INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Saturday, October 18, 2008

Apakah Tuhan adalah Hakim kita? (sebuah kasus contoh hal seorang pemabuk)

Bro in Christ : Bode Haryanto Tarigan, Tainan Taiwan
Suatu diskusi yang melebar akan hubungan kita dengan Tuhan, dimana ketika kita telah berada didalam sistem Tuhan apakah Tuhan sebagai Hakim kita? (dirangkum dari pendapat pribadi pada diskusi di milis GBKP).

Adalah seorang yang suka mabuk-mabukan. Secara organisasi resmi dia adalah seorang Kristen, terdaftar disebuah gereja. Pada awalnya pemabuk ini mungkin mengalami suatu masalah, namun ia tidak berusaha menyelesaikan masalahnya dengan bersekutu lebih kuat lagi di dalam Tuhan, atau dalam penghidupan gereja. Ia malah larut didalam kebiasaan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Jika dia hanya mabuk saja, mungkin ia saja yang menangung resiko bagi dirinya, namun pada umumnya orang yang suka mabuk akan mengakibatkan kesusahan bagi orang lain bahkan mengakibatkan keinginan yang aneh-aneh yang menjadi sumber dosa.

Seorang yang sadar, jika ia mengarahkan jiwanya (pikiran, keinginan, semangatnya) kepada keinginan roh, maka ia akan memiliki pikiran, keinginan dan semangat yang bersatu dengan keingina roh, dan menghasilkan buah-buah roh yaitu kasih, sabar, damai dst. Bagaimana dengan seorang yang mabuk, apakah dia dapat mengarahkan pikiranya keinginanya kepada roh? Apakah dengan mabuk dia dapat membawa damai, lebih sabar atau malah dia akan tertidur diparit hingga tidak sadarkan diri karena sangkin mabuknya.

Apakah orang seperti ini mengasihi Tuhan?

Misalkan seorang yang sedang mabuk-mabukan (artinya adalah negatif), kemudia saat itu dia mengendarai motor, lalu terjadi tabrakan dan akhirnya dia meningal dunia dalam tabrakan itu. Apakah itu karena Tuhan? Apakah Tuhan ikut campur dalam rancangan kematiannya? Sulit untuk menjawabnya. Namun apakah dia berada didalam sistem Tuhan yang kudus di saat dia mabuk? Tuhan yang maha kuasa pasti tahu akan hal itu, karena nyawa manusia adalah milik Tuhan, tapi mengapa itu terjadi? Mengapa Tuhan membiarkan semua itu terjadi? Atau apakah itu bukan kesalahan dia sendiri, kenapa dia tidak mengasihi dirinya sendiri? Mengapa dia mabuk bawa motor? Lalu untuk apa sebenarnya mabuk-mabukan?

Alkitab mengatakan" pendusta jika kamu berkata mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan, namun saudaramu yang kelihatan kamu tidak dapat mengasihinya”. kalau kita analogkan" pendusta jika kamu mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan kalau dirimu sendiri saja kamu tidak dapat mengasihinya. Jadi sesunguhnya si pemabuk tadi tidak mengasihi Tuhan, karena dia tidak mengasihi dirinya, sehingga saat mabuk bawa motor dan tabrakan lalu mati, maka sesunguhnya dia berdusta kalau dia mengasihi Tuhan.

Orang seperti itu sebenarnya sudah DUA KALI MATI, mati secara rohani, karena tidak lagi mengikuti kehendak Tuhan (mabuk-mabukan) , lalu mati secara jasmani (meningal dunia tabrakan). Ketika manusia melakukan perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, apakah dia masih berada di dalam system Tuhan yang Kudus.

Untuk masuk kembali kedalam sistem Tuhan, paling tidak dia harus mengaku dosa didalam hatinya, dan minta ampun pada Tuhan atas pebuatannya, kemudian rohaninya di hidupkan kembali, namun sayangnya dia sudah keburu mati.

Maksud hal mati secara rohani, sama seperti ADAM DAN HAWA, ketika TUHAN berperintah, “kalau kau makan buah pohon yg ditengah taman ini ( pohon pengetahuan), maka pada hari itu juga engkau akan mati”. Sesunguhnya yang mati adalah rohaniah/batiniah (spirit) manusianya tetapi jiwa dan badannya tetap hidup (soul and body). Demikianlah Adam dan Hawa, dia melangar perintah Tuhan dia mati secara rohaniah di hadapan Tuhan tetapi tetap hidup secara jiwa dan daging.

Jadi ketika kita melakukan perbuatan yang melawan kehendak TUHAN yang KUDUS, maka secara otomatis kita mati secara rohani, kita keluar dari Sistem Tuhan, masuk ke sistem dunia melulu. Namun karena kita pada dasarnya sudah percaya Yesus, maka ketika kita mengaku dosa dan memohon ampun pada Tuhan, kita masuk lagi kedalam system Tuhan yang kudus itu.

Apa yang di alami contoh ini yaitu si pemabuk (ya mungkin saja karena dia mabuk dia melakukan banyak dosa-dosa yang lain), dia belum sempat bertobat/atau mengaku dosa udah keburu mati didalam system dunia.

Apakah dia dipangil Tuhan

Menurut Alkitab; orang yang dipanggil Tuhan adalah orang yang berkenan kepadanya, Jika ada seorang mati karena mabuk-mabuk lalu ditabrak motor, apakah hal seperti itu karena Tuhan memangilnya dan berkenan kepada Tuhan? Saya pernah membantah istilah, semua orang mati dipangil Tuhan, yang sering di pakai orang kristen untuk menyebutkan istilah kematian. Padahal apa benar dipangil oleh Tuhan kalau seorang itu berada diluar Tuhan walaupun dia Kristen.

Hal kematian seorang Kristen

Kematian adalah keuntungan kata Paulus, karena apa? karena hidupnya adalah Kristus. Kenapa Paulus berani mengatakan hal itu, karena dia selalu menghidupkan hubungannya dengan Tuhan. Rasul Paulus adalah patner Tuhan, Paulus dan Tuhan bekerjasama didalam menyampaikan kehendak Tuhan akan keselamatan bagi dunia ini.

Bagaimana dengan pemabuk tadi? Apakah dia menghidupkan hubungannya dengan Tuhan? Kemungkinan ternyata pada saat itu dia bukan sebagai patner Tuhan, tetapi sebagai patner dunia (atau objek dosa). Dan hal inilah yang sulit untuk kita ketahui apakah orang itu sedang menghidupkan dan menjaga manusia rohaninya (kerohaniannya) atau tidak, ketika dia harus mati secara fisik.

Demikianlah kepada kita orang percaya, jika ada terjadi sesuatu kepada kita, walaupun mungkin datang bencana atau penyakit dan lain-lain menimpa kita dan walaupun kita harus mati, yang penting kita sedang berada di dalam Tuhan. Artinya begitulah kematian itu terjadi secara fisik namun tetap hidup secara rohani.

Tentunya Tuhan tidaklah menjadi Hakim bagi orang yang berkenan kepadanya, bahkan kita akan mendapatkan kemuliaan dari Tuhan hingga di keabadian yang akan datang (New Jerusalem). Tuhan adalah menjadi hakim bagi orang yang perlu dihakimi, bagi orang yang tidak setia, mereka yang menafikan darah Yesus.

Yakinlah bahwa bagi orang yang berkenan, Tuhan bukan menjadi Hakim tetapi patner (maksudnya bukan patner untuk menghakimi, tapi patner untuk menyampaikan kabar suka cita, kasih, lemah lembut keseluruh dunia). Bahkan MERAJA bersama Kristus dimasa seribu tahun. Beribu-ribu orang kudus akan turun dari surga, dan semua itu adalah patner Tuhan demi menyelengarakan kerajaanNya.

Bagi kita yang berada diluar kehendak Tuhan seperti si pemabuk tadi, saatnya bagi kita untuk diselamatkan, sehingga dapat menjadi pemenang bersama Kristus. Setiap orang kristen seharusnya adalah sebagai subjek, ketika kita bekerja sebagai Pdt, Pt/Dk pengurus organisasi atau Panitia, kita adalah subjek, karena kita sedang bekerjasama dengan Tuhan. Manusia dan Tuhan sebagai patner. Tetapi ketika manusia itu jatuh dan berbuat kesalahan yang disengaja dan meninggalkan Tuhan dia menjadi objek bagi kejahatan atau kesalahan yang dia buat sendiri. Persoalannya kita mau menjadi subjek atau menjadi objek?

MENGUTAMAKAN KASIH

Saudara dalam nama Tuhan Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Tainan Taiwan

Suatu diskusi bagaimana menghadapi kesalahan yang terjadi ditengah pelayanan digereja (dikepanitiaan) yang dilakukan oleh seorang pejabat Gereja. Apakah yang seharusnya kita lakukan? (dirangkum dari pendapat pribadi pada diskusi di milis GBKP).

Dalam hal melihat permasalahan yang terjadi digereja tentunya kita tetap tidak dapat lari dari HUKUM KASIH. Selain itu tentunya kita meminta Tuhan memberikan kebijaksanaan bagi kita (gereja) agar semua persoalan tersebut dapat menyenangkan hati Tuhan. Pengambilan setiap tindakan didalam Gereja sebaiknya juga memperhatikan dampak negative yang mungkin terjadi akibat keputusan yang diambil terhadap sekerja gereja dan juga jemaat. Hal ini sangat penting mengingat keberagaman latarbelakang jemaat didalam mengenal Tuhan Yesus yang penuh kasih itu.

Permasalahan-permasalahan yang timbul tentunya harus dapat dilihat secara kasus-perkasus, apakah sampai bertentangan dengan prinsif rohani, misalnya mereka yang melakukan pemurtadan/pindah agama, bertentangan dengan firman Tuhan, misalnya melakukan tindakan (dosa) yang akan membahayakan bagi kehidupan berjemaat misalnya beristri dua, suka berzinah dan judi (menjadi contoh yang negatif). Atau bentuk kesalahan lain yang terjadi karena kesalahan PROSEDURE didalam aktifitas gereja seperti sebagai panitia dalam berbagai kepanitiaan, pelayanan dan interaksi-lainnya dalam rangka melakukan pelayanan.

Dalam bahasan kali ini adalah terkait dengan terjadi karena kesalahan PROSEDURE didalam aktifitas gereja seperti sebagai panitia dalam berbagai kepanitiaan, pelayanan dan interaksi-lainnya dalam rangka melakukan pelayanan. Bentuk-bentuk kepengurusan atau kepanitiaan digereja juga tidak selalu berhubungan dengan urusan Gereja secara rohani (bible study, PA, PI, Kunjungan orang sakit dll), namun banyak juga kegiatan gereja secara organisasi (pembangunan gereja, panitia seremonial, kegiatan oleh raga, dll), walaupun pada dasarnya membangun gereja (manusianya) tersebut secara keseluruhan.

Dalam hal pelayanan dalam kepanitiaan di runggun atau gereja umumnya ada hal-hal yang s harus kita ingat diantaranya bahwa:
1. Bekerja digereja adalah sebuah pelayanan (menjadi pelayan) dan ini bukanlah hal yang mudah untuk membentuk karakter seperti pelayan (melayani).
2. Bekerja dengan upah dari surga adalah sebuah bentuk aktifitas dimana kita dengan keyakinan kita bahwa Tuhan akan memberikan upah bagi kita di surga (harta surga).
3. Belajar mengandalkan Kasih dan kesabaran, pada umumnya kepengurusan/kepanitiaan akan menghadapi banyak kendala didalam melakukan berbagai aktifitas, sehingga kita terkadang akan merasa jengkel dan kecewa. Jika kita menjadi pemenang sesunguhnya disaat itulah kita akan diajari menjadi lebih kasih dan sabar (salah satu cara).
4. Pekerjaan digereja adalah bagian yang sensitive yang menuntut kita harus bersih dan sempurna dimata jemaat (kelihatan alim, sopan, santun, beradat dll), padahal apa yang kita hadapi dalam kehidupan kita mungkin saja membuat kita dapat terjebak dalam berbagai permasalahan. Hal-hal tersebut menjadi sensitive bagi pelayanan kita, sehingga didalam pelayanan kita dituntut mawas diri dan kelihatan sempurna, artinya kita akan semakin tergantung kepada Perlindungan Tuhan.
5. Dan di GBKP tidak ada kriteria khusus bagi mereka yang ingin terlibat didalam gereja, namun tentunya tidak melakukan hal-hal yang melangar peraturan Gereja, sehingga gereja seperti GBKP sesunguhnya membuka peluang akan hal senegatif apapun terjadi. Disisilain juga memberikan peluang bagi siapa saja untuk merasakan pekerjaan Tuhan dalam ketelibatanya di kegiatan gereja.

Untuk memulai sebuah pelayanan atau menjadi sekerja gereja sesunguhnya adalah tidak semudah yang kita bayangkan. Dari alasan di atas, menunjukkan ada banyak hal yang dapat membuat kita gagal untuk membentuk diri kita sebagai pelayan, dengan mengandalkan iman percaya kita yang dikalahkan oleh faktor keegoan manusia/kita bisa saja memuncak, apalagi di awal-awal kita melayani (bekerja untuk gereja). Untuk itu, sesunguhnya kita bersyukur oleh karena masih ada orang yang mau bekerja sebagai panitia di gereja.
Dalam berbagai kepanitiaan, sebagai panitia digereja tentunya akan sejalan dengan bertambanhnya kesibukan kita ditengah kesibukan dalam pekerjaan kita sehari-hari. Dalam mengisi tanggung jawab sebagai panitia, akan keaktifan kita (waktu), kontribusi akan ide-ide kita (pikiran) dan juga pegeluaran kita yang bertambah seiring dengan bertambahnya tangung jawab kita (dana), terkadang juga dapat terjadi kesalahan lain, sebagai contoh biasanya terkait dengan laporan pertangung jawaban keuangan panitia. Hal ini sering terjadi ditengah kepanitiaan dimana panitia tidak dapat mempertanggung jawabkan sejumlah uang dalam kepanitiaan. Lalu bagaimana kita merespon hal ini?

Seorang pengurus gereja melakukan kesalahan, dan ternyata bahwa kesalahan itu dapat dibuktikan bahwa benar terjadi kesalahan. Lalu bagaimana respon kita? Mungkin respon kita adalah sangat beragam. Seperti diskusi di milisGBKP, pada dasarnya sebagian besar menuntut agar ditindak tegas, dengan harapan jangan terulang lagi. Tapi apakah respon kita sudah mempertimbangkan hal-hal yang membuat seseorang itu, menjadi semakin kuat dalam pelayanan atau malah akan mematikan keinginannya untuk melayani. Disinilah kita harus belajar mengimplementasikan Kasih yang telah kita kenal itu. Apakah tindakan tegas itu memberikan keuntungan bagi Tuhan atau tidak? Jika kita mengacu kepada yang abadi, yaitu kasih maka hal-hal yang tidak abadi seperti itu bukanlah sebuah perkara yang penting.

Apakah keuntungan bagi Tuhan? Keuntungan bagi Tuhan adalah gereja yang semakin teguh, gereja yang saling meneguhkan. Kehilapan yang dilakukan didalam pelayanan gereja tersebut sesunguhnya hanya bersifat prosedural saja, bukan hal yang prinsif yang dapat merusak sistem Tuhan didalam gereja. Kebijaksanaan didalam mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah seperti ini haruslah untuk menyenangkan hati Tuhan. Ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan diantanya:

1. Resistensi Jemaat dalam menerima hal-hal negative yang dilakukan oleh sekerja gereja mungkin akan berdampak lebih negative dibandingkan persoalannya itu sendiri, dalam arti apakah hal sedemikain tersebut jika disampaikan secara terbuka/dimomokan kepada jemaat tidak akan menjadi seperti virus yang mudah menyebar, yang dampaknya bisa beragam dan sulit untuk di prediksi, karena kedewasaan jemaat tidak sama, apakah tidak lebih baik diselesaikan secara tertutup dan hanya diketahui oleh orang2 tertentu dari pada secara terbuka yang berdampak domino bagi jemaat.
2. Apakah ini tidak akan menimbulkan luka yang dalam (akar pahit) bagi individu tersebut dan keluarga di tengah gereja?
3. Apakah tidak menimbulkan kekecutan jika ada seorang lain yang ingin belajar melayani misalnya didalam kepanitiaan, ia belajar meluangkan waktunya, pikirannya dan dananya, namun belum siap secara pribadi menerima kritikan yang terbuka.
4. Apakah dalam hal-hal seperti inilah kita sesungguhnya dapat untuk saling menguatkan namun bukan untuk saling menjatuhkan. Katakan kalimat ini dengan tulus untuk beliau itu, "Kami mendoakan saudara akan tetap kuat dan diberkati Tuhan", malah mungkin ia akan merasakan aliran KASIH, sehingga beliau lebih giat lagi dalam melayani dimasa kedepan.
5. Dan yakinlah, jika sekerja Tuhan itu melakukan kesalahan yang ia sengaja, namun kita mendekatinya dengan kasih, maka kemungkinan besar ia akan bertobat dan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk Tuhan di masa yang akan datang. Namun jika dia tidak menyesal, sesunguhnya dia sedang mendustai Tuhan, dan tentunya hak Tuhan memberikan pengajaran bagi orang yang mendustai Tuhan. Namun paling tidak kita jangan jatuh kedalam dosa-dosa baru akibat dari dosa yang dilakukan saudara kita yang sedang jatuh.
Dengan mengutamakan Kasih sesunguhnya kita sedang Menyenangkan hati Tuhan. Didalam pekerjaan pelayanan sesunguhnya kita sedang melayani Tuhan Yesus. Barang siapa yang melayani Anak (Tuhan Yesus), mereka dihormati Bapa (YAHWEH), itu dikatakan didalam Yohanes. Betapa suka citanya kita, TUHAN YAHWEH menghormati kita. Luar biasa bukan.

Thursday, October 2, 2008

APAKAH DILUAR KRISTUS TIDAK MEMILIKI KESELAMATAN

By saudara di dalam Yesus
Bode Haryanto
Tainan Taiwan

Ini adalah sambungan dari pembahasan masalah keselamatan dan perbuatan baik di Milis GBKP


Sebagai seorang manusia biasa dan terbatas dan menurut pengalaman rohani sejauh ini, saya kurang setuju jika diluar kekristenan (dasarnya KRISTUS) otomatis tidak memiliki kesempatan untuk selamat dunia akhirat. Karena Jauh sebelum Yesus, dimana Abraham, Musa, Enoch, Noah, Elia memiliki hubungan yang khusus dengan Tuhan mungkin banyak lagi yang lain, namun hanya mereka yang tercatat di dalam alkitab. Lalu bagai mana dengan diluar kekeristenan.
Contoh diluar kekeristenan adalah Budha, beliau mencari hadirat Tuhan, namun tidak menemukannya secara sempurna, apakah itu menjadi TAKDIRNYA TIDAK SELAMAT?, didalam KEKRISTENAN TIDAK MENGENAL KATA TAKDIR namun kebaikan Budha, berjuta kali melebihi kebaikan orang-orang yang mengaku kristen. Lalu dari mana sumber kebaikan itu? Apakah ada tuhan lain?
Menurut saya Kebaikan sang Budha itu bersumber dari Tuhan yang dicari-cari Budha namun tidak dapat mendefinisikannya dengan benar. Tuhan adalah sumber kebijaksanaan (Wisdom). Jauh sebelum Roh Kudus didefenisikan pada hari pentakosta, Roh Kudus sudah bekerja kepada orang-orang yang berkenan kepada-NYA, dan mungkin salah satu adalah Budha.
Jesus diwaktu masih didalam dunia kematian, Yesus mengembara kepenjara-penjara secara rohaniah, ada yang menafsirkan bahwa Roh Yesus menemui semua orang-orang terkemuka alkitab dan dihadapan Tuhan yang hidup didalam kurun waktu sebelum kedatangan Yesus kedunia (dalam rangka mengenapi) untuk di Tahirkan dan kudus mungkin saja disana ada Budha, siapa yang tahu? hanya Tuhan yang tahu.
HAL PERBUATAN BAIK DAN UPAH DISURGA. Mungkin kita belum pernah membaca buku tafsiran KRISTALISASI WAHYU. Dalam buku itu dituliskan bahwa Kaum Kudus akan Meraja bersama Kristus di masa 1000 Tahun. Yang meraja itu adalah mereka yang TERANGKAT ataupun mereka yang bertahan didalam Kristus saat datangnya masa Antikris ditambah kaum terkemuka didalam alkitab bahkan mungkin ditambah kaum Yahudi (karena Tuhan itu Ya dan Amin, sekali Ya tetap Ya, dan Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, tentunya Yahudi yang berkenan di hadapan Tuhan).
Dalam Alkitab dikatakan bahwa Tuhan akan turun dari langit bersama beribu-ribu kaum kudus. Persoalannya siapakah mereka itu semua? Siapa yang beribu-ribu itu (mungkin saja salah satu Budha)? Siapa yang terangakat itu? dan Siapa yang bertahan itu? Semua mereka akan MERAJA BERSAMA KRISTUS SELAMA 1000 Tahun. INILAH YANG DISEBUT KAUM PEMENANG HINGGA AKHIR.
Lalu bagaimana dengan KRISTEN yang tidak terangkat, tidak bertahan, dan yang mati sebelum kedatangan Tuhan sebagai hakim, semua mereka akan dihakimi, yang mati dihidupkan dan untuk dihakimi, Semua KRISTEN YANG MODEL INI, akan rugi karena tidak meraja bersama Kristus. Kristen model ini akan menderita seperti dari dalam api selama 1000 tahun, tetapi tidak ada lagi kematian kedua bagi mereka, karena mereka akan dipulihkan selama dalam proses pengkudusan 1000 tahun, dan bersama-sama dengan KAUM PEMENANG HINGGA AKHIR ITU masuk kedalam ke abadian yang akan datang yaitu New Jerusalem. Namun tetap ada KERTAK GIGI BAGI orang kristen tetapi tidak setia, walaupun akhirnya diselamatkan. Jadi jangan kita kira kita selamat-selamat saja tanpa ada kertak-gigi dan isak tangis, walaupun kita terima Yesus tapi kita tidak setia. Selamat tetapi tetap rugi.
Namun bagi orang yang Tidak menerima Yesus sama sekali? Ini urusan Tuhan, saya tidak mau memberikan komentar. Tetapi bagi mereka yang tidak menerima Yesus dalam alkitab bilang mereka akan dihidupkan untuk dihakimi dan dimatikan lagi yaitu kematian yang kedua, atau kematian kekal, ini kali yang disebut NERAKA.
Kalau kita lebih dalam mencermati hal penyelamatan itu sendiri didalam kekristenan dapat disimpulkan bahwa, keselamatan bukan tergantung Tuhan lagi, tetapi sudah tergantung kepada manusia. Kita mau selamat atau tidak, semua tergantung kita, bukan tergantung Tuhan, karena Tuhan Yahweh telah mengenapi di dalam Yesus Kristus. Kita sudah di merdekakan dan alkitab dan Yesus telah mengajarkan cara untuk selamat. Semua sudah digenapi di dalam Yesus, jadi silahkan mau ikut aturan main Tuhan atau mau ikut main aturan sendiri/dunia.
Karena penghakiman akan datang untuk orang yang perlu dihakimi, bukan untuk orang-orang yang melakukan kehendakNya. Kedatagan Tuhan sebagai Hakim adalah bagi mereka yang tidak dapat dipercaya yang menyalahkan arti kemerdekaan itu, Contohnya di alkitab HAL kerajaan surga seperti orang yang di berikan uang oleh penguasa/tuannya, ada yang bekerja untuk mengembangkan usaha tapi ada juga yang menyembunyikan uangnya. Pada akhirnya semua mendapat upah yg rajin dan juga hukuman bagi yang malas.

Monday, July 28, 2008

KESELAMATAN DAN PERBUATAN BAIK


Oleh: Bode Haryanto Tarigan. Saudara dalam Yesus. Tainan Taiwan

Ini adalah kumpulan pendapat pribadi dari diskusi mengenai KESELAMATAN DAN PERBUATAN BAIK, di milis http://www.gbkpyahoogroup.com/

Keselamatan paling sedikit dapat dibagi dua bagian yaitu keselamatan yang universal dan keselamatan yang khusus. Keselamatan universal adalah keselamatan yang dapat dirasakan sebagai wujud kebersamaan mahluk ciptaan Tuhan baik yang percaya atau beriman kepada kekuatan yang Ilahi maupun mereka yang tidak sama sekali. Kedamaian universal sendiri bertahan hingga saat ini adalah karena adanya kearifan mereka-mereka yang ingin merasakan keselamatan dan kedamaian dunia tetap terpelihara. Kekeristenan mengajarkan akan terwujudnya kedamaian dibumi seperti di surga, mencerminkan bagaimana kuatnya keinginan orang-orang Kristen yang percaya di dalam Tuhan sang pencipta lagit dan bumi untuk mempengaruhi dunia ini secara damai sehingga dapat dirasakan setiap orang secara menyeluruh diseluruh muka bumi ini.

Keselamatan khusus adalah keselamatan karena adanya kekhususan dan bersifat pribadi atau individual, misalnya keselamatan yang diperoleh didalam Yesus bagi orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat yang memberikan ANUGERAH KESELAMATAN bagi mereka yang percaya. Anugerah itu sendiri adalah karena Yesus yang tunggal dan didalam Dia, mereka yang percaya menjadi saudaranya dalam arti Tuhan Yesus telah melayakkan orang percaya memanggil Yahweh sebagai Bapa, hubungan antara sang pencipta dan ciptaan istimewanNya yaitu manusia menjadi sangat dekat/intim, sehingga manusia Kristen itu juga akan mendapatkan keselamatan didalam kehidupan yang kekal seperti yang telah dialami Yesus, yaitu Bangkit dari kematian (mengalahkan maut) dan meraja bersama Kristus didalam kerajaan surga, tentunya bagi mereka yang berkenan dihadapanNya.

Kita coba melihat, arah keselamatan yang ditawarkan di dalam alkitab yang harus kita imanni dan lakoni. Kekristenan merancang seseorang agar mengenal Yesus dengan baik dan benar sehingga dapat menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, lahir baru, hidup dan berbuah didalam persekutuan yaitu gereja, maka dapat dinyatakan sebagai berikut.
1. Keselamatan di dalam kekeristenan adalah MELAKUKAN KEHENDAK BAPA DISURGA. Apakah Kehendak itu: MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT nya (manusia pribadi lepas pribadi).
2. Lalu apa yang harus kita lakukan? PERCAYA (adalah sebuah proses pembelajaran akan dasar-dasar kekristenan agar seseorang itu percaya bahwa Yesus itulah Tuhan dan Juru Selamatnya), mengaku Percaya dan DIBAPTIS didalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, Lalu DIMATERAIKAN sah menjadi Anak Allah. Manusia yang telah PERCAYA (benar-benar percaya) dan dibaptis, maka TUHAN SENDIRI telah mematraikannya secara rohani. Disinilah tahap LAHIR BARU itu seharusnya terjadi.
Persoalannya istilah percaya lalu dibaptis inilah yang TIDAK MEMILIKI STANDAR PADA PELAKSANAANNYA DIDALAM PERSEKUTUAN. Pada kenyataannya banyak orang yg asal sudah mengaku imannya diangap percaya dan dibaptis, contoh saja yang sering terjadi bagi anggota gereja yang kepepet mau segera dikawinkan/diberkati digereja. Kebanyakan mereka hanya lulus secara administrasi gereja, apakah lulus secara rohaniah?
3. Setelah dibabtis hidup didalam persekutuan (gereja). Gereja adalah sistem yang sudah dirancang dan disiapkan Tuhan, untuk komunitas kristen untuk berproses, bertumbuh dan berbuah secara rohaniah. Proses betumbuh, dan berbuah secara individu itu seharusnya di mulai didalam gereja.
4. Berbuah didalam persekutuan menghasilkan buah-buah rohani, yaitu kasih, damai, suka cita, sabar dan seterusnya.
5. Menjadi terang dan garam bagi dunia artinya bukan saja di dalam persekutuan tetapi juga untuk kedamaian dunia. Mengalirkan buah-buah rohani kelingkungan sehingga lingkungan/dunia dapat merasakan pertumbuhan dan buah-buah rohani kita.

Harta Suarga dan Keselamatan yang otomatis menjadi milik kita.

HAL HARTA SURGA, bahwa apa yang kita lakukan sebagai buah-buah rohani kita adalah harta surga, harta inilah yang menjadi modal rohani kita masuk kedalam kerajaan rohani yaitu kerajaan surga. Kalau pernah mendengar menjadi anak raja dan anak kerajaan, maka semua itu bersumber dari harta surga sebagai modal rohani kita MERAJA bersama Kristus di dalam masa 1000 tahun (setelah masa penderitaan dan sebelum masuk ke keabadian yang baru New Jerusalem).
Kalau kita baca alkitab disana ada tertulis, DOSA yang mendatangkan MAUT, tetapi ada juga DOSA yang tidak mendatangkan Maut. Orang yang telah diselamatkan dapat kehilangan keselamatannya jika dia melakukan Dosa dengan mendustai ROH KUDUS, misalnya berpindah kepercayaan. Dosa ini bukan saja mendatangkan maut tapi kehilangan keselamatan, karena dia menafikkan darah Yesus darah perjanjian (tidak lagi mengakui kehendak Bapa, di dalam Yesus Kristus).
Yesus yang disalib dan di tombak dilambungnya mengeluarkan darah dan air, darah melambangkan penghapusan dosa dan air melambangkan keselamatan, namun kita menafikkannya sehingga kita mendustai Tuhan Yesus dan mendustai Roh Kudus. Dapat kita artikan, ketika kita pindah ke agama lain maka fungsi keselamatan telah berpindah dan RohKudus tidak lagi berada didalam hati kita, namun mungkin roh yang lain (ini menurut pemaham saya, karena prinsip berTuhan adalah prinsip roh, prinsip rohaniah).
Memelihara kekuatan gaib juga mendustai Roh Tuhan, pengabdi setan, adalah mereka yang bekerja sama dengan roh-roh lain, roh-roh yang diluar Tuhan, mereka adalah bersekutu dengan kekuatan lain yang bersifat roh, adalah mendustai Roh Tuhan (lain waktu kita bahas).
Dosa yang paling besar menurut pengalaman di alkitab adalah berzinah, berzinah adalah menempelkan benih dosa didalam diri kita sendiri. Konsekwensi perzinahan adalah kutuk, baik kepada dirinya maupun kepada keturunannya. Namun perzinahan di dalam alkitab seperti seorang jemaat di alkitab yang mengawini Istri bapaknya, Alkitab bilang TUBUH DISERAHKAN KE IBLIS TAPI ROHNYA (roh orang ini) TUHAN PELIHARA. Tentunya dosa perzinahan itu akan mendatangkan petaka baginya namun persoalan alkitabiah bukan hanya sekedar ketika dia masih bernafas saja, namun hingga kepada Jerusalem Baru. Keselamatan mungkin masih ada padanya namun persoalannya pasti saja dia akan memiliki harta surga yang sedikit, sehingga dia tidak punya modal MERAJA BERSAMA KRISTUS, atau malah dia menjadi Kristen yang rugi, karena akan mendapat hukuman 1000 tahun seperti dari dalam api, seperti kata alkitab.

Sebagai seorang kristen kita sesungguhnya sangat beruntung, karena kita telah berada didalam sistem yang selamat. Perbuatan adalah langkah pelaksanaan dari apa yang kita telah pelajari di dalam alkitab, seorang Kristen tidak akan menunggu kapan harus berbuat baik, tetapi otomatis berbuat baik. Perbuatan yang telah dilakukan Yesus selama hidupnya adalah teladan bagi kita untuk menyalurkan buah-buah roh kudus yang ada pada kita.
Maka perbuatan baik adalah bagian dari sistem kekristenan, berbuat baik yang di nyatakan oleh Tuhan Yesus sesuai dengan hukum taurat yaitu:
Hukum
1."Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.Hukum
2. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (ini bukan doktrin ini firman Tuhan Yesus yang menyangkut Hukum).
Alkitab menegaskan KEJARLAH KASIH, dibandingka hanya karunia-karunia, walaupun itu perlu. Didalam kekristenan kita telah dimerdekakan, untuk kebenaran, karena Roh Kudus yang ada didalam hati kita, memampukan kita untuk otomatis melakukan perbuatan baik. Didalam kekristenan perbuatan baik itu adalah bagian yang tidak terlepaskan. Apalagi jika dikaitkan dengan Wahyu, maka buah-buah roh kita (perbuatan baik kita) adalah harta surga yang kita miliki adalah modal kita untuk meraja bersama Kristus di kerajaanNya.
HAL KEMURTADAN
Kalau seorang yang Kristen(X) pindah agama karena jabatan atau karena motivasi sejenis, lalu pada akhir hidupnya ia berpindah lagi menjadi kristen hingga ia mati apakah dia selamat? Ini sulit untuk dijawab, namun sebagai pandangan pribadi saya memberikan beberapa masukkan: Apakah orang seperti ini tidak melangar Hukum 1."Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Alasan kedua adalah si X dibabtis tentunya telah percaya didalam Tuhan Yesus, mengaku dihadapan jemaat, lalu dibaptis atas nama BAPA dan PUTRA dan Roh Kudus dan di MATERAIKAN, menjadi anak Allah.
Lalau secara sadar, untuk kepentingan/motivasi dunia, dia berpindah agama/kepercayaan. Dalam arti dia melakukan pengubahan keimanannya (rohaniah) dalam arti mengaku dan bersaksi bahwa dia telah meninggalkan kristus dan masuk menjadi agama lain (agama yang tidak mengakui Bapa, Putra dan Roh Kudus). Jika kita analogkan maka dia akan mengalami pemateraian menurut nama tuhan x (tuhan lain), apakah dia tidak menghianati BAPA PUTRA dan Roh Kudus. Apakah ini bukan berarti harus cabut materai lama dan menempel materai baru?
Dengan berjalannya waktu, bertobatlah si X mungkin dimasa pensiun. Belajar lagi, mengaku percaya dan dibabtis kembali/dialoken dihadapan jemaat, tentunya dibaptis atas nama BAPA dan PUTRA dan Roh Kudus dan di MATERAIKAN, menjadi anak Allah. Secara manusia mungkin kita akan mengatakan bahwa Tuhan itu maha pengampun dan pemaaf, sangat wajar pernyataan itu, ini setimbang sengan kalimat, manusia itu penuh dengan kehilafan. Lalu apakah itu akan menjadi pembenaran untuk melakukan dosa bahkan dosa yang mendustai Roh Tuhan?

Yang pasti selama dia meninggalkan Kekristenan dia berada di luar sistem Tuhan, dan ketika ia ingin masuk kembali kedalam sistem itu ada harga yang harus dia bayar dan itu juga rahasia Tuhan yang tentunya sulit untuk dirumuskan apalagi siapa yang dapat menjamin orang seperti ini benar-benar setia di sisa hidupnya? Seperti kata alkitab, kita di ibaratkan sebagai bagian didalam sebuah Pokok Anggur, mungkin kita rantingnya. Kalau dia murtad, pasti tidak nempel lagi dipokok anggur itu, dia sama sekali beda dan bertumbuh dipokok lain. Apakah semudah itu seorang yang murtad menempel lagi dipokok anggur Tuhan Yesus? Hanya Tuhan Yesus lah yang dapat menentukannya.
Kalau dikaitkan Dengan Judas Iskariot Yesus bilang dia kembali ke nenek moyangnya, berarti dia keluar dari sistem keselamatan Tuhan, karena kembali kenenek moyang berarti kembali ke HUKUM KARMA (ajaran Budha), Kalau kita baca Judas juga didalam alkitab mengakui telah menjual Yesus darah yang tak bernoda. Tetapi apalah arti pengakuan tanpa pertobatan, toh Judas tetap kembali ke nenek moyangnya.

Pertobatan itu mahal harganya, sama seperti mantan pelacur yang mencuci kaki Yesus dan menghapusnya dengan rambutnya, Judas bilang itu kan mahal untuk apa dia melakukan itu. Tapi Yesus bilang dia melakukan ini (yang mahal) karena dia mengakui dosanya besar. Itu contoh orang yang berzinah, bagaimana dengan orang yang menjual Tuhan Yesus seperti Judas, jawabannya adalah kematian yang kekal. Menurut pendapat saya, mereka yang pernah murtad pasti harus benar benar bertobat dan membayar mahal, saya tidak dapat mengatakan dan membayangkan perbuatan macam apa yang dapat mengesahkan pertobatan ini.
Di ibrani di katakan 10 26-29; 26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. 27.Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka 28. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi 29. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? Tapi paling tidak kalau dia berobat, anak-anaknya masih bisa diselamatkan

Monday, June 16, 2008

Lahir Baru dan Reaksi Kimia Reversible

Bro. in His name: Bode Haryanto Tarigan, Tainan Taiwan

Lahir baru dapat didefenisikan sebagai suatu kondisi dimana seorang manusia melompat dari suatu kondisi lama ke kondisi baru secara rohaniah atau batiniah. Kondisi yang baru dimana seorang telah berubah secara batiniah mungkin dapat diartikan seseorang itu secara iman menerima sebuah keyakinan dan berkeinginan hal-hal yang berkaitan dengan iman tersebut terintegrasi didalam kehidupannya sehingga terjadi perubahan yang nyata sebagai hasil dari lahir baru tersebut. Secara singkat dapat dikatakan, berubah dan berbuah sesuai dengan imannya.

Tahap selanjutnya adalah bagaimana kita menjaga kondisi lahir baru ini akan tetap secara konsisten didalam lanjutan proses kehidupan kita secara individu (individual of process reliability). Bagaimana kita tetap konsisten dalam hidup bersama dengan suasana rohaniah dan terus-menerus menghasilakan buah rohaniah kita adalah sesuatu yang penting dan merupakan kondisi yang perlu di jaga. Lalu apakah kondisi yang perlu kita jaga tersebut?

Kondisi yang harus kita pelihara adalah suplaian rohani yaitu makanan rohaniah kita dari firman Tuhan yang setiap hari/setiap pagi kita baca sebagai renungan akan aktifitas kita sehari-hari. Firman Tuhan di pagi hari adalah kebangunan rohani kita setiap hari. Rohani yang di bangunkan oleh Firman Tuhan. Penghidupan didalam persekutuan adalah tempat kita membangun manusia rohani kita pada sesama dan mencurahkan buah-buah rohani kita, tempat kita bercengkarama secara rohaniah dengan saudara-saudari yang hidup lahir baru. Manusia-manusia rohaniah dalam persekutuan gereja akan secara otomatis menghasilkan buah-buah rohani kelingkungannya, menjadi terang dan garam bagi dunia.

Jika kita umpamakan A adalah manusia itu dan B adalah sesuatu yang menjadikan si A itu menjadi lahir baru A' dan menghasilkan buah yaitu C maka secara reaksi dapat di tampilkan sbb:

A + B ----------------------------> A' + C ....................1.

Tetapi pada kenyataanya manusia itu sering jatuh dan jatuh, manusia tidak bisa mempertahankan kondisinya sebagai A', namun terkadang harus kembali dari nol (mati/hilang atau lenyap), atau paling tidak kembali kekondisi A. Dapat disimpulkan bahwa kondisi reaksi 1. yaitu reaksi irreversible (tidak dapat balik) itu adalah kurang tepat, namun yang lebih tepat adalah reaksi reversible (dapat balik/bolak-balik).

A + B <============> A' + C ....................2.

Persamaan reaksi 2 ini jelas menunjukkan bahwa si A' yang telah lahir baru itu dapat jatuh dan kembali ke A, dan tentunya dapat balik kembali ke A' jika dan hanya jika B masih tetap berada di sebelah kiri persamaan 2 di atas.

Treatement Rohani = Kondisi Reaksi
Jika kita cermati sisi kiri dari persamaan kimia di atas menunjukkan adanya kondisi operasi yang memungkinkan si A bereaksi dengan B dan berubah menjadi A'. Secara kekristenan perubahan itu dikarenakan kita percaya dengan sesungguhnya secara rohani atau batiniah, lalu dibaptis dan di materaikan sehingga mengalami lahir baru. Jika B didefenisikan sebagai BENTUK pengajaran akan firman Tuhan, dengan berbagai treatmen/latihan seperti belajar firman Tuhan, saat teduh, berdoa, menyeru nama Tuhan, mendoa bacakan firman Tuhan, yang diberikan/dilakukan kepada si A yang merupakan upaya yang dapat menciptakan perubahan menjadi A'.

Dapat dikatakan untuk mengalami perubahan menjadi pada kondisi A' itu adalah kondisi dimana seseorang telah mengalami perubahan hal pengenalannya akan Tuhan, menjadikan A' adalah manusia yang telah menikmati firman dan bahkan mengalami firman Tuhan itu sendiri dengan hasil sampingnya adalah C yaitu buah-buah pengenalan akan Tuhan yaitu buah-buah Roh, kasih, damai dan sukacita. Jika seseorang melakukan perbuatan dosa maka mungkin ini dapat didefenisikan sebagai sebuah pertobatan dan kembali lahir baru.

Dalam reaksi kimia dikenal dengan Energy Aktifasi (Ea), yaitu energi minimal yang diperlukan hingga terjadi reaksi. Untuk dapat melampaui Ea maka dilakukan beberapa treatmen misalnya dengan mengaduk (sterrer), menaikkan temperatur (T) bahkan menambahkan katalis.

Katalis adalah zat yang ditambahkan kepada reaksi agar kecepatan reaksi semakin besar, karena katalis dapat menurunkan energi aktifasi Ea. Jika kita asumsikan D adalah katalis, maka katalis akan membuat jalur baru ( new pathway) pada tahapan reaksi misalnya dengan A -----> AD, yang mana kondisi ini lebih memudahkan A untuk berinteraksi dengan B menghasilkan/menjadi A'.

A + B + D <======> AD + B <==========> A' + C + D..........3

(http://en.wikipedia.org/wiki/Catalyst)

Dalam penghidupan gereja, kita dapat katakan bahwa si D adalah fungsi dari Roh Kudus, dalam arti Roh Tuhan yang telah bekerja kepada orang-orang yang berada di dalam gereja, Pdt. Pt/Dk, Jemaat yang mampu menunjukkan buah-buah rohnya, menunjukkan kasih dan sukacitanya, semua itu merupakan katalis bagi seseorang untuk mempercepat apa yang sedang ia pelajari dan treatmenkan kepadanya adalah sesuatu yang rill, kasih adalah riil, suka cita juga rill, aktifitas rohani yang riil ditengah gereja.

Kalau kita perhatikan reaksi 3 maka sesuai dengan prinsip Katalis, yang ikut bereaksi namun tidak ikut terkonsumsi sebagai produk (ini adalah defenisi fungsia katalis : bahan yang ikut bereaksi tetapi tidak terkonsumsi menjadi produk), berarti D sebagai kuasa Roh yang merupakan buah-buah roh yang mengalir dari kaum kudus (Pdt, Pt/Dk dan jemaat) dari mereka yang berada di sekitar gereja itu tidak akan pernah habis, D atau katalis itu akan terus dapat digunakan dan berguna untuk manusia-manusia yang lain yang ingin mendapatkan keselamatan didalam lahir baru. Buah-buah roh itu sunguh sebuah katalis bagi percepatan seseorang lahir baru didalam gereja. Dan buah-buah roh itu adalah harta surga yang kekal adanya.

Tahukah kita bahwa dalam sebuah reaksi kimia, penggunaan Katalis dapat mempercepat lebih dari exp 6 (eksponen 6) kali lebih cepat dari reaksi dengan tanpa katalis. Jika kita analogkan bahwa contoh-contoh kasih yang dapat disaksikan oleh mereka-mereka yang sedang dalam reaksi menuju lahir baru akan sangat effektif ketimbang teori-teori dari pengajaran melulu.


Menjaga Kondisi Reaksi.
Reaksi persamaan 1 yaitu reaksi ke arah kanan (hasil) adalah kondisi awal dari semua jenis reaksi, namun pada umumya apabila tercapai kesetimbangan reaksi, jumlah A+B = A'+C maka akan akan cendrung ke arah reaksi bolak-balik (2) namun kondisi ini tetap dapat direkayasa agar tetap kearah kanan (hasil) dengan melakukan cara yaitu:

1. Senantiasa menambahkan B pada reaktan (reaktan = zat yang direaksikan/sebelah kiri) sehingga reaksi pembentukan A' + C terus berlangsung. (A+B>A"+C), dan diikuti dengan langkah kedua.

2. Senantiasa menarik C (hasil) dari sisi kanan reaksi sehingga pembentukan terus berlangsung ke kanan karena A+B>>A"+C.

dari:
A + B ----------------------------> A' + C ....................1.

ke:
A + B <============> A' + C .......................2.

dikendalikan kembali ke 1.
A + B ----------------------------> A' + C ....................1.

Jika kita analogkan dengan penghidupan rohani seorang yang telah lahir baru, maka untuk mempertahankan ke arah reaksi sebelah kanan (hasil), seharusnya kita terus menerus, senantiasa menambahkan (B) Firman Tuhan, saat teduh, bersekutu dalam doa, belajar PA dan belajar. Selanjutnya diikuti dengan melepaskan hasil dari lahir baru itu (C) yaitu kasih damai sukacita ke lingkungan sehingga arah reaksi terus kearah kanan.

Kesimpulannya
Manusia Kristen A berubah menjadi manusia yang lahir baru A' adalah manusia yang hidup didalam kuasa Roh Tuhan sehingga menghasilkan buah-buah rohani, untuk mempertahankan, menumbuhkan dan menghasilkan dalam proses lahir baru dan sepanjang hidup haruslah kita terus menerus mendapat suplian firman Tuhan, berdoa dan memuji Tuhan dan bersekutu/ hidup didalam persekutuan (B), dan terus menerus mengalirkan hasilnya yaitu kasih damai dan sukacita (C) ke lingkungannya. Buah-buah roh yang di tunjukkan didalam persekutuan/gereja oleh Pendeta, Pt/Dk serta jemaat adalah katalis bagi mempercepat seseorang diproses menjadi lahir baru, karena melihat buah-buah roh itu riil didalam persekutuan.

Namun Manusia tentunya tidak dapat di identikkan melulu seperti reaksi reaksi kimia, ini hanyalah sebuah analogi dari Model Reaksi Kimia yang telah ditemukan dan dipakai dan ternyata cukup menarik untuk diaplikasikan kekehidupan kita khususnya hal lahir baru. Tuhan menciptakan semua, yang hidup dan yang mati, Tuhan melihat itu semua sempurna dan singkron. Analogi diatas adalah jauh dari sempurna, namun memiliki arti yang tidak hanya secara iman namun juga logika pengetahuan.

Semua demi kemuliaan nama NYa.

Thursday, April 24, 2008

Tuhan Melihat Hati (back to bible)

bro in His name: Bode Haryanto Tarigan
Tulisan ini mengajak teman-teman di GBKP yang selalu mengkeritik gereja traditional seperti GBKP, HKBP dan sejenisnya untuk lebih bijaksana. Saya hanya mencoba membawa cara pandang alkitab akan gereja-gereja yang ada, dan semoga saja kita lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam memberikan kritikan dan saran, dan semoga semua itu adalah karena motivasi kita yang cinta Tuhan Yesus dan demi membangun gereja yang kita cintai.
TUHAN MELIHAT HATI (back to Bible) telah dipublis di web. GBKPyahoogroup.com

Apakah Tuhan mengenal GBKP, HKBP, GKPI dll itu, kharismatik, orthodox, katolik dan lain2nya itu? Ya tentu saja Tuhan mengenalnya, tetapi yang dikenalnya adalah manusianya yang adalah batu rohani didalam gereja-gereja tersebut. Ingatlah Tuhan mengenal kita pribadi-lepas pribadi, Alkitab bilang, Hati Manusia adalah Pelita Tuhan. Tuhan mengenal hati kita pribadi lepas pribadi.

Walaupun semua merek diatas menyatakan adalah bentuk gereja, namun yang utama adalah orang-orangnya yang ada di dalam gereja tersebut. Karena gereja itu adalah manusianya bukan organisasinya. GBKP tidak menyelamatkan saya dan anda tetapi Tuhan Yesus yang menyelamatkan.
Alkitab katakan kita adalah bangunan rohani gereja yang sesungguhnya, jadi siapa dan apapun jabatan kita di gereja saat ini, jika kita tidak melakukan kehendak Tuhan, maka kita bukan bangunan rohani itu, kita bukan bagian dari gereja rohani, namun mungkin kita bangunan dari gereja yang oraganisasi melulu.

Namun demikian, alkitab sendiri mengatakan ada 7 jenis gereja yang macam-macam tingkah polahnya, dari gereja yang telah hilang/punah, gereja yang berkenan hingga gereja yang jatuh (wahyu 2-3). Jadi jangan heran kalau didunia ini anda mendapatkan berbagaimacam model gereja, itu sudah sesuai dengan kata alkitab.

Manusianya bisa saya kamu, pendeta, pastor hingga paus sekalipun yang menyelamatkannya adalah Tuhan Yesus bukan gereja2 yang disebutkan diatas. Jadi yang utama adalah bagaimana hubungan anda dengan Dia yang menyelamatkan anda. Orang-orang yang diselamatkan adalah orang yang dapat menjaga hubungannya dengan Tuhan Yesus didalam kekudusannya, selain itu akan dihakimi dahulu kemudian diselamatkan juga tetapi setelah masa penghukuman 1000 tahun, dan tidak ikut meraja bersama Kristus selama 1000 tahun sebelum masuk ke masa Jerusalem Baru (New Jerusalem) (baca wahyu).

Namun saya bersyukur mengenal Yesus melalui GBKP, karena saya sudah mendapatkan diri saya sebagai seorang kristen, walaupun dalam pengenalan saya mengembara ke banyak organisasi gereja, dari yang sunyi senyap sampai yang teriak-teriak kesurupan, semuanya itu membuat kita lebih memahami isi alkitab akan kebenaran gereja-gereja yang disebutkan dalam alkitab. Mungkin banyak alasan kita untuk keluar masuk gereja-gereja itu tetapi semoga saja tidak ada alasan bagi kita untuk meningalkan Tuhan Yesus.

Lalu bagaimana dengan GBKP atau lainnya, kalau kita mau belajar lagi dari alkitab, bahwa sangat mudah menilai sebuah gereja, yaitu dari buah-buah rohnya. Kasih, damai, panjang sabar, dan seterusnya. Apakah buah-buah roh itu sudah berbuah di GBKP? Apakah kasih dan persaudaraan itu sudah tumbuh karena kasih kepada Tuhan Yesus atau karena persukuten, kalimbubu dan anak beru? Semua itu tergantung cara kita melihatnya? Kalau kita melihat secara negatif maka kita akan mendapatkannya, kalau kita melihat secara positif maka kita akan mendapatkannya, yang penting apakah cara kita melihat itu sudah sesuai dengan Alkitab, atau tidak?

Kalau kita melakukannya dengan melihat dari sudut pandang alkitab, maka yang muncul adalah WISDOM, sehingga kita mendapatkan hikmat dan kebijaksanaan yang menuju kepada pembangunan ke arah yang positif, dalam memberikan kritikan dan saran, kita meminta Tuhan membantu kita agar kita bijaksana, dan diberikan kepintaran untuk memilah-milah permasalahan sehingga masalah itu dapat diselesaikan dengan baik, atau paling tidak ada rencana kearah bagai mana untuk memperbaikinya. Alkitab mengatakan mengasihi bukan berarti tidak memberikan pengajaran, jika karena iman dan percaya kita, maka tidak ada salahnya kita memberikan kritikan bahkan pengajaran, sebagai pembanding baca ibrani 11 atau 12;5-12 (tolong di check) mengenai iman dan pengajaran.

Bagi teman-teman yang suka mengkritik tetapi tidak berani menunjukkan identitas sebenarnya sesungguhnya ada satu hal mengenai keterbukaan dan identitas, yang kalau kita cermati dari kedatangan Tuhan Yesus adalah untuk membuka tabir Bapa yang jauh di surga mulia, sehingga alkitab mengatakan bahwa rahasiaKU adalah di dalam Yesus. Artinya di ddalam Yesus, Tuhan Yahweh itu bukan rahasia lagi; tidak sulit lagi untuk mengenal Tuhan Yahweh karena semuanya telah terbuka di dalam Yesus Kristus. Lalu mengapa kita tidak berani terbuka?
Wahyu juga mengatakan hendaklah kita seperti Batu YASPIS, yaitu sejenis batu kristal berharga yang tembus pandang. Kita diinginkan seperti batu yaspis, yaitu hendaklah sama perkataan dan perbuatan kita, kita hendaklah tembus pandang dan apa adanya seperti anak kecil yang tulus. Biasanya orang yang banyak menyimpan rahasia adalah orang yang banyak dosa, contohnya koruptor-koruptor. Semoga saja dengan keterbukaan kita akan saling mengenal dan dapat bekerja sama dan saling mempercayai dan tentunya dalam membangun hubungan kita sesama manusiaa gereja rohani, khususnya di dalam GBKP dan umumnya kepada semua gereja.

Tulisan ini hanya sekedar perbandingan dari saya, semoga bermanfaat. Bersyukurlah karena kita berada di GBKP, mulailah perubahan dari diri kita masing-masing dan semoga kita dapat memberikan contoh dan teladan kepada teman dan lingkungan kita, sehingga bisa melihat teladan yang dari Tuhan itu dan menjadikan kebaikan di dalam penghidupan rohani gereja.

Thursday, April 17, 2008

Tuhan Yang Mana? Dari sudut Pandang Roh

Bro in His Name: Bode Haryanto Tarigan, Taiwan

Saya memiliki pendapat dan argumen tesendiri dari tulisan MENJAWAB HUJATAN PARA PENENTANG ALLAH DI DALAM ALKITAB, apalagi dikaitkan dengan nama allah, dan hanya mengandalkan pendekatan sejarah yang sangat mudah diputar balikkan apalagi dengan perubahan waktu.

Secara pribadi ada kerinduan untuk mencari dan memurnikan kebenaran alkitab sejak kuliah di ITB 1998, dan ketika membaca tulisan seseorang dan saya rasa tidak mengena/kurang tepat dan rancu, biasanya saya akan menanyakan langsung bahkan berani berargumentasi mengenai apa yang mereka tulis. Beberapa buku yang saya beli dan jika saya merasa tidak mengena jika mereka memiliki alamat emailnya biasanya saya segera mengirim kritikan akan hal itu. Berpikir kritis demi kebenaran adalah wajar. Maaf jika saya berkata demikian tapi inilah kenyataanya.

Satu contoh pertama sekali bergereja di sebuah gereja di Tainan, TW. Setelah 6 bulan bergereja, saya protes kepada gereja itu yang suka sekali mengolok-olok gereja lain. Saya tidak setuju dengan cara itu, lalu saya tidak mau datang lagi dan mereka mencari saya, saya bilang kalian ini gereja yang jatuh, memang kalian sangat solid, tetapi jangan menghakimi gereja orang lain karena kita hidup didalam gereja dan gereja itu adalah buah hati Kristus (mempelai perempuan). Yang saya tidak bisa terima adalah mereka menulis ledekan itu dalam buku bacaan mingguannya (resmi dikeluarkan pusatnya di Amerika)(seperti buku PJJ GBKP lah). Berarti secara sistem-organisasi mereka menghina gereja lain.


Contoh lain, Suatu ketika, ketika kami membaca sebuah buku karangan pemimpin gereja ini (Judulnya All inclusive Christ) ada menulis begini, bahwa jika suami istri tidak datang bersama-sama dalam sidang gereja minggu maka yang datang adalah hanya setengah. (apa alasanya mereka menulis macam ini? dalam pikiran saya). Saya langsung berargumen"bagaimana dengan case saya, istri di KL dan saya di Tainan? padahal kami sama2 pergi kegereja tetapi ditempat berbeda? Mereka tidak dapat menjawab! Tentu saja mereka tidak bisa menjawab, karena apa yang diajarkan oleh manusia (apalagi hasil pikiran bukan rohaniah) itu pasti terbatas. Padahal apa yang ditulisnya itu secara total adalah salah, karena kalau suami istri sudah disatukan dalam perkawinan (diberkati) maka mereka menjadi satu secara rohani/roh, dimana dan kemanapun mereka adalah satu, rohnya tetap satu sebagai suami dan istri. Walaupun secara fisik satu di KL MAL dan satu di TW saya dan istri saya adalah satu secara roh di dalam perkawinan. Bahkan alkitab bilang suami istri itu satu daging (baca alkitab), bagaimana mungkin kita memahaminya kalau tidak secara rohani, dua manusia jadi satu daging. Alasan lain alkitab, jangan cari jodoh (suami-istri) yang tidak seiman, karena bagaikan menyatukan terang dengan gelap, artinya secara daging (sex) mungkin mereka bersatu tetapi secara rohani mereka tidak, karena imannya beda dan rohnya juga beda. Hem, rohnya beda berarti Tuhannya juga beda dong? Itu hampir pasti.

Kembali kepermasalahan ALLAH itu Tuhan yang mana? Dari apa yang saya baca pada MENJAWAB HUJATAN PARA PENENTANG ALLAH DI DALAM ALKITAB, pembahasan mereka hanya melihat Tuhan dari sejarah, bukan TUHAN ROH. Cara pandang yang saya tawarkan selalu adalah BAGAIMANA ANDA MENGENAL TUHAN YANG ADALAH ROH, sedangkan anda adalah manusia (daging, jiwa dan roh)? Kalau kita ambil contoh dari pendapat sebuah tulisan bahwa "ada sekelompok suku yang tinggal disekitar daerah pertumbuhan samawi yang telah menyembah tuhan yang bernama Yahweh yang akhirnya dikatakan adalah sekutu Ashera".
Jika saya memberikan jawaban, Yahweh yang mereka sembah itu bisa saja Yahweh disembah oleh Ibrahim, why not. Persoalannya mereka tidak mengenal siapa Yahwe itu dengan benar dan sempurna sehingga mereka tidak dapat memperlakukan TUHAN yang mereka kenal itu sebagai TUHAN yang benar. Lalu selain menyembah Yahweh mereka juga menyembah Ashera. Apa bedanya dengan case di TW ini mereka menyembah banyak dewa dan juga meyembah King GOD di surga juga, tidak ada bedanya. Apakah Ibrahim mengenal dengan benar Yahweh yang dia imani itu dengan sempurna? ternyata juga tidak.

Dari Tulisan MENJAWAB HUJATAN PARA PENENTANG ALLAH DI DALAM ALKITAB. Lalu ada tuhan bernama allah (dewa pengairan/kesuburan) di arab pada pra-islam pada zaman jahilliah. Kemudian disisilain, dalam kurun waktu yang hampir sama, ada kelompok orang Arab yang mengenal Islam lalu mereka menggunakan istilah nama allah yang sama dengan Tujuan menyembah Tuhan Yang Maha Esa yang dikenalkan dan di sembah Nabi Muhammad pada waktu itu. Lalu apakah mereka otomatis menyembah Tuhan yang benar, apakah sang Nabi mereka itu mengenal Tuhan yang benar itu dengan sempurna dan benar? Belum tentu, why??
Coba perhatikan dari buah-buah kehidupan sang nabi, apakah mencerminkan banyak kesamaan dengan nabi Isa Almasih yang sedemikian rupa itu? Apakah buah imannya sama, apakah buah rohnya sama? Bandingkan juga dengan Nabi Ibrahim, Musa dan lain-lain, terjadi error of understanding.

Secara roh maka kita bisa melihat bahwa mungkin saja allah yang jaman jahiliah itu adalah TUHAN (Yahweh) tetapi bisa juga tidak (karena mereka tidak mengenalnya dengan sempurna). Bisa saja yang mereka sebut Allah (pada jaman islam) itu Yahweh tapi bisa juga Tidak (karena mereka juga mengenalnya tidak dengan sempurna). Tapi Alkitab bilang nama TUHAN itu adalah bernama YHWH/Yahweh dan dengan nama itu engkau menyembahnya. Apalagi setelah kita mengenal Tuhan Yesus maka kita dapat menyebut Yahweh itu, Tuhan; Bapa, Allah, GOD, Lord, dll yang penting di dalam nama Tuhan Yesus. Artinya, Tingkat kebenaran Allah adalah Tuhan (YHWH) didalam ajaran agama itu bisa dalam range 0 hingga100%. Tingkat kebenaran Allah (sebagai nama) atau GOD atau Bapa atau Lord, Tuhan ROH didalam kekristenan adalah 100%.

Berdasarkan teori ini dan dilihat dari sudut Tuhan ROH, dapat disimpulkan bahwa kebenaran yang tidak menyembah Yesus sebagai Tuhan hanya berkisar 1% saja. Karena Tuhan YAHWEH itu berada di nilai 100% absolut I100%I, sedangkan di nilai 100% itu hanya ada 1% sedangkan 99,% hingga 0% tidak sama dengan 100% absolut. Artinya, nilai kontaminasinya sangat tinggi pada ajaran tersebut dan jangan heran jika selain menyembah Tuhan Allah mereka juga bisa saja ngaku juga sebagai DUKUN, menyembah ke pantai selatan, kejawen dll (mungkin hanya di Indonesia saja kali). Tapi tentunya pasti ada juga yang sama-sama 100%. Dapat disimpulkan bahwa kemungkinan orang diluar Kristus untuk menyembah Tuhan yang benar itu relatif rendah dan mudah terkontaminasi. Tuhan Allah = YHWH itu hanya 1% secara PRINSIP ROH.

Kita kadang lupa bahwa kitab/ firman itu adalah mantra (MANTRA), apalagi kalau kita tinjau dari sudut aliran roh, magic dan ilmu hitam. Maka kemungkinan besar dengan dasar mereka yang kurang paguh dalam pengenalan akan TUHAN, maka secara roh mereka bisa kembali menyembah tuhan jahiliah yang bernama allah itu, karena mantranya memanggil TUHAN DENGAN NAMA YANG SAMA. Satu lagi, ingatlah roh-roh lain mengintai kita/manusia, sebagai contoh, Adam dan hawa saja bisa digoda iblis dan jatuh, padahal mereka berada di EDEN, apalagi kita dengan permasalahan dunia yang lebih kompleks. roh-roh itu juga menawarkan surga juga, sehingga analisa saya bahwa ada rohlain yang mengelabui ajaran tertentu seolah-olah seperti tuhan, secara prinsip roh ini sangat memungkinkan. Secara pribadi saya juga jarang menggunakan Allah untuk sebutan BAPA ROH, karena secara mantra itu bisa berbahaya dan salah.
Saya selalu ingatkan kalimat ini, Diluar Yesus sulit mengenal TUHAN itu. Sejarah menunjukkan bahwa diluar Yesus gagal mengenal TUHAN ROH sebagai TUHAN YANG MAHA ESA.Walaupun demikian apa yang saya argumentasikan diatas, semua itu hanya sebuah hasil beriman, berpikir dan beranalisa, bisa benar bisa salah dan saya mau katakan sekali lagi tolong dilihat secara keilmuan bukan karena unsur fanatik atau lainnya. Ini sangat menarik untuk didiskusikan.

Ada tulisan yang mengatakan kalau manusia (diluar kristen) mampu melakukan perbuatan baik masa Tuhan tidak mengenal mereka/kebaikan mereka? Saya mengkomentari kalimat ini, bahwa memang Tuhanlah yang memiliki kuasa/hakim untuk menentukan domba-domba di dalam dan diluar kandang untuk diselamatkan, tetapi kita harus ingat, bahwa kebaikan diluar kekristenan tidak membangun Gereja. Padahal kedatangan Tuhan yang kedua kali adalah untuk menjemput mempelai perempuanNya yaitu Gereja rohani.Artinya Tugas kita untuk menyampaikan kabar baik ini keseluruh dunia agar domba2 diluar kandang itu dapat masuk kandang dalam penghidupan gereja, itu yang utama, bukan hanya berteori seperti yang sedang saya lakukan ini hehehe.