INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Monday, July 28, 2008

KESELAMATAN DAN PERBUATAN BAIK


Oleh: Bode Haryanto Tarigan. Saudara dalam Yesus. Tainan Taiwan

Ini adalah kumpulan pendapat pribadi dari diskusi mengenai KESELAMATAN DAN PERBUATAN BAIK, di milis http://www.gbkpyahoogroup.com/

Keselamatan paling sedikit dapat dibagi dua bagian yaitu keselamatan yang universal dan keselamatan yang khusus. Keselamatan universal adalah keselamatan yang dapat dirasakan sebagai wujud kebersamaan mahluk ciptaan Tuhan baik yang percaya atau beriman kepada kekuatan yang Ilahi maupun mereka yang tidak sama sekali. Kedamaian universal sendiri bertahan hingga saat ini adalah karena adanya kearifan mereka-mereka yang ingin merasakan keselamatan dan kedamaian dunia tetap terpelihara. Kekeristenan mengajarkan akan terwujudnya kedamaian dibumi seperti di surga, mencerminkan bagaimana kuatnya keinginan orang-orang Kristen yang percaya di dalam Tuhan sang pencipta lagit dan bumi untuk mempengaruhi dunia ini secara damai sehingga dapat dirasakan setiap orang secara menyeluruh diseluruh muka bumi ini.

Keselamatan khusus adalah keselamatan karena adanya kekhususan dan bersifat pribadi atau individual, misalnya keselamatan yang diperoleh didalam Yesus bagi orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat yang memberikan ANUGERAH KESELAMATAN bagi mereka yang percaya. Anugerah itu sendiri adalah karena Yesus yang tunggal dan didalam Dia, mereka yang percaya menjadi saudaranya dalam arti Tuhan Yesus telah melayakkan orang percaya memanggil Yahweh sebagai Bapa, hubungan antara sang pencipta dan ciptaan istimewanNya yaitu manusia menjadi sangat dekat/intim, sehingga manusia Kristen itu juga akan mendapatkan keselamatan didalam kehidupan yang kekal seperti yang telah dialami Yesus, yaitu Bangkit dari kematian (mengalahkan maut) dan meraja bersama Kristus didalam kerajaan surga, tentunya bagi mereka yang berkenan dihadapanNya.

Kita coba melihat, arah keselamatan yang ditawarkan di dalam alkitab yang harus kita imanni dan lakoni. Kekristenan merancang seseorang agar mengenal Yesus dengan baik dan benar sehingga dapat menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, lahir baru, hidup dan berbuah didalam persekutuan yaitu gereja, maka dapat dinyatakan sebagai berikut.
1. Keselamatan di dalam kekeristenan adalah MELAKUKAN KEHENDAK BAPA DISURGA. Apakah Kehendak itu: MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT nya (manusia pribadi lepas pribadi).
2. Lalu apa yang harus kita lakukan? PERCAYA (adalah sebuah proses pembelajaran akan dasar-dasar kekristenan agar seseorang itu percaya bahwa Yesus itulah Tuhan dan Juru Selamatnya), mengaku Percaya dan DIBAPTIS didalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, Lalu DIMATERAIKAN sah menjadi Anak Allah. Manusia yang telah PERCAYA (benar-benar percaya) dan dibaptis, maka TUHAN SENDIRI telah mematraikannya secara rohani. Disinilah tahap LAHIR BARU itu seharusnya terjadi.
Persoalannya istilah percaya lalu dibaptis inilah yang TIDAK MEMILIKI STANDAR PADA PELAKSANAANNYA DIDALAM PERSEKUTUAN. Pada kenyataannya banyak orang yg asal sudah mengaku imannya diangap percaya dan dibaptis, contoh saja yang sering terjadi bagi anggota gereja yang kepepet mau segera dikawinkan/diberkati digereja. Kebanyakan mereka hanya lulus secara administrasi gereja, apakah lulus secara rohaniah?
3. Setelah dibabtis hidup didalam persekutuan (gereja). Gereja adalah sistem yang sudah dirancang dan disiapkan Tuhan, untuk komunitas kristen untuk berproses, bertumbuh dan berbuah secara rohaniah. Proses betumbuh, dan berbuah secara individu itu seharusnya di mulai didalam gereja.
4. Berbuah didalam persekutuan menghasilkan buah-buah rohani, yaitu kasih, damai, suka cita, sabar dan seterusnya.
5. Menjadi terang dan garam bagi dunia artinya bukan saja di dalam persekutuan tetapi juga untuk kedamaian dunia. Mengalirkan buah-buah rohani kelingkungan sehingga lingkungan/dunia dapat merasakan pertumbuhan dan buah-buah rohani kita.

Harta Suarga dan Keselamatan yang otomatis menjadi milik kita.

HAL HARTA SURGA, bahwa apa yang kita lakukan sebagai buah-buah rohani kita adalah harta surga, harta inilah yang menjadi modal rohani kita masuk kedalam kerajaan rohani yaitu kerajaan surga. Kalau pernah mendengar menjadi anak raja dan anak kerajaan, maka semua itu bersumber dari harta surga sebagai modal rohani kita MERAJA bersama Kristus di dalam masa 1000 tahun (setelah masa penderitaan dan sebelum masuk ke keabadian yang baru New Jerusalem).
Kalau kita baca alkitab disana ada tertulis, DOSA yang mendatangkan MAUT, tetapi ada juga DOSA yang tidak mendatangkan Maut. Orang yang telah diselamatkan dapat kehilangan keselamatannya jika dia melakukan Dosa dengan mendustai ROH KUDUS, misalnya berpindah kepercayaan. Dosa ini bukan saja mendatangkan maut tapi kehilangan keselamatan, karena dia menafikkan darah Yesus darah perjanjian (tidak lagi mengakui kehendak Bapa, di dalam Yesus Kristus).
Yesus yang disalib dan di tombak dilambungnya mengeluarkan darah dan air, darah melambangkan penghapusan dosa dan air melambangkan keselamatan, namun kita menafikkannya sehingga kita mendustai Tuhan Yesus dan mendustai Roh Kudus. Dapat kita artikan, ketika kita pindah ke agama lain maka fungsi keselamatan telah berpindah dan RohKudus tidak lagi berada didalam hati kita, namun mungkin roh yang lain (ini menurut pemaham saya, karena prinsip berTuhan adalah prinsip roh, prinsip rohaniah).
Memelihara kekuatan gaib juga mendustai Roh Tuhan, pengabdi setan, adalah mereka yang bekerja sama dengan roh-roh lain, roh-roh yang diluar Tuhan, mereka adalah bersekutu dengan kekuatan lain yang bersifat roh, adalah mendustai Roh Tuhan (lain waktu kita bahas).
Dosa yang paling besar menurut pengalaman di alkitab adalah berzinah, berzinah adalah menempelkan benih dosa didalam diri kita sendiri. Konsekwensi perzinahan adalah kutuk, baik kepada dirinya maupun kepada keturunannya. Namun perzinahan di dalam alkitab seperti seorang jemaat di alkitab yang mengawini Istri bapaknya, Alkitab bilang TUBUH DISERAHKAN KE IBLIS TAPI ROHNYA (roh orang ini) TUHAN PELIHARA. Tentunya dosa perzinahan itu akan mendatangkan petaka baginya namun persoalan alkitabiah bukan hanya sekedar ketika dia masih bernafas saja, namun hingga kepada Jerusalem Baru. Keselamatan mungkin masih ada padanya namun persoalannya pasti saja dia akan memiliki harta surga yang sedikit, sehingga dia tidak punya modal MERAJA BERSAMA KRISTUS, atau malah dia menjadi Kristen yang rugi, karena akan mendapat hukuman 1000 tahun seperti dari dalam api, seperti kata alkitab.

Sebagai seorang kristen kita sesungguhnya sangat beruntung, karena kita telah berada didalam sistem yang selamat. Perbuatan adalah langkah pelaksanaan dari apa yang kita telah pelajari di dalam alkitab, seorang Kristen tidak akan menunggu kapan harus berbuat baik, tetapi otomatis berbuat baik. Perbuatan yang telah dilakukan Yesus selama hidupnya adalah teladan bagi kita untuk menyalurkan buah-buah roh kudus yang ada pada kita.
Maka perbuatan baik adalah bagian dari sistem kekristenan, berbuat baik yang di nyatakan oleh Tuhan Yesus sesuai dengan hukum taurat yaitu:
Hukum
1."Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.Hukum
2. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (ini bukan doktrin ini firman Tuhan Yesus yang menyangkut Hukum).
Alkitab menegaskan KEJARLAH KASIH, dibandingka hanya karunia-karunia, walaupun itu perlu. Didalam kekristenan kita telah dimerdekakan, untuk kebenaran, karena Roh Kudus yang ada didalam hati kita, memampukan kita untuk otomatis melakukan perbuatan baik. Didalam kekristenan perbuatan baik itu adalah bagian yang tidak terlepaskan. Apalagi jika dikaitkan dengan Wahyu, maka buah-buah roh kita (perbuatan baik kita) adalah harta surga yang kita miliki adalah modal kita untuk meraja bersama Kristus di kerajaanNya.
HAL KEMURTADAN
Kalau seorang yang Kristen(X) pindah agama karena jabatan atau karena motivasi sejenis, lalu pada akhir hidupnya ia berpindah lagi menjadi kristen hingga ia mati apakah dia selamat? Ini sulit untuk dijawab, namun sebagai pandangan pribadi saya memberikan beberapa masukkan: Apakah orang seperti ini tidak melangar Hukum 1."Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Alasan kedua adalah si X dibabtis tentunya telah percaya didalam Tuhan Yesus, mengaku dihadapan jemaat, lalu dibaptis atas nama BAPA dan PUTRA dan Roh Kudus dan di MATERAIKAN, menjadi anak Allah.
Lalau secara sadar, untuk kepentingan/motivasi dunia, dia berpindah agama/kepercayaan. Dalam arti dia melakukan pengubahan keimanannya (rohaniah) dalam arti mengaku dan bersaksi bahwa dia telah meninggalkan kristus dan masuk menjadi agama lain (agama yang tidak mengakui Bapa, Putra dan Roh Kudus). Jika kita analogkan maka dia akan mengalami pemateraian menurut nama tuhan x (tuhan lain), apakah dia tidak menghianati BAPA PUTRA dan Roh Kudus. Apakah ini bukan berarti harus cabut materai lama dan menempel materai baru?
Dengan berjalannya waktu, bertobatlah si X mungkin dimasa pensiun. Belajar lagi, mengaku percaya dan dibabtis kembali/dialoken dihadapan jemaat, tentunya dibaptis atas nama BAPA dan PUTRA dan Roh Kudus dan di MATERAIKAN, menjadi anak Allah. Secara manusia mungkin kita akan mengatakan bahwa Tuhan itu maha pengampun dan pemaaf, sangat wajar pernyataan itu, ini setimbang sengan kalimat, manusia itu penuh dengan kehilafan. Lalu apakah itu akan menjadi pembenaran untuk melakukan dosa bahkan dosa yang mendustai Roh Tuhan?

Yang pasti selama dia meninggalkan Kekristenan dia berada di luar sistem Tuhan, dan ketika ia ingin masuk kembali kedalam sistem itu ada harga yang harus dia bayar dan itu juga rahasia Tuhan yang tentunya sulit untuk dirumuskan apalagi siapa yang dapat menjamin orang seperti ini benar-benar setia di sisa hidupnya? Seperti kata alkitab, kita di ibaratkan sebagai bagian didalam sebuah Pokok Anggur, mungkin kita rantingnya. Kalau dia murtad, pasti tidak nempel lagi dipokok anggur itu, dia sama sekali beda dan bertumbuh dipokok lain. Apakah semudah itu seorang yang murtad menempel lagi dipokok anggur Tuhan Yesus? Hanya Tuhan Yesus lah yang dapat menentukannya.
Kalau dikaitkan Dengan Judas Iskariot Yesus bilang dia kembali ke nenek moyangnya, berarti dia keluar dari sistem keselamatan Tuhan, karena kembali kenenek moyang berarti kembali ke HUKUM KARMA (ajaran Budha), Kalau kita baca Judas juga didalam alkitab mengakui telah menjual Yesus darah yang tak bernoda. Tetapi apalah arti pengakuan tanpa pertobatan, toh Judas tetap kembali ke nenek moyangnya.

Pertobatan itu mahal harganya, sama seperti mantan pelacur yang mencuci kaki Yesus dan menghapusnya dengan rambutnya, Judas bilang itu kan mahal untuk apa dia melakukan itu. Tapi Yesus bilang dia melakukan ini (yang mahal) karena dia mengakui dosanya besar. Itu contoh orang yang berzinah, bagaimana dengan orang yang menjual Tuhan Yesus seperti Judas, jawabannya adalah kematian yang kekal. Menurut pendapat saya, mereka yang pernah murtad pasti harus benar benar bertobat dan membayar mahal, saya tidak dapat mengatakan dan membayangkan perbuatan macam apa yang dapat mengesahkan pertobatan ini.
Di ibrani di katakan 10 26-29; 26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. 27.Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka 28. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi 29. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? Tapi paling tidak kalau dia berobat, anak-anaknya masih bisa diselamatkan

Monday, June 16, 2008

Lahir Baru dan Reaksi Kimia Reversible

Bro. in His name: Bode Haryanto Tarigan, Tainan Taiwan

Lahir baru dapat didefenisikan sebagai suatu kondisi dimana seorang manusia melompat dari suatu kondisi lama ke kondisi baru secara rohaniah atau batiniah. Kondisi yang baru dimana seorang telah berubah secara batiniah mungkin dapat diartikan seseorang itu secara iman menerima sebuah keyakinan dan berkeinginan hal-hal yang berkaitan dengan iman tersebut terintegrasi didalam kehidupannya sehingga terjadi perubahan yang nyata sebagai hasil dari lahir baru tersebut. Secara singkat dapat dikatakan, berubah dan berbuah sesuai dengan imannya.

Tahap selanjutnya adalah bagaimana kita menjaga kondisi lahir baru ini akan tetap secara konsisten didalam lanjutan proses kehidupan kita secara individu (individual of process reliability). Bagaimana kita tetap konsisten dalam hidup bersama dengan suasana rohaniah dan terus-menerus menghasilakan buah rohaniah kita adalah sesuatu yang penting dan merupakan kondisi yang perlu di jaga. Lalu apakah kondisi yang perlu kita jaga tersebut?

Kondisi yang harus kita pelihara adalah suplaian rohani yaitu makanan rohaniah kita dari firman Tuhan yang setiap hari/setiap pagi kita baca sebagai renungan akan aktifitas kita sehari-hari. Firman Tuhan di pagi hari adalah kebangunan rohani kita setiap hari. Rohani yang di bangunkan oleh Firman Tuhan. Penghidupan didalam persekutuan adalah tempat kita membangun manusia rohani kita pada sesama dan mencurahkan buah-buah rohani kita, tempat kita bercengkarama secara rohaniah dengan saudara-saudari yang hidup lahir baru. Manusia-manusia rohaniah dalam persekutuan gereja akan secara otomatis menghasilkan buah-buah rohani kelingkungannya, menjadi terang dan garam bagi dunia.

Jika kita umpamakan A adalah manusia itu dan B adalah sesuatu yang menjadikan si A itu menjadi lahir baru A' dan menghasilkan buah yaitu C maka secara reaksi dapat di tampilkan sbb:

A + B ----------------------------> A' + C ....................1.

Tetapi pada kenyataanya manusia itu sering jatuh dan jatuh, manusia tidak bisa mempertahankan kondisinya sebagai A', namun terkadang harus kembali dari nol (mati/hilang atau lenyap), atau paling tidak kembali kekondisi A. Dapat disimpulkan bahwa kondisi reaksi 1. yaitu reaksi irreversible (tidak dapat balik) itu adalah kurang tepat, namun yang lebih tepat adalah reaksi reversible (dapat balik/bolak-balik).

A + B <============> A' + C ....................2.

Persamaan reaksi 2 ini jelas menunjukkan bahwa si A' yang telah lahir baru itu dapat jatuh dan kembali ke A, dan tentunya dapat balik kembali ke A' jika dan hanya jika B masih tetap berada di sebelah kiri persamaan 2 di atas.

Treatement Rohani = Kondisi Reaksi
Jika kita cermati sisi kiri dari persamaan kimia di atas menunjukkan adanya kondisi operasi yang memungkinkan si A bereaksi dengan B dan berubah menjadi A'. Secara kekristenan perubahan itu dikarenakan kita percaya dengan sesungguhnya secara rohani atau batiniah, lalu dibaptis dan di materaikan sehingga mengalami lahir baru. Jika B didefenisikan sebagai BENTUK pengajaran akan firman Tuhan, dengan berbagai treatmen/latihan seperti belajar firman Tuhan, saat teduh, berdoa, menyeru nama Tuhan, mendoa bacakan firman Tuhan, yang diberikan/dilakukan kepada si A yang merupakan upaya yang dapat menciptakan perubahan menjadi A'.

Dapat dikatakan untuk mengalami perubahan menjadi pada kondisi A' itu adalah kondisi dimana seseorang telah mengalami perubahan hal pengenalannya akan Tuhan, menjadikan A' adalah manusia yang telah menikmati firman dan bahkan mengalami firman Tuhan itu sendiri dengan hasil sampingnya adalah C yaitu buah-buah pengenalan akan Tuhan yaitu buah-buah Roh, kasih, damai dan sukacita. Jika seseorang melakukan perbuatan dosa maka mungkin ini dapat didefenisikan sebagai sebuah pertobatan dan kembali lahir baru.

Dalam reaksi kimia dikenal dengan Energy Aktifasi (Ea), yaitu energi minimal yang diperlukan hingga terjadi reaksi. Untuk dapat melampaui Ea maka dilakukan beberapa treatmen misalnya dengan mengaduk (sterrer), menaikkan temperatur (T) bahkan menambahkan katalis.

Katalis adalah zat yang ditambahkan kepada reaksi agar kecepatan reaksi semakin besar, karena katalis dapat menurunkan energi aktifasi Ea. Jika kita asumsikan D adalah katalis, maka katalis akan membuat jalur baru ( new pathway) pada tahapan reaksi misalnya dengan A -----> AD, yang mana kondisi ini lebih memudahkan A untuk berinteraksi dengan B menghasilkan/menjadi A'.

A + B + D <======> AD + B <==========> A' + C + D..........3

(http://en.wikipedia.org/wiki/Catalyst)

Dalam penghidupan gereja, kita dapat katakan bahwa si D adalah fungsi dari Roh Kudus, dalam arti Roh Tuhan yang telah bekerja kepada orang-orang yang berada di dalam gereja, Pdt. Pt/Dk, Jemaat yang mampu menunjukkan buah-buah rohnya, menunjukkan kasih dan sukacitanya, semua itu merupakan katalis bagi seseorang untuk mempercepat apa yang sedang ia pelajari dan treatmenkan kepadanya adalah sesuatu yang rill, kasih adalah riil, suka cita juga rill, aktifitas rohani yang riil ditengah gereja.

Kalau kita perhatikan reaksi 3 maka sesuai dengan prinsip Katalis, yang ikut bereaksi namun tidak ikut terkonsumsi sebagai produk (ini adalah defenisi fungsia katalis : bahan yang ikut bereaksi tetapi tidak terkonsumsi menjadi produk), berarti D sebagai kuasa Roh yang merupakan buah-buah roh yang mengalir dari kaum kudus (Pdt, Pt/Dk dan jemaat) dari mereka yang berada di sekitar gereja itu tidak akan pernah habis, D atau katalis itu akan terus dapat digunakan dan berguna untuk manusia-manusia yang lain yang ingin mendapatkan keselamatan didalam lahir baru. Buah-buah roh itu sunguh sebuah katalis bagi percepatan seseorang lahir baru didalam gereja. Dan buah-buah roh itu adalah harta surga yang kekal adanya.

Tahukah kita bahwa dalam sebuah reaksi kimia, penggunaan Katalis dapat mempercepat lebih dari exp 6 (eksponen 6) kali lebih cepat dari reaksi dengan tanpa katalis. Jika kita analogkan bahwa contoh-contoh kasih yang dapat disaksikan oleh mereka-mereka yang sedang dalam reaksi menuju lahir baru akan sangat effektif ketimbang teori-teori dari pengajaran melulu.


Menjaga Kondisi Reaksi.
Reaksi persamaan 1 yaitu reaksi ke arah kanan (hasil) adalah kondisi awal dari semua jenis reaksi, namun pada umumya apabila tercapai kesetimbangan reaksi, jumlah A+B = A'+C maka akan akan cendrung ke arah reaksi bolak-balik (2) namun kondisi ini tetap dapat direkayasa agar tetap kearah kanan (hasil) dengan melakukan cara yaitu:

1. Senantiasa menambahkan B pada reaktan (reaktan = zat yang direaksikan/sebelah kiri) sehingga reaksi pembentukan A' + C terus berlangsung. (A+B>A"+C), dan diikuti dengan langkah kedua.

2. Senantiasa menarik C (hasil) dari sisi kanan reaksi sehingga pembentukan terus berlangsung ke kanan karena A+B>>A"+C.

dari:
A + B ----------------------------> A' + C ....................1.

ke:
A + B <============> A' + C .......................2.

dikendalikan kembali ke 1.
A + B ----------------------------> A' + C ....................1.

Jika kita analogkan dengan penghidupan rohani seorang yang telah lahir baru, maka untuk mempertahankan ke arah reaksi sebelah kanan (hasil), seharusnya kita terus menerus, senantiasa menambahkan (B) Firman Tuhan, saat teduh, bersekutu dalam doa, belajar PA dan belajar. Selanjutnya diikuti dengan melepaskan hasil dari lahir baru itu (C) yaitu kasih damai sukacita ke lingkungan sehingga arah reaksi terus kearah kanan.

Kesimpulannya
Manusia Kristen A berubah menjadi manusia yang lahir baru A' adalah manusia yang hidup didalam kuasa Roh Tuhan sehingga menghasilkan buah-buah rohani, untuk mempertahankan, menumbuhkan dan menghasilkan dalam proses lahir baru dan sepanjang hidup haruslah kita terus menerus mendapat suplian firman Tuhan, berdoa dan memuji Tuhan dan bersekutu/ hidup didalam persekutuan (B), dan terus menerus mengalirkan hasilnya yaitu kasih damai dan sukacita (C) ke lingkungannya. Buah-buah roh yang di tunjukkan didalam persekutuan/gereja oleh Pendeta, Pt/Dk serta jemaat adalah katalis bagi mempercepat seseorang diproses menjadi lahir baru, karena melihat buah-buah roh itu riil didalam persekutuan.

Namun Manusia tentunya tidak dapat di identikkan melulu seperti reaksi reaksi kimia, ini hanyalah sebuah analogi dari Model Reaksi Kimia yang telah ditemukan dan dipakai dan ternyata cukup menarik untuk diaplikasikan kekehidupan kita khususnya hal lahir baru. Tuhan menciptakan semua, yang hidup dan yang mati, Tuhan melihat itu semua sempurna dan singkron. Analogi diatas adalah jauh dari sempurna, namun memiliki arti yang tidak hanya secara iman namun juga logika pengetahuan.

Semua demi kemuliaan nama NYa.

Thursday, April 24, 2008

Tuhan Melihat Hati (back to bible)

bro in His name: Bode Haryanto Tarigan
Tulisan ini mengajak teman-teman di GBKP yang selalu mengkeritik gereja traditional seperti GBKP, HKBP dan sejenisnya untuk lebih bijaksana. Saya hanya mencoba membawa cara pandang alkitab akan gereja-gereja yang ada, dan semoga saja kita lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam memberikan kritikan dan saran, dan semoga semua itu adalah karena motivasi kita yang cinta Tuhan Yesus dan demi membangun gereja yang kita cintai.
TUHAN MELIHAT HATI (back to Bible) telah dipublis di web. GBKPyahoogroup.com

Apakah Tuhan mengenal GBKP, HKBP, GKPI dll itu, kharismatik, orthodox, katolik dan lain2nya itu? Ya tentu saja Tuhan mengenalnya, tetapi yang dikenalnya adalah manusianya yang adalah batu rohani didalam gereja-gereja tersebut. Ingatlah Tuhan mengenal kita pribadi-lepas pribadi, Alkitab bilang, Hati Manusia adalah Pelita Tuhan. Tuhan mengenal hati kita pribadi lepas pribadi.

Walaupun semua merek diatas menyatakan adalah bentuk gereja, namun yang utama adalah orang-orangnya yang ada di dalam gereja tersebut. Karena gereja itu adalah manusianya bukan organisasinya. GBKP tidak menyelamatkan saya dan anda tetapi Tuhan Yesus yang menyelamatkan.
Alkitab katakan kita adalah bangunan rohani gereja yang sesungguhnya, jadi siapa dan apapun jabatan kita di gereja saat ini, jika kita tidak melakukan kehendak Tuhan, maka kita bukan bangunan rohani itu, kita bukan bagian dari gereja rohani, namun mungkin kita bangunan dari gereja yang oraganisasi melulu.

Namun demikian, alkitab sendiri mengatakan ada 7 jenis gereja yang macam-macam tingkah polahnya, dari gereja yang telah hilang/punah, gereja yang berkenan hingga gereja yang jatuh (wahyu 2-3). Jadi jangan heran kalau didunia ini anda mendapatkan berbagaimacam model gereja, itu sudah sesuai dengan kata alkitab.

Manusianya bisa saya kamu, pendeta, pastor hingga paus sekalipun yang menyelamatkannya adalah Tuhan Yesus bukan gereja2 yang disebutkan diatas. Jadi yang utama adalah bagaimana hubungan anda dengan Dia yang menyelamatkan anda. Orang-orang yang diselamatkan adalah orang yang dapat menjaga hubungannya dengan Tuhan Yesus didalam kekudusannya, selain itu akan dihakimi dahulu kemudian diselamatkan juga tetapi setelah masa penghukuman 1000 tahun, dan tidak ikut meraja bersama Kristus selama 1000 tahun sebelum masuk ke masa Jerusalem Baru (New Jerusalem) (baca wahyu).

Namun saya bersyukur mengenal Yesus melalui GBKP, karena saya sudah mendapatkan diri saya sebagai seorang kristen, walaupun dalam pengenalan saya mengembara ke banyak organisasi gereja, dari yang sunyi senyap sampai yang teriak-teriak kesurupan, semuanya itu membuat kita lebih memahami isi alkitab akan kebenaran gereja-gereja yang disebutkan dalam alkitab. Mungkin banyak alasan kita untuk keluar masuk gereja-gereja itu tetapi semoga saja tidak ada alasan bagi kita untuk meningalkan Tuhan Yesus.

Lalu bagaimana dengan GBKP atau lainnya, kalau kita mau belajar lagi dari alkitab, bahwa sangat mudah menilai sebuah gereja, yaitu dari buah-buah rohnya. Kasih, damai, panjang sabar, dan seterusnya. Apakah buah-buah roh itu sudah berbuah di GBKP? Apakah kasih dan persaudaraan itu sudah tumbuh karena kasih kepada Tuhan Yesus atau karena persukuten, kalimbubu dan anak beru? Semua itu tergantung cara kita melihatnya? Kalau kita melihat secara negatif maka kita akan mendapatkannya, kalau kita melihat secara positif maka kita akan mendapatkannya, yang penting apakah cara kita melihat itu sudah sesuai dengan Alkitab, atau tidak?

Kalau kita melakukannya dengan melihat dari sudut pandang alkitab, maka yang muncul adalah WISDOM, sehingga kita mendapatkan hikmat dan kebijaksanaan yang menuju kepada pembangunan ke arah yang positif, dalam memberikan kritikan dan saran, kita meminta Tuhan membantu kita agar kita bijaksana, dan diberikan kepintaran untuk memilah-milah permasalahan sehingga masalah itu dapat diselesaikan dengan baik, atau paling tidak ada rencana kearah bagai mana untuk memperbaikinya. Alkitab mengatakan mengasihi bukan berarti tidak memberikan pengajaran, jika karena iman dan percaya kita, maka tidak ada salahnya kita memberikan kritikan bahkan pengajaran, sebagai pembanding baca ibrani 11 atau 12;5-12 (tolong di check) mengenai iman dan pengajaran.

Bagi teman-teman yang suka mengkritik tetapi tidak berani menunjukkan identitas sebenarnya sesungguhnya ada satu hal mengenai keterbukaan dan identitas, yang kalau kita cermati dari kedatangan Tuhan Yesus adalah untuk membuka tabir Bapa yang jauh di surga mulia, sehingga alkitab mengatakan bahwa rahasiaKU adalah di dalam Yesus. Artinya di ddalam Yesus, Tuhan Yahweh itu bukan rahasia lagi; tidak sulit lagi untuk mengenal Tuhan Yahweh karena semuanya telah terbuka di dalam Yesus Kristus. Lalu mengapa kita tidak berani terbuka?
Wahyu juga mengatakan hendaklah kita seperti Batu YASPIS, yaitu sejenis batu kristal berharga yang tembus pandang. Kita diinginkan seperti batu yaspis, yaitu hendaklah sama perkataan dan perbuatan kita, kita hendaklah tembus pandang dan apa adanya seperti anak kecil yang tulus. Biasanya orang yang banyak menyimpan rahasia adalah orang yang banyak dosa, contohnya koruptor-koruptor. Semoga saja dengan keterbukaan kita akan saling mengenal dan dapat bekerja sama dan saling mempercayai dan tentunya dalam membangun hubungan kita sesama manusiaa gereja rohani, khususnya di dalam GBKP dan umumnya kepada semua gereja.

Tulisan ini hanya sekedar perbandingan dari saya, semoga bermanfaat. Bersyukurlah karena kita berada di GBKP, mulailah perubahan dari diri kita masing-masing dan semoga kita dapat memberikan contoh dan teladan kepada teman dan lingkungan kita, sehingga bisa melihat teladan yang dari Tuhan itu dan menjadikan kebaikan di dalam penghidupan rohani gereja.

Thursday, April 17, 2008

Tuhan Yang Mana? Dari sudut Pandang Roh

Bro in His Name: Bode Haryanto Tarigan, Taiwan

Saya memiliki pendapat dan argumen tesendiri dari tulisan MENJAWAB HUJATAN PARA PENENTANG ALLAH DI DALAM ALKITAB, apalagi dikaitkan dengan nama allah, dan hanya mengandalkan pendekatan sejarah yang sangat mudah diputar balikkan apalagi dengan perubahan waktu.

Secara pribadi ada kerinduan untuk mencari dan memurnikan kebenaran alkitab sejak kuliah di ITB 1998, dan ketika membaca tulisan seseorang dan saya rasa tidak mengena/kurang tepat dan rancu, biasanya saya akan menanyakan langsung bahkan berani berargumentasi mengenai apa yang mereka tulis. Beberapa buku yang saya beli dan jika saya merasa tidak mengena jika mereka memiliki alamat emailnya biasanya saya segera mengirim kritikan akan hal itu. Berpikir kritis demi kebenaran adalah wajar. Maaf jika saya berkata demikian tapi inilah kenyataanya.

Satu contoh pertama sekali bergereja di sebuah gereja di Tainan, TW. Setelah 6 bulan bergereja, saya protes kepada gereja itu yang suka sekali mengolok-olok gereja lain. Saya tidak setuju dengan cara itu, lalu saya tidak mau datang lagi dan mereka mencari saya, saya bilang kalian ini gereja yang jatuh, memang kalian sangat solid, tetapi jangan menghakimi gereja orang lain karena kita hidup didalam gereja dan gereja itu adalah buah hati Kristus (mempelai perempuan). Yang saya tidak bisa terima adalah mereka menulis ledekan itu dalam buku bacaan mingguannya (resmi dikeluarkan pusatnya di Amerika)(seperti buku PJJ GBKP lah). Berarti secara sistem-organisasi mereka menghina gereja lain.


Contoh lain, Suatu ketika, ketika kami membaca sebuah buku karangan pemimpin gereja ini (Judulnya All inclusive Christ) ada menulis begini, bahwa jika suami istri tidak datang bersama-sama dalam sidang gereja minggu maka yang datang adalah hanya setengah. (apa alasanya mereka menulis macam ini? dalam pikiran saya). Saya langsung berargumen"bagaimana dengan case saya, istri di KL dan saya di Tainan? padahal kami sama2 pergi kegereja tetapi ditempat berbeda? Mereka tidak dapat menjawab! Tentu saja mereka tidak bisa menjawab, karena apa yang diajarkan oleh manusia (apalagi hasil pikiran bukan rohaniah) itu pasti terbatas. Padahal apa yang ditulisnya itu secara total adalah salah, karena kalau suami istri sudah disatukan dalam perkawinan (diberkati) maka mereka menjadi satu secara rohani/roh, dimana dan kemanapun mereka adalah satu, rohnya tetap satu sebagai suami dan istri. Walaupun secara fisik satu di KL MAL dan satu di TW saya dan istri saya adalah satu secara roh di dalam perkawinan. Bahkan alkitab bilang suami istri itu satu daging (baca alkitab), bagaimana mungkin kita memahaminya kalau tidak secara rohani, dua manusia jadi satu daging. Alasan lain alkitab, jangan cari jodoh (suami-istri) yang tidak seiman, karena bagaikan menyatukan terang dengan gelap, artinya secara daging (sex) mungkin mereka bersatu tetapi secara rohani mereka tidak, karena imannya beda dan rohnya juga beda. Hem, rohnya beda berarti Tuhannya juga beda dong? Itu hampir pasti.

Kembali kepermasalahan ALLAH itu Tuhan yang mana? Dari apa yang saya baca pada MENJAWAB HUJATAN PARA PENENTANG ALLAH DI DALAM ALKITAB, pembahasan mereka hanya melihat Tuhan dari sejarah, bukan TUHAN ROH. Cara pandang yang saya tawarkan selalu adalah BAGAIMANA ANDA MENGENAL TUHAN YANG ADALAH ROH, sedangkan anda adalah manusia (daging, jiwa dan roh)? Kalau kita ambil contoh dari pendapat sebuah tulisan bahwa "ada sekelompok suku yang tinggal disekitar daerah pertumbuhan samawi yang telah menyembah tuhan yang bernama Yahweh yang akhirnya dikatakan adalah sekutu Ashera".
Jika saya memberikan jawaban, Yahweh yang mereka sembah itu bisa saja Yahweh disembah oleh Ibrahim, why not. Persoalannya mereka tidak mengenal siapa Yahwe itu dengan benar dan sempurna sehingga mereka tidak dapat memperlakukan TUHAN yang mereka kenal itu sebagai TUHAN yang benar. Lalu selain menyembah Yahweh mereka juga menyembah Ashera. Apa bedanya dengan case di TW ini mereka menyembah banyak dewa dan juga meyembah King GOD di surga juga, tidak ada bedanya. Apakah Ibrahim mengenal dengan benar Yahweh yang dia imani itu dengan sempurna? ternyata juga tidak.

Dari Tulisan MENJAWAB HUJATAN PARA PENENTANG ALLAH DI DALAM ALKITAB. Lalu ada tuhan bernama allah (dewa pengairan/kesuburan) di arab pada pra-islam pada zaman jahilliah. Kemudian disisilain, dalam kurun waktu yang hampir sama, ada kelompok orang Arab yang mengenal Islam lalu mereka menggunakan istilah nama allah yang sama dengan Tujuan menyembah Tuhan Yang Maha Esa yang dikenalkan dan di sembah Nabi Muhammad pada waktu itu. Lalu apakah mereka otomatis menyembah Tuhan yang benar, apakah sang Nabi mereka itu mengenal Tuhan yang benar itu dengan sempurna dan benar? Belum tentu, why??
Coba perhatikan dari buah-buah kehidupan sang nabi, apakah mencerminkan banyak kesamaan dengan nabi Isa Almasih yang sedemikian rupa itu? Apakah buah imannya sama, apakah buah rohnya sama? Bandingkan juga dengan Nabi Ibrahim, Musa dan lain-lain, terjadi error of understanding.

Secara roh maka kita bisa melihat bahwa mungkin saja allah yang jaman jahiliah itu adalah TUHAN (Yahweh) tetapi bisa juga tidak (karena mereka tidak mengenalnya dengan sempurna). Bisa saja yang mereka sebut Allah (pada jaman islam) itu Yahweh tapi bisa juga Tidak (karena mereka juga mengenalnya tidak dengan sempurna). Tapi Alkitab bilang nama TUHAN itu adalah bernama YHWH/Yahweh dan dengan nama itu engkau menyembahnya. Apalagi setelah kita mengenal Tuhan Yesus maka kita dapat menyebut Yahweh itu, Tuhan; Bapa, Allah, GOD, Lord, dll yang penting di dalam nama Tuhan Yesus. Artinya, Tingkat kebenaran Allah adalah Tuhan (YHWH) didalam ajaran agama itu bisa dalam range 0 hingga100%. Tingkat kebenaran Allah (sebagai nama) atau GOD atau Bapa atau Lord, Tuhan ROH didalam kekristenan adalah 100%.

Berdasarkan teori ini dan dilihat dari sudut Tuhan ROH, dapat disimpulkan bahwa kebenaran yang tidak menyembah Yesus sebagai Tuhan hanya berkisar 1% saja. Karena Tuhan YAHWEH itu berada di nilai 100% absolut I100%I, sedangkan di nilai 100% itu hanya ada 1% sedangkan 99,% hingga 0% tidak sama dengan 100% absolut. Artinya, nilai kontaminasinya sangat tinggi pada ajaran tersebut dan jangan heran jika selain menyembah Tuhan Allah mereka juga bisa saja ngaku juga sebagai DUKUN, menyembah ke pantai selatan, kejawen dll (mungkin hanya di Indonesia saja kali). Tapi tentunya pasti ada juga yang sama-sama 100%. Dapat disimpulkan bahwa kemungkinan orang diluar Kristus untuk menyembah Tuhan yang benar itu relatif rendah dan mudah terkontaminasi. Tuhan Allah = YHWH itu hanya 1% secara PRINSIP ROH.

Kita kadang lupa bahwa kitab/ firman itu adalah mantra (MANTRA), apalagi kalau kita tinjau dari sudut aliran roh, magic dan ilmu hitam. Maka kemungkinan besar dengan dasar mereka yang kurang paguh dalam pengenalan akan TUHAN, maka secara roh mereka bisa kembali menyembah tuhan jahiliah yang bernama allah itu, karena mantranya memanggil TUHAN DENGAN NAMA YANG SAMA. Satu lagi, ingatlah roh-roh lain mengintai kita/manusia, sebagai contoh, Adam dan hawa saja bisa digoda iblis dan jatuh, padahal mereka berada di EDEN, apalagi kita dengan permasalahan dunia yang lebih kompleks. roh-roh itu juga menawarkan surga juga, sehingga analisa saya bahwa ada rohlain yang mengelabui ajaran tertentu seolah-olah seperti tuhan, secara prinsip roh ini sangat memungkinkan. Secara pribadi saya juga jarang menggunakan Allah untuk sebutan BAPA ROH, karena secara mantra itu bisa berbahaya dan salah.
Saya selalu ingatkan kalimat ini, Diluar Yesus sulit mengenal TUHAN itu. Sejarah menunjukkan bahwa diluar Yesus gagal mengenal TUHAN ROH sebagai TUHAN YANG MAHA ESA.Walaupun demikian apa yang saya argumentasikan diatas, semua itu hanya sebuah hasil beriman, berpikir dan beranalisa, bisa benar bisa salah dan saya mau katakan sekali lagi tolong dilihat secara keilmuan bukan karena unsur fanatik atau lainnya. Ini sangat menarik untuk didiskusikan.

Ada tulisan yang mengatakan kalau manusia (diluar kristen) mampu melakukan perbuatan baik masa Tuhan tidak mengenal mereka/kebaikan mereka? Saya mengkomentari kalimat ini, bahwa memang Tuhanlah yang memiliki kuasa/hakim untuk menentukan domba-domba di dalam dan diluar kandang untuk diselamatkan, tetapi kita harus ingat, bahwa kebaikan diluar kekristenan tidak membangun Gereja. Padahal kedatangan Tuhan yang kedua kali adalah untuk menjemput mempelai perempuanNya yaitu Gereja rohani.Artinya Tugas kita untuk menyampaikan kabar baik ini keseluruh dunia agar domba2 diluar kandang itu dapat masuk kandang dalam penghidupan gereja, itu yang utama, bukan hanya berteori seperti yang sedang saya lakukan ini hehehe.

Tuhan Membantu Menyempurnakannya

Ini adalah sebuah Kesaksian

by Bro in His name Bode Haryanto, Tainan TW

Prof. Robinson Tarigan, BA., Drs., MRP, satu dari sedikit orang yang beruntung hingga dapat meraih pangkat tertinggi di dunia akademik hingga jenjang Guru Besar di USU. Di bawah ini menceritakan sebagian dari pengalamannya dan kontribusinya bagi ilmu pengetahuan, dan juga pengakuannya akan pertolongan Yahweh selama ia menekuni pekerjaannya.

Ada hal-hal yang sesunguhnya hampir tidak mungkin dan melemahkan posisinya sebagai seorang staf pengajar khususnya ditinjau dari latar belakang pendidikan S1 dan S2 nya yang berbeda, namun, kita akan melihat bagaimana hal tersebut malah menciptakan sesuatu yang baru bagi dunia pendidikan saat ini. Mari kita simak siapa dan mengapa Prof. Robinson Tarigan mendapatkan keberuntungan itu.

Sebagai seorang yang bergelar Master of Regional Planning (bagian dari ilmu Teknik Perencanaan/plannologi), dan berpendidikan BA dan Drs. Ilmu perusahaan tentunya semua orang dapat dengan mudah mengatakan bahwa kedua bidang tersebut tidak memiliki hubungan yang signifikan. Ilmu perusahaan dan ilmu perencanaan wilayah, pada awalnya adalah sesuatu yang hampir tidak bersinggungan namun dii dalam seorang yang bernama Robinson Tarigan, itu menjadi suatu yang sangat berharga.

Apa sesungguhnya yang telah beliau lakukan untuk ilmu pengetahuan? Ternyata dengan belajar dan berkerja keras beliau telah berhasil mengawinkan kedua bidang ilmu tersebut, Prof. Tarigan dapat menghasilkan sebuah ilmu baru yang dituangkannya dalam tiga buah bukunya yaitu:
1. Perencanaan Pembangunan Wilayah Pendekatan Ekonomi dan Ruang, 2002, DIKTI Jakarta.
2. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi, 2004; Bumi Aksara Jakarta, cetakan ke VI tahun 2007.
3. Perencanaan Pembangunan Wilayah, 2004/2005; Bumi Aksara Jakarta.
Buku ini dipakai luas dikalangan perencana wilayah bahkan di diklat perencanaan wilayah nasional. (search di
http://www.google.com/ dengan sandi tarigan robinson; perencanaan wilayah atau ekonomi regional).

Semua itu tentunya karena ada hal yang luar biasa yang dihasilkannya sehingga dia dapat meraihnya, khususnya yang terkait dengan ilmu pengetahuan yang keahlian yang beliau kuasai. Pengakuan beliau adalah Takut akan Tuhan dan Bekerja Keras untuk menghasilkan sesuatu yang berharga dan di hargai.

Dalam diskusi kami, saya menanyakan mengapa beliau dapat menghasilkan buku yang begitu mudah difahami dan banyak digunakan saat ini di Indonesia. Dia mengatakan tidak tahu, Yahweh lah yang menolong saya saat menulis buku itu. Walaupun demikian, sebelum buku ini dicetak menjadi teks book buku tersebut telah memiliki 12 draft dari tahun 1986 hingga 2000, yang diajarkan di Pascasarjana di USU. Namun beliau yakin bahwa buku itu dapat menjadi sedemikian adalah karena anugrah Yahweh yang memberikan pengetahuan padanya. Buku-buku tersebut, sebelum dipublikasikan telah di review oleh ketua program pasca sarjana Plannologi ITB pada tahun 2002 pada saat itu.

Dari belajar dan bekerja keras selama ini tentunya, selain mendapat jabatan Guru Besar juga dari semua itu, saat ini beliau juga mendapatkan royalty jutaan rupiah setiap tahunnya dari perusahan yang mencetak buku tersebut.

Beliau adalah sedikit orang dari daerah yang memiki pengalaman di kancah nasional. Dengan banyak pengalaman sebagai konsultan di tingkat nasional dan daerah diantaranya adalah Analis CPIS Jakarta hingga tahun 1995 - 2003. Beliau memiliki publikasi dalam bentuk, monografi CPIS, buku terjemahan, di tambah publikasi di Journal Internasional dan Nasional, yang memungkinkan membuat ketidak nyambungan antara ilmu ekonomi perusahaan/ekonomi management dengan Ilmu Perencanaan wilayah/ Planology itu bukan lagi menjadi penghalang bagai beliau untuk mendapatkan jenjang pangkat tertinggi dalam dunia pendidikan.

Kontribusi di kancah Ilmiah
Ini adalah kutipan dari sebuah artikel tingkat Pasca Sarjana University of Malaya Malaysia yang berisikan bahwa Tarigan Robinson, 1998, adalah salah satu ahli ekonomi yang menurunkan TEORI LOKASI berdasarkan pendekatan Ekonomi.


Ada satu hal yang membuat saya bangga secara pribadi, karena dalam bagian
IV Teori Lokasi, Nama Tarigan Robinson, diangap memberi kontribusi pada Teori Lokasi berdasarkan pendekatan ekonomi.

"3) Teori Kutub Pertumbuhan, berbeza dengan pernyataan Christaller yang berlatarahli geografi, teori Kutub Pertumbuhan digagaskan dan dikembangkan oleh paraahli ekonomi. Teori ini melahirkan konsep ekonomi seperti konsep industripenggerak (leading industry), konsep polarisasi dan konsep memberi pengaruh(trickle atau spread effect) (Tarigan Robinson, 1998)."

Selain itu lihat juga dalam sebuah blog melaporkan bahwa akan adanya pendapat baru hal Hierarki Perkotaan yang dianggap sebagai sumbangan pemikiran dari Robinson Tarigan (2004), http://sobatbaru.blogspot.com/2008/06/hierarki-perkotaan.html


Jika kita search di google, telah sejumlah jurnal; tulisan ilmiah; silanus kuliah dan lain-lain yang terkait dengan perencanaan wilayah menggunakan istilah-istilah yang di telorkan oleh seorang Robinson Tarigan.

Lalu siapakah Robinson Tarigan ini sebenarnya?
Robinson Tarigan ketika masa mudanya adalah mantan ketua Permata GBKP runggun Bangun Mulia selama 9 tahun sejak 1958 hingga 1967, sejak dia duduk di bangku SMA hingga menyelesaikan kuliahnya di FE USU 1967. Beliau juga adalah anggota team evangelisasi runggun GBKP Bangun Mulia ke Bangun Setia, Patumbak Kampung, ke Tanjung Morawa kiri dan sekitarnya hingga terbentuknya GBKP dirunggun-rungun tersebut.

Dia mengatakan, kami dengan sepeda sekitar jam 8 malam pergi dari Bangun Mulia melakukan pelayanan ke tempat orang-orang karo jahe yang pindah kedareah Patumbak dan Tanjung morawa yang berpindah karena adanya gejolak gerombolan Pagit Tarigan di Tiga Juhar, Peria-ria, Penan dan sekitarnya yang masih banyak belum beragama alias perbegu. Bisa dibayangkan katanya, yang dilayani adalah orang-orang yang miskin dan baru memulai hidup di tempat yang baru, jangankan mengharapkan akan dihidangi makanan; teh manis saja sangat jarang disuguhkan untuk pelayanan kami. Artinya bahwa pelayanan itu adalah murni dan dikarenakan oleh pangilan alkitab untuk mengabarkan kabar baik itu. Kami melakukan semua itu dengan motivasi murni pelayanan, katanya.

Gereja GBKP Bangun Mulia (disamping POLDASU) adalah hasil evangelisasi kelompok GBKP di Kampung Baru yang adalah orang karo dan sejumlah mahasiswa karo yang kost dari kampong karena bersekolah di Medan. Mereka adalah anggota Jemaat GBKP Modang Lubis, kemudian membuka persekutuan di Batu sebelas Bangun Mulia dan Simpang Marindal yang pada awalnya di bangun gereja di tanah milik pribadi jemaat. Gereja-gereja inilah yang berkembang menjadi banyak Gereja GBKP di Sekitar daerah tersebut seperti GBKP Gang Kolam Teladan dan sebagainya.

Jika kita kaitkan dengan janji Tuhan bagi orang percaya, maka upah yang dijanjikan bagi Abraham dan keturunanya yang setia juga dapat kita peroleh dalam hidup kita, ini adalah sebuah bukti yang dialami yang terkasih Prof Robinson Tarigan, bahwa janji Tuhan untuk menambahkan segala-sesuatu bagi mereka yang setia dan takut akan Tuhan adalah sebuah kenyataan yang dapat kita amini. Perjalanan hidup kita yang diisi dengan pelayanan akan Tuhan adalah emas dan perak yang menjadi harta yang kekal bukan saja di bumi namun juga di Kerajaan Surga.

Kesaksian ini semoga dapat menambah wawasan kita untuk tetap bertekun dalam pelayanan yang murni karena cinta kita kepada Tuhan, sehingga dalam ketidak sempurnaan kita sekalipun Tuhan dapat menyempurnakannya menjadi hasil yang tidak dapat kita bayangkan selama ini. Tentunya semua untuk kemuliaan Tuhan.

Saat ini Prof. Robinson Tarigan adalah Guru Besar Emeritus USU sejak 2008 (SK DIKTI 2008), dan masih aktif mengajar dan membimbing mahasiswa S2 dan S3 di Pasca Sarjana USU.

Adalah wajar jika seorang anak bangga Kepada karya Bapaknya.
Salam hangat, dan tetap semangat

Wednesday, February 20, 2008

Hal Ujian dan Pencobaan

Bro in His name: Bode Haranto Tarigan, Taiwan
Hanya sebuah pendapat pribadi.

Bahwa ujian biasanya terkait dengan urusan percaya atau tidak dengan Yesus, dengan Roh Kudus, dengan Yahweh, dengan Firman Tuhan. Ujian terkait dengan iman dalam pelayanan orang percaya pada tingkatannya. (perlu di diingat ujian hanya kepada orang percaya/ beriman)
Alkitab mengatakan ujilah roh.

Contoh; menguji apakah orang yang suka menggunakan firman Tuhan, yang suka menasehati dengan firman Tuhan dapat dilihat dari buah-buah rohnya, jangan tidak sama kata dengan perbuatan.

2 kor 13, 5. Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji .

Jika banyak orang karo ditahun 80-han masuk agama lain supaya dia bisa jadi dosen di PTN X di Medan, itu memang karena mereka tidak beriman dan tidak tahan uji, sehingga digadaikannya imannya. Padahal Abraham Bapak orang beriman bukanlah yang terakhir, banyak abraham2 lain yang merelakan anaknya apapun yang terjadi (jika harus matipun rela) untuk pengabaran injil.

Sedangkan pencobaan adalah mampu atau tidak kita menghadapi perkara-perkara yang ditawarkan iblis/satan dalam kehidupan kita setiap saat/ hari dalam hidup kita.
Markus 14: 38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalampencobaan ; roh memang penurut, tetapi daging lemah.
Biasanya orang yang kuat iman dan mengikatkan diri dengan Tuhan dan melatih diri dengan firman Tuhan akan tahan dari godaan godaan/ tawaran satan.
Jakobus 1: 12- 15; Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14.Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Jadi kita harus batasi dulu jenis manusianya, jika memang manusia yang dalam hidupnya melakukan kehendak Tuhan, maka dia kemungkinan boleh merasakan adanya ujian dan pencobaan. Jika memang manusianya tidak hidup didalam Tuhan, jangan-jangan dia setannya dan imannya tidak perlu diuji. Dan untuk apa diuji, memang sisinya saja udah beda.

Apapun yang berlaku antara ujian dan pencobaan biasanya terkait dengan penderitaan. Pencobaan dan ujian adalah bagian dari proses agar kita Tahan Uji.

Jika penderitaan karena ujian, maka berbuahkan kemuliaan dan kehidupan kekal, tetapi pencobaan iblis tidak selalu mendatangkan penderitaan bisa juga menawarkan kemewahan tapi yang akhirnya berbuahkan dosa dan akhirnya mendatangkan maut.

Pemahaman akan ujian dan cobaan walaupun mungkin penting namun bukanlah suatu yang menakutkan mau pencobaan besar atau kecil, dosa besar atau kecil adalah dosa. Dan walau jenis cobaan apapun datang jika kita hidup didalam Tuhan maka kita akan mampu menghadapinya, itu kata Tuhan, sudah ada jaminan Roh Kudus dan apabila kita harus matipun demi kemuliaan Tuhan maka itu menjadi bagian yang patut disyukuri.

Persoalannya apakah kita berada di sisi Tuhan yang siap Uji dan tahan cobaan atau malah kita yang suka menguji dan mencobai orang.

Hubungan Suami dan Istri dalam Keluarga secara Rohaniah

Bro. in His name :Bode Haryanto Tarigan

KELUARGA KRISTEN
Perlu kita ingat kembali sebuah asumsi jika/bahwa manusia adalah sebuah system. Sebuah keluarga adalah sebuah system dari dua manusia/ dua buah system individu yang diikat secara rohani/ diberkati secara gereja sehingga interaksi roh-roh sebagai keluarga Kristen akan hidup di dalam system yang baru ini, dan hubungan Roh-roh akan hidup sebagai system keluarga dalam penghidupan Gereja.

Jika kita membaca Alkitab mengenai ikatan suami dan istri, Yesus berkata dalam Matius 19: 5,Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." maka kita dapat memahami dan merasakan bagaimana pandangan firman terhadap hubungan ini adalah bersifat roh/rohani dan sangatlah unik.

Salah satu dari ayat mengenai hubungan ini adalah sebagai berikut. Suami dan istri adalah satu, dua menjadi satu? Apakah mungkin? Dalam ayat 5 bahkan dikatakan menjadi satu daging, apakah mungkin? Ya jika kita berpikir secara fisik tidak mungkin, secara jiwa juga tidak, tetapi secara roh adalah sangat mungkin. Secara rohaniah memungkinkan firman Tuhan satu daging itu menjadi dapat difahami.

Sebuah contoh nyata yang saya alami: Prinsif seperti ini jika difahami dengan baik maka jika sebuah keluarga harus berpisah dalam waktu yang cukup lama oleh karena pekerjaan, atau sekolah atau alasan lain tidaklah berarti membatalkan ayat firman Tuhan tersebut di atas. Suatu keluarga yang harus berpisah/berbeda tempat pada waktu adalah TETAP TERIKAT SECARA ROH. Walaupun terpisah secara fisik dan jiwa tetapi roh tetaplah satu, karena roh mengalahkan ruang dan waktu.

Syarat menjadi satu roh
Perkawinan dua manusia Kristen adalah perkawinan yang menyatukan roh masing masing manusia/individu tersebut. Karena keduanya Kristen maka kedua roh tersebut adalah sama yaitu roh manusia Kristen. Ini adalah salah satu mengapa alkitab mengatakan tidak boleh menikah antara manusia yang berbeda keyakinan, karena secara prinsif roh adalah tidak dapat diterima (rohnya tidak dapat disatukan). Kita dapat menggunakan istilah alkitab bahwa terang tidak dapat bersatu dengan gelap, sehingga roh-roh dengan keyakinan berbeda secara prinsip roh menjadi batal untuk istilah dua menjadi satu seperti yang tertulis pada ayat di atas.

Laki-laki adalah Kepala Keluarga secara rohani/ prinsif gereja
Jelas sekali seperti yang ditulis dalam 1 Kor 11,3Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan kepala dari Kristus ialah Allah. Walaupun sering ditafsirkan sebagai gereja, namun harus kita ingat bahwa kita/manusia kristen inilah sesunguhnya gereja yang hidup dan bukan bangunannya. Roh Jesus Kristus adalah kepala seluruh gereja rohani (manusia kristen).

Dapat diartikan bahwa laki-laki adalah kepala rumah tangga dengan syarat bahwa suami tersebut kepalanya adalah Kristus/tunduk pada Kristus. Ini adalah mengacu kepada prinsif Roh-roh (Roh Tuhan dan roh manusia) didalam kehidupan gereja (system dalam system), bahwa kepala, gembala, pemimpin gereja adalah Tuhan Yesus, maka kepala rumah tangga adalah suami yang memimpin istri dan anak-anak dalam keluarga (system) terutama secara roh/rohani (prinsip roh-roh). Tetapi pemahaman kita selalu keliru yang hanya dibatasi sebagai pemimpin untuk kebutuhan fisik dan jiwa saja sehingga timbullah pertanyaan seperti dibawah ini.

Apakah bapak/suami selalu menjadi kepala dalam keluarga? Atau masih benarkah? Bagai mana jika bapak tidak memiliki kerja, bapak hanya pegawai kecil dan ibu memiliki kedudukan dan jabatan yang lebih tinggi, sang ibu lebih berpengaruh. Apakah ibu lalu menjadi pemimpin keluarga dan Apakah alkitab/firman Tuhan menjadi batal demi/karena perkembangan saat ini/ banyak terjadi saat ini?

Jawabnya TIDAK! Ingat jika secara fisik dan jiwa mungkin firman Tuhan dalam alkitab akan berubah (menjadi batal) karena suami memiliki keadaan yang sama seperti dipertanyakan di atas tetapi secara roh adalah tidak, bagai mana lemahnyapun suami maka menurut pandangan alkitab tersebut bahwa dia adalah kepala, pemimpin, gembala, rohani bagi keluarganya.

Keluarga yang menjadi tidak menghormti suami karena pertanyaan-2 di atas apabila mereka melihat secara pandangan fisik dan jiwa saja sehingga akan mudah merendahkan suami seperti yang banyak terjadi belakangan ini, keluarga menjadi hancur atau kacau karena istri tidak lagi menghormati suami. Padahal alkitab menginginkan dan bermaksud menerangkan bahwa semua itu mungkin terjadi (bahwa istri boleh lebih hebat) tetapi secara rohani bapak/suami adalah tetap kepala, pemimpin dan gembala bagi keluarganya.

Persoalannya saat ini adalah kita tidak mampu melihat Alkitab secara roh, sehingga fungsi bapak/suami didalam keluarga menjadi bergeser dan biasanya keluarga yang terjebak dalam persoalan ini (pergeseran fungsi kepala keluarga) adalah ketika mereka memang memiliki penghidupan yang jauh dari Alkitab/firman Tuhan sehingga ego-ego rasa tanggung jawab dalam keluarga digunakan satan untuk mengeser fungsi ini dan seakan membatalkan firman Tuhan pada ayat2 di atas.

Keluarga yang dipersatukan Tuhan adalah keluarga yang satu secara prinsip roh sehingga fungsi2 setiap anggota keluarga adalah sesuai dengan yang disampaikan pada Firman Tuhan di atas.

SUAMI YANG JATUH
Pertanyaan bagaimana jika bapak/suami sebagai kepala disebuah keluarga tidak tunduk kepada Tuhan Yesus sebagai kepala? Contohnya seorang kepala rumah tangga yang pemabuk, bejat, penjahat, dll (jatuh dalam dosa), apakah kita tunduk kepadanya?

Pertanyaan untuk pertanyaan ini adalah apakah kita mungkin menjadi satu roh (roh-roh) dengan bapak/suami yang seperti ini sebagai sebuah keluarga. Jawabnya adalah Tidak, secara rohani bapak/suami seperti ini adalah telah mati (MATI SECARA ROHANI). (lebih tegas lagi pada, Luk. 12: 53)

Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan menghadapi hal seperti ini? Karena ia telah mati secara roh maka kita berhak mengatakan tidak secara roh kepada pemimpin seperti ini. Dan untuk menghadapi pemimpin keluarga yang telah mati secara roh, apa yang sebaiknya kita lakukan? Kita harus BEKERJA SAMA SECARA ROHANI MELALUI GEREJA, sehingga gereja akan membantu memberikan suplaian Roh Tuhan melalui persekutuan dan memberikan TUMPANGAN ROH (didoakan, berikan sentuhan firman Tuhan, nasihat, dll) agar pemimpin roh keluarga ini bertobat dan rohnya/rohaninya dapat dihidupkan kembali.

Inilah salah satu fungsi Gereja (Roh-roh) yaitu untuk menghidupkan kembali roh manusia yang mati (jatuh kedalam dosa) melalui pertobatan. Prinsif roh ini memungkinkan keluarga tidak perlu harus bertengkar, menghujat atau memaki sang pemimpin keluarga yang mengakibatkan kita jatuh pada dosa yang baru, jadi sebaiknya ia diserahkan saja kepada gereja, agar gereja memberikan tumpangan Roh-roh kepada bapak/suami tersebut.

Jika Gereja gagal??, ini suatu pertanyaan yang sangat kompleks, karena kita akan bertanya lagi mengapa gereja gagal?.

Walau bagaimanapun dalam kondisi ini maupun kondisi transisi ataupun gagal fungsi gereja melalui sekerja gereja mengambil alih fungsi pemimpin rohani ditengah sebuah keluarga sebagai system rohani yang lebih besar di dalam sebuah system rohani yang lebih kecil yaitu keluarga, hingga system rohani dalam sebuah keluarga menjadi normal kembali.


Bagai mana dengan Suami yang Tidak Setia
Dalam perkumpulan di gereja kita juga dapat menemukan beberapa anggota jemaat yang memiliki latar belakang yang tidak setia kepada keluarga. Tidak setia dalam arti mereka yang pernah meningalkan istrinya, atau istri dan anaknya dan hidup bersama istri yang lain, atau bahkan masih memiliki istri simpanan.

1 Petrus 3;7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Lelaki yang tidak setia kepada isterinya doanya terhalang, wah sangat mengerikan sekali. Lain kali kita lanjutkan