INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Monday, December 21, 2009

Ternyata Tuhan Bukan Hanya Menginginkan Uang Kita

Oleh saudara dalam Yesus Kristus: Bode Haryanto Tarigan

Semangat perayaan natal membangkitkan keinginan untuk memberikan sesuatu yang special bagi perayaan Natal di Tainan International Community Church (TICC). Dalam rapat komite memutuskan setiap orang boleh menyumbang secara sukarela baik berupa uang atau juga makanan. Saat itu secara pribadi didepan komite TICC saya memutuskan untuk menyiapkan makanan khas Karo yaitu CIPERA ayam. Sedangkan gereja memutuskan membeli 2 buah ayam kalkukn sebagai menu utama. Perayaan Natal TICC diputuskan jatuh pada 20 Desember 2009 dengan kebaktian jam 430 - 6 30 pm dilanjutkan dengan acara memecah roti dan minum anggur dan di akhiri dengan acara pesta Natal. Keputusan komitte gereja ini disampaikan oleh Rev. Augustine pada minggu ketiga sebelum perayaan dan kepada jemaat di tawarkan untuk memutuskan membawa makanan dan minuman apa saja seperti pizza, buah-buahan, salat, berbagai roti, angur dan minuman lainnya.

Saya memberanikan diri untuk menyatakan akan memasak menu special di natal ini karena dalam logika saya, saya akan belanja semua keperluan membuat cipera dan akan meminta seorang teman yang telah dikenal memiliki keahlian dalam membuat cipera yang kebetulan juga seorang karo yang bergereja ditempat yang sama. Karena kami telah pernah memasak cipera untuk makan bersama dalam acara ramah tamah sesama kawan Indonesia di Tainan Taiwan. Dalam pikiran saya tidak apalah dalam membuat menu ini, saya mendonasikan uang untuk membeli bahannya dan teman-teman akan menyumbangkan tenaganya dalam mempersiapkan makanan special ini.

Seminggu setelah menyatakan secara resmi untuk menyajikan cipera, namun ternyata teman tersebut berhalangan karena mendapatkan penugasan dari sekolahnya untuk sebuah pelayanan di hari yang sama. Tentu saja ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Dan saya memutuskan seminggu sebelum acara meminta beliau untuk mengajari bagaimana memasak cipera. Semua itu kami praktekkan hingga diangap mengetahui bagaimana langkah-langkahnya. Dan syukur karena saya masih sempat belajar membuat cipera meski sedang berada di Taiwan.

Karena cipera yang di masak untuk 30-35 orang sesuai perkiraan yang akan hadir di pesta ini maka sekali lagi berharap bahwa, masih ada kawan-kawan yang lain walaupun bukan karo namun memilki waktu untuk membantu mempersiapkan bumbu, dan kelengkapan lainnya. Didalam sebuah latihan Koor dan VG kawan-kawan Indonsia saya menawarkan siapa yang akan membantu untuk memasak, namun tidak satupun yang menyatakan bersedia, dengan alasan akan focus untuk menyanyi, untuk kegiatan lain dan sebagainya. Saya hanya berpikir ini sebuah tantangan yang menarik karena ternyata harus memasak sendiri. Namun ada satu yang saya syukuri seorang kawan Taiwaness bersedia membantu mengantar berbelanja berbagai keperluan dengan mobilnya.

Natal tlah tiba, jam 10 diiringi udara yang dingin dengan bersepeda saya berbelanja keperluan khusus kewarung Indoneisa yang menyediakan lengkuas dan kunyit bubuk. Selain itu juga membeli santan khas Indonesia. Jam 11 am kembali kedorm dan sehabis makan siang tepat jam 12 kami berangkat berbelanja semua keperluan dari 5 ekor ayam, bumbu-bumbu dan semua itu dengan kelengkapannya serta mendropnya ketempat Ms Meiling di sebuah apartment berlantai 14, dan sukur sekali ternyata Ms Meiling memiliki pembantu seorang Indonesia.

Jam 2 pm, memasak pun dimulai mencuci ayam selesai, mengupas bawang, mecuci tomat selesai. Dengan membaca prosedur pembuatan cipera, mbak Febri menghaluskan bumbu, dan semua itu dapat dilakukan dengan baik. Namun karena memasaknya agak lambat maka jam 4 pm semua kegiatan memasak di stop. Dengan mengayuh sepeda saya kembali ke dorm dan bersiap-siap mengikuti kebaktian, tepat jam 4 30 talah berada di TICC Church kebaktianpun dimulai, dalam kesempatan itu 2 lagu pujian ARABA dan Raja wali kami nyayikan untuk memuliakan Tuhan. Rev John membawakan kotbah hal Yohanes pembabtis dengan kesaksian hidupnya akan kedatangan sang mesias, kebaktian selesai jam 6 30.

Dengan sedikit agak terburu-buru saya menuju dorm untuk menjemput beberapa teman dari Turky dan Taiwan yang ingin bergabung dengan acara ini, bersama-sama kami menuju ke apartement Ms Meiling untuk persiapan acara pesta ini. Dan sesegera mungkin saya kembali ke dapur dan menyiapkan cipera, tepat jam 8 malam semua telah siap untuk disajikan. Rev. Augustine membawa doa syukur dan untuk semua makanan dan semua besuka cita menikmati berbagai jenis makanan yang disajikan.

Untuk makanan Cipera saya bersyukur mendapat pujian, saudara dari US mengatakan wow, it is special curry. Yes the name is cipera. Banyak kawan mengatakan enak dan lezat. Teman dari jawa timur mengatakan kenapa rasanya seperti soto jawa timur? Cocok buat lidah kami. Kalimat pujian itu membuat hati ini bersyukur dan terharu, puas rasanya. Sesunguhnya makanan yg ada terlalu banyak, semua makanan yang tidak habis dibagi-bagikan, seluruh mahasiswa Indonesia masih mendapat 4 kotak Pizza untuk di bawa pulang. Cipera juga dibagi-bagikan kedalam kantong plastic hingga kuahnya habis terbagi khususnya untuk saudara-saudari dari Taiwan. Anggur dari beras, dari buah-buahan dan sebagainya dibagi-bagikan tak satupun bersisa. Hingga jam 10 pm, saudara Jessy, Wendy, dan saya masih sibuk untuk membersihkan rumah Ms. Meiling. Dan puji Tuhan semua dapat kembali seperti semula.

Wow betapa luarbisanya hari ini, kesibukan yang luar biasa. Dalam renungan saya di Senin pagi saya mengingat kembali semua itu begitu indah, bahwa Tuhan tidak hanya menginginkan uang saya/kita, tetapi juga waktu kita, tenaga kita, inspirasi kita, kebulatan tekat kita. Sebuah aktifitas yang meletihkan namun indah sekali untuk dikenang. Bekerja untuk Tuhan menjadi pelayan adalah suatu hal yang sangat membahagiakan. Membuat hati semua orang bahagia, sungguh indah. Makasih Tuhan karena memberkati bagian saya untuk natal kali ini. Natal yang laur biasa.

Untuk linknya dapat dilihat di bawah ini.

http://www.youtube.com/watch?v=WhhL8Zch9rQ

http://www.youtube.com/watch?v=K2qYzaQhel4

Thursday, December 17, 2009

Tuhan dan Adat Budaya (khususnya budaya Karo)

Tulisan ini sebagai pendapat pribadi dari diskusi dimilis GBKP yang sebagian berpendapat perlunya pemisahaan antara Adat budaya dan Gereja. Sperti yg berkembang belakangan ini mulai lagi muncul ide yang mengharamkan adat budaya bersatu dalam kegiatan kebaktian di gereja. Mulai mempermasalahkan bagaimana adat dan budaya tidak mungkin dicampurkan dengan Firman Tuhan. Untuk itu bebrapa tulisan penulis dirangkum di bawah ini. Kita harus meluaskan cara pandang kita, bahwa TUHAN TIDAK HANYA BERFIRMAN DI DALAM FIRMAN TUHAN di alkitab, Tuhan berfirman melalui alam, lingkungan, budaya dan termasuk budaya karo. Alkitab juga dipengaruhi oleh budaya dan waktu serta lingkungan pada waktunya, sehingga seperti yang dikenal dengan adanya pemahaman alkitab secara kontekstual, lalu Alkitab secara kontekstual juga menjadi bagian dari KeKaroan itu didalam GBKP khususnya.

Kalau saja Tuhan YAHWEH membuat Abraham, Musa, Daud dan orang-orang terkemuka di PL dapat mengenal kebaikan Tuhan seperti yang tertulis didalam alkitab (firman Tuhan). Maka yakinlah didalam YESUS, Tuhan yang menjadi manusia itu telah banyak lagi menciptakan manusia sejenis Abram, Musa, Daud modern (masa kini) dari produk firman akibat pengenalan manusia/kita akan Tuhan dalam Yesus. Bedanya tidak ditulis didalam alkitab. Anda dan saya bisa saja adalah orang termuka yang tidak kalah denga Musa dan Daud dll itu karena pengenalan kita akan Yesus bahkan dalam hal tertentu kita bisa lebih baik dari Abraham, Musa, Daud dan sebagainya.

Saya sarankan kita harus membuka LOGIKA ROHANI dan LOGIKA JIWA KITA. Alkitab dan isinya adalah HUMAN MANUAL, tapi kita tentunya tidak perlu memakai pakaian seperti orang-orang pada jaman Yesus, karena yang penting adalah keinginan rohaninya bukan pakaian spt Yesus. Kita tetap saja memakai pakaian dan budaya kita namun tang telah terintegrasi dengan kasih Yesus itu. Silahkan anda memakai kebaya dan sanggul serta berbatik ria, silahkan kita berpakaian adat budaya kita. Mengapa harus mencontoh orang Yahudi atau Arab berpakaian, Tuhan tidak sesempit itu, Tuhan menciptakan semua itu adalah baik.

Tidak salah kita berpakaian karo memakai adat karo, dan segala sesuatu yang berbau karo asal jangan sampai menyakiti ROH Kudus, yang penting didalam melakukan aktifitas rohani kita tidak menggunakan roh lain selain Roh Tuhan. Setiap Tahun baru kami membersihkan Kuburan Bulang dan Tudung (kakek dan nenek) kami, kami berduhap/cuci muka di atas pusaranya, apa salahnya, Kami berdoa Ya TUhan kami bersyukur karena engkau memberkati keluarga ini dari sejak leluhur kami, kami berdoa demi keselamatan roh leluhur kami semoga Tuhan berkenan kepada mereka. Setelah itu kami tabur bungga dan berduahap dan apa salahnya?


Erpangir kulau ku lau/sungai, acra besur mbesuri (7 bulanan), gunakan semua peradatan karo dan doakan didalam Tuhan Yesus. Berdoa dan bernyayi lagu rohani di pingir sungai saat berpangir itu apa salahnya. Semua itu adalah hati kita, jika sudah dipenuhi roh kudus maka kemerdekaan itu ada pada kita, tidak ada roh yang lebih besar dari roh yang ada pada hati kita yaitu Roh Tuhan.

Satu lagi Kita tidak mungkin memisahkan GEREJA dan DUNIA INI karena WAKTUNYA BELUM tiba. Dan bersyukurlah kita dilahirkan sebagai seorang karo dan segala keunikannya. Dan jagalah itu karena ternyata ini sangat jarang di dunia ini dan seharusnya kita bersyukur bahwa adat karo sedemikian rupa sdh dapat di murnikan di purifikasi ke dalam kekeristenan, seperti lagu ende-endeen/nyanyian di gereja sebagai tambahan yang merupakan salah satu hasilnya. Alkitab dan firmanya sesuai konteks, dan kita memiliki kekaroan yang adalah hasil karya yang masih terjaga (karo dan adatnya masih ada), bagi kita:

1. Kita harus memuliakan Tuhan karena kita seorang Kristen. 2. Kita harus melayani GBKP karena kita adalah manusia-gerejanya/anggota GBKP (walaupun saya pribadi aktif di TICC Tainan saat ini), bahkan menyebarkan bau Kristus dimanapun kita berada. 3. Kita harus beradat karena kita adalah suku Karo. 4. Kita harus menjadi teladan bagi keluarga karena kita adalah Suami dan bapak dari anak-anak kita. Kita hormat dan menyayangi orang tua kita. 5. Saya secara pribadi harus belajar dan belajar karena saya Dosen yang harus mentranfer ilmu kepada mahasiswa. 6. Kita harus membayar pajak karena kita mendapatkan inkam dari hasil kerja kita di negara ini. 7. Kita harus dan sebaiknya ..............bagi lingkungan, bagi kelompok organisasi danseterusnya dan seterusnya.

Mungkin ada 100 bahkan lebih, tapi yang pasti kita harus tahu siapa kita? Karena jika kita tahu siapa kita, tidak sulit untuk melakukan semua itu asal kita memiliki hati yang tulus untuk melakukannya.

Dalam khotbahnya Rev John menceritakan pengalaman seorang missionaris yang harus belajar adat budaya setempat untuk dapat diterima masyarakat lokal, dan semua itu dilakukan demi penyebaran kabar baik. Seorang missionaris ingin mengabarkan kabar baik ke sebuah pulau di kepulaian Tahiti. Dengan pakaian misionaris lengkap seperti yg dapat kita bayangkan berpakaian serba gerejani, seorang misionaris warga Inggris ini hampir saja menjadi mangsa suku lokal, yang melihat sang missionaris sebagai sesuatu yang aneh tapi menarik. Dan awalnya sang misionaris gagal untuk memberitakan kabar baik itu.

Namun setelah belajar adat budaya dan kebiasaan suku tersebut, dengan merubah penampilan seperti orang lakal tahiti, akhirnya mereka dapat menerima sang missionaris. Dan tersebarkanlah kabar baik itu di kepulauan Tahiti. Apakah Sang missionaris salah dalam melakukan itu semua? Beliau harus menjadi Tahitian untuk dapat memyampaikan kabar baik itu. Lalu mengapa kita harus alergi dengan kekaroan kita. Mungkin diperlukan sebuah perenungan, karena ternyata variabel waktu telah berjalan beratus tahun bahkan beribu, dan kita ingin membicarakan sesuatu yang hanya selebar tangan kita (umur kita), diperlukan hikmat yang dalam.

Gereja di dalam gereja

Jika kita melihatnya lebih kepada system. GBKP hanyalah satu sistem didalam sistem yang lebih besar yaitu gereja yg AM. GBKP adalah kekayaan dari Tubuh Kristus/ Gereja itu sendiri. Kalau Calvinis banyak, tapi GBKP hanya karena dia karo, itu harus kita sadari.

Jika Gereja/tubuh Kristus kita bayangkan satu tubuh/manusia, maka GBKP ini mungkin hanya satu sel hidup dari tubuh itu dan dari sell itu memiliki rangkaian protein pembawa sifat yang disebut Gen (gene). Gene karo didalam tubuh Kristus secara kesatuan adalah sebuah ciri yang harus dijaga.


Manusia ====> memiliki Gene pembawa sifat masing-masing.
Gereja ====> GBKP yang adalah gereja Tuhan dengan berbagai sifat kekaroannya.

Tuhan tidak berubah, namun kalau karo berubah tentunya menjadi karo kristen yang beradat dan berTuhan, bukan dalam arti mengeleminasi Adat Budaya tapi karena memuliakan Tuhan dan melestarikan budaya. Adat karo yg kita tahu sudah tersusun systemik, ada saatnya jadi anak beru dan ada saatnya jadi kalim bubu dst. Apa salahnya?


Kembali ke contoh kasus Karo erpangir kulau dan nyembah berhala, apakah mereka salah? Mereka pada masa yg lalu telah mengenal ternyata ada roh-roh lokal yang memiliki kekuatan yang di luar akal manusia, lalu mereka mencari jalan untuk berkontak secara rohani roh-roh, mana tahu roh itu dapat menyelesaikan persoalan kami, misalnya kekeringan pada waktu itu. Apa mereka salah.

Saya pribadi tidak berani mengatakan salah. Tapi jika alkitab mengatakan salah ya silahkan kita menunjukkan inilho TUHAN YANG MAHAKUASA (Tuhan segala roh), bukan tuhan-roh lokal. Jadi persoalannya adalah bukan salah dan benar tetapi bagaimana perubahan itu memberikan arti yang sebenarnya akan apa adanya Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi termasuk karo.

Namun paling tidak mereka sudah memulai membangun manusia-rohaninya, ini sebuah tahapan yg penting sebagai manusia.Dimana alam karo tetap terjaga keindahannya dan ke asriannya, hutan-hutannya aman dari tangan usil. Sebagai pembanding, paling tidak mereka masih menyembah pohon saja syukur, karena paling tidak, pohon itu masih berdiri tegak demi kesetimbangan lingkungan, dan urusan akhirat biarlah mereka dan Tuhan yang menjadi hakimnya.

Catatan kita, pejabat di kabupaten Karo yang membabat gunung-gunung dan hutan karo banyak menyandang pertua-diaken, gundul hutan itu dibuatnya.. Jadi apa esensi gereja dengan tingkah tidak beradap dan beradat mereka? Saya pernah membawa sebuah perusahaan bunga dr jkt 1997, ke Kacinambun, bukit gundul itu..........sedih saya melihatnya, kebijaksanaan siap ini? Saya yakin mereka ada yang pertua diaken juga di GBKP.

Jangan sampai ciri-ciri kekaroan dan adat budaya itu hilang begitu saja, GBKP akan tidak menarik lagi 20 tahun kedepan jika tidak menjaga kekaroannya. Ini prediksi saya dengan alasan; 1 GBKP kalau bukan karena Karo, pengajaranya sangat kulit dan tidak mengakar, coba baca saja buku PJJ. 2. Cendrung lambat dan tidak effektif. 3. Banyak penjaja rohani berkeliaran diluar sana.

Ciri karo misalnya, mangang-mangang, ada yg komplain mangang-manggang, berarti bukan mangang-mangangnya yg salah, namun mengapa disaat mangang-mangang tidak dilakukan kegiatan bersaksi, menari karo, dll. Kita yang kurang bijak dalam memanfaatkan kesempatan malah aktifitas yang disalahkan. Ada saatnya nanti ngumpul-ngumpul mangang-mangang tingal datang dan makan alias free pun orang mekisat/malas.

Saya sangat menentang saat seorang keluarga masuk ke gereja G... dan tidak lagi mengikuti adat budaya, tidak berpakaian adat tidak menari dan menyanyikan lagu Karo. Sejak kapan Gereja G... itu dibuat dan siapa yang membuatnya? Budaya itu adalah sebuah hasil karya, dan hasil karya itu telah menunjukkan Karo itu boleh hidup jauh sebelum agama itu ada.

by Bode Haryanto Tarigan. Tw.


Tuesday, December 15, 2009

Masalah Terbesar Dunia adalah Kurangnya Kasih
Ditulis dan dikembangkan oleh saudara dalam Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Tainan Taiwan.
Pendahuluan
Manusia yang adalah ciptaan Tuhan yang sempurna dan Tuhan menciptakan alam semesta demi memenuhi keperluan manusia. Tuhan menciptakan bumi ini dengan sempurna dan telah tetata secara fisika dan kimia dengan perhitungan cermat dan tepat dari struktur genetika hingga tata surya dan alam raya, dan semua itu adalah baik. Satu hal yang luar biasa, Tuhan memberikan KEMERDEKAAN pada manusia untuk mengelola, memanfaatkan dan menjaga bumi ini bahkan jagad raya ini. Namun apa yang terjadi?
Manusia dan alam semesta dan permasalahaanya.
Akhir dari khotbah oleh Rev Agustine (13/12/09 di TICC), menyampaikan dalam sebuah diskusi timbul pertanyaan" Apakah masalah yang terbesar dunia ini?" Beberapa perserta menjawab adalah krisis ekonomi, yang lain menjawab global warming dan lain menjawab ketimpangan sumber daya alam di berbagai belahan bumi, yang lain gagalnya sistem distribusi produk ke kelompok negara miskin seperti di Afrika. Semua jawaban itu adalah jawaban yang kondisional dengan kemanusiaan, namun ada jawaban yang general yaitu adalah karena Kurangnya Kasih. Kurangnya kasih yang mengakibatkan kurangnya buah-buah kasih dan hikmat. Kurangnya Kasih adalah diakibatkan oleh dosa yang bersumber dari keinginan-keinginan yang tidak wajar dari berbagai kelompok dunia yang dipengaruhi oleh berbagai kepentingan.
Masalah-masalah itu.
Apakah krisis ekonomi adalah masalah yang paling besar? Jawabnya bukan, karena masalah ekonomi muncul karena adanya ketimpangan prilaku pelaku bisnis yang tidak wajar contohnya hanya berfokus pada satu bidang saja tanpa memikirkan bidang atau faktor yang lain yang mengakibatkan ketimpangan sistem ekonomi secara global yang menghasilkan sebuah krisis. Ada EGO dan ketamakan dan keinginan jahat pelaku ekonomi dan bisinis di sana, baik secara sitemik atau tidak disadari, dan itu adalah sebuah kesalahan. Dan Krisis ekonomi bukan berdiri sendiri, jadi bukan yang terbesar.
Global warming? Jawabnya bukan, karena global warming dipicu dari tidak harmoninya pengaturan aktifitas produksi sehingga menghasilkan produk samping yang membahayakan seperti CO2 yang memicu pemanasan global, disamping tingginya tingkat penghancuran ekosistem hutan yang adalah paru-paru dunia untuk mengubah C02=รจ02 secara alami bio-natural. Ada apa dibalik itu semua yaitu EGO sekelompok orang yang tidak ingin membatasi produksinya dengan membakar batubara sebagai sumber energinya. Juga begitu banyaknya kelemahan sistem pengawasan lingkungan dan kuatnya mafia pencurian kayu di dunia sehingga begitu cepat hutan-hutan itu rusak bahkan habis. Gilanya lagi bahwa semua itu dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan kualitas ekonomi dan hidup manusia.
Ketimpangan sumber daya alam? Jawabnya bukan, walaupun di satu sisi bagian bumi ini melimpah ruah dan disisi lain bumi ini sangat kekurangan, tetapi bumi ini tetap cukup untuk memberikan kebutuhan seluruh umat di dunia ini. Jika saja negara-negara surplus mau berbagi dan memberikan dengan sukacita dan kasih kepada mereka yang berkekurangan tidak mustahil masyarakat di negara di Afrika akan dapat memperoleh kebutuhan pangan yang memadai. Negara-negara yang hidup berkecukupan memikirkan dirinya sendiri hampir tidak perduli dan memikirkan sejumlah orang sangat menderita di afrika dan belahan bumi lainnya. Mereka seolah-olah tidak perduli akan penderitaan sesame umat manusia yang juga adalah ciptaan Tuhan. Mereka melakukan keperdulian bersyarat dengan alasan politik ekonomi, bisnis dan kekuasaan. Ego dan keinginan untuk memuaskan diri sendirilah baik secara individu dan organisasi seperti negara-negara surplus salah satu yang mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan dunia secara merata..
Mungkin sistim transportasi dalam melakukan distribusi? Juga bukan, sejumlah negara menghabiskan dana begitu banyak untuk menjelajahi luar angkasa, mereka terbang kebulan dan Mars untuk kepentingan-kepentingan yang aneh. Salah satu alasan adalah ingin menyelamatkan kehidupan jika terjadi sesuatu yang luar biasa di bumi. Selain itu, ingin memperluas jaringan ke berbagai pelosok jagad raya demi sebuah penemuan baru. Kemampuan ini menunjukkan bahwa masalah transpotasi dan distribusi di dunia seharusnya tidaklah menjadi masalah bersar. Lalu mengapa tidak membangun transfortasi ke negara-negara miskin membantu mereka mendapatkan apa yang layak sebagai manusia, khususnya kebutuhan dasar dan ilmu pengetahuan. Jika saja sistem tranfortasi yang dibangun juga bertujuan untuk kemudahan dunia ini bagi para negara dengan minus sumber daya dapat dipenuhi. Kesalahan PRIORITAS untuk menjaga dunia ini tetap harmoni dan berkecukupan adalah hasil dari EGO yang secara prinsif mengalahkan harga manusia dibelahan bumi yang lain yang memerlukan perhatian.
Kekurangan Kasih
Kekurangan manusia adalah kasih, Tuhan yang telah menciptakan manusia untuk merdeka selama mereka bersekutu dengan Tuhan. Manusia telah lupa akan harkatnya sebagai ciptaan istimewa. Pada kenyataannya manusia tidak mengandalkan Tuhan lagi, kemerdekaan itu bukan lagi bersumber dari Tuhan, tapi dari keinginan jiwa, yang ingin berbeda, yang ingin lebih unggul yang ingin lebih besar, lebih kuat, lebih tahu bahkan hingga melupakan Tuhan. Manusia telah jatuh kedalam dosa. Dosa adalah sumber dari segala kekacauan, dan kekacauan itu bersumber dari keEGOan pribadi dan kelompok. Ego yang terakumulasi menjadi sebuah malapetaka dan akhirnya akan menghasilkan sebuah kebinasaan.
Perlu KASIH yang melampaui akal untuk menyelamatkan dunia ini, masalah keinginan baik untuk menyelamatkan dunia ini tidak dapat hanya dengan menyelamatkan diri masing-masing. Keadaan dunia yang sudah sedemikian rupa, menuntut negara-negara surplus mau memberikan bantuan percuma bagi negara-negara miskin serta membantu hingga sistem transportasinya menjadi mudah dan memadai. Negara-negara produsen dengan tingkat polutan CO2 tinggi harus bersedia mengendalikan dan menyusun ulang (rekonstruksi) sistem produksinya dan sumber energinya. Negara-negara yang memiliki hutan dan kawasan hijau harus menjaga dan melestarikan lingkungannya. Dan untuk itu semua diperlukan KASIH yang menghasilkan sebuah pengertian dan disinilah saatnya setiap pemimpin negara melihat semua kepentingan melalui Kasih dalam kebersamaan menyelamatkan bumi ini. Rev. Augustin mengingatkan bahwa kelahiran Yesus adalah karena KASIH itu, dan kedatangan Yesus yang kedua adalah juga karena KASIH karena bertujuan untuk mengembalikan bumi dan ciptaaNya kembali kepada kebenaran hingga Tuhan melihat itu semua kembali baik.
Isi dari tulisan ini tanggung jawab penulis.

Wednesday, December 2, 2009

Memahami Arti Hidup Ini

Saudara dalam kasih Yesus: Bode Haryanto Tarigan

Tainan Taiwan

Pendahuluan

Wahyu 1:8 ada tertulis Akulah Alfa dan Omega. Atau sering ditulis sebagai yang awal dan akhir. Ini adalah sebuah pernyataan yang menunjukkan kekuasaan Tuhan. Dia tidak berawal dan berahir, karena awal akan menemukan akhir dan akhir akan menemukan awal kembali.

Saat ini peradapan dunia banyak menghadapi masalah, dari krisis ekonomi yang katanya sudah mulai membaik, disaat yang sama juga terusberlangsung pemanasan global yang semua itu tidak dapat dilepaskan dari aktifitas manusia yang berusaha meningkatkan kwalitas hidup memalui pengembangan aktifitas produksi yang tentunya memerlukan energi yang sangat besar yang dalam prosesnya menghasilkan produk samping CO2 yang memacu pemanasan global. Tentunya alasan pengembangan aktifitas produksi itu sendiri adalah demi kepentingan umat manusia, demi kesejahteraan dan sebagainya dan ternyata pada saat yang sama krisis ekonomi juga terjadi, lalu siapa yang paling menangung akibat ini semua? Jawabnya bumilah yang paling dirugikan dan menerima akibatnya. Lalu jika terjadi apa-apa dengan bumi lalu siapa yang menangung akibatnya? Tentunya adalah manusia. Ini adalah sebuah lingkaran sebab dan akibat dan akhirnya akan mengorbankan seluruh peradapan dunia seperti apa yang dipertontonkan pada film 2012.

Hakekat keberadaan manusia di Bumi

Tuhan menciptakan manusia sebagai HADIAH bagi bumi ini agar dunia ini dapat diurus, dipelihara dan dikuasai manusia. Di sisi lain dunia adalah HADIAH bagi manusia karena ternyata segala sesuatu ada di dunia ini, dan Tuhan mengatakan semua itu baik. Hadiah adalah sesuatu yang berharga tetapi tidak harus mahal, ketika anda mengirimkan sebuah kalimat yang berisikan Ucapan Cepat Sembuh dan sebagainya itu adalah sebuah hadiah yang akan sangat berharga namun tidak mahal. Demikianlah Tuhan menghadiahkan sesuatu yang sangat berharga kepada manusia ini sebagai hadiah yaitu Bumi ini. Tuhan menginginkan manusia menerima pemberian ini sebagai sebuah hadiah kasih dari Tuhan. Bumi adalah hadiah Kasih sehingga sepantasnya manusia untuk menjaga, memelihara dan menguasai dunia ini. Manusia dan bumi ini seharusnya salaing mengasihi dan saling memberi (hadiah).

Namun apa yang telah terjadi saat ini, kenapa bumi sampai sedemikian rupa? Dimana sesunguhnya permasalahaanya?

Saat ini manusia sedang diperhadapkan pada sebuah dimensi krisis yang akan mengagalkan hampir seluruh usaha dari logika ilmu pengetahuan. Jika hal seperti dalam film 2012 itu terjadi maka hancurlah semua peradapan teknologi, apa yang telah dibangun semuanya menjadi sia-sia dan semua harus di mulai dari nol lagi. Kemanakah para ilmuan akan meletakkan logikannya dan kemana perginya peradapan itu? Ini adalah sebuah arah yang sangat miris, ketika dunia memulai semua dengan logika ilmu pengetahuan namun harus berakhir dengan kematian dan kehancuran.

Seharusnyalah manusia kembali keTuhan yang adalah yang awal dan yang akhir itu. Jika kita kembali kesejarah peradapan dunia ini, maka manusia telah lupa akan kodradnya sebagai manusia yang adalah sebuah karya sempurna dari Tuhan. Tuhan menciptakan manuisa sebagai hadiah bagi dunia ini, dan dunia adalah hadiah bagi manusia. Manusia diciptakan Tuhan karena kasih akan dunia ini untuk memelihara Dunia ini (baca Kitab Kejadian).

Bersambung, ini bagian khotbah dari Rev Augustine PhD, yang dikembangkan, karena beliau lupa membagi filenya.