kita telah memperoleh belas kasihan Tuhan. Hiduplah dalam kekudusan hidup didalam Tuhan, KARENA KITA ADALAH BANGSA PILIHAN TUHAN. Demikian kita menunjukkan kekudusan kita sebagai anak anak Tuhan bangsa pilihan Tuhan kita hidup bersekutu, bersaksi dan berdiakoni didalam kehidupan gerejani kita dan lebih luas lagi.
Semua itu telah disempurnakan didalam Yesus demikianlah kita mengasihi Allah karena kasih NYA Solideogloria yang memilih ciptaanNya menjadi bangsa pilihanNYA. Menjadi terang dan garam dunia.
Jika dahulu bangsa Israel menjadi bangsa yg dipilih Allah melalui Abraham. Namun pemahaman bangsa yang dipilih telah disempurnakan didalam Yesus.
Dalam 1 Petrus 2:9-10. Kita menjadi imamat yang rajani, bangsa yang kudus..., kita telah menjadi pemenang kita telah memperoleh belas kasihan Tuhan. Hiduplah dalam kekudusan hidup didalam Tuhan, KARENA KITA ADALAH BANGSA PILIHAN TUHAN. Demikian kita menunjukkan kekudusan kita sebagai anak anak Tuhan bangsa pilihan Tuhan kita hidup bersekutu, bersaksi dan berdiakoni didalam kehidupan gerejani kita dan lebih luas lagi.
Semua itu telah disempurnakan didalam Yesus demikianlah kita mengasihi Allah karena kasih NYA Solideogloria yang memilih ciptaanNya menjadi bangsa pilihanNYA. Menjadi terang dan garam dunia.
MENGENAL KASIH BAPA DIDALAM YESUS
Tuhan yang mengasihi kita, hiduplah kita didalam iman kita. Seorang bapak mencari Yesus untuk menyembuhkan anaknya dari kerasukkan roh setan/sakit ayan. Demikian seorang bapak ingin mejaga dan mengawal anaknya. Kita dapat melihat bagai mana kuasa Tuhan Yesus mengalahkan kuasa setan yg sdg merasuki seorang anak yang kerasukan itu sehingga terbangunlah suatu pengalaman rohani dalam kehidupannya.
Demikian Ayub juga membangun persekutuan dengan anak anaknya. Mereka berkumpul bersuka cita dengan anak anaknya namun Ayub tetap mengkawal hubungan anak anaknya dengan Tuhan dengan memperhatikan apa apa saja yg dilakukan anak anaknya dalam aktifitas mereka agar tetap layak dihadapan Tuhan dengan memberikan pengakuan dosa jika terjadi hal hal yang kurang berkenan.
Demikian sebagai orang tua kita wajib menjaga dan mengkawal anak anak kita dalam kehidupannya untuk mendapatkan kebaikan dalam kehidupannya dan hal itu seharusnya dimulai dari keluarga dan tentunya dari seorang Bapak sebagai imam dalam keluarga. Demikianlah seorang bapak wajib mengandalkan Tuhan hidup didalam Tuhan dalam mengawal anak anak kita spt contoh seorang bpk yg mencari Yesus untuk kesembuhan anaknya dari penyakit ayan Mat. 17:14-18. Anak anak kita membutuhkan bukan sekedar uang materi fasilitas mobil, internet, hp, sekolah hebat dll, tapi yang lebih penting adalah perhatian, kasih, suka cita dari seorang bapak/keluarga yang tentunya bersumber dari Tuhan. Kita boleh sibuk dalam berbagai aktifitas namun jangan lupa untuk lebih perhatian kepada istri, anak dalam keluarga dan terus mengandalkan Tuhan. Membangun aktifitas doa bersama sebelum tidur atau saat teduh dan sejenisnya semua aktifitas membangun kasih dan rohani yg dimulai dari keluarga.
Kita berharap anak anak kita seturut dengan Firman Tuhan dan itu menjadi suka cita kepada kita dan menjadi conyoh dan kebaikan bagi orang disekitar kita. Ihh anak siapa itu ya kok baik sama sekali, sopan sekali, suka menolong... Dan hal hal itu membawa sukacita kepada kita dan lingkungan dari anak anak kita yg kiya kawal dengan benar didalam Tuhan. Mari mamre GBKP melakukan hal hal yg mengandalkan Tuhan dalam membangun kehidupan rohani kita semakin dekat dalam Tuhan sehingga buah buahnya membawa sukacita bagi kita bagi lingkungan dan tentunya juga bagi Tuhan karena kita menunjukkan bahwa kitta anak anak Tuhan
Demikian Ayub juga membangun persekutuan dengan anak anaknya. Mereka berkumpul bersuka cita dengan anak anaknya namun Ayub tetap mengkawal hubungan anak anaknya dengan Tuhan dengan memperhatikan apa apa saja yg dilakukan anak anaknya dalam aktifitas mereka agar tetap layak dihadapan Tuhan dengan memberikan pengakuan dosa jika terjadi hal hal yang kurang berkenan.
Demikian sebagai orang tua kita wajib menjaga dan mengkawal anak anak kita dalam kehidupannya untuk mendapatkan kebaikan dalam kehidupannya dan hal itu seharusnya dimulai dari keluarga dan tentunya dari seorang Bapak sebagai imam dalam keluarga. Demikianlah seorang bapak wajib mengandalkan Tuhan hidup didalam Tuhan dalam mengawal anak anak kita spt contoh seorang bpk yg mencari Yesus untuk kesembuhan anaknya dari penyakit ayan Mat. 17:14-18. Anak anak kita membutuhkan bukan sekedar uang materi fasilitas mobil, internet, hp, sekolah hebat dll, tapi yang lebih penting adalah perhatian, kasih, suka cita dari seorang bapak/keluarga yang tentunya bersumber dari Tuhan. Kita boleh sibuk dalam berbagai aktifitas namun jangan lupa untuk lebih perhatian kepada istri, anak dalam keluarga dan terus mengandalkan Tuhan. Membangun aktifitas doa bersama sebelum tidur atau saat teduh dan sejenisnya semua aktifitas membangun kasih dan rohani yg dimulai dari keluarga.
Kita berharap anak anak kita seturut dengan Firman Tuhan dan itu menjadi suka cita kepada kita dan menjadi conyoh dan kebaikan bagi orang disekitar kita. Ihh anak siapa itu ya kok baik sama sekali, sopan sekali, suka menolong... Dan hal hal itu membawa sukacita kepada kita dan lingkungan dari anak anak kita yg kiya kawal dengan benar didalam Tuhan. Mari mamre GBKP melakukan hal hal yg mengandalkan Tuhan dalam membangun kehidupan rohani kita semakin dekat dalam Tuhan sehingga buah buahnya membawa sukacita bagi kita bagi lingkungan dan tentunya juga bagi Tuhan karena kita menunjukkan bahwa kitta anak anak Tuhan
Bekerjalah Dengan Benar Sesuai Kehendak TUHAN
Bekerjalah
dengan benar sesuai kehendak TUHAN. Namun ada istilah No Body is perfect. Hal
no body is perpect malah menjadi alasan membuat banyak orang berbuat
kesalahan/dosa dalam aktifitas kehidupannya. Benar bahwa tidak ada manusia yang
sempurna namun hal itu tidak sesuai dengan rancangan Firman Tuhan, namun TUHAN
menginginkan manusia hidup menuju kepada kesempurnaan hidup. Walau benar
manusia tdk ada yg sempurna namun kekeristenan mengajarkan agar setiap manusia
berusaha menuju dan menjadi sempurna.
Dalam pilihan hidup ini seperti dua warna
yaitu putih dan hitam maka kita diajarkan untuk menuju ke titik putih untuk
melakukan kebaikan walaupun tidak mungkin sempurna. Bagaimana manusia untuk
dapat memilki prinsip hidup mendapat kesempurnaan hal itu sangat terkait dengan
cara pengajaran, cara berpikir dan perilaku kita dalam kehidupan. Demikian
Paulus mengirim surat ke jemaat di Efesus untuk membangun mainset logika
berpikir jemaat disana. Kebiasaan jemaat saat itu melakukan kejahatan kejahatan
yg diangap wajar ini salah satu contoh bagaimana Paulus mengubah itu sehingga
damai sejahtera (SYALOM) itu dapat dirasakan diperoleh dengan benar
didalam Tuhan.
Jangan melakukan hal hal yang tidak benar
untuk menikmati kehidupan ini. Lakukanlah bekerjalah dengan baik dan benar.
Demikianlah jika kita juga ingin meningkatkan ekonomi maka lakukanlah dengan
benar. Ubahlah kebiasaan yg tidak benar, seperti marah marah, bicara kotor dan
kasar, logika berpikir negatif dan sejenisnya adalah cara yg harus diubah.
Demikian kita membawa logika dan melihat bagaimana Tuhan mengasihi kita,
memberkati kita maka nilai itu akan membawa logika kita didalam Tuhan yang
lebih dahulu mengasihi kita dengan luar biasa. Hal itu akan memudahkan kita
untuk berbuat baik dan menghasilkan perbuatan yang sesuai dengan kehendak
TUHAN.
Hal konsep ajaran kedamaian dunia ini ada
namun kedamaian didalam Tuhan adalah jauh lebih sempurna karena kasihnya yg
luar biasa. Ada yang hidup dalam kejahatan dan dosa namun disisilain dia seolah
menunjukkan bahwa dia hidup kudus dan percaya pada TUHAN. Jangan melakukan hal
hal jahat seperti korupsi, berjinah dan sejenisnya namun disisi lain kita
percaya juga didalam Tuhan karena hal itu adalah kesalahan, kitab Jeremia 17:
10 menyatakan Tuhan akan menghukuman kepada orang orang spt itu. Kita harus
bekerja keras, dan melakukan kebaikan yang benar didalam Tuhan (Efesus 4).
Bekerja berjuang lakukan dengan baik namun jagan lupa bahwa kita orang Kristen
kita anak anak Tuhan yg beriman kepada Tuhan..... Bekerja keras dan lakukanlah
dengan baik dan benar dalam hidup kita karena TUHAN LEBIH DAHULU MENGASIHI
KITA.
Monday, May 14, 2018
Berdamai Dengan Diri Kita Sendiri
Banyak pengalaman orang percaya melakukan tindakan positif dalam hidupnya ketika dia memulai berdamai dengan dirinya sendiri. Berdamai dengan diri sendiri merupakan suatu hal yang penting kita lakukan dan kita latih disepanjang hidup ini.
Apa yang kita hadapi dalam hidup kita adalah menjadi pengalaman yang dapat mempengaruhi logika kita. Suatu pengalaman yang jahat yang kita hadapi dan lihat dapat mengubah logika kita akan kebenaran yang sesungguhnya. Contoh jika kita pernah tinggal di negara negara yang mengijinkan seks bebas maka itu dapat mengubah logika kita akan menjaga kekudusan kehidupan pribadi kita. Untuk hal hal seperti ini kita tidak boleh terjebak dengan logika yang tidak sesuai dengan kehendak TUHAN.
Untuk itu kenali dengan benar diri kita sendiri, siapa kita, apa dan mengapa kita ada disini dan untuk apa kita diberikan kesempatan mendapatkan pengalaman melithat seperti itu. Dan yang paling penting adalah kenali diri kita APAKAH KITA SUDAH BENAR BENAR MENGENAL TUHAN dan RENCANA TUHAN dalam hidup kita.
Kalau kita sudah benar benar mengenal TUHAN dan RENCANANYA maka kita akan senantiasa dapat mendamaikan diri kita dengan TUHAN sehingga walaupun kita menghadapi banyak tantangan, melihat hal hal jahat dan dosa tapi kita tetap dapat menjaga kekudusan dan kemuliaan kita dalam menghadapi banyak persoalan hidup.
Berdamai dengan diri kita sendiri harus dimulai dengan berdamai dengan TUHAN. Dalam praktenya kita harus belajar mengasihi diri kita sendiri, mengasihi keluarga, mengasihi orang tua kita, mengasihi saudara kita dan lebih luas lagi mengasihi sesama manusia, sehingga ketika kita mendapatkan banyak tantangan, godaan dan sejenisnya kita dimampukan untuk melihatnya secara kasih kepada siapa saja bahkan mengubah kebiasaan mereka mrnjadi mengenal TUHAN melalui diri kita. Berdamailah dengan TUHAN sehingga kita dapat dengan mudah bersamai dengan diri kita dan orang lain...amen
Apa yang kita hadapi dalam hidup kita adalah menjadi pengalaman yang dapat mempengaruhi logika kita. Suatu pengalaman yang jahat yang kita hadapi dan lihat dapat mengubah logika kita akan kebenaran yang sesungguhnya. Contoh jika kita pernah tinggal di negara negara yang mengijinkan seks bebas maka itu dapat mengubah logika kita akan menjaga kekudusan kehidupan pribadi kita. Untuk hal hal seperti ini kita tidak boleh terjebak dengan logika yang tidak sesuai dengan kehendak TUHAN.
Untuk itu kenali dengan benar diri kita sendiri, siapa kita, apa dan mengapa kita ada disini dan untuk apa kita diberikan kesempatan mendapatkan pengalaman melithat seperti itu. Dan yang paling penting adalah kenali diri kita APAKAH KITA SUDAH BENAR BENAR MENGENAL TUHAN dan RENCANA TUHAN dalam hidup kita.
Kalau kita sudah benar benar mengenal TUHAN dan RENCANANYA maka kita akan senantiasa dapat mendamaikan diri kita dengan TUHAN sehingga walaupun kita menghadapi banyak tantangan, melihat hal hal jahat dan dosa tapi kita tetap dapat menjaga kekudusan dan kemuliaan kita dalam menghadapi banyak persoalan hidup.
Berdamai dengan diri kita sendiri harus dimulai dengan berdamai dengan TUHAN. Dalam praktenya kita harus belajar mengasihi diri kita sendiri, mengasihi keluarga, mengasihi orang tua kita, mengasihi saudara kita dan lebih luas lagi mengasihi sesama manusia, sehingga ketika kita mendapatkan banyak tantangan, godaan dan sejenisnya kita dimampukan untuk melihatnya secara kasih kepada siapa saja bahkan mengubah kebiasaan mereka mrnjadi mengenal TUHAN melalui diri kita. Berdamailah dengan TUHAN sehingga kita dapat dengan mudah bersamai dengan diri kita dan orang lain...amen
Subscribe to:
Posts (Atom)
