INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Monday, December 21, 2009

Ternyata Tuhan Bukan Hanya Menginginkan Uang Kita

Oleh saudara dalam Yesus Kristus: Bode Haryanto Tarigan

Semangat perayaan natal membangkitkan keinginan untuk memberikan sesuatu yang special bagi perayaan Natal di Tainan International Community Church (TICC). Dalam rapat komite memutuskan setiap orang boleh menyumbang secara sukarela baik berupa uang atau juga makanan. Saat itu secara pribadi didepan komite TICC saya memutuskan untuk menyiapkan makanan khas Karo yaitu CIPERA ayam. Sedangkan gereja memutuskan membeli 2 buah ayam kalkukn sebagai menu utama. Perayaan Natal TICC diputuskan jatuh pada 20 Desember 2009 dengan kebaktian jam 430 - 6 30 pm dilanjutkan dengan acara memecah roti dan minum anggur dan di akhiri dengan acara pesta Natal. Keputusan komitte gereja ini disampaikan oleh Rev. Augustine pada minggu ketiga sebelum perayaan dan kepada jemaat di tawarkan untuk memutuskan membawa makanan dan minuman apa saja seperti pizza, buah-buahan, salat, berbagai roti, angur dan minuman lainnya.

Saya memberanikan diri untuk menyatakan akan memasak menu special di natal ini karena dalam logika saya, saya akan belanja semua keperluan membuat cipera dan akan meminta seorang teman yang telah dikenal memiliki keahlian dalam membuat cipera yang kebetulan juga seorang karo yang bergereja ditempat yang sama. Karena kami telah pernah memasak cipera untuk makan bersama dalam acara ramah tamah sesama kawan Indonesia di Tainan Taiwan. Dalam pikiran saya tidak apalah dalam membuat menu ini, saya mendonasikan uang untuk membeli bahannya dan teman-teman akan menyumbangkan tenaganya dalam mempersiapkan makanan special ini.

Seminggu setelah menyatakan secara resmi untuk menyajikan cipera, namun ternyata teman tersebut berhalangan karena mendapatkan penugasan dari sekolahnya untuk sebuah pelayanan di hari yang sama. Tentu saja ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Dan saya memutuskan seminggu sebelum acara meminta beliau untuk mengajari bagaimana memasak cipera. Semua itu kami praktekkan hingga diangap mengetahui bagaimana langkah-langkahnya. Dan syukur karena saya masih sempat belajar membuat cipera meski sedang berada di Taiwan.

Karena cipera yang di masak untuk 30-35 orang sesuai perkiraan yang akan hadir di pesta ini maka sekali lagi berharap bahwa, masih ada kawan-kawan yang lain walaupun bukan karo namun memilki waktu untuk membantu mempersiapkan bumbu, dan kelengkapan lainnya. Didalam sebuah latihan Koor dan VG kawan-kawan Indonsia saya menawarkan siapa yang akan membantu untuk memasak, namun tidak satupun yang menyatakan bersedia, dengan alasan akan focus untuk menyanyi, untuk kegiatan lain dan sebagainya. Saya hanya berpikir ini sebuah tantangan yang menarik karena ternyata harus memasak sendiri. Namun ada satu yang saya syukuri seorang kawan Taiwaness bersedia membantu mengantar berbelanja berbagai keperluan dengan mobilnya.

Natal tlah tiba, jam 10 diiringi udara yang dingin dengan bersepeda saya berbelanja keperluan khusus kewarung Indoneisa yang menyediakan lengkuas dan kunyit bubuk. Selain itu juga membeli santan khas Indonesia. Jam 11 am kembali kedorm dan sehabis makan siang tepat jam 12 kami berangkat berbelanja semua keperluan dari 5 ekor ayam, bumbu-bumbu dan semua itu dengan kelengkapannya serta mendropnya ketempat Ms Meiling di sebuah apartment berlantai 14, dan sukur sekali ternyata Ms Meiling memiliki pembantu seorang Indonesia.

Jam 2 pm, memasak pun dimulai mencuci ayam selesai, mengupas bawang, mecuci tomat selesai. Dengan membaca prosedur pembuatan cipera, mbak Febri menghaluskan bumbu, dan semua itu dapat dilakukan dengan baik. Namun karena memasaknya agak lambat maka jam 4 pm semua kegiatan memasak di stop. Dengan mengayuh sepeda saya kembali ke dorm dan bersiap-siap mengikuti kebaktian, tepat jam 4 30 talah berada di TICC Church kebaktianpun dimulai, dalam kesempatan itu 2 lagu pujian ARABA dan Raja wali kami nyayikan untuk memuliakan Tuhan. Rev John membawakan kotbah hal Yohanes pembabtis dengan kesaksian hidupnya akan kedatangan sang mesias, kebaktian selesai jam 6 30.

Dengan sedikit agak terburu-buru saya menuju dorm untuk menjemput beberapa teman dari Turky dan Taiwan yang ingin bergabung dengan acara ini, bersama-sama kami menuju ke apartement Ms Meiling untuk persiapan acara pesta ini. Dan sesegera mungkin saya kembali ke dapur dan menyiapkan cipera, tepat jam 8 malam semua telah siap untuk disajikan. Rev. Augustine membawa doa syukur dan untuk semua makanan dan semua besuka cita menikmati berbagai jenis makanan yang disajikan.

Untuk makanan Cipera saya bersyukur mendapat pujian, saudara dari US mengatakan wow, it is special curry. Yes the name is cipera. Banyak kawan mengatakan enak dan lezat. Teman dari jawa timur mengatakan kenapa rasanya seperti soto jawa timur? Cocok buat lidah kami. Kalimat pujian itu membuat hati ini bersyukur dan terharu, puas rasanya. Sesunguhnya makanan yg ada terlalu banyak, semua makanan yang tidak habis dibagi-bagikan, seluruh mahasiswa Indonesia masih mendapat 4 kotak Pizza untuk di bawa pulang. Cipera juga dibagi-bagikan kedalam kantong plastic hingga kuahnya habis terbagi khususnya untuk saudara-saudari dari Taiwan. Anggur dari beras, dari buah-buahan dan sebagainya dibagi-bagikan tak satupun bersisa. Hingga jam 10 pm, saudara Jessy, Wendy, dan saya masih sibuk untuk membersihkan rumah Ms. Meiling. Dan puji Tuhan semua dapat kembali seperti semula.

Wow betapa luarbisanya hari ini, kesibukan yang luar biasa. Dalam renungan saya di Senin pagi saya mengingat kembali semua itu begitu indah, bahwa Tuhan tidak hanya menginginkan uang saya/kita, tetapi juga waktu kita, tenaga kita, inspirasi kita, kebulatan tekat kita. Sebuah aktifitas yang meletihkan namun indah sekali untuk dikenang. Bekerja untuk Tuhan menjadi pelayan adalah suatu hal yang sangat membahagiakan. Membuat hati semua orang bahagia, sungguh indah. Makasih Tuhan karena memberkati bagian saya untuk natal kali ini. Natal yang laur biasa.

Untuk linknya dapat dilihat di bawah ini.

http://www.youtube.com/watch?v=WhhL8Zch9rQ

http://www.youtube.com/watch?v=K2qYzaQhel4

Thursday, December 17, 2009

Tuhan dan Adat Budaya (khususnya budaya Karo)

Tulisan ini sebagai pendapat pribadi dari diskusi dimilis GBKP yang sebagian berpendapat perlunya pemisahaan antara Adat budaya dan Gereja. Sperti yg berkembang belakangan ini mulai lagi muncul ide yang mengharamkan adat budaya bersatu dalam kegiatan kebaktian di gereja. Mulai mempermasalahkan bagaimana adat dan budaya tidak mungkin dicampurkan dengan Firman Tuhan. Untuk itu bebrapa tulisan penulis dirangkum di bawah ini. Kita harus meluaskan cara pandang kita, bahwa TUHAN TIDAK HANYA BERFIRMAN DI DALAM FIRMAN TUHAN di alkitab, Tuhan berfirman melalui alam, lingkungan, budaya dan termasuk budaya karo. Alkitab juga dipengaruhi oleh budaya dan waktu serta lingkungan pada waktunya, sehingga seperti yang dikenal dengan adanya pemahaman alkitab secara kontekstual, lalu Alkitab secara kontekstual juga menjadi bagian dari KeKaroan itu didalam GBKP khususnya.

Kalau saja Tuhan YAHWEH membuat Abraham, Musa, Daud dan orang-orang terkemuka di PL dapat mengenal kebaikan Tuhan seperti yang tertulis didalam alkitab (firman Tuhan). Maka yakinlah didalam YESUS, Tuhan yang menjadi manusia itu telah banyak lagi menciptakan manusia sejenis Abram, Musa, Daud modern (masa kini) dari produk firman akibat pengenalan manusia/kita akan Tuhan dalam Yesus. Bedanya tidak ditulis didalam alkitab. Anda dan saya bisa saja adalah orang termuka yang tidak kalah denga Musa dan Daud dll itu karena pengenalan kita akan Yesus bahkan dalam hal tertentu kita bisa lebih baik dari Abraham, Musa, Daud dan sebagainya.

Saya sarankan kita harus membuka LOGIKA ROHANI dan LOGIKA JIWA KITA. Alkitab dan isinya adalah HUMAN MANUAL, tapi kita tentunya tidak perlu memakai pakaian seperti orang-orang pada jaman Yesus, karena yang penting adalah keinginan rohaninya bukan pakaian spt Yesus. Kita tetap saja memakai pakaian dan budaya kita namun tang telah terintegrasi dengan kasih Yesus itu. Silahkan anda memakai kebaya dan sanggul serta berbatik ria, silahkan kita berpakaian adat budaya kita. Mengapa harus mencontoh orang Yahudi atau Arab berpakaian, Tuhan tidak sesempit itu, Tuhan menciptakan semua itu adalah baik.

Tidak salah kita berpakaian karo memakai adat karo, dan segala sesuatu yang berbau karo asal jangan sampai menyakiti ROH Kudus, yang penting didalam melakukan aktifitas rohani kita tidak menggunakan roh lain selain Roh Tuhan. Setiap Tahun baru kami membersihkan Kuburan Bulang dan Tudung (kakek dan nenek) kami, kami berduhap/cuci muka di atas pusaranya, apa salahnya, Kami berdoa Ya TUhan kami bersyukur karena engkau memberkati keluarga ini dari sejak leluhur kami, kami berdoa demi keselamatan roh leluhur kami semoga Tuhan berkenan kepada mereka. Setelah itu kami tabur bungga dan berduahap dan apa salahnya?


Erpangir kulau ku lau/sungai, acra besur mbesuri (7 bulanan), gunakan semua peradatan karo dan doakan didalam Tuhan Yesus. Berdoa dan bernyayi lagu rohani di pingir sungai saat berpangir itu apa salahnya. Semua itu adalah hati kita, jika sudah dipenuhi roh kudus maka kemerdekaan itu ada pada kita, tidak ada roh yang lebih besar dari roh yang ada pada hati kita yaitu Roh Tuhan.

Satu lagi Kita tidak mungkin memisahkan GEREJA dan DUNIA INI karena WAKTUNYA BELUM tiba. Dan bersyukurlah kita dilahirkan sebagai seorang karo dan segala keunikannya. Dan jagalah itu karena ternyata ini sangat jarang di dunia ini dan seharusnya kita bersyukur bahwa adat karo sedemikian rupa sdh dapat di murnikan di purifikasi ke dalam kekeristenan, seperti lagu ende-endeen/nyanyian di gereja sebagai tambahan yang merupakan salah satu hasilnya. Alkitab dan firmanya sesuai konteks, dan kita memiliki kekaroan yang adalah hasil karya yang masih terjaga (karo dan adatnya masih ada), bagi kita:

1. Kita harus memuliakan Tuhan karena kita seorang Kristen. 2. Kita harus melayani GBKP karena kita adalah manusia-gerejanya/anggota GBKP (walaupun saya pribadi aktif di TICC Tainan saat ini), bahkan menyebarkan bau Kristus dimanapun kita berada. 3. Kita harus beradat karena kita adalah suku Karo. 4. Kita harus menjadi teladan bagi keluarga karena kita adalah Suami dan bapak dari anak-anak kita. Kita hormat dan menyayangi orang tua kita. 5. Saya secara pribadi harus belajar dan belajar karena saya Dosen yang harus mentranfer ilmu kepada mahasiswa. 6. Kita harus membayar pajak karena kita mendapatkan inkam dari hasil kerja kita di negara ini. 7. Kita harus dan sebaiknya ..............bagi lingkungan, bagi kelompok organisasi danseterusnya dan seterusnya.

Mungkin ada 100 bahkan lebih, tapi yang pasti kita harus tahu siapa kita? Karena jika kita tahu siapa kita, tidak sulit untuk melakukan semua itu asal kita memiliki hati yang tulus untuk melakukannya.

Dalam khotbahnya Rev John menceritakan pengalaman seorang missionaris yang harus belajar adat budaya setempat untuk dapat diterima masyarakat lokal, dan semua itu dilakukan demi penyebaran kabar baik. Seorang missionaris ingin mengabarkan kabar baik ke sebuah pulau di kepulaian Tahiti. Dengan pakaian misionaris lengkap seperti yg dapat kita bayangkan berpakaian serba gerejani, seorang misionaris warga Inggris ini hampir saja menjadi mangsa suku lokal, yang melihat sang missionaris sebagai sesuatu yang aneh tapi menarik. Dan awalnya sang misionaris gagal untuk memberitakan kabar baik itu.

Namun setelah belajar adat budaya dan kebiasaan suku tersebut, dengan merubah penampilan seperti orang lakal tahiti, akhirnya mereka dapat menerima sang missionaris. Dan tersebarkanlah kabar baik itu di kepulauan Tahiti. Apakah Sang missionaris salah dalam melakukan itu semua? Beliau harus menjadi Tahitian untuk dapat memyampaikan kabar baik itu. Lalu mengapa kita harus alergi dengan kekaroan kita. Mungkin diperlukan sebuah perenungan, karena ternyata variabel waktu telah berjalan beratus tahun bahkan beribu, dan kita ingin membicarakan sesuatu yang hanya selebar tangan kita (umur kita), diperlukan hikmat yang dalam.

Gereja di dalam gereja

Jika kita melihatnya lebih kepada system. GBKP hanyalah satu sistem didalam sistem yang lebih besar yaitu gereja yg AM. GBKP adalah kekayaan dari Tubuh Kristus/ Gereja itu sendiri. Kalau Calvinis banyak, tapi GBKP hanya karena dia karo, itu harus kita sadari.

Jika Gereja/tubuh Kristus kita bayangkan satu tubuh/manusia, maka GBKP ini mungkin hanya satu sel hidup dari tubuh itu dan dari sell itu memiliki rangkaian protein pembawa sifat yang disebut Gen (gene). Gene karo didalam tubuh Kristus secara kesatuan adalah sebuah ciri yang harus dijaga.


Manusia ====> memiliki Gene pembawa sifat masing-masing.
Gereja ====> GBKP yang adalah gereja Tuhan dengan berbagai sifat kekaroannya.

Tuhan tidak berubah, namun kalau karo berubah tentunya menjadi karo kristen yang beradat dan berTuhan, bukan dalam arti mengeleminasi Adat Budaya tapi karena memuliakan Tuhan dan melestarikan budaya. Adat karo yg kita tahu sudah tersusun systemik, ada saatnya jadi anak beru dan ada saatnya jadi kalim bubu dst. Apa salahnya?


Kembali ke contoh kasus Karo erpangir kulau dan nyembah berhala, apakah mereka salah? Mereka pada masa yg lalu telah mengenal ternyata ada roh-roh lokal yang memiliki kekuatan yang di luar akal manusia, lalu mereka mencari jalan untuk berkontak secara rohani roh-roh, mana tahu roh itu dapat menyelesaikan persoalan kami, misalnya kekeringan pada waktu itu. Apa mereka salah.

Saya pribadi tidak berani mengatakan salah. Tapi jika alkitab mengatakan salah ya silahkan kita menunjukkan inilho TUHAN YANG MAHAKUASA (Tuhan segala roh), bukan tuhan-roh lokal. Jadi persoalannya adalah bukan salah dan benar tetapi bagaimana perubahan itu memberikan arti yang sebenarnya akan apa adanya Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi termasuk karo.

Namun paling tidak mereka sudah memulai membangun manusia-rohaninya, ini sebuah tahapan yg penting sebagai manusia.Dimana alam karo tetap terjaga keindahannya dan ke asriannya, hutan-hutannya aman dari tangan usil. Sebagai pembanding, paling tidak mereka masih menyembah pohon saja syukur, karena paling tidak, pohon itu masih berdiri tegak demi kesetimbangan lingkungan, dan urusan akhirat biarlah mereka dan Tuhan yang menjadi hakimnya.

Catatan kita, pejabat di kabupaten Karo yang membabat gunung-gunung dan hutan karo banyak menyandang pertua-diaken, gundul hutan itu dibuatnya.. Jadi apa esensi gereja dengan tingkah tidak beradap dan beradat mereka? Saya pernah membawa sebuah perusahaan bunga dr jkt 1997, ke Kacinambun, bukit gundul itu..........sedih saya melihatnya, kebijaksanaan siap ini? Saya yakin mereka ada yang pertua diaken juga di GBKP.

Jangan sampai ciri-ciri kekaroan dan adat budaya itu hilang begitu saja, GBKP akan tidak menarik lagi 20 tahun kedepan jika tidak menjaga kekaroannya. Ini prediksi saya dengan alasan; 1 GBKP kalau bukan karena Karo, pengajaranya sangat kulit dan tidak mengakar, coba baca saja buku PJJ. 2. Cendrung lambat dan tidak effektif. 3. Banyak penjaja rohani berkeliaran diluar sana.

Ciri karo misalnya, mangang-mangang, ada yg komplain mangang-manggang, berarti bukan mangang-mangangnya yg salah, namun mengapa disaat mangang-mangang tidak dilakukan kegiatan bersaksi, menari karo, dll. Kita yang kurang bijak dalam memanfaatkan kesempatan malah aktifitas yang disalahkan. Ada saatnya nanti ngumpul-ngumpul mangang-mangang tingal datang dan makan alias free pun orang mekisat/malas.

Saya sangat menentang saat seorang keluarga masuk ke gereja G... dan tidak lagi mengikuti adat budaya, tidak berpakaian adat tidak menari dan menyanyikan lagu Karo. Sejak kapan Gereja G... itu dibuat dan siapa yang membuatnya? Budaya itu adalah sebuah hasil karya, dan hasil karya itu telah menunjukkan Karo itu boleh hidup jauh sebelum agama itu ada.

by Bode Haryanto Tarigan. Tw.


Tuesday, December 15, 2009

Masalah Terbesar Dunia adalah Kurangnya Kasih
Ditulis dan dikembangkan oleh saudara dalam Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Tainan Taiwan.
Pendahuluan
Manusia yang adalah ciptaan Tuhan yang sempurna dan Tuhan menciptakan alam semesta demi memenuhi keperluan manusia. Tuhan menciptakan bumi ini dengan sempurna dan telah tetata secara fisika dan kimia dengan perhitungan cermat dan tepat dari struktur genetika hingga tata surya dan alam raya, dan semua itu adalah baik. Satu hal yang luar biasa, Tuhan memberikan KEMERDEKAAN pada manusia untuk mengelola, memanfaatkan dan menjaga bumi ini bahkan jagad raya ini. Namun apa yang terjadi?
Manusia dan alam semesta dan permasalahaanya.
Akhir dari khotbah oleh Rev Agustine (13/12/09 di TICC), menyampaikan dalam sebuah diskusi timbul pertanyaan" Apakah masalah yang terbesar dunia ini?" Beberapa perserta menjawab adalah krisis ekonomi, yang lain menjawab global warming dan lain menjawab ketimpangan sumber daya alam di berbagai belahan bumi, yang lain gagalnya sistem distribusi produk ke kelompok negara miskin seperti di Afrika. Semua jawaban itu adalah jawaban yang kondisional dengan kemanusiaan, namun ada jawaban yang general yaitu adalah karena Kurangnya Kasih. Kurangnya kasih yang mengakibatkan kurangnya buah-buah kasih dan hikmat. Kurangnya Kasih adalah diakibatkan oleh dosa yang bersumber dari keinginan-keinginan yang tidak wajar dari berbagai kelompok dunia yang dipengaruhi oleh berbagai kepentingan.
Masalah-masalah itu.
Apakah krisis ekonomi adalah masalah yang paling besar? Jawabnya bukan, karena masalah ekonomi muncul karena adanya ketimpangan prilaku pelaku bisnis yang tidak wajar contohnya hanya berfokus pada satu bidang saja tanpa memikirkan bidang atau faktor yang lain yang mengakibatkan ketimpangan sistem ekonomi secara global yang menghasilkan sebuah krisis. Ada EGO dan ketamakan dan keinginan jahat pelaku ekonomi dan bisinis di sana, baik secara sitemik atau tidak disadari, dan itu adalah sebuah kesalahan. Dan Krisis ekonomi bukan berdiri sendiri, jadi bukan yang terbesar.
Global warming? Jawabnya bukan, karena global warming dipicu dari tidak harmoninya pengaturan aktifitas produksi sehingga menghasilkan produk samping yang membahayakan seperti CO2 yang memicu pemanasan global, disamping tingginya tingkat penghancuran ekosistem hutan yang adalah paru-paru dunia untuk mengubah C02=รจ02 secara alami bio-natural. Ada apa dibalik itu semua yaitu EGO sekelompok orang yang tidak ingin membatasi produksinya dengan membakar batubara sebagai sumber energinya. Juga begitu banyaknya kelemahan sistem pengawasan lingkungan dan kuatnya mafia pencurian kayu di dunia sehingga begitu cepat hutan-hutan itu rusak bahkan habis. Gilanya lagi bahwa semua itu dilakukan dengan alasan untuk meningkatkan kualitas ekonomi dan hidup manusia.
Ketimpangan sumber daya alam? Jawabnya bukan, walaupun di satu sisi bagian bumi ini melimpah ruah dan disisi lain bumi ini sangat kekurangan, tetapi bumi ini tetap cukup untuk memberikan kebutuhan seluruh umat di dunia ini. Jika saja negara-negara surplus mau berbagi dan memberikan dengan sukacita dan kasih kepada mereka yang berkekurangan tidak mustahil masyarakat di negara di Afrika akan dapat memperoleh kebutuhan pangan yang memadai. Negara-negara yang hidup berkecukupan memikirkan dirinya sendiri hampir tidak perduli dan memikirkan sejumlah orang sangat menderita di afrika dan belahan bumi lainnya. Mereka seolah-olah tidak perduli akan penderitaan sesame umat manusia yang juga adalah ciptaan Tuhan. Mereka melakukan keperdulian bersyarat dengan alasan politik ekonomi, bisnis dan kekuasaan. Ego dan keinginan untuk memuaskan diri sendirilah baik secara individu dan organisasi seperti negara-negara surplus salah satu yang mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan dunia secara merata..
Mungkin sistim transportasi dalam melakukan distribusi? Juga bukan, sejumlah negara menghabiskan dana begitu banyak untuk menjelajahi luar angkasa, mereka terbang kebulan dan Mars untuk kepentingan-kepentingan yang aneh. Salah satu alasan adalah ingin menyelamatkan kehidupan jika terjadi sesuatu yang luar biasa di bumi. Selain itu, ingin memperluas jaringan ke berbagai pelosok jagad raya demi sebuah penemuan baru. Kemampuan ini menunjukkan bahwa masalah transpotasi dan distribusi di dunia seharusnya tidaklah menjadi masalah bersar. Lalu mengapa tidak membangun transfortasi ke negara-negara miskin membantu mereka mendapatkan apa yang layak sebagai manusia, khususnya kebutuhan dasar dan ilmu pengetahuan. Jika saja sistem tranfortasi yang dibangun juga bertujuan untuk kemudahan dunia ini bagi para negara dengan minus sumber daya dapat dipenuhi. Kesalahan PRIORITAS untuk menjaga dunia ini tetap harmoni dan berkecukupan adalah hasil dari EGO yang secara prinsif mengalahkan harga manusia dibelahan bumi yang lain yang memerlukan perhatian.
Kekurangan Kasih
Kekurangan manusia adalah kasih, Tuhan yang telah menciptakan manusia untuk merdeka selama mereka bersekutu dengan Tuhan. Manusia telah lupa akan harkatnya sebagai ciptaan istimewa. Pada kenyataannya manusia tidak mengandalkan Tuhan lagi, kemerdekaan itu bukan lagi bersumber dari Tuhan, tapi dari keinginan jiwa, yang ingin berbeda, yang ingin lebih unggul yang ingin lebih besar, lebih kuat, lebih tahu bahkan hingga melupakan Tuhan. Manusia telah jatuh kedalam dosa. Dosa adalah sumber dari segala kekacauan, dan kekacauan itu bersumber dari keEGOan pribadi dan kelompok. Ego yang terakumulasi menjadi sebuah malapetaka dan akhirnya akan menghasilkan sebuah kebinasaan.
Perlu KASIH yang melampaui akal untuk menyelamatkan dunia ini, masalah keinginan baik untuk menyelamatkan dunia ini tidak dapat hanya dengan menyelamatkan diri masing-masing. Keadaan dunia yang sudah sedemikian rupa, menuntut negara-negara surplus mau memberikan bantuan percuma bagi negara-negara miskin serta membantu hingga sistem transportasinya menjadi mudah dan memadai. Negara-negara produsen dengan tingkat polutan CO2 tinggi harus bersedia mengendalikan dan menyusun ulang (rekonstruksi) sistem produksinya dan sumber energinya. Negara-negara yang memiliki hutan dan kawasan hijau harus menjaga dan melestarikan lingkungannya. Dan untuk itu semua diperlukan KASIH yang menghasilkan sebuah pengertian dan disinilah saatnya setiap pemimpin negara melihat semua kepentingan melalui Kasih dalam kebersamaan menyelamatkan bumi ini. Rev. Augustin mengingatkan bahwa kelahiran Yesus adalah karena KASIH itu, dan kedatangan Yesus yang kedua adalah juga karena KASIH karena bertujuan untuk mengembalikan bumi dan ciptaaNya kembali kepada kebenaran hingga Tuhan melihat itu semua kembali baik.
Isi dari tulisan ini tanggung jawab penulis.

Wednesday, December 2, 2009

Memahami Arti Hidup Ini

Saudara dalam kasih Yesus: Bode Haryanto Tarigan

Tainan Taiwan

Pendahuluan

Wahyu 1:8 ada tertulis Akulah Alfa dan Omega. Atau sering ditulis sebagai yang awal dan akhir. Ini adalah sebuah pernyataan yang menunjukkan kekuasaan Tuhan. Dia tidak berawal dan berahir, karena awal akan menemukan akhir dan akhir akan menemukan awal kembali.

Saat ini peradapan dunia banyak menghadapi masalah, dari krisis ekonomi yang katanya sudah mulai membaik, disaat yang sama juga terusberlangsung pemanasan global yang semua itu tidak dapat dilepaskan dari aktifitas manusia yang berusaha meningkatkan kwalitas hidup memalui pengembangan aktifitas produksi yang tentunya memerlukan energi yang sangat besar yang dalam prosesnya menghasilkan produk samping CO2 yang memacu pemanasan global. Tentunya alasan pengembangan aktifitas produksi itu sendiri adalah demi kepentingan umat manusia, demi kesejahteraan dan sebagainya dan ternyata pada saat yang sama krisis ekonomi juga terjadi, lalu siapa yang paling menangung akibat ini semua? Jawabnya bumilah yang paling dirugikan dan menerima akibatnya. Lalu jika terjadi apa-apa dengan bumi lalu siapa yang menangung akibatnya? Tentunya adalah manusia. Ini adalah sebuah lingkaran sebab dan akibat dan akhirnya akan mengorbankan seluruh peradapan dunia seperti apa yang dipertontonkan pada film 2012.

Hakekat keberadaan manusia di Bumi

Tuhan menciptakan manusia sebagai HADIAH bagi bumi ini agar dunia ini dapat diurus, dipelihara dan dikuasai manusia. Di sisi lain dunia adalah HADIAH bagi manusia karena ternyata segala sesuatu ada di dunia ini, dan Tuhan mengatakan semua itu baik. Hadiah adalah sesuatu yang berharga tetapi tidak harus mahal, ketika anda mengirimkan sebuah kalimat yang berisikan Ucapan Cepat Sembuh dan sebagainya itu adalah sebuah hadiah yang akan sangat berharga namun tidak mahal. Demikianlah Tuhan menghadiahkan sesuatu yang sangat berharga kepada manusia ini sebagai hadiah yaitu Bumi ini. Tuhan menginginkan manusia menerima pemberian ini sebagai sebuah hadiah kasih dari Tuhan. Bumi adalah hadiah Kasih sehingga sepantasnya manusia untuk menjaga, memelihara dan menguasai dunia ini. Manusia dan bumi ini seharusnya salaing mengasihi dan saling memberi (hadiah).

Namun apa yang telah terjadi saat ini, kenapa bumi sampai sedemikian rupa? Dimana sesunguhnya permasalahaanya?

Saat ini manusia sedang diperhadapkan pada sebuah dimensi krisis yang akan mengagalkan hampir seluruh usaha dari logika ilmu pengetahuan. Jika hal seperti dalam film 2012 itu terjadi maka hancurlah semua peradapan teknologi, apa yang telah dibangun semuanya menjadi sia-sia dan semua harus di mulai dari nol lagi. Kemanakah para ilmuan akan meletakkan logikannya dan kemana perginya peradapan itu? Ini adalah sebuah arah yang sangat miris, ketika dunia memulai semua dengan logika ilmu pengetahuan namun harus berakhir dengan kematian dan kehancuran.

Seharusnyalah manusia kembali keTuhan yang adalah yang awal dan yang akhir itu. Jika kita kembali kesejarah peradapan dunia ini, maka manusia telah lupa akan kodradnya sebagai manusia yang adalah sebuah karya sempurna dari Tuhan. Tuhan menciptakan manuisa sebagai hadiah bagi dunia ini, dan dunia adalah hadiah bagi manusia. Manusia diciptakan Tuhan karena kasih akan dunia ini untuk memelihara Dunia ini (baca Kitab Kejadian).

Bersambung, ini bagian khotbah dari Rev Augustine PhD, yang dikembangkan, karena beliau lupa membagi filenya.

Sunday, November 29, 2009

Memahami Arti Hidup Ini

Wahyu 1:8 ada tertulis Akulah Alfa dan Omega. Atau sering ditulis sebagai yang awal dan akhir. Ini adalah sebuah pernyataan yang menunjukkan kekuasaan Tuhan. Dia tidak berawal dan berahir, karena awal akan menemukan akhir dan akhir akan menemukan awal kembali.
Saat ini peradapan dunia banyak menghadapi masalah, dari krisis ekonomi yang katanya sudah mulai membaik, disaat yang sama juga terusberlangsung pemanasan global yang semua itu tidak dapat dilepaskan dari aktifitas manusia yang berusaha meningkatkan kwalitas hidup memalui pengembangan aktifitas produksi yang tentunya memerlukan energi yang sangat besar yang dalam prosesnya menghasilkan produk samping CO2 yang memacu pemanasan global. 

Tentunya alasan pengembangan aktifitas produksi itu sendiri adalah demi kepentingan umat manusia, demi kesejahteraan dan sebagainya dan ternyata pada saat yang sama krisis ekonomi juga terjadi, lalu siapa yang paling menangung akibat ini semua? Jawabnya bumilah yang paling dirugikan dan menerima akibatnya. Lalu jika terjadi apa-apa dengan bumi lalu siapa yang menangung akibatnya? Tentunya adalah manusia. Ini adalah sebuah lingkaran sebab dan akibat dan akhirnya akan mengorbankan seluruh peradapan dunia seperti apa yang dipertontonkan pada film 2012.

Hakekat keberadaan manusia di Bumi

Tuhan menciptakan manusia sebagai HADIAH bagi bumi ini agar dunia ini dapat diurus, dipelihara dan dikuasai manusia. Di sisi lain dunia adalah HADIAH bagi manusia karena ternyata segala sesuatu ada di dunia ini, dan Tuhan mengatakan semua itu baik. Hadiah adalah sesuatu yang berharga tetapi tidak harus mahal, ketika anda mengirimkan sebuah kalimat yang berisikan Ucapan Cepat Sembuh dan sebagainya itu adalah sebuah hadia yang akan sangat berharga namun tidak mahal. Demikianlah Tuhan menghadiahkan sesuatu yang sangat berharga kepada manusia ini sebagai hadiah yaitu Bumi ini. Tuhan menginginkan manusia mengangaf pemberian ini sebagai sebuah hadiah kasih dari Tuhan. Hadiah adalah Kasih untuk menjaga, memelihara dan menguasai dunia ini. Manusia dan bumi ini seharusnya salaing mengasihi dan saling member (hadiah).

Namun apa yang telah terjadi saat ini, kenapa bumi sampai sedemikian rupa?
Saat ini manusia sedang diperhadapkan pada sebuah dimensi krisis yang akan mengagalkan hampir seluruh usaha dari logika ilmu pengetahuan. Jika hal seperti dalam film 2012 itu terjadi maka hancurlah semua peradapan teknologi, apa yang telah dibangun semuanya menjadi sia-sia dan semua harus di mulai dari nol lagi. Kemanakah para ilmuan akan meletakkan logikannya dan kemana perginya peradapan itu? Ini adalah sebuah arah yang sangat miris, ketika dunia memulai semua dengan logika ilmu pengetahuan namun harus berakhir dengan kematian dan kehancuran. 
Seharusnyalah manusia kembali keTuhan yang adalah yang awal dan yang akhir itu. Jika kita kembali kesejarah peradapan dunia ini, maka manusia telah lupa akan kodradnya sebagai manusia yang adalah sebuah karya sempurna dari Tuhan. Tuhan menciptakan manuisa sebagai hadiah bagi dunia ini, dan dunia adalah hadiah bagi manusia. Manusia diciptakan Tuhan karena kasih akan dunia ini untuk memelihara Dunia ini (baca Kitab Kejadian)

Wednesday, October 21, 2009

Siapa yang meng UPLOAD roh anda ke surga?
(Alam maya dan dimensi Surga)

Saudara dalam namaNya: Bode Haryanto Tarigan.
PhD Candidate di NCKU Tainan Taiwan.

Pendahuluan
Kejadian gempa di Sumatera Barat di awal oktober 2009, merengut nyawa manusia hingga lebih dari seribu korban. Ibaratkan teori dari kematian itu adalah benar maka sang Malaikat pencabut nyawa itu saat itu sedang bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam hitungan jam dan hari. Dan jika semua mereka yang meninggal itu masuk ke dalam taman firdaus, maka saat itu begitu sesak antrian para roh yang ingin bersama-sama masuk ke tempat yang baru itu, apakah sedemikian? Pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan Matius 22:23-32, hal sekelompok orang saduki yang bertanya hal seorang wanita yang bersuamikan tujuh bersaudara. Lalu dihari kebangkitan siapakah yang menjadi suami perempuan itu? (ayat: 28).

Walaupun jawaban Yesus kamu adalah sesat (ayat: 29), namun ide tulisan itu bukan bertujuan menyesatkan. Perkembangan teknologi internet dan telekomunikasi mungkin akan membuat manusia semakin mudah percaya bahwa surga yang di imani berbagai agama dan kepercayaan itu adalah benar adanya. Hal surga mungkin sulit untuk dilukiskan hingga saat ini, surga yang dikenal adalah sebagai tempat yang mulia dan suci serta agung. Surga adalah tempat komunitas Tuhan, yang memiliki dimensi Tuhan yang adalah Roh.

Surga dan dimensi roh alam maya
Di dalam iman orang-orang percaya surga adalah tempat yang akan dituju setelah kematian. Surga digambarkan sebagai suatu tujuan yang kekal, rumah abadi. Salah satu tahapan yang dikenal untuk dapat mencapai Surga melalui kematian dan dilanjutkan kepada kebangkitan roh manusia menuju surga. Bicara surga adalah bicara roh, bicara dimensi roh adalah berbicara sesuatu yang bersifat abstrak-rohani. Lalu bagaimana untuk mencapai surga? Mungkin untuk menjawabnya tidak sesulit pelaksanaanya, seperti yang di ajarkan oleh berbagai agama.

Disisi lain, sekitaran dua dekade belakangan ini kita mengenal aktifitas alam maya (cyber space), yang dikenal dalam aktivitas berinternet. Banyak hal yang mengagumkan dari teknologi komunikasi ini, karena membantu kita lebih cepat untuk bertukar informasi yang telah diupload ke dunia maya tersebut.

Namun dalam tulisan ini yang ingin dilihat adalah sebuah proses perubahan dimensi dari concrete menjadi abstrak/maya atau didalam bahasa rohani mungkin lebih tepat dikatakan dari kehidupan dimensi manusia kehidupan dimensi rohani. Contoh analognya adalah dengan teknologi internet saat ini bagaimana berbagai dokumen dari concrete/fisik dapat diubah menjadi maya, tersimpan di suatu ruang maya disebuah space provider seperti yahoo, gmail, google dan lain sebagainya.

Saat ini kita dapat dengan mudah mengakses berbagai dokumen yang telah diupload ke internet. Pernahkan kita bayangkan jika dokumen itu semua dicetak ulang maka berapakah ruang nyata (concrete space) yang kita perlukan. Semua dokumen itu berasal dari 100 tahun yang lalu hingga hari ini. Semua itu telah dikirim dan berada di alam maya dan mungkin saja bentuk concrete dari dokumen-dokumen itu telah musnah dan rusak di makan waktu namun jika mereka telah di upload ke dunia maya, maka itu semua dapat menjadi abadi selama semua itu masih diberi ruang di alam maya dan selama bumi masih berenergi.

Manusia sebagai surat/dokumen rohani (2 Korintus 3:3)
Jika kita analogikan pekerjaan Tuhan atas manusia maka seperti apa yang terjadi dengan Yesus, sebenarnya itu dapat terjadi juga didalam kehidupan kita. Kejadian 2000 tahun lalu ketika Yesus dapat berubah dari dimensi manusia (volume) dimensi roh manusia (setelah bangkit dari kubur) dan menjadi roh itu telah membuka mata logika kita akan adanya sesuatu ruang rohani (spirit space) yang memiliki dimensinya sendiri. Kenaikkan Yesus kesurga adalah rangkaian dari sifat rohaninya, kembali ke surga sebagai tempat komunitas roh (Roh Tuhan). Jika kita diibaratkan selembar kertas, yang bertuliskan catatan-catatan kehidupan kita, maka sama halnya selembar kertas yang hanya tinggal di scan lalu filenya diupload ke internet space (cyber), dan jika kertas itu harus dibakar atau rusak (kalau manusia mati), demikianlah surat itu secara dimensi alam maya masih ada dan masih dapat dicetak ulang jika perlu.

Arti dari alinea di atas adalah bahwa pada kenyataanya, sama seperti kita adalah suratnya Kristus, maka jika kematian itu datang maka sebenarnya karena kita didalam Tuhan kita mungkin mati (rusak/hilang/terbakar), namun kita telah diubah sedemikian rupa didalam dimensi roh, dimensi alam maya seperti yang kita kenal sejauh ini (internet). Kehidupan di alam maya dapat mengambarkan sebagai kehidupan alam roh dan semua itu telah tersusun dan tertata sedemikian rupa. Semua itu telah diposisikan sesuai dengan space yang disediakan. Manusia yang memiliki tubuh yang concrete dan jiwa yang dapat berubah menjadi roh ieni adalah sebuah petunjuk bahwa surga itu ada tetapi sulit untuk mengambarkannya karena beberapa alas an diantaranya adalah karena kita BELUM MENGENAL YESUS DENGAN BENAR, sehingga perkembangan teknologi saat ini belum sangup melihat bahwa alam maya adalah sebuah pembuktian empiris akan adanya alam lain yang telah disiapkan bagi roh manusia.

Persoalannya adalah apakah roh anda terupload atau tidak kesurga? dan siapakah yang mengupload roh anda itu? dan siapa yang menjamin anda terupload ke surga?. Di dalam Yesus kita adalah anak Tuhan, dan hudup didalam jaminan roh kudus dan tentunya kita harus hidup didalam kekudusan agar berkenan di hadapan Tuhan. Dan Tuhan sendiri di dalam Yesus Kristus akan mengupload roh kita ke surga.

Jika seorang atheist yang tidak pernah menghidupkan roh manusianya, maka mereka dapat dianalogkan sama dengan dokumen-dokumen yang terbakar sia-sia tanpa pernah terupload ke alam surga (maya). Seorang yang salah memilih pilihan rohaninya akan mengalami kerugian karena tidak ada yang menjamin rohnya akan terupload ke surga mulia, karena tidak ada prangkat teknologi yang memastikan mereka terupload ke surga. Dan beruntunglah mereka yang mengenal Yesus, karena didalam Dia, dan seperti apa yang telah terjadi padan Nya, menjadikan itu semua sempurna akan kemana arah roh orang-orang percaya terupload ke surga yang mulia.

Penutup
Teknologi internet (cyber technology) membuka analogi logika manusia akan adanya dimensi baru yang dapat mendekatkan kita pada pemahaman dimensi alam Surga (alam roh). Manusia yang menghidupkan rohnya memiliki kesempatan memasuki alam roh. Setiap roh manusia didalam kehidupan rohaninya akan bergantung kepada Tuhan mana yang akan mengupload rohnya ke alam surga. TUhan yang tepat adalah kunci kemana setiap roh orang percaya akan ter upload. Di dalam Yesus dan Ia sendiri telah menunjukkan bahwa roh-roh orang percaya akan menuju satu arah dengan Yesus yaitu surga mulia. Hanya di dalam Yesus, kita dapat memahami lebih sempurna akan alam roh (surga) itu. Logika ini bahkan menjadi pembuktian bahwa teori Budha akan reinkarnasi adalah tidak benar, dan yang benar adalah teori inkarnasi manusia menjadi roh, seperti apa yang terjadi di dalam Yesus Kristus.

Catatan Penulis:
Demi kemuliaan Tuhan, semua ini adalah upaya melakukan Logika Rohani, agar para pekerja ilmiah dapat melihat dari sisi lain bahwa Tuhan adalah riil dan surga adalah sebuah kepastian dari pembuktian teknologi itu sendiri.

Thursday, October 15, 2009

Biarkanlah Yesus mengisi hatimu

Biarkanlah Yesus mengisi hatimu
Oleh saudara dalam Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Tw
............................................................................................segera diposkan.

Saturday, September 12, 2009

Merayu Tuhan

by your brother: Bode Haryanto.

Kita dapat belajar Merayu Tuhan dari Hana seorang istri yang kandungannya telah ditutup oleh Tuhan, tetapi dengan merayu Tuhan, ia di Ingat Tuhan (1;19) dan Tuhan mengabulkan permintaannya yang adalah sebuah mukzizat dari nazarnya. Lebih jauh apa yang dilakukan Hana dapat dibaca pada kutipan Alkitab di bawah dan sebagai pemahaman apa hal yang penting yang telah dilakukan oleh Hana agar permintaan yang impossible itu diterima Tuhan adalah sbb:

1. Dia baru saja melakukan kurban bakaran pengapusan dosa di SILO; identik dengan TOBAT tahunan. Jadi pada waktu ia hendak merayu Tuhan dosanya telah dihapus dahulu. Kalau untuk saat ini, mungkin kita perlu bertobat dengan menyelidiki lebih dalam lagi rahasia Tuhan di dalam hidup kita pribadi lepas pribadi.

2. Dia melakukannya di tempat Tuhan di SILO (pada perjajanjian lama Tuhan hadir di rumah persembahan di SILO), kalau saat ini Tuhan telah mendeklarasikan bahwa " hati manusia adalah pelita Tuhan", maka bertemu TUhan dapat dilakukan dengan mudah dengan kembali ke hati kita.

3. Dia melakukan dengan sepenuh hati (dengan roh manusianya) sehingga ia kelihatan seperti orang sedang mabuk. Bukan dengan kekuatan jiwa tetapi kekuatan hati/roh. Dia sedang merayu Tuhan, tidak peduli dibilang mabuk.

4. Dia menazarkan permintaannya (mengikatkan diri dalam janji dengan Tuhan / anak tersebut Samuel diserahkan ke rumah persembahan) bukan Flash Action .

Artinya adalah (1) dikuduskan (2)Kepada Tuhan yg tepat (3) Meminta dan merayu dengan roh/hati (4) mengikatkan diri.

Referensi: 1 Samuel 1:1-21.

Wednesday, July 1, 2009

See what Love God has given us

Ditulis kembali oleh Bro. in Jesus : Bode Haryanto Tarigan

Kasih Tuhan terbesar yang di anugerahNya kepada kita adalah kita menjadi anak-anak Tuhan. Tuhan memberikan itu semua di dalam Yesus Kristus. Tuhan di dalam Yesus telah memberikan contoh kepada kita bagaimana manusia boleh disucikan dan menjadi sama seperti Yesus. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada Nya, menyucikan diri sama seperti Dia adalah suci. Ia menghapus segala dosa kita. Setiap orang yang tetap berada di dalam Dia tidak berbuat dosa lagi. Siapa yang melakukan kebenaran adalah benar, sama seperti Yesus adalah benar. (1 John 3 1-7). God children are born in spiritual way in the name of Jesus.
Bagaimanakah kita dapat menjadi anak Tuhan? Yaitu: Bertobat dan percaya di dalam Yesus yang melakukan semua itu untuk kita di dalam 1 John 3 1-7. Kasih Tuhan diberikan percuma kepada setiap manusia yang membuka hatinya menerima Nya di dalam hidupnya. Kasih yang diberikan itu bukan hanya dapat dimiliki namun juga dapat diberikan kepada siapa saja di dalam nama Yesus Kristus. Love of God is something if you give it away, you will get more.
Kasih Tuhan di dalam Simon Petrus berubah menjadi kekuatan dimana ia dapat menyembuhkan orang yang sakit di dalam Yesus Kristus. Kasih Tuhan telah mengubah Saulus menjadi Paulus seorang yang handal dan mengasihi Tuhan. Kasih Tuhan telah menjadikan murid-murid menyampaikan kabar kemuliaan Tuhan. Kasih Tuhan telah mengerakan orang percaya untuk menolong mereka yang menjadi korban bencana alam, peperangan dan lainnya. Kasih Tuhan memberikan persekutuan (gereja) yang diharapkan dapat mengubah sekelompok orang (society) bahkan negara (nation) untuk bumi yang lebih baik Etc.

Kasih Yesus apakah telah mengubah anda?
Love of God to challenge and to transform.
Love of God comes even from our smile.

Tulisan ini adalah bagian khotbah dari Rev John Crocker di TICC Tainan, ditulis dan dikembangkan oleh penulis. Isi tul lisan ini adalah tanggung jawab penulis.

========================================================


An Encounter Experience with Jesus.
Luk. 5;1-11.


Belajar menerima Yesus melalui Pengalaman Simon Petrus sebagai seorang neyalan (fisherman).
1. Simon membiarkan Yesus menggunakan perahu miliknya untuk menyampaikan firman Tuhan, padahal dia telah sangat letih melaut semalaman. Simon bersabar meskipun dia sedang sangat kecewa karena tidak memperoleh hasil tangkapan hari itu (3).
2. Simon mencoba mendengarkan khotbah Yesus dan mengerti serta mengenal siapa Yesus, walaupun sesunguhnya itu sama sekali di luar bagian dari hidupnya sebagai seorang pelaut. (5: tetapi karena Engkau menyuruhnya).
3. Simon mengikuti apa yang dikatakan Yesus walaupun pengalamannya semalam suntuk tidak mendapatkan ikan. Simon tidak memberontak walaupun jala telah di bersihkan untuk kegiatan hari selanjutnya.
4. Simon mendapatkan hal-hal diluar pengalaman hidupnya (mukjizat) dan sadar dia sedang berhadapan dengan Yesus (Tuhan), dan menyembahnya serta mengaku bahwa dia orang berdosa.
5. Simon dan kerabatnya mengambil kesempatan mengikut Yesus, yang telah memberikannya pengalaman yang luar biasa, dan ingin mengenal Nya lebih lagi dan lebih lagi.
Ini adalah sebuah pengalaman terjadinya transformasi kehidupan dari seorang penangkap ikan menjadi seorang penangkap manusai (pelayan Tuhan). Seorang yang mengalami Tuhan kemudian ingin mengenal Tuhan lebih lagi, serta ingin mendapatkan bagian dari kemuliaan itu, dan memberikannya kepada orang lain.
Tuhan ingin bekerja secara riil didalam kehidupan kita seperti yang dialami oleh Simon. Simon melihat Tuhan tidak bergantung dari waktu, jika Tuhan berkenan maka semua itu dapat terjadi. Simon melihat Yesus menghasilkan buah sukacita yang melampaui akalnya. Menurut pengalaman ini maka kita harus senantiasa bersedia (available) untuk menerima cara Tuhan seperti dialami Simon. Seperti Simon mengikut Yesus, karena kita harus satu sisi/bagian dengan Tuhan, mengikatkan diri dan menjadi satu. Kita belajar mengandalkan Tuhan (God Ability). Kita mengharapkan rahmatNya dan diberkati melalu doa, aktifitas, persekutuan dan belajar lagi akan Tuhan Yesus. Kesempurnaan akan terjadi jika itu sesuai dengan kehendak Tuhan.
Bagian dari khotbah TICC 2 minggu lalu yang dapat terulis.

Rev. K.C. Selvaraj. from India. (bagian khotbah di TICC), Isi tul lisan ini adalah tanggung jawab penulis.

Pentakosta

Rewritten by Brother in Jesus: Bode Haryanto Tarigan, Taiwan
Turunya Roh Kudus, adalah sesuai dengan janji Yesus sendiri, bahwa akan datang Roh penolong bagi kamu (Jesus go, Holy Spirit come). Roh Kudus itu membakar semangat orang percaya, jemaat/gereja mula-mula, dan telah mengubah banyak hal bagi jemaat mula-mula, diantara manifestasi itu adalah: Mengubah karakter jemaat, yang dapat merasakan secara otomatis kerja Roh dengan menunjukkan beberapa kemampuan yang mencengangkan dan mengherankan bangsa-bangsa yang hadir saat itu.Pergerakan dimulai secara Gereja, gereja sebagai pembawa kabar baik memproklamirkan Yesus Kristus. Mengubah cara kerja dalam pengkabaran hal kabar baik dan keselamatan Tuhan di dalam Yesus ke seluruh dunia.

Holy Spirit itu telah membuka pemahaman misteri akan hal DILAHIRKAN KEMBALI dalam Roh, yang pernah membingungkan Nekodemus. Roh itu yang selama ini seperti bualan belaka, seperti angin yang terasakan iya namun terlihatkan tidak, seperti cerita mistis akan adanya sebuah kekuatan yang luarbiasa, telah terbuktikan pada hari Pentakosta.

Roh itu dengan kekuatanNya mempengaruhi jemaat mula-mula, mereka dapat berkata-kata dalam berbagai bahasa yang dimengerti oleh semua hadir dari berbagai bangsa. Apakah mereka mabuk? Mereka bukan mabuk tetapi sedang dipenuhi oleh kuasaNya. Roh Kudus adalah kuasa yang dapat mengendalikan manusia, yang penuh kuasa (almighty power). Roh Kudus tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Roh Kudus bersifat universal, Roh Kudus kekuatan yang diluar dimensi manusia, tidak terbatas ruang dan waktu, oleh bangsa-bangsa dan kelompok, tidak dapat diklaim oleh seseorang atau sebuah gereja, karena Roh Kuduslah yang menjamin semua semua kehidupan orang percaya di dalam Yesus Kristus.

Gereja tidak dapat mengontrol dan mengklaim Roh Kudus, mengontrol Roh Kudus adalah mengontrol Tuhan. Roh kudus adalah anugrah kepada umat manusia, khususnya di dalam Yesus. Gereja tidak dapat mengatakan datanglah kegereja kami jika anda ingin benar-benar diselamatkan oleh Yesus. Gereja dalam ministrinya seharusnya menguatkan setiap orang percaya didalam Yesus, dengan berbagai cara rohani untuk menambah pengalama rohani setiap jemaat di dalam jaminan Roh Kudus. Roh gereja adalah sama, diberikan secara universal yaitu Roh Kudus.

Ada kecendrungan gereja mengontrol Roh Kudus:
1. Roh Kudus yang diklaim secara sepihak dengan melihat perbedaan dalam berbagai cara penyembahan dan pujian (liturge).
2. Teologia yang dianut oleh gereja yang secara sengaja atau tidak mengkontrol Roh Kudus, dengan pembatasan perjamuan kudus bagi anggota jemaat saja.
3. Rationalisai Roh Kudus adalah termasuk pembatasan Roh Kudus, sebagai contoh dengan membayangkan Roh Kudus mengalir seperti aliran elektron pada sistem hantaran listrik.
4.dll

Roh Kudus adalah Tuhan sendiri yang diyakini melalui Iman kepada Yesus Kristus. Roh Kudus adalah apa adanya Roh Kudus yang memberikan jaminan dan kekuatan bagi orang percaya secara universal.

Roh Kudus telah bekerja pada massanya terhadap gereja-gereja, misalnya pergerakan gereja reformasi, pentakosta, kharismatik di seluruh dunia memberi arti bahwa semakin banyak orang percaya mengalami pengalaman akan Roh Tuhan dan bersaksi memuliakan nama Tuhan di dalam pergerakannya.

Namun apakah mereka melakukan semua itu demi Kemuliaan Tuhan atau kemuliaan gereja-gereja? Seperti kata Yesus: Apakah engkau melakukan semua itu demi namaKU atau demi namumu? Karena sesunguhnya jika di dalam nama Yesus maka semua itu untuk suatu kesatuan (union/unity) bukan pemisahan (devision).

Kesalahan gereja dalam mengenal Tuhan di dalam Roh Kudus, dengan klaim adanya bahasa lidah yang sulit menuai arti. Dengan terjadinya beberapa kali klaim akan kedatangan Yesus kedua kalinya, membuat gereja harus sadar dan bertobat akan keterbatasan manuisa-gereja dalam mengenal rencana Tuhan. Kesalahan gereja ada yang bersifat universal namun juga bersifat terbatas, yang menciptakan kotak-kotak tersendiri antara manusia dengan Tuhan, juga manusia dengan manusia.

Roh Kudus telah disebutkan sedari awal pada kitab kejadian, kekuatannya dikenal namun tidak dapat didefenisikan pada awalnya. Dengan kekuatan Roh Kudus tulang-tulang kering itu menjadi hidup kembali menjadi suatu bangsa (Ezekiel 37: 1-14) yang dikenal sebagai kekuatan Tuhan yang tidak masuk akal. Roh Kudus membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Roh Kudus yang menjamin hubungan manusia dengan Tuhan adalah hubungan yang mulia dan kudus. Hubungan ini memampukan kita melihat kuasa Tuhan dari alam sekitar (lingkungan kita), tempat kita bekerja, dan permasalahan di dalamnya, dan menjaga kita tetap mulia di hadapan Tuhan.

Seperti yang ditulis pada John 14:15-17+26, Roh Kudus membuat kita menjadi anak-anak Tuhan yang hidup dalam kebenaran, menjadikan kita terintegrasi dengan Tuhan, membuat kita memiliki pengalaman rohani akan hubungan kita dengan Tuhan, mengingatkan kita akan hal-hal yang benar dan yang salah, mengembalikan nilai kebenaran yang sesunguhnya (bukan kondisional), memberikan kita kemampuan mengendalikan diri kita dan buah buahnya seperti tertulis pada Gal 5; memberikan kemerdekaan.............hingga pengendalian diri. Roh Kudus mengendalikan hidup kita agar berkenan kepada Tuhan.

============= Selanjutnya adalah tambahan dari sebuah pertanyaan di milis GBKP.

God is God, dan kita dengan mudah mengenal siapa Tuhan itu (God/Yahweh/Bapa) itu ternyata hanya didalam Yesus Kristus yang Maha Sempurna. Didalam Yesus bahkan kita dimungkinkan untuk mengenal Roh Kudus bahkan Roh Kudus itu tinggal di dalam kita (ini sesuai kata alkitab).

Yesus mengharapkan agar kita hidup di dalam Roh agar kita tetap layak dihadapannya dan berbuah menghasilan buah-buah roh. Orang seperti ini disebut orang percaya, kamum kudus, kata perjanjian baru.

Baptisan adalah suatu pemberian tanda milik/pemateraian saja, dalam arti kita dibabptis mati bersama Yesus dan dibangkitkan sebagai manuisa kristen yang rohani, namun apakah itu terjadi? Ini jawabnya sangat relatif. Pelaksanaan Baptisan itu sendiri adalah hanya sebuah seremonial belaka, yang menjadi persoalan adalah apakah sesorang itu telah benar-benar percaya dan dibaptis. Apakah kita sudah benar-benar percaya untuk mati bersama kristus didalam dosa kita dan dilahirkan kembali dan hidup didalam kehidupan rohani.

Kalau menurut pengalaman saya, gereja tidak memiliki pemahaman yang sama akan sebuah baptisan. Baptisannya atau proses sehingga layak dibaptis. Mengacu kepada Percaya dan dibaptis maka yang penting adalah proses membuat orang menjadi benar-benar percaya. Gereja seharusnya menjadi pusat bagi proses penghidupan rohani (menghidupkan roh). Ini harus dimulai dari sejak awal lagi (KA/KR). Jangan sampai gereja hanaya mengajarkan hanya kulitnya bukan intinya.

Walaupun ini tidak semudah mempraktekannya, namun itulah yang terjadi, sesungguhnya tidak ada yang tahu apakah kita telah benar-benar terbaptiskan secara rohani, karena apakah roh kita (roh manusia) telah benar-benar hidup sehingga saat kita dibaptiskan itu kita sudah berada didalam sistem Tuhan. Tuhan yang hidup adalah untuk manusia yang rohnya hidup?

Baptisan itu hanya kulitnya, mau diselam, mau percik, dll, tapi yang penting adalah benarkah roh kita telah hidup dan menerima Yesus sepenuh hati kita? Itulah tugas gereja yang sebenarnya.

Karena ketika roh kudus ada tinggal didalam hati kita maka kita otomatis akan berbuah roh, yaitu damai sukacita dst.

Tulisan ini adalah bagian khotbah oleh Rev Dr. Augustine M. ditulis kembali oleh penulis, jika ada kesalahan dalam isi tulisan ini adalah tanggung jawab penulis,Tuhan yang menolong.

Tuhan dan Kemanusiaan yang mempengaruhi gereja.

Di Tulis kembali oleh saudara dalam Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Taiwan.

Kita bersyukur telah mengenal Tuhan dan bertumbuh di dalam Gereja. Bagaimana kita dapat bertumbuh (how) mungkin bukan sesuatu yang sulit untuk di jawab dan diterangkan, tetapi mengapa kita dapat bertumbuh (why) adalah sesuatu yang tidak mudah untuk menjawabnya. Karna ternyata kita memiliki pengalaman pribadi lepas pribadi akan pertumbuhan itu. Analogi yanga sama; mengapa mangga memiliki rasa manis, asam dan sebagainya maka dapat dibuktikan secara ilmu pengetahuan (how), tetapi mengapa setiap buahnya memiliki rasa yang tidak sama walaupun dari pohon yang sama (why) adalah tidak mudah untuk menjawabnya dan andai mangga itu dapat mengatakan sesuatu, maka masing-masing mangga tersebutlah yang hanya tahu bagaimana sampai demikian (why).

How why? Tuhan bekerja secara pribadi kepada setiap manusai, mengubah kemanuisaan manusia itu menjadi manusia yang baru. Roh Tuhan bekerja melampaui apa yang kita kenal terhadapa diri kita sendiri (Ibrani 4: 12; tolong di check lagi); dan bekerja memperbaharui hati kita (Ezra 12;13, tolong di check lagi). Setiap orang percaya adalah bagian dari struktur tubuh gereja, didalam roh dan jiwa (spirit and soul), dan di saat kita bernafas dan melakukan aktifitas, bahwa kita adalah manusia kristen yang hidup (a Living Christian). Kemanusiaan seorang Kristen adalah sesuatu yang baru dalam kendali kasih Tuhan, yang mentransformasi kemanusiaan (dalam arti humanity) menjadi manusia kristen dalam segala hal. Sebuah dimensi baru kemanusiaan di dalam Yesus (a new beeing human in Jesus).

Dalam sejarah kehidupan manusia, bahwa hanya Yesus satu-satunya yang berbicara hal dosa; manusia berdosa; apakah dosa itu dan bagaimana mengalahkan dosa dan hanya Yesus yang berani menangung dosa demi mengubah sifat sifat kemanusiaan manusia menjadi manusia yang baru.
Seorang kristen memiliki visi dan misi tidak lagi berdasarkan kemanusiaan belaka, namun visi dan misi namun yang telah diubah di dalam Yesus. Contoh perubahan itu adalah saulus yang melihat Yesus dari presfektif nilai politik (Yesus dan pengikutnya adalah calon penguasa), namun setelah pertemuan di Damaskus, tidak lagi melihat Yesus dari hanya dari kekuatan politik yang di miliki Nya. Bahkan berubah menjadi Duta Besar perwakilan Yesus untuk dunia ini. Menjadi baru adalah menjadi Gereja, bukan diri sendiri lagi, bahkan membagikan pengalaman siapakah Tuhan itu di dalam pengenalannya.

Disisi lain, kemanusiaan melihat masusia sebagai suatu yang paling tinggi (ultimate) dan semua mengacu kepada manusia, semua mengacu kepada usaha dan semangat manusia didalam menyelangarakan dunia ini. Kemanusiaan merupakan hasil manifestasi ide politik dan sosiologi berdasarkan kondisi empiris di banyak kelompok masyarakat. Suatu kelompok mengatakan bahwa kami adalah sumbernya; pengusaanya; kami adalah segala-galanya; semua terserah kami; tanpa menyisakan tempat untuk Tuhan dan agama. Kelompok lain mengatakan: mungkin Tuhan ada tapi kami tidak tahu; Tuhan bukanlah hal yang spesial didalam kehidupan kami, jika dia ada kami percaya, jika tidak pun kami juga tidak masalah. Kelompok ini akan cendrung tidak memiliki rasa tanggung jawab apapun bagi Tuhan, dan tentunya Tuhan tidak ingin seperti ini. Mereka tidak memakai sumber kebijaksaanaan, kasih dan suka cita dari Tuhan di dalam hidupnya.

Disisi lain ada kelompok yang rela mati untuk Tuhan, namun menjaga keistimewaanya sebagai sebuah tradisi komunitas, kelompok seperti ini yakin bahwa hanya mereka yang diberkati Tuhan, hanya generasi mereka yang diwarisi keselamatan. Ada yang mengatakan kami menerima Yesus tapi kami tidak dapat menerima orang lain didalam kelompok kami. Mereka tertutup, mereka membuat kekhususan didalam komunitasnya, dan hubungannya dengan Tuhan. Namun ada kelompok yang terbuka untuk Tuhan dan untuk semua, Tuhan untuk semua manusia dan manusia untuk Tuhan namun pada sasarnya mengacu kepada benar yang salah, mencampur adukkan kebenaran Tuhan dan kebebasan manusia. Semua itu tidak terlepas dari sifat ego dan kepentingan masing-masing kelompok. Kesalahan yang utama adalah kemanusiaan telah membawa gereja kepada kepentingan kemanusiaan itu sendiri.

Kemanusiaan telah mempengaruhi gereja sehingga terbawa oleh kepentingan manusia itu sendiri. 1, Gereja yang memannfaatkan Tuhan demi kekuasaan (dalam arti ingin berkuasa) dalam pemerintahan. 2. Ingin mengontrol atas nama Tuhan gereja membuat peraturan yang mengikat demi kebenaran kelompok gereja 3.Ingin menunjukkan hubungan yang khusus dengan Tuhan, menjadi gereja yang istimewa 4. Kepopuleran dengan menonjolkan sifat lokal yang fanatik (contoh dari kultur dan budaya) 5. Mencintai susunan dan struktur yang mengatur kepentingan stategi pengurus.6. Fragmentasi, terpisah agar berbeda. 7. Menjual Tuhan dan kekuatan injil demi uang. 8. Gereja yang mengutamakan nama khusus. dll

Gereja telah membuat model yang menciptakan perbedaan satu sama lain demi gereja, bukan demi Tuhan. Gereja adalah media bukan tujuan, gereja tidak dapat menyelamatkan manusia, gereja bukan tempat menyusun keinginan-keinginan sekelompok orang, gereja adalah miliki Tuhan, kepala gereja adalah Yesus sendiri dan yang menjamin pekerjaan gereja hidup (orang percaya) adalah roh kudus. Gereja dapat berubah karena pengaruh sifat manusia (kemanusiaan) namun Tuhan Yesus Tidak berubah.



Tulisan ini adalah bagian khotbah oleh Rev Dr. Augustine M. ditulis kembali oleh penulis, jika ada kesalahan dalam isi tulisan ini adalah tanggung jawab penulis,Tuhan yang menolong.

Please keep for Me what you have seen / rahasiakanlah apa yang terjadi untuk Yesus (Mark 5:43)

Rewritten by Brother in Jesus: Bode Haryanto Tarigan, Taiwan

Yesus berpesan kepada Yairus dan yang lainnya untuk jangan menceritakan kepada siapapun akan apa yang dilakukan Yesus ketika membangkitkan anak perempuan itu. Sesunguhnya apa yang dilakukan Yesus hanyalah memgang tangan anak perempuan itu dan meyebutkan Hi Talitakum (Hi anak perempuan) Aku berkata kepada mu bangunlah, dan seketika anak perempuan itu bangun. Apa yang dapat diceritakan dari semua kejadian itu adalah hanya sebuah aktifitas yang sangat biasa dan wajar. Didalam logika manusia dan medis, sianak telah mati, namun didalam logika rohani Tuhan anak itu hanya tertidur dan perlu dibangunkan.

Hal yang penting adalah siapa yang membangunkan anak perempuan itu?. Yang membangunkan dia adalah Yesus, yang memiliki kuasa keselamatan. Dia yang datang dari Bapa di Surga yang lahir dan menjadi manusia-Tuhan (dimensi manusia dengan kuasa ilahi). Yesus yang dalam perjalannan hidupnya ingin menunjukkan betapa besarnya kuasa Bapa yang menciptakan alam semesta ini, menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya dan mencitakan manusia dan memberi hidup dengan nafas-roh kepada manusia.

Mengapa hal ini perlu dirahasiakan? Ini menjadi sangat rahasia karena waktunya belum tiba. Pada saatnya nanti Yesus akan mati dan bangkit pada hari ketiga. Yesus juga akan mengalami kematian yang dikenal oleh manusia. Yesus akan dikubur dan Roh Tuhan akan bekerja untuk membangkitkannya, kebangkitan Yesus adalah kebangkitan yang sebenarnya. Tujuan untuk merahasiakan semua itu adalah agar kelak semua orang tahu bahwa kebangkitan Yesuslah kebangkitan daging yang sempurna karena kebangkitan Yesus adalah untuk mencapai kemuliaan kembali ke surga. Agar manusia mengetahui bahwa didalam Yesus kebangkitan setelah kematian akan menuju kepada keselamatan abadi yaitu surga mulia. Kematian dan kebangkitan anak perempuan itu bukanlah model kebangkitan yang sebenarnya. Kebangkitan dari kematian yang dialami tabita adalah kebangkitan fisik. Namun Kebangkitan Yesus adalah kebangkitan secara fisik dan rohani. Dalam arti kematian daging (dosa) adalah sesuatu yang diinginkan agar terjadinya kebangkitan rohani. Karena keinginan daging adalah dosa, dan kematian daging adalah untuk mati bersama dosa dan bangkit sebagai manusia rohani.

Kebangkitan anak perempuan itu adalah kebangkitan yang oleh mukzijat Tuhan demi memberikan kekuatan dan pengalaman rohani pada masa itu. Namun kebangkitan Yesus adalah kebangkitan untuk mengalahkan kematian sehingga manusia yang hidup dapat mati bersama Yesus dari keinginan daging (dosa) dan bangkit menjadi manusia rohani (manusia yang hidup dengan kuasa Roh Tuhan).

Tulisan ini adalah bagian khotbah dari Rev John Crocker di TICC Tainan, ditulis dan dikembangkan oleh penulis. Isi tul lisan ini adalah tanggung jawab penulis.

Touch with your faith / menyentuh dengan iman (Mark 5:28)

Touch with your faith / menyentuh dengan iman (Mark 5:28)
Rewritten by Brother in Jesus. Bode Haryanto Tarigan, Taiwan

Seorang wanita yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun, yang telah berusaha untuk melakukan penyembuhan dengan berobat keberbagai tabib namun penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan malah semakin parah. Lalu ia mendengar kabar akan kedatangan Yesus. Disaat Yesus turun dari perahu ditengah keramaian itu dia mengikuti dan mengamati Yesus. Saat itu Yesus bergegas memenuhi permohonan seorang kepala rumah ibadah yang bernama Yairus untuk menyembuhkan anaknya yang sakit dan hampir meningal. Ditengah perjalanan menuju rumah Yairis wanita itu dengan keyakinannya bahwa “asal kusentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh” mendapat kesempatan untuk menyentuh jubah Yesus. Dan ternyata keyakinan dan usahanya menyentuh jubah Yesus, menyebabkan seketika itu dia sembuh. Wanita itu merasakan sesuatu bekerja didalam Tubuhnya, ada aliran kekuatan yang tidak biasa yang dia rasakan. Diapun menjadi gemetar dan takut mungkin yang dimaksudkan alkitab adalah takjub dan heran.

Sebuah kekuatan telah mengalir dari diri Yesus, kekuatan/energi ilahi, energi Roh yang tidak terdefenisikan. Energi itu telah menyembukan sistem jaringan dan aliran darah wanita tersebut yang selama ini tidak teratur dan tak dapat disembuhkan. Energi itu mengatur ulang sistem hormone dan enzim yang mempengaruhi metabolosme tubuh; mengaktifkan fungsi organ yang selama ini tidak berfungsi sehingga semua menjadi normal di dalam waktu yang sangat singkat. Energi yang menyembukan seketika, apakah itu? Energi yang dapat difahamin melalui iman.

Yesus merasakan energi yang keluar itu dan sepontan berbalik serta bertanya “Siapakah yang telah menyentuh jubah-Ku”. Yesus memandang kesemua orang, murid-murid merasa hal itu adalah wajar-wajar saja, ditengah kerumumnan orang ramai jubah yang tersentuh bahkan terinjak adalah hal yang wajar. Murid-murid dan orang ramai tidak mengetahui ada seorang perempuan yang datang berkerumun karena ingin melihat dan menyentuh Yesus dengan iman, dengan keyakinan; bukan hanya sekedar datang demi melihat mukzijat-mukzijat Yesus, bukan demi memuaskan keinginan tahuan akan mukzijat itu, bukan datang hanya demi melihat sesuatu yang baru dan tidak biasa, tetapi datang dan menyentuh dengan IMAN.

Dengan gemetar dan takut perempuan itu tampil dan bersyujud di depan Yesus dan memberitahukan semuannya apa yang telah ia lakukan dan apa yang telah terjadi. Yesus mengatakan ” Hai Anak-ku imanmu telah menyelamatkan engkau”. Imanmu telah menyelamatkan engaku dari penyakitmu, imanmu telah menyembuhkan engkau, imanmu telah berbuah kesembuhan. “Pergilah dengan damai dan tetaplah sembuh dari penyakitmu”.

Satu hal yang dapat kita pelajari dari wanita ini adalah seorang yang tekun dan berusaha (tidak pasrah dan pemalas) karena dia tetap berusaha untuk sembuh dengan melakukan upaya penyembuhan melalui tabib/dokter. Yang kedua ia adalah orang yang memiliki wawasan yang luas dan terbuka, dengan tetap mencari tahu dan mendapatkan informasi bahwa ada seorang yang akan singgah ke daerahnya yang memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa. Yang ketiga adalah berani dan pantang menyerah. Dari ketiga nilai tersebut dia dapat dikatakan seorang yang memiliki pegangan hidup atau berprinsif. Dan ketika prinsif itu bertemu dengan Yesus, maka prinsif itu akan berbuah menjadi keselamatan. Keselamatan yang dinyatakan Yesus adalah keselamatan karena adanya upaya untuk mendapatkannya, dan ketika upaya itu dilakukan kepada sumber keselamatan itu yaitu Yesus maka siapa saja akan mendapatkannya. Yesus adalah sumber keselamatan, maka barang siapa yang meletakkan upayanya kepada Yesus akan mendapatkannya.

Kita dalam hal ini diajarkan untuk tetap berusaha dan tidak malas, kita di ajarkan untuk tetap berusaha dan melihat peluang didalam pekerjaan kita atau usaha yang kita lakukan. Penyakit kita mungkin bukan pendarahan, tetapi masalah hubungan kerja, masalah sekolah, masalah lingkungan yang tidak mendukung, masalah keluarga dan lain sebagainya. Untuk semua itu mari dan silahkan mengunakan iman kita menyentuh Tuhan Yesus didalam doa dan permohonan kita. Kita akan merasakan perubahan yang seketika yang tidak kita sadari akan merubah semua masalah menjadi keselamatan. Sentulah Tuhan dengan Iman, temui Tuhan dengan Iman, mintalah dengan Iman karena Tuhan adalah sempurna dan memiliki keselamatan yang sempurna bagi setiap orang yang mengharapkan belaskasihan dan suka cita Tuhan, didalam Yesus. Amen.

Tulisan ini adalah bagian dari Khotbah Rev. Jhon Crockers di TICC. Tulisan ini ditulis dan dikembangkan oleh penulis, isi tulisan ini adalah tanggung jawab penulis.

Sunday, April 26, 2009

Makna kenaikan Isa Almasih secara Rohani

Saudara dalam Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Tainan Taiwan

Banyak orang bertanya mengapa Isa Almasih itu dipanggil sebagai Tuhan oleh Kaum Nasrani. Dan tentunya banyak juga kaum Nasrani tidak tahu menahu mengapa Isa Almasih itu di pangil sebagai Tuhan. Tulisan ini mencoba menerangkan Ketuhanan dari Isa Almasih atau yang dikenal dengan Yesus Kristus itu.

Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah Roh (Kejadian 1:22). Kelahiran Isa Almasih adalah Roh yang menjadi manusia, sesuai nubuat nabi-nabi dan pengalaman Maria Ibu Isa sendiri. Kelahiran itu sendiri menjadi luarbiasa karena lahir dalam masa penderitaan dan di bawah penjajahan Roma. Lahir dikandang domba dan dihiasi sebuah bintang yang sangat besar di angkasa. Orang Majuslah yang menjadi saksi penting kelahiran Yesus tersebut (Mat 2:9).

Tahap penting pertama adalah ketika Isa Almasih dibabtis oleh Yohanes Pembabtis dengan babtisan dari sorga, jelas ada suara dari langit yang menyatakan Inilah anakKu yang Ku kasihi aku berkenan kepadaNYa. Tentunya begitu banyak saksi yang mendengar suara itu dan suara itu adalah suara Tuhan sendiri yang terdengar dari langit (Mat 3:17).

Tahap penting kedua adalah selama tiga setengah tahun, yaitu diperkirakan saat Isa Almasih berumur 30 tahun, mulai memperkenalkan Tuhan yang benar dan apa yang diinginkan Tuhan untuk keselamatan Dunia. Ia memberikan pengajaran yang sangat berbeda dengan apa yang didapat oleh bangsa Israel dari sejarah nenek moyangnya. Isa mulai memperkenalkan Tuhan dengan perkara-perkara yang tidak biasa seperti cintailah Tuhan Mu, cintailah dirimu dan cintailah musuhmu. Yesus membangun suatu permuritan dengan 12 muritnya mencoba memperkenalkan Tuhan yang adalah Roh itu kepada mereka. Yesus mulai mengajarkan mengenal Tuhan melalui pergerakan Roh, dengan hati yang dipenuhi Roh Tuhan yaitu berbelaskasihan melalui penyembuhan, mukjizat dan juga melakukan perumpamaan. Tujuan utama dari massa pelayanan Yesus Kristus adalah memperkenalkan Tuhan yang adalah Roh Itu.

Walaupun Isa Almasih dari mulutnya sendiri mengatakan bahwa Ia turun/datang dari Sorga (Yoh 6: 38), Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10;30). Pernyataan ini sulit diterima oleh manusia karena sesungguhnya selain tidak mengenal Bapa dengan benar juga karena Yesus sendiri adalah masih berwujud manusia.

Kenaikan Isa Almasih ke Surga adalah ultimat KetuhananNya. Ia yang adalah Roh yang menjadi manusia, dan kemudian mati dan bangkit menjadi manusia Roh dan naik ke Surga untuk disempurnakan dari manusia Roh menjadi Roh Itu bersama Tuhan di surga, karena hanya yang dari sorga dapat kembali ke sorga (Yoh 3: 13).

Isa Almasih dalam hidupnya memperkenalkan ketuhanannya dalam beberapa hal:
1. Bapa adalah Roh adanya dan demikian juga Isa Almasih, yang telah lahir dari buah roh kudus kemudian hidup sebagai manusia rohani dengan menunjukkan ke tuhanannya dengan berbagai mukjizat, kemudian mati dan bangkit sebagai manusia-roh (seperti-hantu), dan kemudia naik kesurga ketempat Roh adanya yaitu surga mulia.
2. Bapa adalah sang pencipta dan de mikian juga Isa Almasih yang dapat membuat air menjadi anggur (energy fermentasi), menghentikan badai (neraca energi yang dapat menetralkan badai), membangkitkan Lazarus dari kematian (energi yang menciptakan napas dan tenaga untuk menghidupkan kembali seluruh syaraf, otot dan organ manusia), memberikan makan lebih 5000 orang (energi yang menciptakan massa dan energi untuk mengandakan makanan), menyembuhkan orang buta, lumpuh, mengusir setan dan sebagainya adalah membuktikan Yesus sang kreator (pencipta).
3. Bapa berada di surga dan demikainlah Isa Almasih setelah bangkit sebagai manusia roh, Ia terangkat kesurga, bersama Bapa di surga mulia.
4. Bapa adalah pengasih bahkan atheis sekalipun dan demikian juga Isa Almasih mengasihi semua manusia, bahkan mengasihi musuh sekalipun.

Kematian yang adalah akhir dari perjalanan hidup manusia telah dikalahkan oleh Isa Almasih. Kebangkitannya adalah sebuah kesempurnaan, karena dia mengalahkan dimensi kematian.

Kebangkitan Yesus dan Gereja Yang Menyimpang,

Dari sebuah diskusi di milis GBKP. Ini adalah pendapat pribadi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Saudara di dalam nama Tuhan Yesus: Bode Haryanto Tarigan, Tainan Taiwan

Kegagalan pada perjanjian lama (PL) untuk mengenal siapa Tuhan itu (Yahweh) dan apa yang dinginiNYA adalah salah satu motivasi Tuhan sendiri untuk mengirimkan Anak Nya yang di kasihiNYA ke dunia ini. Manusia seistimewa Abraham, Musa, Daut hingga Yohannes Pembaptis, gagal mengenal siapa Yahweh dan apa yang diinginkan Tuhan secara sempurna.

Seperti yang kita ketahui bahwa keinginan Tuhan di dalam kebangkitan Yesus adalah menyempurnakan pemahaman manusia akan siapa Tuhan itu yang sebenarnya. Kebangkitan Yesus sebagai legitimasi ketuhananya. Jika dia tidak bangkit maka semua cerita lama dan harapan-harapan itu akan tinggal sejarah. Kebangkitan Yesus adalah berita baik yang sesungguhnya yang merupakan tahapan perubahan dari manusia terbatas dan manusia roh yang tidak terbatas (dimensi roh). Tuhan sendiri menginginkan kita agar mengenal dan mengetahui manusia di dalam dimensi roh yaitu Yesus sendiri. Tuhan ingin agar manusia memiliki gambaran akan roh, dan bagaimana manusia-roh itu terangkat ke surga. Dan bagaimana manusia (para rasul dan lainnya) tidak heran dan binggung ketika menerima Roh Kudus dari surga yang telah di siapkan pada hari penta kosta. Dan agar kita mengetahui bahwa Tuhan mempersiapkan Roh Kudus menjadi sistem online roh yang menempatkannya di dalam hati kita. Dan akhirnya agar kita dapat hidup merdeka di didalam roh. Namun persoalannya keinginan roh tersebut menjadi terkorupsi dengan doktrin gereja yang mamatikan keinginan Tuhan di dalam kebangkitan Tuhan Yesus.

Kebangkitan Yesus, mengalahkan dimensi ruang dan waktu, namun gereja membentuk ruang dan waktu bagi kelompoknya. Eksklusifme adalah gereja yang jatuh. Setiap gereja yang menciptakan doktrin yang ekslusif maka gereja itu terindikasi akan kejatuhan. Eksklusifme sebuah gereja adalah kejatuhan gereja itu sendiri dari filadelfia menjadi lodikia (gereja yang sombong) (baca di Wahyu bab 3), atau malah gereja itu tidak pernah mencapai filadelfia seperti gereja Tiartia (psl 2), yang mengawinkan gereja dengan baal dan kekuasaan.

Sebuah pengalaman pribadi di sebuah Gereja di Taiwan telah menjadikan saya, orang percaya yang tercampakkan. Sebuah gereja yang melarang untuk mengikuti sakramen perjamuan kudus. Roti tubuh Yesus dilarang untuk di makan oleh seorang yang tidak dibaptis atas nama gereja tersebut. Gereja mempersilahkan mengikuti kebaktian namun tidak mengijinkan saja untuk memakan Tubuh Kristus. Mengapa? Apa alasannya?

Setelah acara kebaktian seorang Imam mendatangi saya dan mengatakan, anda tidak anggota jemaat, atau anda mau belajar dan dibaptis secara aturan kami? Heran benar, ini cara apa lagi, aturan apalagi? Saya bilang Sorry brother, I have Jesus in my heart already. Ibarat komputer kita ini mungkin casingnya yang beda namun processornya sama-sama intel pentium coreduo (rohnya sama). Roh saya tidak dapat menerima, roh saya sangat kecewa waktu itu.

Dilihat dari Roh yang ada pada saya dan Roh yang ada pada imam itu adalah sama, secara organisasi gereja dia imam, tetapi secara roh saya juga imam bagi anak-anak dan istri saya. Seberapa besarkah roh imam itu dibandingkan dengan saya hanya Tuhan yang tahu, karena setiap orang memiliki tangung jawab rohani baik dia sebagai hamba Tuhan maupun propesional lainnya.

Gereja telah menciptakan dosanya sendiri. Kemerdekaan itu adalah hanya didalam roh, dan jika demikian gereja-gereja membuat kita tidak merdeka walaupun motivasi kita adalah roh. Organisasi gereja dengan doktrinnya mengalahkan keinginan roh. Kebangkitan Tuhan telah hampir gagal oleh karena kesombongan gereja, setan mana yang telah menguasai gereja-gereja sehingga kesombongan itu mengakibatkan semakin banyak orang binggung dan tercampakkan dari keinginanya membangun hubungan dengan Tuhan. Berarti ada yang salah di dalam gereja tersebut, yang salah adalah doktrin itu karena mengalahkan keinginan rohani. Kasih Tuhan Yesus terkotak-kotak, doktrin membuat gereja mati rasa rohani, minimal dalam kasus yang saya alami. Karena setiap orang adalah gereja yang hidup, dan dapat merdeka di dalam roh, maka tidak salah jika saya menyampaikan kekecewaan ini ditengah gereja sebagai organisasi melulu dan doktrin yang mematikan keinginan roh.

Ada beberapa hal yang dapat merugikan Tuhan didalam tidakan gereja tersebut:
1. Menghina Roh Kudus karena menghalangi pekerjaan Roh, jika benar Roti tubuh Yesus memiliki kuasa, mengapa harus dihalangi setiap orang untuk mendapatkan pengalaman rohani itu.
2. Memenjarakan Roh Kudus dengan menciptakan kelompok yang membatasi pekerjaan Tuhan terhadap gereja yang kudus dan am.
3. Mematikan kehendak Roh yang memerdekakan dengan menciptakan kelompok yang mengangap gereja paling benar dan berbeda dengan lainnya.
4. Menghalangi pekerjaan Roh Kudus kepada keinginan seseorang mengetahui gereja lebih lagi melalui pengalaman di dalam roti Tubuh Yesus.
5. Meragukan kehendak Roh yang melampaui batas logika manusia dari sekedar menjaga aturan kelompok/doktrin.

Kesombongan gereja telah terbukti, gagalnya doktrin-doktrin yang luar biasa itu seperti, di Eropah dan Amerika. Gereja kosong, moral yang merosot, dan seterusnya. Lalu siapa yang paling bertanggung jawab untuk itu semua? Semua itu akan membuat gereja semakin jauh dari gereja yang diinginkan Tuhan yaitu Filadelfia. Filadelfia adalah gereja yang diharapkan Tuhan dimana bangsa Israel akan datang dan menyembah Tuhan melalui Yesus (baca Wahyu bab 3). Apakah gereja kita dapat membuat Yahudi-Yahudi itu dapat menyembah Yahweh di dalam Tuhan Yesus?

Kegagalan gereja di Eropah dan Amerika tidak terlepas dari bentuk sekelompok orang di dalam gereja yang sengaja atau tidak membatasi hubungan Tuhan dengan jemaat. Sifat pengembalaan yang mana gereja terlalu mengatur hubungan roh jemaat dengan Roh Tuhan adalah pembusukan rohani. Model seperti ini disebut Nikolaus (kalau ndak salah, perlu di check lagi), atau juga kelompok padri yang mengelompokkan diri dan merasa lebih tahu akan Tuhan dan ketuhanan, ini sangat jauh dari rencana Tuhan yang menginginkan hubungan manusia pribadi lepas pribadi kepada Tuhan. Hal ini diluar prinsif hubungan jemaat di dalam gereja yang dinginkan Tuhan karena tirai rumah gereja sudah terkoyakkan siapaun layak maju kedepan mengambil kesempatan bertemu dengan Tuhan. Seperti alkitab mengatakan bahwa rahasia Bapa ada di dalam Yesus maka seharusnya tidak ada rahasia lagi di antara gereja, demikian juga antara Imam dan jemaat. Jika masih banyak rahasia di dalam gereja, maka sesunguhnya masih banyak dosa yang belum di ampuni.

Kesombongan itu juga dapat dilihat dari doktrin yang di pakai gereja secara organisasi. Doktrin bahwa hamba Tuhan akan mendapatkan tempat yang khusus di hadapan Tuhan adalah sebuah kewajaran secara manusia, namun belum tentu oleh Tuhan sendiri. Namun apakah tidak lebih utama membuat semua orang mendapatkan teempat khusus di hadapan Tuhan?

Seperti yang ditulis dalam alkitab menurut pengalaman Rasul paulus, bahwa tidak ada dasar yang lain selain dasar yang ada yaitu Yesus kristus, apakah kita akan membangun emas dan perak, atau kayu dan jerami di atasnya, maka pada hati kedatangan Tuhan itu akan di uji dengan api, dan jika pekerjaan itu tahan uji (emas dan perak yang di bakar tetap menjadi emas dan perak) maka kita akan mendapatkan Upah sedangkan jika pekerjaan kita tidak tahan uji (kayu dan jerami yang menjadi arang dan debu) maka kita akan mengalami kerugian.

Upah kita adalah meraja bersama Kristus. Upah kita adalah di muliakan (walau telah mati sekalipun), dan yang masih hidup akan diangakat langsung pada saat kedatangan Tuhan yang kedua dan akhirnya meraja bersama Kristus 1000 tahun, dan akhirnya masuk kedalam keabadian yang akan datang bersama Kristus di Jerusalem Baru, langit yang baru dan bumi yang baru. Apakah kesempatan ini tidak lebih baik untuk disebarkan keseluruh dunia dan manusia, agar setiap orang membangun emas dan perak serta mendapat upah itu?

Sangat masuk akal rohani dan logika jika seorang nabi, rasul, atau pelayan Tuhan yang rela memberikan waktu tenaga dan hidupnya bagi pelayanan Tuhan, di dalam kematiannya mereka akan mendapat tempat yang khusus (bukan neraka/tapi firdaus), yang di siapkan oleh Tuhan. Namun mengapa harus Iman-iman yang melakukan dokterin ini untuk melayani Tuhan, mengapa tidak kepada semua orang untuk rela melayani hingga ke pelosok dunia bahkan belantara melalui profesinya masing-masing. Inilah sebenarnya yang diiginkan Tuhan.

Karena sesunguhnya jika kita telah kristen (percaya Yesus dengan benar) kita sudah bukan budak dosa lagi. Kita sudah merdeka, namun apakah kita memiliki harta surga yang cukup untuk meraja bersama Kristus. Harta surga adalah modal surgawi, tentunya itulah yang di miliki oleh para nabi, rasul, orang-orang terkemuka di alkitab dan pelayan Tuhan yang setia, yaitu harta surga. Mengapa harta surga itu tidak ditawarkan kepada professional lainnya sehingga mendapat bagian dalam pelayanan yang semakin meneguhkannya.

Lalu ada apa dengan gereja-gereja saat ini? Apakah keinginan Tuhan melalui gereja sebagai organisasi telah gagal? Apakah kegagalan gereja di Eropah dan Amerika karena Tuhan tidak bekerja atau karena gereja telah mengkorupsi keinginan Tuhan? Gereja yang adalah system yang dibangun Tuhan, agar kaum Yahudi datang menyembahNya melalui Yesus Kristus didalam kasih dan persaudaraan (filadelfia) ternyata telah berubah menjadi system kekuasaan. Lalu kemana dokterin gereja misalnya Katolik yang begitu baik dan mulia? Dalam hal ini, di dalam pergerakan gereja tentunya jika mereka setia, mereka akan mendapat hak istimewa oleh Tuhan namun tentunya hukumannya juga dipastikan akan datang bagi para pemimpin gereja, para Iman yang menciptakan dokterin yang terkorupsi sehingga rencana Tuhan menjadi gagal.

Didalam Roh Tuhan, tidak ada doktrin yang dapat menghalanginya untuk merdeka. Kita harus kembali ke alkitab, dan buahnya. Pandangan saya ini (di atas) mungkin diangap terlalu berani dan mungkin terlalu merdeka. Tapi demikianlah semua itu saya sampaikan sebagai bagian dari proses pembelajaran akan pengenalan lebih lagi hak keinginan Tuhan di dalam gerejaNya. Jika Tuhan mengecam gereja seperti tertulis dalam wahyu pasal 2 dan 3, maka mengapa tidak jika gereja mengambil langkah untuk belajar dari keinginan Tuhan melalui Filadelfia.

Sebagai penutup, kegagalan dan kesombongan kelompok juga mungkin membuat gereja-gereja membuat manusia yang sedang mencari Tuhan akan kecewa dan binggung. Ada apa dengan gereja, kemana Roh Yesus Kristus yang telah bangkit mengalahkan ruang dan waktu itu? Mari kita mendoakan gereja agar kembali ke prinsip kebangkitan Yesus yang mengalahkan ruang dan waktu, dan jangan membiarkan doktrin gereja tertentu mengalahkan keinginan Roh.

Tuhan Yesus yang menolong kita.