INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Friday, February 15, 2013

Di Dalam Yesus, Kita adalah Ciptaan Baru

Jesus did.
Yesus adalah juru selamat dunia. Didalam Yesus kita adalah bersaudara bukan secara biologis namun secara rohani. Kita sebagai anak2 Tuhan yang dilahirkan dari ROH TUHAN ketika kita menerima Yesus sebagai juru selamat kita dan juru selamat dunia. Menerima Yesus dengan hati dan jiwa kita menjadikan kita ciptaan baru secara rohani.  Jika ini terjadi maka orientasi kita akan secara total kepada KASIH ALLAH. Kita mendapatkan keselamatan sebagai hadiah dan anugrah oleh TUHAN melalui Yesus. Karena anugrah itulah mengapa kita seharusnya dalam segala aktifitas kita, perkerjaan, rencana, dll untuk mengucapkan syukur kita pada TUHAN. Segala sesuatunya yang kita lakukan untuk menyenangkan hati TUHAN.

Kita hidup didalam persekutuan hidup secara rohani bukan secara biologis. Semua kepentingan gereja atas nama TUHAN bukan atas nama ikatan lainnya. Hidup didalam gereja adalah bukan karena keanggotan tetapi karena di dalam persekutuan didalam Yesus yang telah menjadi saudara kita dan juga TUHAN kita yang adalah kepala gereja. Kehidupan gereja bukan karena aliran-aliran gereja, bukan karena murid-murid Yesus atau orang 2 kudus gereja yang mengotak2 kan gereja, tetapi melulu karena manusia gereja kita yang memiliki hubungan yang khusus dengan TUHAN.

Setiap orang harus belajar dari YESUS hingga pengenalan ke KEKERAJAAN SORGA. Menjadi manusia yang baru yang diproses dalam pengenalan hingga ke kerajaan sorga. Jangan menjadi anggota gereja demi mendapatkan kemudahaan atau fasilitas, jangan seperti yang terjadi selama ini menjadi YAHUDI demi medapatkan berbagai fasilitas.

Menjadi murid Yesus adalah sebuah proses yang seharusnya dalam pembentukan manusia-manusia yang Jesus-like. Hingga menjadikan Firman TUHAN menjadikan makanan rohani setiap kesempatan. Tidak memikirkan melulu hal2 dunia/roti dunia.  Kita selalu berkontak dengan TUHAN di dalam doa. Hidup dengan kuasa kemliaan oleh Roh Kudus yang ada didalam hati kita. Sehingga dalam proses itu kita dapat lebih dekat dan didalam doa menyatu secara rohani didalam ketritungalan ALLAH.

Kita memerlukan saudara untuk mempraktekkan kasih yang kita terima dari pengalaman kita didalam TUHAN, utuk saling menguatkan satu sama lain yang menjadi patner kita untuk lebih luas lagi kepada sesama manusia. Kita memerlukan latihan dalam melakukan pekerjaan yang diinginkan TUHAN. Melakukan kebaikan agar orang mengenal TUHAN dari perbuatan kita yang telah menjadi manusa baru.  Latihan ini membuat kita menjadi bertumbuh dan menjadi dewasa dalam kehidupan gereja.


Menjadi guru untuk mengajarkan kebaikan TUHAN, ini adalah sebuah tahap dimana seorang yang telah dapat membedakan perkara yang dari TUHAN dan dari Kejahatan/evil). Hidup dalam pengenalan MORAL, kebenaran yang sebenarnya dari pengalaman spiritual dan pengalaman dalam kehidupan ditengah gereja dan sesama manusia.  Pengalaman, pengenalan, menjadi dewasa dan bijaksana dalam gereja dan ditengah kehidupan dunia menjadikan kita terang dari kebenaran yang bersumber dari TUHAN didalam Yesus.



Cara Menghargai Pluralism

mau pilih yang mana?
Berdiskusi dengan sesama Kristiani akan mengenal TUHAN melulu melalui/didalam Yesus dan belajar lebih lagi mengenal Alkitab sehingga Alkitablah yang menjadi sumber segala sumber akan pengenalan HAL TUHAN, malah ada yang mengangap sebagai kesombongan yang tidak menghargai pluralisme dari berbagai ajaran agama yang juga menyuratkan hal TUHAN dan pengenalan akan TUHAN.

Dalam pembentukan sorang Kristen maka pluralisme ajaran lain tidak diperlukan. Ini menyangkut pembentukan seorang KRISTEN yang menjadi seperti YESUS (Jesus-like). Alkitab dalam perjanjian baru khususnya cukup membentuk seorang menjadi KRISTEN YANG SEJATI dan menjadi segambar dengan Yesus. Tidak ada ajaran selain Alkitab yang dapat membentuk seorang manusia menjadikan YESUS menjadi IDOLANYA menjadi MODILNya.

Dengan tegas perlu ditekankan bahwa pengenalan akan TUHAN didalam Alkitab adalah YESUS yang menjadi sentralnya dan modelnya. Tidak ada ajaran selain alkitab didalam YESUS yang mengajarkan keselamatan sempurna dari Sorga ===> ke bumi ===> kembali ke Sorga. Ini adalah sebuah pengajaran yang sempurna dan tidak ada yang dapat mewakili contoh lain selain Yesus. Oleh karena itu tidak ada dan tidak  diperlukan sumber lain selain alkitab dalam membentuk manusia ROHANI seorang manusia sehingga dapat meihat sampai KE SORGA.

Inilah mengapa sifat pengenalan dan pengajaran itu seharusnya jangan dibalik, bukan dari pluralisme kepada pengenalan akan TUHAN didalam Yesus, tetapi dari pengenalan akan Yesus yang dengan buah-buah roh-nya kepada pengenalan akan pluralisme. Yesus-Yesus baru  (baca orang 2 kristen) yang penuh dengan pengenalan akan TUHAN melalui Alkitab akan menjadikan manusia-mansusia yang menghargai pluralisme.


Jangan menjejali nilai 2 pluralisme sebelum seorang mengenal Yesus dengan benar. Jangan mencampur adukkan alkitab dengan pluralisme disaaat pembentukan manusia kristen, karena selain akan mempersulit mereka mengenal kebenaran sejati di dalam Alkitab melalui Yesus. Kedudukan Alkitab sdh mampu menjadikan orang2 kristen mengenal TUHAN dan menjadikan mereka mengnal jalan yang sebenarnya.

Jadi membentuk manusia-manusia Kristen yang menjadi sama seperti Yesus tidak memerlukan kepluralismean, namun setelah menjadi manusia-manusia kristen sepeti Yesus akan otomatis mampu menghargai dan memposisikan diri didalam nilai2 pluralisme. Ini merupakan sebuah langkah yang benar dan pilihan yang tepat.

Sunday, February 10, 2013

Menjadi Murid Yesus Dengan Missioner

Setelah acara seminar..cendra mata dari USU.

Menjadi murid Yesus ada 2 hal yang harus dilakukan: 
1. Menerima Yesus menjadi TUHAN dan Juru selamat.
Seorang harus menerima Yesus, karena dengan menerima Yesus maka mereka dihapuskan dosanya dan dimateraikan menjadi anak. Mereka tentunya harus hidup didaam penghidupan rohani yaitu gereja.

2. Menjadikan TUHAN menjadi Penguasa/Lord dalam kehidupan kita.
Menerima TUHAN menjadi penguasa menjadikan seorang terikat secara online dengan TUHAN, Tuhanlah menjadi   pengusa hidupnya dari segala bentuk usaha, kegiatan, pembelajaran dll. Sehingga semua itu kembali kepada rencana TUHAN bagi diri seorang pribadi terhadap semua aktifitasnya.
Point 1 dan 2 ini adalah syarat menjadi murid TUHAN.  

Misi adalah bagian dari aktifitas gereja, setiap orang yang menjadi murid TUHAN adalah manusia gereja yang hidup membawa misi gereja (bukan Pribadi).  Didalam posisi kita sebagai murid TUHAN maka kita mengikuti keinginan Alkitab untuk mengabarkan kabar baik ke sluruh dunia. Ini menjadi bagian yang terintegrasi dalam kehidupan kita sebagai murid TUHAN.

Permasalahannya adalah banyak orang yang menjadi aggota gereja tetapi belum menjadi MURID TUHAN, sehingga misi gereja tidak sesuai dengan yang diinginkan di dalam Yesus  sebagai modelnya yang penuh kasih dan membawa keselamatan. Disisi lain saat ini malah terjadi arogansi kelompok gereja/denominasi tanpa melihat tujuan global TUHAN menjadikan segala bangsa menjadi Muridnya.

Sementara itu ada  juga gereja yang tanpa misi, sehingga menjadi seperti sebuah organisasi melulu, tidak ubahnya seperti Golf Club........

Sekelumit dari catatan Prof Augustine Musopole, PHD di bawakan pada ceramah mahasiswa Kristen USU di Chapel USU, Jl. Dr Sumarsono Medan Indonesia.........SALAM.

Monday, December 31, 2012

Satu Hal dalam hidup ini adalah Menjadi Dewasa (Selamat Tahun Baru 2013)


Hidup ini dalam variabel ruang dan waktu, kita berada didalam variabel itu dan kita beraktifitas didalamnya. Banyak hal tidak kita mengerti tetapi TUHAN mengerti apa yang kita perlukan. Untuk itu kita harus sadar kita sedang berada dimana dan apa yang harus kita lakukan disaat itu. Namun semuanya adalah misteri, bahkan sesuatu dalam sekejap dapat berubah, seperti terjadi begitu saja. Contoh seorang mabuk mengendarai mobil dan menabrak sejumlah orang di halte bus, semuanya berubah dengan kesetika. Atau kemaren kita masih dapat bersama namun besok mungkin tidak lagi. Kita bekerja dan dan sadar bahwa apapun yang kita lakukan dapat berubah jika sesuatu terjadi tanpa kita ketahui, bayangkan dan sadari.

Untuk itu serahkanlah misteri hidup kita kedalam tangan pengasihan TUHAN, sehingga kita dapat menerima apa adanya karena didalam Tuhan semua menjadi baik. Oleh karena itu kita bersyukur telah melewati tahun 2012 dan dalam hitungan menit akan masuk ke tahun 20013. Apakah yang telah kita lakukan dalam variabel ruang dan waktu itu? 

Apakah kita telah memperkenalkan siapa diri kita melalui perbuatan perbuatan kasih kita kepada sesama? Ini adalah sebuah bagian di dalam hidup kita yang sangat penting berarti, belajarlah mengenal kasih dan melakukannya. Kasih yang kita peroleh dari TUHAN adalah sebuah anugrah yang harus kita hargai salahsatunya mengasihi sesama manusia.

Namun untuk menjadikan kita dewasa dalam mengasihi hanya ada satu kata kunci yaitu belajar lebih lagi mengenal YESUS, belajar lebih lagi mengikuti dan melakukan apa yang dilakukan Yesus. Mencintai BAPANYA, dan senantiasa berkontak dengan ALLAH didalam doa dan melakukan perbuatan kasih. Belajar dari Yesus berarti kita mengenal kehidupan yang tidak hanya sampai bumi saja tetapi sampai kepada SORGA MULIA.

Bagaimana perbuatan baik kita itu ada dan menjadi harta rohani yang sangat  berharga bagi kehidup kita bukan saja saat ini, namun juga nanti di saat saatnya tiba, Yesus menunjukkan kemuliaan dibumi seperti disorga.' oleh karena itu lakukanlah  perbuatan baik dan jadikan perbuatan baik kita sebagai persembahan kepada TUHAN, jadikan semua itu untuk menyenangkan hati TUHAN. Menolong sesama melalui perbuatan kasih adalah menyenangkan hati TUHAN.

Dewasa dalam segalah hal merupakan sebuah bentuk kedewasaaan, dengan dasar pengenalan kita akan TUHAN maka kita dengan kehidupan rohani kita ditambah dengan pengetahuan yang kita milki memebuat kita sempurna didalam kebijaksanaan yang dari pengetahuan oleh karena pengenalan kita akan TUHAN. Kedewasaan kita harus dialndasi kepada TAKUT AKAN TUHAN, sehingga ketika ilmu kita bertambah, semua itu kita sadari bersumber dari TUHAN dan kita lakukan demi kemuliaaNYA dengan melakukan perbuatan baik bagi sesama manusia dan bagi bumi ini dalam nama TUHAN YESUS.

Terima kasih TUHAN untuk tahun 2012 dan tetaplah berharap akan belas kasihan TUHAN untuk ditahun 2013. Semoga semua baik TUHAN YESUS MEMBERKATI..........


SELAMAT TAHUN BARU 2013.

Sunday, November 25, 2012

Berjuang Dalam Tekad dan Kebenaran

Siapakah sebenarnya musuh kita? Musuh kita adalah kekuatan lain yang menjadikan diri kita menjadi musuh kita, menjadikan orang lain musuh kita, menjadikan orang yang kita cintai musuh kita, menjadikan teman, keluarga, dll menjadi musuh kita karena SATAN mempengaruhi semua itu untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak TUHAN didalam diri kita, mereka dan orang-orang lainnya.

Jika kita berbicara mengenai GEREJA, maka musuh kita dapat dibagi dua: yaitu yang berada didalam gereja dan yang berada diluar gereja.

Keinginan kita dalam membangun kehidupan gereja dapat saja tidak disukai oleh orang lain seperti kisah Nehemia saat membangun kembali tembok Yehuda ( Nehemia 2: 2-8). Musuh-musuh yang ada didalam gereja adalah mereka yang seolah-olah hidup didalam persekutuan tetapi mereka melakukan perbuatan yang bertentangan dengan alkitab. Mereka berada didalam gereja tetapi mereka melalukan pembusukkan kedalam gereja. Jika kisah pembangunan kembali tembok Yehuda ini di asumsikan sebagai sebuah pembangunan gereja maka banyak permasalahan yang datang dari dalam sendiri seperti yang dialami oleh nabi Nehemia oleh komplain-komplain orang Yahudi  sendiri. Sifat ingin memikirkan hal kepentingan, ada yang tidak memikirkan harga diri mereka dan membiarkan mereka menjadi seperti budak dan sebagainya yang membuat Nehemia menjadi MARAH (Nehemia: 5).

Contoh yang banyak terjadi belakangan ini adalah hal-hal pembiaran terhadap perbuatan yang melanggar kehendak TUHAN, perbuatan dosa. Perzinahan, aborsi dan sebagainya, disisi lain ajaran yang menyimpang dan bersekutu dengan keinginan dunia sehingga merendahlkan kekudusan gereja adalah musuh yang ada di dalam gereja. Hal ini adalah pekerjaan kekuatan lain yang senantiasa yaitu kuasa kegelapan/satan yang senantiasa mengangu kenikmatan dari buah-buah rohani seperti iman, kedamaian, suka cita, berkat-berkat didalam persekutuan.

Mereka yang mengatas namakan TUHAN untuk merusak gereja, mengangu aktifitas kegiatan rohani dan sebagainya. Semua itu adalah sebuah kegagalan dalam mengenal DIRI SENDIRI sebagai CIPTAAN TUHAN dalam  MENGHARGAI orang lain untuk memuliakan TUHAN sang pencipta kita manusia. Namun dalam pembangunannya begitu banyak yang menentangnya (Neh 4: 1-14).  Sehingga dibutuhkan

Ada hal lain yang bisa terjadi dimana orang-orang yang ada didalam gereja namun mereka bekerja sama dengan orang luar gereja untuk menganggu gereja. Hal ini terjadi dan mungkin saja terjadi seperti yang dialamai oleh Nabi Nehemia terhadap lawannya yang mencoba mengundangnya namun dengan motivasi yang  jahat untuk mencelakakannya (Nehemia 6: 2-4).

Kekuatan dan senjata kita adalah Roh Kudus di dalam DOA, iman, tekad dan keseriusan, kesabaran dan pantang menyerah  dan sebagainya didalam Yesus yang telah membuktikan hal itu dalam membangun keselamatan bagi kita sebagai manusia gereja. Dalam menghadapi berbagai permasalahan baik secara grejani dan pribadi kita harus mengandalkan TUHAN, bekerja dalam kebenaran dan menyampaikan kebenaran itu. Jika kesalahan itu tidak dapat ditangulangi dengan perkataan dan pengajaran, maka lakukan dengan tindakan dan jika tidak dapat dengan tindakan maka lakukan dengan sikap yang lebih tegas seperti yang dikukan oleh Nabi Nehemia dalam pengalammya membagun tembok Yehuda.

Terinspirasi dari khotbah Juanita Hebard ............TICC 25 Nov, 2012.......Bahan Nehemia 4: 1-14.
Isi tanggung jawab penulis...

Wednesday, November 21, 2012

Batas Sebuah Pengharapan (Kedatangan Yesus ke-2)

enjoy the God words......our spiritual meals 

Kebenaran adalah kebenaran, kebenaran akan firman TUHAN harus dikembalikan kepada kebenaran yang sesunguhnya. Keinginan manusia ingin mengenal rencana TUHAN adalah baik tetapi jika dengan tanpa pengenalan yang benar akan rencana TUHAN maka penyimpangan akan mudah terjadi.

Sebuah contoh, kebenaran Yesus adalah mati dan bangkit dan naik ke sorga, kebenaran akan kebangkitan Yesus adalah sebuah kebenaran. Orang Parisi percaya akan adanya kebangkitan tetapi orang Parisi tidak dapat menerima kebenaran akan kebangkitan itu terjadi oleh Yesus Kristus. Inilah contoh kebenaran yang tidak dapat dilihat sebagai sesuatu kebenaran.

Kebenaran akan kebangkitan Yesus itu menghasilkan keyakinan didalam orang Percaya bahwa pengharapan akan kehidupan kekal seperti dialami Yesus adalah sebuah kepastian. Hidup didalam TUHAN merupakan sebuah jaminan bagi masa depan kita. Hidup didalam TUHAN tidak ada lagi rasa kawatir dan ketakutan dalam kebenaran. dll

Pengharapan adalah sebuah hal yang sangat penting, dengan pengharapan, kita memilki motivasi untuk mendapatkan harapan itu. Harapan itu sesuguhnya telah nyata di dalam Yesus Kristus, dan untuk itu diperlukan IMAN dan KASIH SETIA didalam melangkah ke arah masa depan kita dalam kemuliaan.

Kehidupan harus diisi dengan Roh Kudus dalam kehidupan kita, dengan Roh itu kita memilki semangat yang positif dalam  melihat masa depan, menambah ilmu pengetahuan, menambah kasih dan perdamaian, menambah pemahaman, menambah hikmat dan juga bertumbuhnya iman. Hal ini sangat penting agar kita tidak terjebak dalam sifat rohani melulu tanpa logika sehingga kita dapat terjabak dalam kehidupan rohani yang menyimpang seperti kelompok yang meyakini akan datangnya Yesus segera untuk yang kedua kali. Padahal dengan jelas itu dikatakan rahasia ALLAH/BAPA. Jangan sekali-sekali memijit tombol kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali karena itu bukan hak manusia, itu semua hanya ada didalam RAHASIA BAPA.

Kebenaran inilah yang perlu ditambahkan dengan logika selain iman semata.  Kita harus mengenal TUHAN melalui firmanya dan tidak hanya sekedar mengamenkan saja. Sekali lagi bahwa hal ini adalah bukan urusan manusia tetapiurusan Allah semata (Mat 13).

Oleh karena itu seharusnya kita menjadikan Pengharapan hanya ada di dalam Yesus, Yesuslah menjadi pusat kehidupan kita. Tuhan ada dalam dimensi kehidupan kita sehingga bagi kita hidup adalah bagi Kristus dan kematian adalah sebuah kemenangan seperti yang dinyatakan oleh Rasul Paulus dalam pengalaman rohaninya bersama TUHAN. Secara lebih luas bahwa pengharapan itu bukan hanya milik manusia tetapi milik seluruh ciptaan.

Karena TUHAN lah yang menciptakan awal dari segalanya maka seharusnyalah semua diGunakan untuk kemuliaan ALLAH. Oleh karena itu kita menyiapkan hati kita, jiwa kita untuk menjadi milik ALLAH. Kita tidak lagi menjadi milki kita pribadi tetapi milik ALLAH. Karena demikianlah ALLAH dengan kasihnya didalam anaknya Yesus Kristus telah menghapus dosa kita dan menjadikan kita dilahirkan kembali secara rohani. Hidup didalam Yesus dengan pengharapan hidup yang kekal seperti yang telah ditunjukkanNYA. Itulah sebuah kebenaran..

Terinspirasi dari Khotbah Rev. Augustine Musopole, PhD. di TICC Tainan.

Isi tulisan tanggung jawab penulis.........bacaan Danier 13 1-3; Ibarni 10; 11-14; 19-25; Mark 13 1-8.

Love, Sex and Dating .........some explanation

enjoying with GOD rules 


Keterangan lebih lanjut dari CINTA  yang terkait dengan: KENCAN/DATING  ====> KOMMITMEN/COMMITMENT   ===> SEKS/SEX. 

*Kencan dalam arti untuk saling mengenal, memahami dan berbagi cerita, memperkenalkan diri, keluarga, orang tua dan sahabat.

*Komitmen dalam arti mencapai kesepakatan dalam kencan selama ini  dan memutuskan untuk saling mencintai dan masuk dalam proses kencan yang lebih intim hingga membuka peluang untuk menikah. Komitmen menjadi pacar seharusnya mendapat konfirmasi dari kedua belah pihak agar arahnya semakain jelas. Tanpa persetujuan orang tua maka kerumitan bisa menjadi bagian dari hubungan yang lebih lanjut. 

*Seks dalam arti  melakuakan hubungan kelamin bagaikan sepasang kekasih yang telah menikah. Hanya dan jika hanya telah menikah, diberkati di dalam gereja. Ingat bahwa pemberkatan oleh Pastor/Pendeta adalah mengundang TUHAN yang adalah KUDUS 3x. Jagalah kekudusan bersama agar kehadiran TUHAN dalam permberkatan menjadi hubungan yang Kudus dan Kudus (baca TUHAN dan Keluarga baru ini).

Dalam ketiga hubungan ini tekaitlah kasih Philia/persahabatan, Eros/romtika dan Storge/keluarga. Kasih ALLAH adalah bersifat tanpa batas Agape (C.S. Lewis, 1960).

Mari melihat berbagai interaksi dari ketiga hal di atas terhadap hubungankepada sesama:
1. Kencan tanpa komitmen dan seks => Persahabatan => contoh: teman di kelas .
Seperti kita dengan teman-teman di kelas, tidak harus seiman dan semuanya karena kita mencintai sesama manusia.


2. Kencan dengan komitmen tanpa seks =>persahabatan yang baik ==> Sahabat dekat/baik.
Persahabatan dengan berbagai komitmen, misalnya Bible study bersama dan sebagainya, selain tentunya membuka peluang untuk kommitmen khusus seperti menjadi pacar dan bahkan ke jenjang pernikahan.

3. Kencan dengan seks tanpa komitmen => Romatika semata ==> seks bebas/error.
Hal-hal seperti ini membuat timbulnya kejahatan, sebuah ketergantungan saling mengancam dan sebagainya apalagi jika melulu motivasi seks.

4. Kencan dengan komitmen  dan lalu seks => Sempurna ==> model keluarga Kristen.
Sempurn = Sempurna seharusnya melalui tahapan ini.

Proses cinta/love dalam perkembangan hubungan dan waktu

1.        Kencan ==> Komitmen  ===> Seks =  cinta yang sepenuhnya, menikah dan berkeluarga
Ini adalah yang sesuai dengan prosedure, kencan dalam arti berbagi cerita dan pengalaman, kemudian memilki kecocokan dan berkomitmen untuk berpacaran, lalu kencan yang lebih intim dan sepakat untuk menuju kepada pernikahan dan akhirnya melakukan hubungan seks dalam membangun keluarga dan kesinambungan kehidupan manusia (turunan).

2. Kencan ==> Seks ==> Komitmen = cinta yang beresiko
Kencan yang dilanjutkan seks tanpa komitmen adalah cinta yang beresiko, dapat gagal dalam membangun komitmen tetapi sdh terlanjur melakukan hubungan seks. Akan ada sisa yang tertingal dalam hubungan ini jika tidak diakhiri dengan perkawinan. Seks sebelum menikah adalah perzinahan.

3. Komitmen ==> Kencan ==> Seks = cinta yang terikat dengan budaya
Hal sepetti ini terjadi di Alkitab, ketika Abraham meminta seorang stafnya mencarikan istri buat anaknya Ishak kekampung halamannya. Sang pasangan telah terikat secara komitmen dan selanjutnya melakukan kencan, namun disaat kencan tidak terdapat kecocokan maka hubungan akan berakhir dan semua akan baik karena halyang suci hal hubungan seks belum terjadi.

4. Komitmen ==> Seks ==> Kencan = cinta yang  tidak cukup (inadequate love)
Cinta dengan komitmen dan dilanjutkan dengan seks akan memilki resiko pengenalan individu yang tidak cukup. Kasus ini dapat menimbulkan seorang yang sdh menikah merasa ada sesuatu yang dirahasiakan oleh sang pasangan dan dapat mengakibatkan perceraian setelah pernikahan dan itu adalah tidak berkenan dihadapan ALLAH.

5. Seks  ==> Kencan ==>Komitmen = cinta yang  romantik tetapi bodoh
Adalah tindakan yang bodoh dan bukan sekedar beresiko, cinta seperti ini banyak terjadi karena romantika/seks melulu. Didalam lingkungan modern ini sedang terjadi dan sangat merendahkan manusia sebagai ciptaan TUHAN.

6. Seks ==> Komitmen ==> Kencan =  cinta yang melulu romantik dan beresiko
Cinta seperti ini juga tidak sesuai dengan apa yang sewajarnya, karena motivasi seks membawa kepada komitmen, padahal kualistas seks dapat saja menurun sehingga komitmen dapat mengakibatkan tidak dapat dipertahankan.

7. No kencan + no komitmen + no seks = tidak ada cinta
Hal ini dapat terjadi kepada orang yang patah hati, gagal dalam membagun hubungan cintanya dan akhirnya memutuskan bahwa cinta adalah omong kosong belaka……….

Arah yang seharusnya: Kencan ==> Komitmen  ==> Seks ==> membangun keluarga.

Jangan merusak persahabatan menjadi sekx bebas karena tidak mengenal hal-hal mendasar akan hubungan cinta, seks dan kencan. 

Kunci dari hubungan ini adalah JANGAN MELAKUKAN SEKS sebelum memiliki komitmen dan telah diberkati dalam pernikahan. Hindari pernikahan sebelum memiliki kencan yang cukup satu sama lain, saling mengenal, memahami adalah proses yang penting.