INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Saturday, February 18, 2012

Diskusi TUHAN dan Manusia 3

Bapa merekomendasikan anak (saat Yesus di baptis), anak merekomendasikan roh kudus (saat Yesus hidup) dan roh kudus memampukan kita mengenal Bapa di dalam Anak. Lalu manusia mengalami roh kudus di dalam hatinya untuk mengenal lebih lagi Bapa melalui anak. Dalam hubungan manusia dengan TUHAN didalam Yesus dengan pertolongan Roh Kudus maka kita dapat merasakan sesuatu dan mengaminkan pengalaman kita/orang percaya dan salah satunya adalah HAL TRINITAS, ALLAH YANG ESA DALAM dalam TIGA KESATUAN, BAPA, ANAK DAN ROH KUDUS.  Namun tentusaja ada yang tidak dapat meyakinkan hal trinitas kepada jemaatnya adalah hal yang wajar saja, karena memahami trinitas diperlukan PEMAHAMAN MINIMAL dari pengajaran akan siapakah TUHAN sehingga TUHAN BAPA ANAK DAN ROHKUDUS adalah SATU KESATUAN ALLAH TRITUNGGAL.
BAPA ANAK dan ROHKUDUS adalah ALLAH yang adalah ROH. ALLAH BAPA = ROH BAPA, ALLAH ANAK = ROH ANAK, ALLAH ROH KUDUS= ROH PENOLONG adalah ALLAH = ROH, adalah salah satu cara untuk melihat TUHAN TRINITAS didalam dimensi ROH, MEREKA adalah ROH ITU.

Tuhan adalah ROH, dalam dimensi roh TUHAN dapat menjadi apa saja. dalam DIMENSI didalam Yesus kita mengenal dan mengaminkan hal TRINITAS sebagai iman percaya dari pengajaran, tetapi TUHAN adalah TUHAN dan TUHAN melebihi TRINITAS. INI adalah sebuah sukacita juga jika kita dapat menerima TUHAN dalam TRINITAS sebagai buah pengalaman orang-orang percaya.
Namun jika kita ingin melihat lebih luas lagi maka: Siapakah  atau TUHAN yang manakah yang mengerakkan Sidarta Buddha dalam mencari hadirat TUHAN?.Apakah TUHAN Yang ada didalam Trinitas atau Tuhan lain yang tidak terdefenisikan? Atau siapakah dan apakah yang mengerakkan HATI SANG SIDARTHA BUDDHA untuk mencari hadirat TUHAN? 

Apa yg dilakukan Sidarta dengan meningalkan ISTANA, dan bertapa untuk mendapatkan sebuah pencerahaan sehingga menjadi BUDDHA adalah sebuah pencarian hadirat "TUHAN".......walaupun dalam pemahaman dari alkitab pencarian tidak sempurna, contoh ajaran REINKARNASI adalah sebuah kesimpulan yang dapat dipatahkan dengan munculnya kenyataan INKARNASI dalam bible.... Namun secara prinsip arah pencairannya adalah mencari sesuatu diluar dimensi manusia....dan disanalah kita dapat melihat sebuah SISTEM LAIN diluar sistem yang kita kenal

Hal lain misalnya, Allah manakah yang membiarkan terjadinya Tsunami yang membunuh 120 000 di Aceh  pada tahun 2004, atau bencana lainnya di muka bumi yang menewaskan beribu orang?  Bencana ini adalah HAL YANG TIDAK KITA TEMUKAN DIALAM TUHAN yang kita kenal pada Yesus dan Roh Kudus, namun kita kenal didalam Allah pada Perjanjian Lama (PL)  yang membiarkan banyak perkara terjadi di PL, sepeti bencana bagi Mesir, bencana pada zaman NUH atau bencana bagi kota niniwe yang akhirnya ditemukan dibawah laut beberapa puluh tahun lalu. Apakah Tuhan Allah yang kita kenal dalam Trinitas yang mengujinkan semua itu terjadi?
Tuhan didalam Kejadian menyatakan semua diciptakan dalam keadaan BAIK, namun TUHAN memberikan KONDISI BATAS/KEPATUHAN yang harus diikuti ADAM dan HAWA dan MEREKA JATUH kedalam DOSA. Kalau kita lihat dalam hal ini berarti di sana ada KEHENDAK, yaitu antara KEHENDAK TUHAN dan KEHENDAK MANUSIA.......Dalam posisi ini didalam ALKITAB SEKALIPUN ABRAHAM pernah jatuh dalam KEHENDAK KEMANUSIAANYA, demikian juga Yakop, MUSA, DAUD, SALOMO dst.....Dalam arti, Mereka orang yang terkemuka didalah alkitab terjebak dalam kehendak KEMANUSIAANNYA dan bukan kehendak TUHAN. 

Demikianlah juga Sidarta dengan KEHENDAKNYA dia Mencari TUHAN dan dia dinyatakan mengalami BUDDHA.....dapat dilihat bahwa TUHAN memilki kehendak kepada Abraham DLL, namun mereka ada yang GAGAL MENGENAL KEHENDAK TUHAN maka demikianlah SIDARTA dengan rencananya mencari kehenda ALLAH. Kebaikan ALLAH dikalahkan oleh kehendak manusia spt SALOMO misalnya, sementara didalam SUDARTA kehendak manusia mencari kehendak ALLAH/ kebaikan ALLAH..itu yang dapat dilihat dari sisi TUHAN ===> Manusia (bible) dan dari Sidarta ===> Tuhan.......

Manusia/orang percaya dalam pengenalannya akan TUHAN didalam Yesus, telah berubah dari HAMBA menjadi ANAK dan disaat manusia adalah anak-anak TUHAN, maka selain manusia adalah ANAK manusia dan anak TUHAN juga adalah PATNER TUHAN, sebagai Patner Manusia bekerja sama dengan TUHAN untuk mencapai tujuan TUHAN bagi dunia ini, yaitu DAMAI di Bumi seperti di Surga. Untuk mencapai tujuan itulah kita adalah KAWAN TUHAN, Kita adalah manusia-TUhan, Roh Kudus/Tuhan tinggal di hati kita...........jika kita memiliki sifat ini maka sesunguhnya DOKTRIN, atau apapun itu seperti Tritungal dll, menjadi TIDAK PENTING, karena yang penting adalah KITA DAN TUHAN SUDAH MENJADI SATU KESATUAN YANG DIBANGUN TUHAN DIDALAM DUNIA INI................persoalannya yang saya tuliskan itu adalah KONDISI IDEAL, apakah kita mampu mencapai kondisi ideal itu?

Diskusi TUHAN dan MANUSIA 2


Dalil alkitab menunjukkan Tuhan adalah Tuhan yang memberikan kesempatan pada manusia untuk memilih dari apa yang disediakan Tuhan bagi manusia, itulah dalil alkitab. Pemahaman antara Kingdom of God dan Kingdom of Heaven dapat menerangkan POSISI SETIAP MANUSIA DIHADAPAN TUHAN.  

Ada pemahaman yang  mengatakan TUHANLAH penyebab segala sesuatunya termasuk kejahatan, karena TUHANlah yang awal dan pencipta segalanya....... Tetapi pemahaman seperti itu karena MANUSIA TIDAK MEMENUHI KEPASTIAN TUHAN yang adalah TUHAN, karena TUHAN memilki KUASA YANG DAPAT MELENYAPKAN SIAPA SAJA DIATAS BUMI INI YANG DIANGAP MANUSIA JAHAT/MELAKUKAN KEJAHATAN, KALAU TUHAN MAU.

Menurut NERACA Massa dan Energy bahwa segala sesuatu itu ada karena ada yang menjadi sumbernya, karena itu dalam hal ini, karena awalnya adalah ALLAH maka dalam hal bertuhan, kita  mengaminkan Tuhan adalah pencipta segala-galanya. Karena ALLAH adalah ROH, maka dalam dimensi roh, ALLAH melihat alam ini sama seperti manusia melihat GARIS...jadi tidak ada kesulitan bagi Allah untuk membuat Jagad Raya ini karena sama seperti manusia membuat garis. Namun dalam empirikal data dari apa yang tersampaikan dalam alkitab, Tuhan memberikan pilihan kepada manusia untuk melakukan kehendaknya dan melakukan kehendak manusia seperti contohyang ada dibible yang. Dari apa yang kita ketahui dari alkitab bahwa, jahat bagi manusia tidak sama dengan jahat bagi TUHAN karena dimensinya berbeda.

Contoh Ayam kita potong kita katakan biasa? lalu apa kata ayam? Mungkin saja ayam menilai manusia sadis. Kita katakan Tsunami aceh memebunuh 120000 jiwa kata kita ngeri dan dahsyat, tapi apa kata TUHAN? Artinya pernyataan BAIK dan JAHAT meurut TUHAN tidak sama dengan menurut manusia, karena dimensi kita berbeda

Kemampuan manusia yang tidak dapat melihat kehendak TUHAN dapat menjadikan kita mengangap itu adalah kontradiksi di dalam ALKITAB.......Tapi TUHAN YA dan AMEN.....Niniwe yg diperingatkan Yunus oleh kehendak TUHAN, namun akhirnya juga punah/lenyap dan ditemukan di dasar samudra......Israel yang membangkang Tuhan dan ingin dilenyapkan  TUHAN dalam perjalanan ke Kanaan, juga dilenyapkan Tuhan dengan sisa beberapa orang yang masuk ke sana...........dll.

Sebagai manusia kita SEHARUSNYA TIDAK BERANI MELIHAT TUHAN SECARA HARGA MUTLAK........LOGIKA MANUSIA TIDAK MEMENUHI/MAMPU MENYIMPULKAN TUHAN YANG ADA PADA DIMENSI ROH......... Bedasarkan sejarah gereja, kalau saja gereja sudah benar mengartikan TUHAN dengan berbagai pendekatan toh gereja dan sikap gereja akan TUHAN tidak mampu membawa manusia lebih baik malah banyak terjebak dalam KEPENTINGAN Organisasi dan duniawi lainnya. Saat ini gereja ditingalkan di eropah saat ini (contoh)......Apakah TUHAN menciptakan kejahatan?......Tidak pantas kita menyimpulkan hal ini. Karena bahwa KEJAHATAN menurut manusia tidak sama dengan kejahatan menurut TUHAN karena dimensinya berbeda.

Kristen adalah berada didalam Kingdom of heaven dengan logika trinitas, tetapi orang-orang lain seperti sidarta berada di kingdom of God MENCARI JALAN MASUK KE KINGDOM OF HEAVEN........dengan 1000 dewa (misalnya)..........Yudas, melepaskan dirinya meningalkan kingdom of heaven dan kembali ke kingdom of God...............inilah pemahaman yang sata tangkap dari ALKITAB..............di kingdom of God Tuhan membiarkan manusia mencari jalannya.........di kingdom of heaven kita dipimpin dengan kuasa TUHAN/Roh Kudus............dalil yang sederhana untuk difahami dari alkitab.

Friday, February 17, 2012

Diskusi Hal TUHAN dan MANUSIA 1.


TUHAN menciptakan manusia itu segambar dengan Tuhan, manusia memilki ROH, JIWA dan TUBUH, manusia dengan Rohnya ====> kebaikan (rohani); Jiwa manusia ===>Moral (netra) dan Daging Manusia/Tubuh ====> Keingin Daging/kenikmatan/dosa. Ketiga yang dimilki manusia ini saling berGUMUL didalam sebuah individu. Ketika Tuhan menciptakan semua baik, dan disisi lain juga menciptakan manusia yang memiliki rohani;moral dan dosa maka disanalah terjadi sebuah SISTEM YANG DIPENGARUHI OLEH LINGKUNGAN. 

Contoh Adam dan Hawa, Allah mengatakan Adam juga Hawa..........namun Hawa dengan ketiga hal diatas dia dengan dipengaruhi lingkungan, alkitab mengatakan ular, walau ada yang menfsirkan ular adalah kekuatan roh lain yang menginginkan manusia sama dengan Allah. Setelah kehendak itu terjadi maka ada dua pemahaman disana, pekerjaan YANG MENYENANGKAN HARI TUHAN DAN YANG TIDAK MENYENANGKAN HATI TUHAN..............inilah salah satu yang di defenisikan sebagai BAIK=====> Sesuai dan Jahat =====> tidak sesuai.

Kalau menurut dalil alkitab, bahwa adam dan hawa mengabaikan TUHAN dan Tuhan marah dan akhirnya hubungan MANUSIA dan TUHAN MATI SECARA ROHANI, jadi Yesus datang mengembalikan dan menghidupkan kembali roh manusia sehingga citra ALLAH dalam manusia dapat dipulihkan, manusia menjadi selamat/hidup secara rohani dan manusia dapat hidup dan dan berkontak dengan TUHAN secara ROH dan kebenaran. Inilah program BAPA dii dalam Yesus. Disisi lain Yesus menjadi Model Keselamatan itu. Jadi Dosa telah mematikan hubungan manusia dan TUHAN, dan Karena TUHAN adalah KUDUS, maka manusia harus diampuni dahulu agar dosanya dihapuskan agar layak di hadapan TUHAN.......inilah bedanya.

Kalau bicara kedaulatan TUHAN, disisi lain TUHAN adalah YA dan AMIN, Tuhan yang memilih bangsa Israel yang BENGAL karena TUHAN YA dan AMEN, Tuhan terus memelihara bangsa ini, dan Yesus juga dilahirkan dari bangsa Yahudi..............namun akhirnya kembali kepada Yahudi, mau ikut Yesus atau mengukiti MUSA. Bangsa Yahudi mengatakan mereka keturunan ABRAHAM tetapi Yesus mengatakan bapamu adalah pendusta dan Iblis. Disana dapat diartikan bahwa sepanjang sejarah pergerakan YAHUDI, mereka sudah JAUH DARI KEHENDAK ALLAH sejak leluhurnya abraham, kehendak YAHUDI dan lingkungannya mengalahkan Kehendak TUHAN bahkan didalam Yesus sendiri.........

Yudas dikatakan kembali kepada Leluhurnya, dalam arti kembali ke sistem lama, sistem dosa, sistem dimana kehendak manusialah yang menjadi utama. Kalau Yesus membangun SISTEM KESELAMATAN, dengan surga dan KINGDOM OF HEAVEN nya maka Yudas meningalkan itu dan keluar masuk kesistem yang TIDAK SELAMAT = Neraka................Disana kita sama-sama dapat belajar bahwa juga sangat NAIF jika ada istilah mutlak DISELAMATKAN DARI SEJAK SEMULA TANPA KONDISIONAL, Anugreah keselamatan itu ternyata dapat lepas.................

Wednesday, February 15, 2012

Ilustrasi Agama=Terminal, Bus=Masing-masing Agama, Driver = Para Nabi


Ilustrasi Agama=Terminal, Bus=Masing-masing Agama, Driver = Para Nabi
Sebuah Ilustrasi  AGAMA ADALAH SEBUAH TERMINAL…bahwa Agama secara keseluruhan adalah terminal, dengan merek bus masing-masing.....ADA BUS KRISTEN DENGAN SUPIRNYA YESUS, ada bus Buddhis dengan supirnya Sidarta Buddha, dst....

Persoalannya adalah apakah supir itu faham atau tidak dengan tujuan akhir/utama dari perjalanan sebuah/masing-masing bus itu. Apakah para penumpang itu akan selamat sampai tujuan? Oleh karena itu harus diketahui siapa sebenarnya supir yang faham dan memilki pengalaman sampai kepada TUJUAN.
Karena agama adalah urusannya sampai kepada SURGA, tujuannya adalah masuk kepada surga, oleh karena itu seharusnya supir tersebut harusnya sudah memilki pengalaman dari surga. Dalam hal ini tentunya yang pernah dari surge dan kembali kesurga adalah YESUS.

Yesus adalah yang dari surga dan kembali ke surga. Orang Kristen adalah orang yang menjadi penumpang BUS KRISTEN dan supirnya adalah YESUS sendiri. Dalam hal ini kepastian akan sampai kepada tujuan menjadi lebih mutlak didalam bus yang satu ini. Bus ini juga dipandu dengan system keselamatan yaitu ROH KUDUS, dan juga YANG MENJADI TEMPAT TUJUAN ADALAH BAPA DARI YESUS SANG SUPIR.

Namun didalam perjalannya, bisa saja penumpang, minta diturunkan dari bus dan pindah ke bus lain, atau mikir-mikir sesuatu yang lain karena  misalnya pacarnya ada di bus lain sehingga dia ingin turun dan pindah ke bus lain.

Ada juga mungkin penumpang yang tidak tahan dengan aturan main/prosedur yang harus dipatuhi didalam bus itu dan mereka memutuskan untuk pindah bus atau tidak lagi mau terikat pada bus manapun, menjadi ateis atau ingin tidak memilki bus sama sekali alias free. Itu semua dapat saja terjadi.
Pengalaman di dalam bus ini tentu saja menjadi pengalaman setiap orang untuk menceritakan kepada penumpang bus lain untuk ikut dengan bus yang di “supiri” oleh Yesus ini. Dan seperti kata Yesus, jadikanlah segala bangsa menjadi murid Ku menunjukkan bahwa kita memilki tanggung jawab untuk menceritakan HAL KEPASTIAN TUJUAN dengan bus yang kita tumpangi itu dan disisi lain BAHWA BUS INI MASIH MEMILIKI RUANGAN/TEMPAT DUDUK YANG CUKUP BAGI SIAPA SAJA YANG INGIN MENJADI PENUMPANG.

Logika dari sebuah keselamatan itu sebagai tujuan akhir yang dapat kita pelajari dari setiap pengajaran juga berbeda. Dalam kekristenan selalu mengarah kepada KESELAMATAN YANG KEKAL, HAL KERAJAAN SURGA ini menjadikan tujuan yang spesifik bagi orang yang percaya. Apakah logika keselamatan KENDERAAN/BUS lainnya sama dengan yang ditujui sebagai keselamatan oleh BUS KRISTEN, tentunya kembali kepada kepemahaman masing-masing.

Ilustrasi ini juga membawa implikasi bahwa tidak jarang bus itu mogok di tengah jalan atau ada yang masuk jurang dan supirnya melarikan diri, atau sama-sama menyeburkan diri ke laut dan sungai dan sama sama mati. Contoh kelompok David Kores yang mengajarkan hal mati bersama, merupakan ilustrasi bus yang masuk jurang dalam perjalannanya mencapai tujuan. Ilustrasi ini juga membawa implikasi bahwa bisa saja ada bus yang rusak dan  meminta bus lain untuk menolong, menderek, atau menitipkan penumpangnya dan sebagainya. Artinya bahwa dalam perjalanan setiap BUS masih memilki misteri dan berbagai kemungkinan. Namun jika tujuannya adalah SURGA, dan arena Yesus berasal dari Surga maka kemungkinan untuk sampai kepada TUJUAN adalah YANG MEMILKI KEPASTIAN YANG TERTINGGI.

Saturday, February 11, 2012

Kejadian Tabrakan Maut Tugu Tani: Pentingnya Berdoa

Kejadian Tabrakan Maut Tugu Tani: Pentingnya Berdoa


Orang mengatakan hidup  ini adalah seperti menangung untung dan rugi (lucky and unlucky). Tapi banyak yang lupa bahwa didalam TUHAN, Kebaikan dan Berkat-NYA dapat mengalahkan keadaan untung dan rugi yang terjadi pada manusia. Kejadian Tabrak Maut di Tugu Tani, apakah sekedar UNTUNG dan RUGI? Karena sudah sampai kepada merengut nyawa dan mereka meninggal dunia dengan mengenaskan dan sia-sia, apakah ini hanya sekedar lucky and lucky? Jawabnya adalah tidak.
Saat kejadiaan itu TIDAK ADA TUHAN disana, yang ada adalah sekelompok orang yg sedang mabuk dan seorang diantaranya mengendarai sebuah mobil, disisilain sekelompok orang sedang melakukan aktifitas lain di atas bumi ini, ada yang sdg berjalan kaki dan yang sedang menunggu dihalte bus. Yang terjadi adalah mobil dikenderai orang mabuk menabrak sekelompok orang yang ada disana, sehingga mengakibatkan 9 orang kehilangan nyawa dan sisanya luka-luka. Mengapa mereka harus kehilangan nyawanya padahal nyawa setiap mahluk adlah milik TUHAN.
Jawaban yang netral adalah Tuhan maha tahu, tetapi Tuhan membiarkan saja semuai itu terjadi…….mengapa? Jawabannya mungkin sangat sulit untuk diungkapkan. Tetapi jika kita mengenal TUHAN sebagai sumber kebaikan dan damai serta sukacita maka apa yang terjadi disana adalah sebuah kepedihan dan duka cita bagi korban dan kutukan, cacian makian dan hujattan dll bagi  pengendara yang sungguh sedang  menikmati dunia GELAP GEMERLAP menikmati obat terlarang  dan minuman beralkohol.  Semua itu terjadi dan itu telah terjadi, kematian itu hanya faktor kesalahan manusia dan kebutuhan manusia yang menyimpang, disisi lain orang lain menjadi kehilangan nyawanya.
Lalu mengapa itu terjadi bagi mereka  yang, katakanlah  tidak tahu menahu menjadi korban? Disinilah setiap orang perlu menambahkan VARIABEL TUHAN didalam hidup mereka.  Dalam variabel RUANG dan WAKTU manusia dapat mengalami apa saja seperti yang terjadi pada contoh ini. Namun jika kita menambahkan TUHAN didalam hidup kita maka DIDALAM TUHAN, DIA memilki kuasa untuk menyelamatkan kita dari berbagai permasalahan dunia ini, termasuk permasalahan orang mabok yang membawa mobil dan menabrak sembarangan seperti kejadian di atas.
Perlu berdoa, perlu menyerahkan seluruh aktifitas kehidupan kita kedalam  tangan TUHAN sehingga apapun yang terjadi, maka TANGAN TUHAN AKAN MENOLONG orang-orang yang mengharapkan belas kasihan TUHAN didalam hidupnya. Ini adalah sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi kita semua untuk mengundang TUHAN dalam setiap aktifitas dikehidupan  kita.
Banyak kesaksian orang-orang yang berdoa diselamatkan dalam banyak perkara yang berada dihadapannya dan semua itu juga menjadi contoh untuk menguatkan kita untuk berdoa memohon kepada TUHAN memberikan berkatnya pada kita sehingga hidup kita bukan dibawah UNTUNG atau RUGI, tetapi SELALU MENDAPAT BERKAT DAN RAHMATNYA………..
Turut berduka cita buat keluarga yang mendapat cobaan ini dan semoga tabah menghadapinya dan mendapat penghiburan dari TUHAN YME.

IMAN, PENGHARAPAN dan KASIH


Yesus mengatakan berbahagialah orang yang percaya tanpa melihat (Yoh 20:29), ini berarti diperlukan IMAN, didalam Yesus juga mengatakan hal HIDUP YANG KEKAL dan KERAJAAN surga seperti banyak perumpamaannya,  juga di Rumah Bapa banyak Tempat, dan Dia sendiri Yesus menunjukkan Kasih didalam hidupNYA hingga mati di kayu salib, inilah yang disimpulkan Paulus mengenai Yesus, dalam (1) IMAN (2) PENGHARAPAN DAN (3) KASIH namun KASIHlah yang menjadi utama, mengapa?....Karena orang harus (1) PERCAYA/BERIMAN DAHULU BARULAH Mereka memilki (2) PENGHARAPAN/HIDUP KEKAL/MASUK DALAM KERAJAAN SURGA. Tetapi untuk masuk kedalam Kerajaan surga MEREKA HARUS MEMILKI HARTA SURGA/MODAL UNTUK MERAJA, dan harta itu adalah (3) KASIH/Buah-buah roh itu.
Kalau kita mengikuti aturan Alkitab maka semua orang harus memilki IMAN terlebih dahulu, sama halnya seperti dikatakan kepada Thomas, bahwa berbahagialah orang yang percaya tetapi tidak melihat, ini adalah sebuah kondisi batas yang harus dilalui orang yang masuk kedalam keselamatan Yesus.
Roma 5: 2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
I Kor 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
1 Tes 5: 8, Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan
Dalam mengenal HAL pengharapan manusia adalah HIDUP YANG KEKAL:
Markus 10: 29 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, 30. orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
Pengharapan akan kehidupan KEKAL, kehidupan dalam Kerajaan Surga, meraja bersama Kristus merupakan PENGHARAPAN ITU. Bagaimana kita memenuhi pengharapan itu adalah dengan mengumpulkan harta surge, MODAL MASUK DALAM KERAJAAN SURGA. Melakukan Perbuatan KASIH adalah KOSEKUENSI UNTUK MERAJA BERSAMA KRISTUS.
IMAN====è PENGHARAPAN =========è KASIH ……………..harus dapat dilihat dari pemahaman terbalik dalam pelaksanaannya, karena Iman menghasilkan pengharapan hidup yang kekal dan pengharapan itu harus diisi dengan mengumpulkan HARTA SURGA yaitu buah-uah roh yang adalah kasih untuk mendapatkan MODAL MERAJA DI SURGA dalam pengharapan didalam KEHIDUPAN YANG KEKAL. Dan semua itu hanya dapat difahami dengan baik dan benar didalam Yesus.