INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Sunday, June 28, 2015

Membangun Kekudusan

Sebuah khotbah yang menyatakan manusia tidak mungkin menjadi kudus dan sempurna, Kita adalah ,manusia yang berdosa dan berdosa dan berdosa. Hal ini menjadi sebuah poin yang memprihatinkan saya secara pribadi apalagi dinyatakan dari atas mimbar khotbah beberapa waktu yang lalu oleh seorang pendeta,

Alkitab dengan jelas mengatakan kita memilki kekudusan  karena tanpa kekudusan kita tidak dapat melihat TUHAN.  Alkitab juga mengatakan hendaklah kamu sempurna karena ALLAH sempurna.
Mat. 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
1 Pet 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu , sebab Aku kudus

Logika menjadi KUDUS dan SEMPURNA adalah logika ditingkat rohani bukan ditingkat logika moral. Logika ROHANI dalam arti bagaimana kekudusan itu karena kita ingin memiliki kemuliaan yang telah ditunjukkan didalam YESUS MANUSIA-TUHAN. Hal seperti ini adalah hal yang melamppaui akal, melampaui logika moral. Logika moral adalah logika dari hasil pikir manusia yang positif, manusia yang mencoba mencari kebenaran karena sesuatu yang dipelihara demi kesetimbangan kedamaian kesejahteraan dan sejenisnya. Hal KEKUDUSAN adalah hal yang melampaui perbuatan yang sampai kepda sekedar kedamaian kesejahteraan namun sampai kepada menjadi sama seperti YESUS yaitu yang mendapatkan kekekalan,

Kekudusan manusia tidak dapat dibandingkan dengan kekudusan TUHAN yang adalah KUDUS KUDUS KUDUS. Tetapi TUHAN dapat mengkuduskan manusia hingga mencapai kekudusan bagi mereka yang berkenan dihadapanNYA. Elias yang tidak mampu membimbing anaknya dengan baik namum karena kekudusan yang diberikan ALLAH, dia terangkat ke SORGA adalah contoh yang riil bahwa kekudusan manusia dapat disempurnakan oleh TUHAN karena DIAlah yang empunya kekudusan.

Hal kesempurnaan dan kekudusan adalah sebuah harga mutlak jika ingin menjadi pemenang hingga Akhir Zaman. Hal kekudusan dan kesempurnaan yang dimaksud tentunya dalam dimensi yang sesuai dengan alkitab dan terkait dengan hal kehidupan manusia hingga kekekalan.

Sangat disayangkan jika ada pengkotbah yang menyatakan hal kesudusan dan kesempurnaan tidak dapat dicapai oleh manusia, Karena dengan adanya Roh KUDUS manusia dimampukan menjadi kudus dan sempurna dihadapan TUHAN dan semakin sama seperti  Yesus yang menjadi model manusia KUDUS dan SEMPURNA.

Jangan Sampai Perpuluhan Menjadi Kutuk

Saat acara petermuan mingguan di Gereja GBKP dengan topik Memberikan Perpuluhan Dengan Suka Cita dapat diartikan bahwa perpuluhan adalah buah dari IMAN percaya  kita. Perpuluhan yang kita berikan adalah bagian yang kita peroleh agar gereja dapat menjalankan kegiatan rohani/spirtual dan organisasional dengan baik. Artinya bahwa uang tersebut menjadi bagian yang penting dalam kehidupan gereja YANG RIIL. Bukan untuk disimpan di bank dan menumpuk tanpa diberdayakan.

Apakah perpuluha harus benar benar 1/10 dari pendapatan kita?  Coba mari kita daftarkan pengeluaran yang selalu berlaku di gereja seperti GBKP. 1. kolekte dua pundi setiap minggu, 2. perpuluhan setiap bulan 3. kolekte petemuan mingguan a. PJJ b. PA  4, Kerja Rani sekali setahun, 5. Pengakuan iman sekali setahun. 5. sumbangan bajar yang selalu ada hampir tiap minggu. 6. Sumbangan pembangunan gereja dan acara 2 (a) di tingkat runggun  (b) kegiatan acara tingkat klasis dan (c) moderamen.

Apakah dengan membayar perpuluhan sebanyak  pendapatan (2) lalu kita dapat mengabaikan persembajan nomor nomor yang lain? Hal inilah yang dapat menjadi KUTUK dalam kehidupan kita menjadikan aturan alkitab menjadi sebuah undang undang yang membuat kita kaku dalam menjalankan PERBUATAN KASIH DALAM KEHIDUPAN RIIL.

Kehidupan diluar gereja juga banyak yang menuntut kita harus berkontribusi secara materi. Ketika seorang lain diluar gereja datang meminta bantuan, bahkan mungkin saja saudara kita yang membutuhkan bantuan lalu kita  menjadi berat hati untuk membantu karena semua uang yang kita siapkan untuk kegiatan KASIH telah habis untuk gereja.

Perpuluhan jangan membuat kita kaku untuk melakukan perbuatan kasih karena hal yang paling penting dalam kehidupan ini adalah bagaimana kita dapat menunjukkan perbuatan kasih kepada sesama manusia, Perpuluhan adalah sesuatu yang tidak mati tetapi bagaimana seorang mampu menunjukkan kasih dari apa yang ada dalam hatinya karena sukacitanya kepada sesama manusia.

Matius 23: 23 menyatakan bagaimana contoh orang orang yang memberikan perpuluhan seperti Farisi tetapi mengabaikan keinginan dan rencana TUHAN bagi manusia yaitu melakukan perbuatan kasih.

Mat 23: 23
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan.  Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Jangan sampai kita menjadi seperti ahli taurat dan farisi yang memberikan perpuluhan namun mengabaikan kasih yang nyata bagi sesama yang membutuhkan. Jangan sampai kita hanya berkata MAAF TIDAK DAPAT MEMBANTU ANDA KARENA SEMUA PERSEMBAHAN DAN KASIH SAYA SUDAH SAYA SERAHKAN KE GEREJA......

Lalu apa yang telah dilakuan gereja? Apakah gereja melakukan sesuatu yang riil dari persembahan itu? Disini menjadi sebuah perkara yang nyata kalau ternyata orang orang didalam gereja tidak dapat menikmati hal yang riil didalam gereja.


Perpuluhan juga dapat menjadi kutuk bagi mereka yang memiliki pendapatan yang  pas pasan, dengan gaji< 2 juta sebulan apakah mereka wajib memberikan perpuluhan? Kalau mereka data saja ke gereja dengan kolekte yang sudah ada dan kegiatan gereja akan menjadikan mereka hidup didalam keprihatinan. Kebutuhan sehari hari plus anak anak sekolah. plus adat budaya, plus sosial, plus lainnya yang tidak terduga membuat mereka akan merasa terkutuk jika wajib memberikan perpuluhan dari seluruh pendapatannya.

Orang orang yang tidak mampu dapat mengantikan perpuluhan dengan memberikan dirinya melakukan berbagai aktifitas didalam gereja.dan itulah sesunguhnya yang diinginkan TUHAN seperti dikatakan dalam Roma 12:1

Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,  supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan  yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati

Hal ini memungkinkan seorang dapat MENGELOLA kehidupan rohaninya dengan TUHAN dalam aktifitas didalam gereja dan diketerbatasan pendapatannya tidak menjadikan perpuluhan menjadi "KUTUK".  Hal hal yang pernting didalam kehidupan gereja adalah bagaimana kita memiliki suka cita  dalam melakukan kehidupan rohani kita karena kita telah memberikan seluruh kehidupan kita kepada TUHAN.. Kekudusan kita adalah hal yang lebih penting bagi TUHAN ketimbang sekedar memberikan perpuluhan yang dapat menjadi kutuk karena kekurangan kita.

Catatan juga bagi gereja bahwa sangat tidak pantas membandingkan apa yang dilakukan oleh orang Farisi dan ahli Taurat dengan apa yang kita lakukan saat ini. Kelompok Farisi dan ahli Taurat adalah orang munafik yang bukan sekedar menutupi kejahatannya melalui perpuluhan tetapi banyak hal hal yang negatif yang mereka lakukan sehingga dalam Matius 23 berkali kali dikatakan Yesus sebagai orang orang yang CELAKA. Kita adalah kaum kudus, kita memilki Roh Kudus didalam hati kita dan kita memilki kemuliaan kita sendiri yang diberikan TUHAN melalui YESUS yang telah menebus dosa kita. Kita sangat tidak pantas dibandingkan dengan orang Farisi termasuk hal memberikan perpuluhan................Salam