INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Sunday, June 28, 2015

Membangun Kekudusan

Sebuah khotbah yang menyatakan manusia tidak mungkin menjadi kudus dan sempurna, Kita adalah ,manusia yang berdosa dan berdosa dan berdosa. Hal ini menjadi sebuah poin yang memprihatinkan saya secara pribadi apalagi dinyatakan dari atas mimbar khotbah beberapa waktu yang lalu oleh seorang pendeta,

Alkitab dengan jelas mengatakan kita memilki kekudusan  karena tanpa kekudusan kita tidak dapat melihat TUHAN.  Alkitab juga mengatakan hendaklah kamu sempurna karena ALLAH sempurna.
Mat. 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
1 Pet 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu , sebab Aku kudus

Logika menjadi KUDUS dan SEMPURNA adalah logika ditingkat rohani bukan ditingkat logika moral. Logika ROHANI dalam arti bagaimana kekudusan itu karena kita ingin memiliki kemuliaan yang telah ditunjukkan didalam YESUS MANUSIA-TUHAN. Hal seperti ini adalah hal yang melamppaui akal, melampaui logika moral. Logika moral adalah logika dari hasil pikir manusia yang positif, manusia yang mencoba mencari kebenaran karena sesuatu yang dipelihara demi kesetimbangan kedamaian kesejahteraan dan sejenisnya. Hal KEKUDUSAN adalah hal yang melampaui perbuatan yang sampai kepda sekedar kedamaian kesejahteraan namun sampai kepada menjadi sama seperti YESUS yaitu yang mendapatkan kekekalan,

Kekudusan manusia tidak dapat dibandingkan dengan kekudusan TUHAN yang adalah KUDUS KUDUS KUDUS. Tetapi TUHAN dapat mengkuduskan manusia hingga mencapai kekudusan bagi mereka yang berkenan dihadapanNYA. Elias yang tidak mampu membimbing anaknya dengan baik namum karena kekudusan yang diberikan ALLAH, dia terangkat ke SORGA adalah contoh yang riil bahwa kekudusan manusia dapat disempurnakan oleh TUHAN karena DIAlah yang empunya kekudusan.

Hal kesempurnaan dan kekudusan adalah sebuah harga mutlak jika ingin menjadi pemenang hingga Akhir Zaman. Hal kekudusan dan kesempurnaan yang dimaksud tentunya dalam dimensi yang sesuai dengan alkitab dan terkait dengan hal kehidupan manusia hingga kekekalan.

Sangat disayangkan jika ada pengkotbah yang menyatakan hal kesudusan dan kesempurnaan tidak dapat dicapai oleh manusia, Karena dengan adanya Roh KUDUS manusia dimampukan menjadi kudus dan sempurna dihadapan TUHAN dan semakin sama seperti  Yesus yang menjadi model manusia KUDUS dan SEMPURNA.

Jangan Sampai Perpuluhan Menjadi Kutuk

Saat acara petermuan mingguan di Gereja GBKP dengan topik Memberikan Perpuluhan Dengan Suka Cita dapat diartikan bahwa perpuluhan adalah buah dari IMAN percaya  kita. Perpuluhan yang kita berikan adalah bagian yang kita peroleh agar gereja dapat menjalankan kegiatan rohani/spirtual dan organisasional dengan baik. Artinya bahwa uang tersebut menjadi bagian yang penting dalam kehidupan gereja YANG RIIL. Bukan untuk disimpan di bank dan menumpuk tanpa diberdayakan.

Apakah perpuluha harus benar benar 1/10 dari pendapatan kita?  Coba mari kita daftarkan pengeluaran yang selalu berlaku di gereja seperti GBKP. 1. kolekte dua pundi setiap minggu, 2. perpuluhan setiap bulan 3. kolekte petemuan mingguan a. PJJ b. PA  4, Kerja Rani sekali setahun, 5. Pengakuan iman sekali setahun. 5. sumbangan bajar yang selalu ada hampir tiap minggu. 6. Sumbangan pembangunan gereja dan acara 2 (a) di tingkat runggun  (b) kegiatan acara tingkat klasis dan (c) moderamen.

Apakah dengan membayar perpuluhan sebanyak  pendapatan (2) lalu kita dapat mengabaikan persembajan nomor nomor yang lain? Hal inilah yang dapat menjadi KUTUK dalam kehidupan kita menjadikan aturan alkitab menjadi sebuah undang undang yang membuat kita kaku dalam menjalankan PERBUATAN KASIH DALAM KEHIDUPAN RIIL.

Kehidupan diluar gereja juga banyak yang menuntut kita harus berkontribusi secara materi. Ketika seorang lain diluar gereja datang meminta bantuan, bahkan mungkin saja saudara kita yang membutuhkan bantuan lalu kita  menjadi berat hati untuk membantu karena semua uang yang kita siapkan untuk kegiatan KASIH telah habis untuk gereja.

Perpuluhan jangan membuat kita kaku untuk melakukan perbuatan kasih karena hal yang paling penting dalam kehidupan ini adalah bagaimana kita dapat menunjukkan perbuatan kasih kepada sesama manusia, Perpuluhan adalah sesuatu yang tidak mati tetapi bagaimana seorang mampu menunjukkan kasih dari apa yang ada dalam hatinya karena sukacitanya kepada sesama manusia.

Matius 23: 23 menyatakan bagaimana contoh orang orang yang memberikan perpuluhan seperti Farisi tetapi mengabaikan keinginan dan rencana TUHAN bagi manusia yaitu melakukan perbuatan kasih.

Mat 23: 23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan.  Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Jangan sampai kita menjadi seperti ahli taurat dan farisi yang memberikan perpuluhan namun mengabaikan kasih yang nyata bagi sesama yang membutuhkan. Jangan sampai kita hanya berkata MAAF TIDAK DAPAT MEMBANTU ANDA KARENA SEMUA PERSEMBAHAN DAN KASIH SAYA SUDAH SAYA SERAHKAN KE GEREJA......

Lalu apa yang telah dilakuan gereja? Apakah gereja melakukan sesuatu yang riil dari persembahan itu? Disini menjadi sebuah perkara yang nyata kalau ternyata orang orang didalam gereja tidak dapat menikmati hal yang riil didalam gereja.


Perpuluhan juga dapat menjadi kutuk bagi mereka yang memiliki pendapatan yang  pas pasan, dengan gaji< 2 juta sebulan apakah mereka wajib memberikan perpuluhan? Kalau mereka data saja ke gereja dengan kolekte yang sudah ada dan kegiatan gereja akan menjadikan mereka hidup didalam keprihatinan. Kebutuhan sehari hari plus anak anak sekolah. plus adat budaya, plus sosial, plus lainnya yang tidak terduga membuat mereka akan merasa terkutuk jika wajib memberikan perpuluhan dari seluruh pendapatannya.

Orang orang yang tidak mampu dapat mengantikan perpuluhan dengan memberikan dirinya melakukan berbagai aktifitas didalam gereja.dan itulah sesunguhnya yang diinginkan TUHAN seperti dikatakan dalam Roma 12:1

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,  supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan  yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati

Hal ini memungkinkan seorang dapat MENGELOLA kehidupan rohaninya dengan TUHAN dalam aktifitas didalam gereja dan diketerbatasan pendapatannya tidak menjadikan perpuluhan menjadi "KUTUK".  Hal hal yang pernting didalam kehidupan gereja adalah bagaimana kita memiliki suka cita  dalam melakukan kehidupan rohani kita karena kita telah memberikan seluruh kehidupan kita kepada TUHAN.. Kekudusan kita adalah hal yang lebih penting bagi TUHAN ketimbang sekedar memberikan perpuluhan yang dapat menjadi kutuk karena kekurangan kita.

Catatan juga bagi gereja bahwa sangat tidak pantas membandingkan apa yang dilakukan oleh orang Farisi dan ahli Taurat dengan apa yang kita lakukan saat ini. Kelompok Farisi dan ahli Taurat adalah orang munafik yang bukan sekedar menutupi kejahatannya melalui perpuluhan tetapi banyak hal hal yang negatif yang mereka lakukan sehingga dalam Matius 23 berkali kali dikatakan Yesus sebagai orang orang yang CELAKA. Kita adalah kaum kudus, kita memilki Roh Kudus didalam hati kita dan kita memilki kemuliaan kita sendiri yang diberikan TUHAN melalui YESUS yang telah menebus dosa kita. Kita sangat tidak pantas dibandingkan dengan orang Farisi termasuk hal memberikan perpuluhan................Salam

Saturday, January 10, 2015

Lima gadis yang bijak dan lima yang bodoh (penutup)

Dalam logika  lima gadis yang bijak dan lima yang bodoh, dimanakah kita? Hal ini perlu kita lihat dari dimensi ruang dan waktu kita saat ini. Semua telah sempurna, Yesus telah kembali kesurga dan menjadi ROH YESUS KRISTUS  (Filipi 1:19) dalam arti telah MENJADI SATU ROH  (Yoh 10:13) dengan BAPA DI SORGA. Rancangan Tuhan didalam hati manusia agar TUHAN ROH dalam arti Bapa, Anak dan Roh Kudus dapat tinggal didalam hati kita agar kita dapat tetap bersekutu dengan TUHAN. Karena TUHAN ROH sudah ada didalam kita (Yoh 17:21).

Keinginan TUHAN didalam kita adalah menjadi GEREJA atau manusia gereja, karena 1 Kor 6:19 berkata  Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus  yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Juga ada ayat yang menekankan  Efesus 2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Dalam hal ini kita adalah manusia manusia gereja yang memilki TUHAN, memilki ROH TUHAN didalam hati kita. Kita adalah manusia gereja kitalah bait ALLAH itu.

Lalu bagaimanakah kita dalam pilihan antara lima gadis yang bijak dan lima yang bodoh dalam rancangan HAL KERAJAAN SORGA, apakah dan siapakah kita?


Dalam hal keselamatan hingga KERAJAAN SORGA ini Tuhan telah selesai melakukan semua program NYA untuk kita manusia. Tinggal kita memilih apakah kita ingin menjadi:

1. 5 wanita bodoh
2. 5 wanita bijak sana
3. Kita sudah berada dalam iring-iringan pengantin karena kita sudah menjadi pemenang sebagai manusia gereja.

Hal 5 manusia bodoh itu sudah dapat kita lihat dan kita hindari. Kita juga sudah memilki kekudusan sehingga roh kita dapat senantiasa berkontak dengan TUHAN seperti lima wanita yang bijaksana tetapi kita juga dapat memilih yang lebih sempurna selain kita telah memilki ROH TUHAN DIHATI KITA namun kita juga sudah memilki HARTA SORGA sehingga kitalah yang menjadi MEMPELAI YESUS secara rohani dalam pesta pernikahan itu dan kita sdh berada didalam iring-iringan yang menjadi pengantin mempelai wanita anak domba itu.

Sekarang kita mau pilih yang mana, semua TUHAN telah sediakan untuk kita....amen.

Wednesday, December 10, 2014

Apakah Yesus Memiliki Keinginan Seks?


Dalam sebuah diskusi  ada seorang yang belajar teologia yang menanyakan apakah Yesus memiliki keinginan seks? Dalam logika pertanyaan itu lebih lanjut  mengasumsikan jika kita mengangap Yesus dan Bapa/YHWH/TUHAN adalah satu maka tentunya BAPA Di Sorga juga memilki keinginan yang sama. Kelemahan dalam logika pertanyaan ini adalah karena  dia dan manusia melihat dari sisi kemanusiaan kita. Manusia  banyak sekali yang melihat YESUS dari logika kemanusiaan sang manusiaan Yesus sebagai manusia melulu. Tetapi kita tidak mengkaitkan datau melihat  DIMENSI ROH bahwa YESUS ADALAH MANUSIA YANG SATU ROH DENGAN TUHAN. Dimensi TUHAN menjadi manusia dapat dilihat saat bertemu/mengunjungi  Abraham saat itu  namun sesunguhnya contoh dalam dimensi manusia sedikit berbeda didalam YESUS. Tentunya TUHAN sudah menunjukkan siapa YESUS dari perbuatan perbuatan HERAN/Mukjizat yang dilakukanNYA.
  
Saya menjawab dalam diskusi ini berdasarkan pengalaman saya hal seks.   Kalau menurut pengalaman yang akan saya ceritakan di paragraf selanjutnya bahwa  bagi seorang Yesus masalah seks bukanlah masalah yang significant/ tidak penting. Dengan pengalaman saya saat 10 tahun berpisah dengan istri dalam hal ini saya adalah manusia yang sdh mengenal dan menikmati seks dibandingkan dengan Yesus saat itu.

Saya punya pengalaman berpisah 10 tahun dengan istri saya sejak tahun 2003 saat istri mengambil Doktor di UKM malaysia. Dan pada saat istri masih di Malaysia lalu saya juga melanjutkan sekolah tahun 2005. Saya berangkat ambil Doktor di Taiwan. Dalam pengalaman kami, saya adalah lelaki yang sehat dan normal. Kami memperoleh Anak kedua itu hasil kunjungan singkat ke Malaysia tahun 2008. Lalu selama saya di Taiwan kunjungan setiap tahunya sekitar 1-2 bulan per tahun dan istri saya hamil sebanyak 2x walaupun keguguran karena kecapean mengajar S1 sampai S3 di salah saru PTN di Medan.

 
Taiwan terkenal dengan negara free sex. Tapi pengalaman saya membuktikan walaupun keinginan seks saya cukup tinggi tapi dapat mengendalikannya dengan banyak cara misalnya berenang 6-8 km perminggu dan jogging 10x lapangan stadiun 3x seminggu. Kita dapat melakukan banyak usaha agar kita tidak terjebak dengan keinginan seks. Semua aktifitas yang saya lakukan selalu terkait dengan kegiatan rohani di TICC sebuah gereja  berkomunitas internasional sehingga saya merasa kehidupan ini tercover dalam sebuah sistem yang benar dan rohani juga.


 Yang penting kembali kepada pemahaman kita akan isi alkitab, karena saya kebetulan memegang prinsip alkitab yang mengatakan, barang siapa yang tidak mengasihi istrinya doanya tidak sampai kesorga, tidak didengar Bapa, Dan perzinahan adalah dosa yang akan terbawa hingga keketurunan/dosa TURUNAN seperti banyak contoh dalam alkitab. Hal-hal seperti itu membuat saya dan kita tidak ada keinginan untuk berbuat dosa perzinahan seperti itu. Padahal di Taiwan pelayanan seks secara formal dapat kita lakukan karena ada promosinya langsung di TV di Taiwan. Kita tinggal calling no personnya dan bayak sekitar 1 juta dalam rupiah.
 

Artinya hidup ini adalah pilihan dan pattern mana yang mau kita gunakan sebagai aturan main dalam hidup kita dan itulah pengalaman saya yang hidup secara rohani untuk melawan keinginan seks itu.

Pengalaman saya itu menunjukkan tidak sulit mengendalikan seks walaupun kita jauh dari istri padahal saya sdh menikmati seks. Lalu bagai mana dengan Yesus yang maha KUDUS itu?

Kalau para pengomentar pada diskusi itu melihat Yesus sebagai manusia berdosa itu karena kita melihat dari keterbatasan manusia dari keterbatasan kemanusiaan kita, Tapi Yesus adalah TUHAN dan TUHAN adalah KUDUS. Dalam prinsip roh yang adalah KUDUS bahwa YESUS dan YHWH adalah satu kesatuan dialam ROH karena YESUS dan BAPA adalah SATU dan mereka satu didalam ROH ITU.  Itulah megapa saya menyarankan kepada kawan kawan disana untuk melihat dari PRINSIP ROH. Karena dalam logika ALKITAB bahwa kematian manusia yang memilki roh itu tidak akan membawa kepada kematian yang ada dalam logika manusia. Jangankan kepada Yesus kepada orang percaya saja rohnya TUHAN pelihara. Karena tubuh diserahkan kepada maut tetapi roh TUhan pelihara.

 
Kalau dikaitkan hal keinginan Seks dengan DOSA  maka jika kita baca 2 Kor 5: 21, menurut referensi catatan kakinya menyatakan Yesus tidak berkontak dengan dosa. Ia tidak mengenal dosa Yoh 8:46 1 Petrus 2:22 dan ibrani 4:15 dan 7: 26. Dalam hal ini.prinsip roh itu penting sehingga kita dapat melihat Yesus adalah TUHAN dan tidak berkontak dengan dosa.

 
Yang menjadi pemikiran saat berdiskusi mengapa mereka yang belajar teologia sampai S1 S2 tapi memiliki pertanyaan yang sangat dunia sekali. Apakah mereka tidak belajar PRINSIP ROH. Namun kalau kita lihat dari perkembangan zaman maka resiko seperti ini memang sdh dinyatakan dalam alkitab. Saat belajar KRISTALISASI WAHYU dahulu dikatakan bahwa salah satu ciri ciri akhir zaman adalah manusia-manusia gereja mencari jalan dosa untuk mengenal TUHAN yang adalah KUDUS.
 
Kegagalan kita melihat TUHAN YESUS dengan penuh KUASA ROH yang KUDUS dan hidup dalam kekudusannya membuat teman teman tidak dapat melihat TUHAN DIDALAM YESUS untuk tidak bersentuhan dengan DOSA. Yesus disalib dikayu salib adalah untuk menanggung dosa manusia dan Dia datang sebagai persembahan kurban yang sampai ke sorga untuk mendamaikan manusia dengan BAPA, Yesus melakukannya dan IA bangkit dan kembali ke SORGA.  Maka sempurnalah DIA yang dari sorga kembali kesorga.

Lalu apakah orang seperti Yesus memilki keinginan seks, jawabnya tentunya itu tidak menjadi masalah bagi DIA karena kuasa yang ada pada Yesus jauh lebih luar biasa. Dan jikapun ada maka kuasa ROH yang ada pada DIA lebih  berkuasa ketimbang bagaimana sekedar mengendalikan keinginan seks.

 Yang lebih penting para teolog belajar lebih lagi prinsip roh agar dapat melihat YESUS dalam dimensi rohani dan bukan sekedar logika kemanusia manusia yang pendosa.  ...........

Lima gadis yang bijak dan lima yang bodoh (bagian 2)


Perbedaan antara gadis yang bijak dan tidak adalah hal satu mempersiapkan minyak cadangan sedangkan yang lima lagi tidak. Mereka sama sama memilki pelita tetapi yang bodoh tidak mempersiapkan minyaknya. Pelita dan minyak adalah satu kesatuan karena pelita itu akan menyala jika ada minyak (ayat 4). Artinya bahwa wanita pintar ini telah mempersiapkan hidupnya didalam TUHAN sebagai pelita dan tetap hidup didalam TUHAN (minyak) secara ROHANI (ROH). Tuhan adalah segala galanya bagi mereka, adalah pengharpan mereka. Maka dalam kehidupan kita ini adalah contoh bahwa bukan sekedar sebagai orang percaya tetapi orang orang yang hidup didalam TUHAN dan rohnya senantiasa berkontak dengan TUHAN. Artinya manusia-manusia yang hidup secara rohani.

Bahwa kedatanagan  TUHAN kembali adalah misteri ILAHI dan hari kedatangan mempelai itu juga tidak terduga dan akhirnya mereka  mereka dan tertidur dengan pelitanya yang tetap menyala (5). Dan ditengah malam tiba tiba terdengar suara yang menyatakan bahwa mempelai datang dan sambutlah dia (6).  Mengantuk dan tertidur adalah sesuatu yang diumpakan seperti manusia yang sakit dan mati. Seperti apa yang dikatakan oleh Yesus hal Lazarus bahwa dia teridur namun sesunguhnya ia telah mati (Yoh 11: 11-13). Tengah malam dan tertidur merupakan phase yang melambangkan masa penderitaan dan tertidur sebagai kematian karena ini menyangkut masuk ke phase akhir zaman,

Dikaitkan dengan HIDUP secara rohani (TUHAN/minyak) sehingga walaupun mereka mati tetapi roh mereka tetap hidup dan inilah yang menjadi identitas kekal mereka sehingga mereka tetap  memilki identitas rohani sebagai HARTA SORGA mereka yang bila saatnya waktunya tiba mereka memilki identitas didalam TUHAN yaitu diumpamakan seperti manusia yang memiliki minyak yang siap untuk menyalakan pelitanya jika diperlukan.  

Mereka terbagun dan bersiap untuk menyambut sang mempelai, lalu mereka mempersiapkan hal yang penting setelah mereka bangun atau identik dengan saat kebangkitan yang di tunggu tunggu itu. Di ayat 7 itu terbangun dan mempersiapkan pelitanya. Hal ini menunjukkan bahwa bangun atau kebangkitan itu dilanjutkan denga  mempersiapkan pelita yang dapat kita lihat bagaimana PELITA ITU seperti MELAMBANGKAN IDENTITAS YANG MENJADI PERSYARATAN sehingga disaat ayat ke 8  gadis bijak menolak untuk berbagi dengan mereka walaupun hanya sedikit. Dalam hal ini identitas rohani setiap seorang manusia itu adalah hal yang dilakukan pribadi lepas pribadi dan dengan bukti bukti selama kehidupan kita. Minyak yang adalah TUHAN itu sendiri apakah selalau ada dan menjadi bagian dari IDENTITAS ROHANI kita? Inilah yang tidak dapat dibagi karena semua itu memilki waktunya.

Gadis bijak menjawab tidak dan alasannya nanti cukup, karena itu adalah HARTA SORGA dan menjadi MODAL UNTUK MERAJA DIKERAJAAN SORGA dan semua itu sdh dikumpulkan dalam kehidupan kita yang SATU didalam TUHAN. Ingatlah ayat firman TUHAN yang menyatakan, barang sisapa yang mengikatkan diri dengan DIA satu ROH DENGAN TUHAN. Namun perempuan bijak mensyaratkan untuk segera membeli minyak ke penjual minyak. Namun dalam hal ini WAKTU TUHAN TIDAK SAMA DENGAN WAKTU MANUSIA.  Karena saatnya telah tiba dan  mereka wanita bijak itu masuk bersama mempelai ke ruang tempat perjamuan mempelai (10) dan pintu pun ditutup, Dan semua sudah dimulai sesuai dengan rencana TUHAN.

Disaat wanita yang tidak bijaksana itu datang mengetuk untuk membukakan pintu namun jawab penjaga itu aku berkata kepadamu Aku tidak mengenal kamu (11-12). Mengapa demikian? Kalau kita kaitkan dengan Lukas 13:25-27 maka sesunguhnya mereka tidak layak dan tidak memenuhi persyaratan walaupun mereka sudah menjadi bagaian dari rencana TUHAN dan melakukan berbagai aktifitas didalam kehidupannya bersama TUHAN (26) namun  mereka melakukan hal hal yang tidak dikehendaki TUHAN ( 26).

Refleksi ini  menunjukkan bahwa boleh saja kita berkata kita sudah percaya TUHAN YESUS DAN ROH KUDUS lalu kita dibaptis dan hidup sebagai manusia yang memilki roh sebagai pelita dari TUHAN, Namun ternyata didalam kehidupan kita tidak mengumpulkan HARTA Sorga dari buah-buah rohani kita bahkan melakukan tetap kejahatan, Hal ini mengakibatkan pelita kita tidak seiring dengan keinginan TUHAN/minyak  sehingga kita tidak layak dihadapan TUHAN dan seperti wanita yang tidak bijak itu juga ditolak masuk ke ruang perjamuan kawin itu.

Bersambung.............

Thursday, November 27, 2014

Lima gadis yang bijak dan lima yang bodoh (bagian 1)



Hal kerajaan sorga alkitab memberikan perumpamaan terhadap lima gadis bijak dan bodoh dalam persiapan menyambut mempelai lelaki sebuah pesta perkawinan. Lima gadis yang  memiliki pelitanya yang menyala dan mempersiapkan minyak cadangannya adalah gadis yang bijak sementara gadis yang menyiapkan pelitanya yang menyala tetapi tidak memilki cadangan minyak adalah gadis yang bodoh. Yesus menerangkan hal ini pada saat itu sebagai salah satu contoh hal kerajaan sorga.
Dalam logika kita tentunya bertanya siapakah orang orang ini yang telah memiliki pelita yang telah berisi minyak  dan menyala? Hal ini perlu kita ketahui untuk menciptakan kondisi batas dari alkitab hal KERAJAAN ALLAH yang bersifat general dan universal, KERAJAAN SORGA yang bersifat rohani dan spesifik didalam Yesus  DAN HAL SORGA yang hanya TUHAN/BAPA YANG BERHAK MENENTUKANNYA. 

Hal KERAJAAN SORGA yang diumpamakan disini adalah SEBUAH SISTEM yang dirancang TUHAN yang ditawarkan kepada manusia yang sdh mengenal DIA didalam Yesus. Mengapa demikian? Karena hal Kerajaan Sorga ini sudah masuk dari bagian akhir kehidupan dunia yang dikenal dengan proses pengangkatan kaum kudus yang akan naik ke sorga, lalu memasuki masa antikris lalu dilanjutkan dengan masa penghakiman dan meraja selama 1000 tahun sebelum diakhiri dengan bumi baru dan langit baru.  

Dari bacaan  Firman Tuhan di Matius 25:1-13 membahas hal  sekelompok GADIS GADIS yang sdh sama sama memiliki lampu yang menyala dan  disatu kelompok mempersiapkan cadangan dan yang satu kelompok lain tidak. Gadis gadis ini adalah melambang perawan suci yang dinikahkan dengan seorang anak lelaki yaitu YESUS Kristus (2 Korintian 1:2). Mereka adalah manusia manusia suci dan kudus yang diinginkan TUHAN untuk menjadi mempelai anakNYA.  

Lalu mereka membawa pelita yang menyala yang melambangkan mereka memilki ROH-MANUSIANYA didalam hidupnya dan TUHAN mengenal mereka secara rohani (Amsal 20:27; Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya). Dalam arti mereka ini adalah orang orang yang sudah beriman kepada TUHAN. Orang orang yang sdh ada didalam kehidupan rohani. Bahkan mereka adalah kelompok manusia special karena merekalah gadis-gadis perawan yang melambangkan kekudusan.   

Lebih spesifik lagi untuk yang ada saat ini, maka dalam perumpamaan ini Yesus sudah membatasi bahwa kedua jenis gadis ini sudah sama sama ada didalam GEREJA. Karena dasar gereja adalah iman kepada TUHAN. Setiap orang didalam gereja telah percaya dan melakukan pengakuan iman. Dalam arti bahwa kedua kelompok ini sdh memiliki bekal ROHANI sebagai orang percaya.
Tapi apakah IMAN SAJA SUDAH CUKUP? Ternyata hal kerajaan sorga iman saja itu tidak cukup. Jika dikaitkan dengan referensi alkitab maka Roma 8:16 Roh itu (TUHAN) bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dalam arti bahwa kita adalah anak-anak TUHAN karena kita memiliki roh yang menyala-yala seperti gadis gadis tersebut yang bersumber dari TUHAN. Dalam dimensi rohani sesunguhnya hanya TUHAN yang tahu apakah kita sdh benar benar memiliki roh-manusia kita yang telah BERSAKSI (MENYALA) seperti gadis gadis itu. Secara spesifik semua itu merupakan  bagian dari kehidupan manusia didalam sistem TUHAN saat ini yaitu DIDALAM GEREJA. 

Kita sebagai manusia gereja, kita adalah TERANG DUNIA yang cahayanya menerangi kegelapan dunia ini (Matius 5:14). Orang orang yang bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia (Pilipi 2:15b). Gadis gadis itu semua telah menjadi terang dunia karena mereka memilki pelita itu. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita sebagai manusia gereja sudah melakukan fungsi kita untuk menerangi kegelapan dunia ini? Jika tidak maka secara rohani kita bukanlah dari kedua jenis gadis-gadis itu,  tetapi berada diluar dan bahkan tidak terhitung menjadi mempelai penganting pria tersebut. Walaupun dalam ayat yang lain terbuka kesempatan untuk itu seperti dari perumpamaan orang yang diundang pada Matius 22: 1-14 hal Perjamuan Kawin Kerajaan yang juga mengambarkan hal kerajaan sorga.................bersambung

Tuhan Dalam Banyak Sisi Didalam Yesus

Hari ini khotbah Pdt dari Negara kepulauan Kiribati Rev. Nivanga Konono, membuka sebuah pembahasan TUHAN/YHWHyang menjadi sebuah hubungan yang lebih luas didalam YESUS. Didalam Yesus maka TUHAN bukan saja adalah TUHAN yang ada di Sorga, TUHAN yang kita sembah dan muliakan senantiasa. Didalam Yesus TUHAN menjadi Bapa kita yang telah melakukan perdamaian melalui anak NYA yaitu Yesus. Tuhan menjadi Bapa kita karena Yesus menjadi yang TUNGGAL dengan banyak saudara.

Didalam Yesus, kita menjadi bersahabat dengan TUHAN, Kita dan Yesus sebagai sahabat dapat saling mengkontak, saling bekerja sama khususnya untuk rencana TUHAN menjadikan segala bangsa menjadi muridnya. Walaupun itu adalah sebuah perintah namun disana menuai arti membuka hubungan kerjasama dibawah kendali TUHAN didalam Yesus. Yesus mencari patner untuk melaksanakan rencana TUHAN itu, Semua orang yang terlibat dalam pelaksanaan rencana TUHAN didalam Yesus itu menjadi patner TUHAN.

Menjadi penolong, yang riil bagi semasa manusia adalah contoh yang telah diberikan Yesus. Kita dapat melihat dimensi TUHAN didalam Yesus hal bagai mana cara TUHAN menolong manusia, menyampaikan kasihnya dan rencananya. Inilah dimensi yang dapat kita contoh dan kita lakukan dalam kehidupan kita secara riil saat ini,

Apakah orang lain dapat melihat TUHAN dari kehidupan kita? Manusia memiliki sisi atau dimensi ketuhanan dimana bagian dari unsur hidup manusia benar 2 bersumber dari TUHAN di Sorga. Manusia dapat berbuah secara rohani dengan buah buah roh seperti yang diajarkan dalam alkitab Galatia. Itulah menunjukkan esesensi mendasar dari kehidupan orang yang beesandar kepada iman dan rohani.

Yang menjadi persoalan apakah seorang  benar benar berbuah karena rohaninya? Ini menjadi hal yang bukan sekedar melihat TUHAN dari sudut manusia tetapi manusia juga memiliki kemanusaiaannya yang dapat mengakibatkan dimensi TUHAN didalam manusia itu tercemar dengan kemanusiaan kita dan untuk itu semua harus dilatih dalam proses yang sesungguhnya didalam gereja.

Pekerjaan didalam TUHAN dan buah rohani itu harus sampai kepada pengalaman rohani dan disaat itu kita akan sadar bahwa TUHAN menjadi rill didalam hidup kita dan kita akan terus berbuah dan berbuah, Disaat itulah kita melihat bahwa ada manusia yang dapat menunjukkan dimensi TUHAN didalam hidupnya. Dan contoh itu sesunguhnya sudah sempurna didalam Yesus.

Banyak sisi yang dapat kita lihat di dalam HIDUP YESUS cara cara TUHAN yang sesunguhnya bahkan bagaimana TUHAN menyelamatkan manusia hingga ke SORGA didalam Yesus. Belajarlah lebih dan lebih lagi didalam Yesus.