INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Monday, February 28, 2011

Jangan Khawatir, Bersuka Citalah! Anda Memiliki Black Card!!


Dont Worry Be Happy

Dont Worry Be Happy

Yesus berkata: Jangan Khawatir, Bersuka Citalah!

Bagaimana mungkin manusia dapat menerima penyataan ini. Lihatlah di Libya saat ini apakah mereka mengatakan Jangan Khawatir, bersuka citalah? Dalam presfektif manusia sangat sulit menerima hal suka cita apalagi dalam masa-masa sulit.

Dalam kondisi Libia saat ini, pemerintah Inggris dengan angkatan udarannya telah membawa pulang para tenaga ahlinya diperusahaan minyak disana. Dalam waktu 2×24 jam mereka mengevakuasi tenaga kerjanya dikawal lengkap dengan pesawat tempurnya dan menjamin semua baik dan selamat. Ini dimungkinkan karena Inggris negara yang cukup kuat.

Seorang Bankir kaya di Taiwan yang memiliki Black Card, yang sangat special hanya mengontak via telepon ke Tripoli untuk menyelematkan orang-orangnya disana, dan team khusus segera menyelamatkan mereka dengan jalur khusus kembali ke Taiwan. Dan tentunya dengan penyelamatan itu orang kaya ini harus membayar dengan harga khusus pula.

Kedua contoh di atas menunjukkan bahwa pertolongan itu datang karena adanya Kekuatan Inggris dan juga adanya harta yang berlimpah yang dimiliki seorang kaya dari Taiwan itu.

Dari sisi Alkitab: mengatakan lihat sejarah Israel, pelajarilah sejarah Israel bagaimana YAHWEH selalu menyelamatkan tepat pada waktunya. Bagaimana Abraham diselamatkan dari harga diri yaitu keturunannya. Berlanjut ke Jakub diselamatkan di saat daerah Israel dilanda kekurangan pangan, dan kabar dari Mesir menyelamatkan mereka untuk pergi kesana. Dan ternyata dalam Rencana Tuhan Yakub dapat bertemu dengan Yusuf, anaknya yang hilang itu.

Walaupun dalam sejarah Firaun dan turunannya melupakan janji dengan keturunan Yusuf dan akhirnya Israel di Mesir harus menderita namun pada waktunya Tuhan melepaskan Israel dari Mesir. Lihatlah bagaimana Tuhan memimpin bangsa itu, memberi tiang awan disaat matahari terik digurun dan menyediakan makan bagi bangsa ini.

Lihatlah contoh sejarah Israel itu mereka diselamatkan Tuhan pada waktunya, mereka seperti bayi yang dijaga oleh ibunya. Cara penyelamatan Tuhan dengan manusia dapat dilihat dari contoh-contoh di atas. Namun Tuhan adalah Tuhan, seperti raja Salomo dengan kekayaannya, Kata Yesus “ Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu‘ (Mat 6:29). Artinya bahwa Tuhan lebih kaya dari sekedar kekayaan dunia, ciptaan Tuhan jauh lebih indah dari yang dipakai Raja Salomo. Artinya bahwa di dalam rancangan Tuhan akan menghasilkan yang jauh lebih indah dan sempurna dibanding sekedar usaha manusia semata. Salomo mungkin dapat mewakili kekuatan Inggris sebagai Raja dan memiliki Black Card sebagai seorang yang kaya, namun dari semua itu bunga bakung lebih indah.

Apa yang terjadi saat ini; masalah ekomimi, masalah iklim, masalah moral, masalah energi dan sebagainya, Yesus mengatakan Don’t worry be happy. Namun persoalannya adalah apakah kita mau mengikut apa yang direncanakan Allah di dalam Yesus. Apakah manusia mau mengikut teladan KASIH Yesus kepada manusia? Apakah manusia mau mengunakan pengajaran Yesus sebagai aturan main (rules)? Apakah manusia mau mengikut aturan main Allah.

Sesunguhnya semua kembali kepada manusia dan semua ada waktunya. Dan ketika semuanya menjadi semakin jauh dihadapan Tuhan maka buahnya akan seperti yang tampak saat ini, manusia yang membuat aturannya sendiri dan manusia yang menjadi kawatir akibat perbuatannya sendiri.

Kerajaan Tuhan adalah abadi dan apa yang ada di dunia ini akan berlalu namun Tuhan dan rencana Tuhan itu adalah abadi dan akan datang pada waktunya. Dan keselamatan telah dinyatakan, seharusnya manusia tidak perlu kawatir karena semua ada dalam rencana Tuhan, bagi yang mengenalnya pasti telah mengenal ” bersukacitalah dalam segala hal”.

Dirangkum dan dikembangkan dari Khotbah Rev. John Krocker, TICC Taiwan.

Isi tulisan tanggung jawab penulis.

Saturday, February 26, 2011

Apakah Kamu Jenis Domba Atau Kambing?


Domba dengan warna cendrung Putih

Domba dengan warna cendrung Putih

Peternakan traditional cendrung tidak memisahkan domba dan kambing, sehingga sifat dan tingkah laku domba dan kambing dapat diamati secara langsung oleh para gembala. Seperti apa yang menjadi pengalaman para pengembala dalam mengembalakan ternaknya di belahan bumi Palestina dan sekitarnya mengelompokkan sifat fenotif dan genotif dari domba dan kambing yaitu:

1. Domba berwarna cerah dan kambing berwarna gelap. Domba pada umumnya berwarna putih keemasan sedangkan kambing hitam dan coklat.

2. Domba jinak/ mendengar dan menuruti perintah pengembalanya sedangkan kambing cendrung membangkang sulit diatur.

3. Domba suka bergerombol/berkawan sedangkan kambing lebih suka menyendiri.

4. Domba merumput dengan teratur, tidak serabutan dan berpindah-pindah sedangkan kambing suka pindah sana pindah sini dan cendrung sibuk tidak menentu.

Warna keemasan domba menunjukkan atau melambangkan kepada sesuatu yang terang dan sukacita, sedangkan warna coklat dan hitam cendrung melambangkan kegelapan, duka dan kejahatan. Hal ini dapat merupakan gambaran luar (fenotif) yang bersifat luaran, namun secara apa adanya warna itu menunjukkan bahwa domba memiliki warna yang mewakili apa yang dikenal manusia sebagai lebih positif (bersih/terang, mulia dll) sedangkan hitam (duka, gelap dl).

Dilaporkan bahwa domba mengenal suara pengembalanya, ketika suara gembalanya memberikan kode dengan teriakan, para domba dengan segera mengambil perhatian dan mengikuti perintah pengembala. Contoh sifat domba ini dapat dilihat pada massa musim mencukur bulu domba tiba, domba tidak perlu diikat mereka sangat penurut dan percaya akan apa yang dikerjakan pencukur terhadap domba-domba. Karakter domba ternyata terwakili dari berkatnya, domba dengan bulunya yang tebal dan disaat masa cukur tiba, domba-domba menurut saja untuk dicukur. Artinya karakter dan keperluan domba itu sdh dibentuk atau terbentuk sedemikian rupa (genotif).

Domba pada umumnya adalah penurut, jinak dan percaya pada majikannya/pengembalanya sedangkan kambing sulit diatur dan suka melawan dan membangkan. .

Melihat sifat domba yang suka berkawan dalam arti saling bekerja sama, saling sharing/berbagi saat merumput bersama. Tolong menolong dan saling menghargai mungkin dapat mewakili sifat ini. Diwaktu malan, domba juga tidur berkumpul bersama saling menghangatkan, saling berbagi kehangatan, sedangkan kambing cendrung melakukan sendiri dan demi diri sendiri.

Di dalam kandang domba akan cendrung berkumpul dan bergerombol dan memilih tempat yang terbuka, hal ini dimungkinkan karena sifat yang suka berkawan juga karena memilki bulu yang tebal sehingga tahan dingin. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat kambing yang mencari tempat gelap dan tertutup.

Kambing

Kambing

Saat sedang merumput domba biasanya akan memilih makanannya dan makan bersama, domba biasanya memakan rumput dengan teratur dan tidak berpindah kesana kemari. Kambing pada umumnya suka lari kesana dan kemari memakan rumput disana dan disini cendrung tidak sabar dan sibuk seperti ingin berkuasa dan mau menang sendiri.

Dalam artinya bahwa domba memberikan manfaat lebih dari sekedar kambing, bukan saja daging dan susu serta bulunya, namun rasa emosional para pengembala terhadap domba-dombanya dibandingkan kambing yang cendrung liar.

Merefleksikan sifat domba dan kambing ini dalam kehidupan manusia, dapat diartikan bahwa manusia yang sabar, teratur, saling bekerja sama, tidak egois, dan mengenal suara pengembalanya (dalam kekeristenan Yesuslah sebagai gembala). Domba yang berwarna putih mencerminkan manusia yang lebih terbuka dan jujur serta penuh dengan suka cita. Domba dan sifatnya menunjukkan manusia yang lebih mengarah yang Tuhan inginkan yaitu penuh kasih dan suka cita.

Manusia yang meniru sifat kambing tentunya akan menunjukkan banyak kegelapan dari tingkah lakunya, perbuatan untuk kepentingan diri sendiri, juga ingin menang sendiri, ego dan tidak jujur serta ingin menang sendiri. Sifat ini adalah sifat yang tidak sesuai dengan rencana Allah kepada manusia. Bagaimana orang semacam ini dapat mengasihi orang lain?

Alkitab dengan jelas meisahkan Domba dan Kambing, dan pemisahaan ini terkait dengan penghakiman disaat kedatangan Yesus yang kedua kali, domba akan dipisahkan dari kambing. Semua akan di nilai berdasarkan apa yang mereka lakukan dalam kesempatan HIDUP yang diberikan kepada manusia sebagai domba dan sebagai kambing. Domba akan berada disebelah kanan dan kambing berada disebelah kiri. Untuk selengkapnya dapat dibaca di Matius 25:31-46, dimana Yesus sendiri menyatakan hal ini. Sekarang terserah manusia mau memiliki sifat domba atau kambing, karena penghakiman pasti akan datang, Yesus akan datang untuk menghkimi setiap manusia.

Tuesday, February 22, 2011

Mody Sang Pelopor Jaringan Kristen Liberal (JKL)


Who are you

Who are you

Seorang anggota anggota kompasiana mengaku sebagai pelopor Jaringan Kristen Liberal (KL). Namun ketika ditanya apakah anda seorang kristen, namun tidak ada jawab yang jelas. Ketika ditanya apakah anda mengenal Allah dan siapakah Allah menurut anda? Dia menjawab:

Inilah jawabannya:

Mody: Aku tidak bisa menjawab. Tetapi aku bisa sampaikan tentang siapakah Allah itu menurut Allah itu sendiri sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya yg tertulis dengan jelas di dalam Kitab Suci, sbb:

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. {Al-Quran, 3:2)

Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. {Al-Quran, 3:3}.

————————————————————————————————————————————–

Dia menjawabnya dalam presfektif Al-quran. Siapakah Mody ini sesunguhnya? Apakah dia seorang Kristen atau Islam? Inilah yang terjadi yang menarik untuk di kupas.

Tentunya perlu dijelaskan disini apakah seorang kristen itu:

Seorang Kristen adalah orang yang percaya bahwa Yesus adalah TUHAN dan JURU SLAMATNYA. Seorang Kristen adalah Orang mengenal dan yang mengaku percaya dengan segenap hatinya, lalu mendapat baptisan dalam nama Bapa Putra dan Roh Kudus. Lalu DIMATERAIKAN sebagai tanda milik Allah. Bahkan seharusnya hidup didalam Persekutuan yaitu Gereja.

Membaca defenisi dari seorang Kristen, Mody menjawab pertanyaan di atas khusunya hal: Kristen adalah orang yang percaya bahwa Yesus adalah TUHAN dan JURU SLAMATNYA.

Mody: Saya kira, itu adalah kepercayaan orang kristen yg belum mendapatkan pencerahan. Tetapi orang-orang kristen yg lebih cerdas akan percaya bahwa yesus itu hanya “perantara” firman Allah, bukan firman Allah itu sendiri.

Inilah jawaban yang mengaku Kristen Liberal.

Padahal kalau mengacu ke gereja REFORM yang sangat kaku dengan firman Tuhan, orang seperti Mody dengan jawabnnya adalah termasuk orang yang menyalibkan kembali Yesus, yang menghina darah perjanjian dst. Tindakan seorang Mody sesunguhnya sudah terbaca, namun sekali lagi Tuhan Memilki Misterinya, sama seperti kepada Rasul Paulus dan banyak lagi orang yang bertobat dan terima Yesus.

JKL dapat dikatakan sesat karena tidak menggunakan Yesus sebagai landasan, Alkitab jelas mengatakan. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. (1 Korintus 3: 11).

Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang bekerja atas nama KRISTEN, ia harus meletakkan Yesus menjadi landasannya bukan malah mencari landasan lain dengan logika pribadi atau kelompok. Penyimpangan seperti ini adalah wajar, dalam mencari identitas diri yang tidak sempurna mencoba membelah keyakinan orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang baru, tetapi dengan cara yang salah.

Bagi orang kristen (orang percaya), dapat dengan mudah melakukan identifikasi apakah seorang itu benar-benar percaya kepada Allah didalam Yesus, yaitu hanya dengan menanyakan apakah anda menerima Tuhan yang adalah BAPA, ANAK dan ROHKUDUS? Jika ia masih ragu-ragu maka sesunguhnya dia bukanlah murid Yesus, bukan manusia Kristen, yang disebut KAUM KUDUS dalam perjajian baru.

Bagaimana mungkin seorang non kristen mengaku sebagai pelopor JKL, mereka adalah orang-orang dengan motivasi yang misterius, namun semoga saja menemukan kemisteriusan Tuhan sehingga dapat bertobat dan mengenal Allah yang sesunguhnya di dalam Yesus.Amen

Monday, February 21, 2011

Yesus manusia secara natural,




Yesus pada dasarnya tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa Ia adalah anak Allah. Yesus selalu mengatakan bahwa Ia adalah anak manusia (son of man baca di Lukas 9: 18- 44). Tidak satupun dalam percakapan dalam alkitab Ia sendiri mengatakan bahwa “ Aku adalah anak Allah”. Namun ketika Ia bertanya pada orang lain, orang lain mengatakan bahwa engkau adalah anak Allah (son of God), engkau adalah meisas (juru selamata anak Allah) dunia.
Dalam hal ini Yesus ingin menyatakan bahwa manusia seperti aku ini adalah 100% manusia. Manusia yang benar-benar manusia yang adalah yang segambar dengan Allah. Akulah manusia yang diciptakan untuk mengembalikan image Allah pada diri manusia.
Yesus ingin mengembalikan bahwa manusia secara natural, secara aslinya adalah memiliki gambaran Tuhan seperti apa yang dinyatakan dalam alkitab. Ketika kualitas manusia seorang manusia keaslinya, kealamiahnya seperti apa awalnya penciptaan maka akan dapat dilihat ketuhanan didalam manusia. Dapat melihat Tuhan didalam diri manusia.
Manusia yang kembali kekudusannya, manusia kembali kekemurniannya seperti apa adanya manusia sebagai ciptaan tertinggi maka orang lain dapat melihat Tuhan didalam diri orang itu. Menurut penafsiran, itulah mengapa Yesus tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa Ia adalah anak Allah. Yesus ingin mengembalikan image Allah didalam diri manusia.
Tuhan yang menjadi manusia di dalam Yesus adalah sebuah program pengembalian image Allah pada diri manusia. Mengubah manusia menjadi lebih kasih, lebih mulia, mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mampu mengasihi musuh sekalipun. Bagaimana mungkin seorang dapat menjadi seperti itu? Jawabannya adalah menjaga kekudusan, hidup kudus.
Karena Tuhan adalah kudus, kudus, kudus (holy, holy holy), sengaja dinyatakan dalam Yesaya 6:3 "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!", holy 3x karena menenkankan bahwa Allah adalah Kudus dan kekudusan Allah itu adalah kudus, kudus, kudus dan itu hanya untuk Allah. Bahwa manusia adalah pada dasarnya kudus dan dapat kembali menjadi kudus dalam arti kekudusan manusia, disini dapat dilihat bahwa Allah Kudus adalah Allah dan manusia memilki kekudusannya. Hiduplah kudus karena Allah Kudus itu adalah manusia yang seawalnya, semulanya yang diciptakan Tuhan dan yang dinginkan Tuhan. Manusia tidak sama dengan Tuhan, Tuhan menjadikan manusia sebagai ciptaan yang khusus karena Tuhan menginginkan manusia selamat dan saling mengasihi.
Untuk menjadi kudus, setiap orang harus mengikuti perintah Tuhan, seperti kasihilah sesame manusia seperti dirimu sendiri. Yang menjadi persoalan adalah apakah orang itu mengasihi dirinya dengan benar seperti apa yang dinginkan Tuhan? Maka persoalannya akan kembali kepada Hidup Kudus, karena Tuhan Kudus. Inilah yang menjadi sebuah realita dalam proses pengenalan Tuhan itu sendiri, bahwa banyak manusia tidak mendapatkan pengajaran dan pengetahuan yang benar akan hidup kudus.
………………………………………….. bersambung
Dirangkum dari Khotbah Rev. Prof. Augustine Musopole, PhD. Di TICC, Minggu 20 Februari 2011. Isi tulisan tangung jawab penulis.

Monday, February 14, 2011

Yesus Mengalami Inkarnasi dan Para Nabi Mengalami Recombinasi Rohani.


The incarnation
The incarnation

* Yesus Tuhan secara exclusive.

Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia. Inilah yang dikenal dengan istilah inkarnasi. Inkarnasi adalah Roh yang menjadi manusia.

Tuhan yang ROH <=====> Tuhan Yesus (manusia)

Tanda panah bolak balik adalah menunjukkan bahwa sebuah kondisi yang DAPAT BALIK (reversible). Itulah mengapa melihat Yesus adalah melihat Tuhan, karena Mereka adalah satu.

Tuhan dan manusia menjadi satu di dalam Yesus. Yesus adalah esensi Allah melulu yang menjadi manusia. Yesus adalah dipilih dari benih keturunan Daud yang ditanamkan kedalam perawan Maria. Proses metafisika ini merupakan sebuah misteri yang belakangan terungkap walau belum sempurna dalam kehidupan TEKNOLOGI ALAM MAYA (Cyber tech.). Perpindahan sesuatu yang concert menjadi file dan file yang terkirim dapat kembali menjadi concert setelah di print out.

Dalam logika inkarnasi, roh yang menjadi manusia merupakan sebuah dimensi yang lebih tinggi dari sekedar teknologi alam maya yang dikenal saat ini. Benih yang dari keturunan Daud dipilh Allah dijadikan file benih ilahi dan dikirim dan ditanamkan kepada seorang perwana Maria adalah sebuah realita yang selanjutnya yang mungkin terfahami dalam teknologi yang lebih cangih dikemudian hari.

Dokumen———————–Benih Daud

Dokumen File ————— Benih Daud Yang diurapi (benih ilahi)

File yang terkirim …………….Benih ilahi yang ditanamkan kedalam dara Maria

File yang tercetak ……………….Benih Ilahi yang menjadi Manusia (dilahirkan)

Hanya sebuah analogi pendekatan dari teknologi alam maya dan sebuah prosedur ilahi.

Walaupun ini sebuah pendekatan logika dalam mencerna sebuah proses inkarnasi namun ini bukanlah sebuah kemutlakkan. Dalam hal ini Ketuhanan Yesus merupakan sebuah misteri karena tidak ada data lain selain Yesus yang mengalami hal sedemikian rupa. Ini merupakan sebuah kejadian yang ekslusif hanya untuk Yesus yang adalah Tuhan yang menjadi manusia.

Yesus yang adalah Tuhan yang menjadi manusia memilki FREKWENSI ROHANI yang sama dengan Allah sehinga apa saja yang dilakukan Yesus dan kuasa yang Ia miliki adalah bersumber dari satu sumber yaitu ALLAH BAPA di surga.

* Para nabi mengalami rekombinasi rohani.

Manusia <========> Manusia-Tuhan

Tanda reversible merupakan sebuah proses bahwa manusia dapat BERREKOMBINASI menjadi Manusia Tuhan, namun mereka adalah manusia adanya. Para nabi adalah manusia yang mengikatkan diri dengan Tuhan, menjadi satu roh dengan Tuhan, menjadi satu frekwensi dengan Tuhan. Tuhan juga menggunakan para Nabi untuk menyampaikan kehendakNya.

Pendekatan ini terkait dengan hubungan Rohaniah, manusia rohani dari para nabi dan Tuhan yang adalah Roh adanya. Hubungan roh-Roh antara Nabi dan Tuhan membuat para nabi dapat dikatakan Manusia-Tuhan dalam arti manusia yang menyampaikan dan melakukan kehendak Tuhan.

Secara ilmu transformasi yaitu rekombinasi rohani, bahwa roh manusia dari seorang nabi telah mengalami sebuah tranformasi, seperti terjadinya penempelan gen pembawa sifat Tuhan terhadap roh manusianya. Bila ini terjadi maka produk rohani dari manusia seperti ini bukan saja buah-buah roh namun informasi-informasi penting dari Tuhan, seperti nubuat-nubut para nabi, nabi yang memperingatkan penyimpangan Raja dan peringatan kepada umat manusia dan lainnya.

Dalam sifat manusia-Tuhan, dan terjadi arah reversible kembali menjadi manusia, tidak jarang Nabi juga tidak konsisten dalam kehidupan rohaninya, sehingga ada yang menyimpang dari rencan awal Tuhan. Semua sifat kemanusiaan dan penyimpangan itu dapat dilihat dari buah-buah pekerjaannya. Inilah mengapa para Nabi tidak layak untuk disembah, mereka hanyalah orang-orang yang Tuhan pakai untuk menyampaikan kehendakNya. Mereka adalah orang-orang Khusus, dan tentunya dengan UPAH SURGA yang khusus pula.

TUHAN YANG MENOLONG SETIAP ORANG YANG BERHARAP BELAS KASIHANNYA

Sunday, February 13, 2011

HIdup adalah PILIHAN (Mereka Hidup dibawah Berkat dan Kutuk)


Kisah bangsa Israel

Kisah bangsa Israel

Sejarah bangsa Israel merupakan sebuah kisah dimana manusia dapat melihat MISTERI TUHAN (YAHWEH). Dalam sejarah bangsa ini menunjukkan berbagai permasalahan dan pasang surut kehidupan orang beriman di bawah HUKUM Taurat. Bangsa Israel hidup antara pilihan bersama dan bersatu menyembah Allah Abraham Ishak dan Yakup dan mengikuti perintahNya sehingga mereka mendapat berkat, atau mereka akan mendapat kesusahan besar (Kutuk) jika mereka mengabaikan YAHWEH dalam arti melangar kehendaknya.

Seperti terlulis dalam kitab Ulangan 30:15, Bahwa Tuhan pernah memperingatkan bangsa Israel bajwa HIDUP Adalah PILHAN apakah ingin memilih hidup dengan keberuntungan atau mati dan kecelakaan.

Ulangan 30: 15-20

15. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

16. karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,

18. maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

19. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

20. dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”

Raja dalam Mazmurnya menuliskan bagaimana kehidupan yang seharusnya dihadapan Tuhan, mereka yang hidup dengan Tuhan, didalam Tuhan (united within God). Tidak melakukan kejahatan dan perbuatan tercela, menjaga hati yang jujur dan adil sehingga Tuhan tetap menyertai kehidupan manusia.

Mazmur 119:1-8

1. Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.

2. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati,

3. yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.

4. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh.

5. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu!

6. Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu.

7. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.

8. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

Namun pengalaman bangsa ini tidaklah sempurna, seperti apa yang terjadi dalam sejarah Israel mereka terpecah dan terpencar. Mereka beberpa kali mendapat murka Allah, mereka harus menderita dalam pengasingan dan sebagainya. Ini merupakan kehidupan di bawah BERKAT dan KUTUK. Hidup dibawah taurat, hidup dibawah undang-undang Tuhan adalah bukan sebuah kehidupan yang mudah, namun mereka harus memilih.

Kejadian ini sesunguhnya masih terus terjadi kehidupan dibawah kutuk dan berkat walau Yesus teah lahir di dunia bagi mereka untuk mendamaikannya dengan Tuhan. Mereka masih teraniaya oleh kekejaman Hitler dan banyak lagi penderitaan mereka. Untuk melepaskan Kutuk dan berkat ini seharusnya mereka memilih Yesus yang dapat mendamaikannya dengan YAHWEH.

Orang-orang dalam perjanjian lama, menghadapi permasalahan teknis dalam bertuhan, mereka harus melakukan semua undang-undang agama demi mendapatkan kelayakan di hadapan Tuhan. Ini sangat sulit karena terkait dengan tindakan-tindakan yang normatif dan terkadang ekslusif bagi orang-orang tertentu. Manusia menjadi objek bagi hubungan dengan Tuhan.

Padahal dalam pemahaman baru Manusia adalah Subjek dalam membangun hubungan dengan Tuhan, karena Yesus telah datang dan mencuci kaki murid-murid, dan Yesus sendiri telah mati demi dosa manusia, sehingga manusia menjadi layak di hadapan Tuhan.

Dari Khotbah Rev. John Crocker di TICC Tainan.

Friday, February 11, 2011

With cross you live without cross
With cross you live without cross


Jika ditinjau Tuhan adalah Tuhan maka apa logikanya bahwa Yesus adalah Tuhan padahal Yesus harus mati tersalib? Inilah yang tidak dapat diterima bangsa Yunani, God is God, God cannot be suffering. Tuhan kenapa menderita dan mati? Demikian juga Yahudi dalam pengalaman mereka bersama Abraham dan Musa dan lainnya, Tuhan adalah Kuat Perkasa, Tuhan adalah super dalam segalanya. God is strong and glory. Bagaimana mungkin Yesus adalah Mesias jika dia mati dikayu salib.

Dari logika Tuhan mungkin sulit diterima manusia secara logika manusia jika Tuhan harus tersalib. Ada contoh lain di alkitab yang berbeda dengan dengan logika dan kebiasaan manusia, salah satu contoh bahwa dalam adat istiadat dan kebudayaan, anak paling tua adalah paling diutamakan, termasuk di cina, afrika dan Indonesia. Namun alkitab bercerita lain, antara Kain dan Habil, Ruben dan Yusuf, Esau dan Yakup, ternyata anak-anak bungsu lebih utama ketimbang anak-anak paling tua, artinya bahwa kebiasaan kultur dan budaya dan logika manusia tidak dapat dibawa kedalam logika Tuhan dalam konteks ini.

Tuhan yang mati? Seperti ada aturan yang salah disana. Apa lagi Yesus dari Nazaret, sebuah kota didaerah Galilea, daerah yang kacau secara adat budaya yang bercampur antara yudea, kanaan dan palestina. Galilea adalah jalur terjepit antara dua kekuatan Asiria di utara dan Mesir di selatan, seperti ada cemoohan untuk mereka yang tinggal di daerah Galiela, apakah ada yang bisa diandalkan disana? Maka ketika ada nubuatan akan Yesus dari Nazaret, hampir semua orang tidak mempercayainya bahwa akan ada orang dari Nazaret yang meletakkan Kerajaan Surga, hal ini seperti dogeng dan cerita bohong sebuah daerah Galilea. Can come something good from Nazareth Galilee?Banyak jenis hukuman mati yang dikenal, dan saat itu yang paling terkenal adalah hukuman pengal leher/ pancung oleh pemerintah Roma, dalam hal ini Yesus dihukum dengan disalibkan, merupakan sebuah hukuman yang dijatuhkan karena kesalahan yang berat atau kriminal berat. Harga dari penyaliban Yesus merupakan sebuah tindakan diluar Logika Manusia. Bagaimana mungkin salib merupakan jalan penyelesaian seorang Yesus yang saat itu tidak ditemukan sama sekali kesalahannya oleh penguasa Gubernur Judea Pontias Pilatus.

Kematian Yesus dikayu salib merupakan sebuah langkah dari Logika TUHAN untuk:

1. Tuhan menggunakan kesalahan orang tersalib sebagai hukuman dengan mati disalib juga sebagai hukuman dari dosa manusia yang ditanggung dalam kematianNya di salib.

2. Tuhan menggunakan hal-hal akibat dari kemanusiaan sebagai sebuah hukuman dalam kematian kepada sebuah pengertian akan kematian demi sebuah keselamatan.

3. Tuhan sedang mempersiapkan sebuah tahapan diluar logika manusia akan adanya sebuah kebangkitan (ressurection) sebagai apa yang akan di alami Yesus.

4. Tuhan sedang mempersiapkan sebuah tahapan diluar logika manusia akan sebuah kehidupan yang kekal didalam Yesus.

Jadi kematian Yesus adalah awal dari sebuah tahapan baru dalam pemahaman manusia akan transformasi dari sebuah kebangkitan dan kenaikan kesurga. Kematian dan kebangkitan Yesus adalah sebuah PEMBUKTIAN PENGINJILAN BAHWA YESUS ADALAH ANAK ALLAH (Son of God). Pemahaman akan Yesus dalam Kematian dan kebangkitan ini merupakan merupakan sebuah logika yang diyakini dan ditulis oleh MARKUS 30 tahun setelah kejadian penyaliban itu terjadi.

Artinya jika tidak ada penyaliban maka tidak ada penginjilan, karena kematian itu telah membuka kepada pemahaman akan keselamatan yang sempurna didalam Yesus. Barang siapa yang tidak dapat menerima kematian Yesus berarti mereka tidak dapat menerima akan kebangkitan dan keselamatan. Mereka tidak dapat menerima ANUGERAH ILAHI didalam Yesus yang mengampuni dosa dan menyelamatkan manusia bahkan kekehidupan yang kekal. Dalam hal ini manusia tersandung kepada logikanya sendiri mereka tidak dapat menerima Tuhan yang menderita mati tersalib, artinya logika manusia membawa manusia tidak mendapatkan anugrah keselamatan dari Yesus. Keselamatan itu menjadi usaha manusia sendiri dan ini sepertinya sebuah usaha yang telah dilakukan sejumlah keyakinan seperti Hindu dan Budha dan lainnya.

Salib Tuhan dengan cara Tuhan dan cara Tuhan tidak sama dengan cara manusia, karena mereka yang mengikuti hukum-hukum (taurat, syariat, dalil dan sebagainnya) akan mengenal dan mendatangkan dosa-dosa baru, namun salib TUhan di dalam Yesus mengembalikan (restrore) kasih, sukacita, damai, keselamatan bahkan hingga kehidupan yang kekal.

Aturan-aturan membawa orang kepada kesalahan, dosa dan penghukuman namun salib Yesus membawa orang kepada kehidupan yang memilki kekuatan kasih dan keselamatan. Dengan salib aku dapat hidup tidak tersalib (With cross we can live without cross), namun dengan kemerdekaan dunia, manusia sedang menantikan tersalib karena dosa.

Dirangkum dan dikembangkan dari Khotbah, Rev. Prof Augustine Musopole, PhD from Malawi, TICC Tainan.

Yesus Yang Mampu Meredakan Murka ALLAH Pada Manusia



Peace in God

Peace in God

Yesus Yang Mampu Meredakan Murka ALLAH Pada Manusia. Ini adalah sebuah fakta dari kehidupan bertuhan. Yesus sebagai Tuhan yang hanya mampu meredakan murka Allah Akan dunia ini.

Alkitab menuliskan beberapa kali Allah pada PL memurkakan manusia yang melakukan DOSA ROHANI kepadaNYA. Sejarah alam mencatat banyak kejadian yang dicatat oleh Alkitab, seperti Air Bah pada jaman Nabi NUH dan saat bangsa israel dalam perjalanan menyembah patung domba emas dan sebagainya.

Yesus sebagai manusia merupakan imam yang dekat dengan manusia untuk menjadi teladan dan menjadi juru slamat manusia, menyampaikan kebaikan dan kasih. Yesus yang dicobai tetapi tidak pernah melakukan dosa namun Yesus bahkan menjadi kurban penyelamatan dosa manusia.

Ibrani 2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

Yesus sebagai Tuhan adalah Tuhan yang mampu meredakan murka ALLAH. Setelah Yesus naik ke surga, sesunguhnya sebuah perubahan yang besar telah terjadi hingga saat ini, bahwa murka Allah tehadap dunia ini berubah menjadi KAsih dan Setia Allah.

Saat ini adalah jaman KASIH KARUNIA, dimana ALLAH masih memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengenalNya lebih lagi dan lebih lagi. Silahkan menemukan Allah yang baik dan penuh berkat melalui Yesus, Tuhan yang menjadi manusia.

Ibrani 4: 14-16

4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung 6 , o yang telah melintasi semua langit, p yaitu Yesus, Anak Allah, q baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman r kita. 4:15 Sebab Imam Besar s yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, t Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. u 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian v menghampiri w takhta kasih karunia 7 , supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Membakar Gereja... Ahh Sudah Biasa!!! (kasus Temanggung dan lainnya)

Tahukah anda siapa orang yang banyak membakar gereja dan membunuh orang kristen? Namanya adalah Saulus. Saulus adalah orang yang paling rajin merusak gereja/rumah doa dan menyiksa dan membunuh orang kristen pada masanya. Saulus akhirnya bertobat dan menerima Yesus dan akhirnya malah menjadi pendiri gereja diberbagai tempat di dalam penginjilannya sebelum ia di tangkap dan dipenjara di Roma. Saulus yang adalah Paulus adalah orang yang menyatakan dirinya adalah orang Paling Berdosa karena membunuh orang-orang beriman para pengikut Yesus. Namun dalam pegenalannya (Pengetahuannya) akan Tuhan dan keinginan Tuhan yang adalah KAsih dan Suka cita, Saulus berubah menjadi pelayan Tuhan yang setia, bahkan rela mati untuk menyebarkan kabar keselamatan akan Yesus.

Demikianlah yang pernah terjadi dengan Yusuf Roni, seorang yang suka bakar Alkitab, gereja dan juga benci banget dengan orang kristen. Toh sekarang beliau menjadi pemimpin jemaat alias pendeta. Artinya setiap orang kristen tidak perlu melawan tindakan-tindakan anarkis pembakaran gereja dan sebagainya, yang perlu adalah BERDOA dan MENGAMPUNI mereka. Seperti kata YESUS: Sesunguhnya mereka tidak mengetahui apa yang sedang mereka lakukan.

Untuk pembakaran dan perusakan 3 gereja di Temanggung, ahh itu sudah biasa. Mungkin saja disana sedang terjadi sebuah pergerakan Tuhan dalam menagkap orang-orang yang MENCARI IDENTITAS TUHAN, dan mereka mungkin akan menemukan Tuhan dari sisi yang sama seperti yang di alami Paulus dan Yusuf Roni. Ini fakta dan dalil, bahwa fakta dan dalil akan berulang menurut pattern Tuhan. Cara Tuhan tidak selalu sama dengan cara/logika/prosedur manusia.

Yang menjadi masalah adalah bukan bangunan Gerejanya tetapi ROH-NYA (Tuhan). Mereka yang sadar atau tidak sesunguhnya mereka sedang bersekutu dengan kekuatan PENGRUSAK, KEKUATAN PENGACAU, KEKUATAN SATAN, walaupun mereka berteriak mengambil nama Allah sambil melakukan itu. Untuk itu para pemimpin ummat diharapkan waspada akan ucapannya dan tindakannya, karena SATAN dapat berkamuplase menjadi "TUHAN", yang dapat menjerumuskan ummat kedalam perbuatan yang berlawanan dengan kehendak Tuhan.

Membakar Gereja..ahh sudah biasa, walaupun tentunya membangunnya diperlukan dana, namun apalah artinya materi, namun yang lebih ngeri adalah Ketika TUHAN memberikan balas dengan cara NYA. Kita lihat saja.

Ini ada link mengapa agama dapat menjadi agama teroris Link