INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Friday, March 25, 2011

Kemuliaan Manusia Tergantung Pada Roh Tuhan Di Dalam Hatinya (Tinjauan Bible)


Elijah lifted to heaven

Elijah lifted to heaven

Ini adalah Kesimpulan pribadi saya dalam mengenal dan menikmati firman Tuhan akan siapa sesunguhnya kita manusia baik Paus, Pendeta, Full Timer, Pt dan Diaken dan jemaat biasa adalah sangat bergantung seberapa besar Roh Tuhan ada di dalam hati kita.

Sebagai referensi dapat dipelajari dari kesimpulan akan pengalaman Elia dan Elisa pada:
2. Raja 2:9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.”

Saat itu Elisa dengan pengalamannya sebagai pembantu Elia melihat banyak hal yang luar biasa dari Elia dengan 7x mukjizat yang dilakukan Elia. Elisa tahu benar akan siapa tuannya Elia, sehingga disaat Elia akan diangat ke langit, Elia yang menawarkan permintaan terakhir kepada Elisa dan jawab Elisa seperti pada ayat 2Raja 2:9. Elisa mengharapkan dua bagian (2x) roh Elia.

Dengan pengalaman bersama sang Nabi, Elisa melihat roh yang ada pada Elia adalah bagian yang terpenting bagi hubungannya bahkan kemuliaannya untuk Tuhan. Dan ternyata dalam kesimpulan hidup Elisa, Tuhan memberikan 14x tanda Mukjizat melalui Elisa dan salah sarunya yang pertama adalah membelah sungau Yordan (baca ayat selanjutnya). Artinya sesuatu yang dinginkan Elisa dari Elia itu dipenuhi oleh Tuhan. Coba baca ayat sebelumnya (1-8) di mana Elisa begitu ngotot untuk tetap berangkat bersama Elia hingga keakhir pemahamannya siapakah sesunguhnya tuanku Elia ini.

Dalam arinya kita sebagai anak-anak Tuhan memilki roh yang ada didalah hati kita untuk mendapatkan karunia-karunia yang disediakan Tuhan bagi kita, baik kita sebagai rohaniawan maupun sekuler. Dan di dalam Yesus dan pengalanNYA kepada kita, kita semakin sempurna memahami Tuhan dan Roh Tuhan dibandingakan masa Elisa dengan kegalauannya saat Elia terangkat ke Surga (baca ayat 12).

Saya secara pribadi berkesimpulan, bahwa jika orang Katolik harus menyembah PAUS atau Bunda Maria, bukan berarti mereka menyembah manusia Paus atau Maria tetapi menyembah ROH TUHAN yang ada pada kehidupan mereka. Ini menjadi sebuah pengalaman bagi setiap orang mengapa kita harus menghormati mereka yang benar-benar mau terlibat dalam Tuhan dalam pelayanan menyampaikan kabar baik dan kasih, karena Roh Tuhan yang ada didalam mereka, karena mereka adalah sekerja Tuhan, pelayan Tuhan dimana Roh Tuhan tinggal dihatinya.

Link informasi alkitab klik disini LINK

Thursday, March 17, 2011

Ini adalah balasan dari tulisan sekelompok orang yang mengomentari hal baptisan selam dan percik di GBKP dan HKBP ini bunyinya:

BAPTIS & PERCIK

Kata pengantar:

Saya melihat ada yang tidak lazim dan tidak benar dalam cara-cara baptisan yang dilakukan oleh gereja-gereja Protestan, seperti GBKP, HKBP, dan induk semangnya: Roma Katolik. Mereka membaptiskan orang dengan cara diperciki air. Ketika kecil dibaptis, lalu ketika besarnya di “sidi.” Karena baptisan tidak boleh diulang, maka ketika seseorang sudah dewasa, diangkat “sidi” – semacam sumpah pengakuan percaya.

Baptis dari kata Baptizo, yang artinya dicelupkan ke dalam air. Sedangkan YESUS memerintahkan baptisan setelah seseorang menerima pengajaran Kristen[Matius 28]. Karena itu baptisan bayi-bayi ala Roma Katolik yang ditiru oleh Protestan, jelas-jelas menyalahi ketentuan yang sudah TUHAN YESUS berikan. Lagi-lagi Roma Katolik, lagi-lagi Protestan, dan lagi-lagi kita ketemu dengan Konstantine.

Inilah komen saya untuk tulisan logika di atas:

Syaloom
Saya tertarik menjawab ini, karena sdr-sdr menjawab dengan logika anda hal firman Tuhan. Kalau mengikuti logika anda hal percik dan selam, maka pertanyaan saya bagaimana kalau anda lahir di gurun pasir yang air begitu sulit, apakah harus nunggu hujan dulu baru dibaptis?

Sama dengan pertanyaan ini apakah orang yang lahir tidak memiliki tangan maka dia tidak dapat berdoa karena tidak dapat melipat tangan seperti orang normal?

Logika-logika ini membunuh Tuhan, manuisa dengan logikanya membunuh Tuhan. Padahal Tuhan adalah Roh adanya, dan baptisan itu yang penting adalah apakah ROH TUHAN hadir di dalam hati orang itu? Bukan cara menyelam atau dipercik. Apakah orang yang baru berbuat dosa dan belum benar-benar terima Yesus (misalnya masih ngaco lalu dia baru saja mabuk, nabrak orang yang ditabrak mati) padahal keesokan harinya dia akan menerima baptisan. Apakah karena dia diselam akan beda hasilnya dengan dipercik? No................ banyak orang seperi itu dan logikannya adalah logika jiwa. Kuncinya adalah Roh Tuhan atau Roh Kudus harus hadir dihati orang tersebut, itu kuncinya.

Jiwa ========> menghasilkan Moral ======> menghasilkan peraturan/undang-undang/syariat dll. Tapi Roh.
Roh ========> mengasilkan Kasih dan Suka cita ===========> roh itu memerdekakan tidak ada yang bertentangan dengan kasih.

Kita mau pilih mana? Pilih dalil jiwa manusia atau dalil Tuhan yang adalah Roh.


Saya pernah belajar alkitab yang hal ini mereka mengatakan Baptisan itu adalah KULIT, anda hanya bisa melihat kulitnya dan mendapat kulitnya jika anda hanya melihat baptisannya saja. Tapi yang penting adalah BARANYA............Baranya adalah hidup sebagai orang yang selamat di dalam Yesus, artinya hidup dan bertumbuh dengan suka cita didalam Yesus.

Jangan merendahkan gereja konvensional bro and sis. karena didalam sana banyak orang-orang yang layak di hadapan Tuhan, wahyu dengan jelas mengatakan bahwa gereja reformasi memiliki orang-orang yang Selamat.

Terus terang saja tulisan-tulisan dan diskusi anda terlalu LOGIKA tidak ada TUHAN di sana, diskusi-diskusi yang mati secara rohani.
Salam damai bagi Kristus.
Bode Haryanto, hanya seorang jemaat GBKP

Monday, March 14, 2011

Discrimination to build Church In Bogor Indonesia


This is the church

This is the church

What was happen in Bogor Indonesia, to build night club is easier than build a church (a comment from reader; kompas news). Government withdraw the official letter which they already delivered 2006. Even the Indonesian judicial institution already gave decision letter about the church is legal but the local government cannot follow the decision. They may follow the satan rule. Please pray for them, may God teaches them by God way.

Church is a people who call to serve with love. In deed, they build church building to support their activities. For the reason of love, nobody can stop to build the church. Who close the church, they will get anger directly before God. May be in their life, their family etc. It is possible by accidents or disaster. The problem come even from evil that sent by God, anyone who disturbing God plans.

Learn from what was happen in Egypt and many place in the world, who plan to disturb the church, God directly works with His way. God ways is totally different and mysterious.

Are you waiting for God ways? Please watch your surrounding, what will happen. The way may be similar as Tsunami or disease as God gave to Pharaoh in Egypt when they stop God people to leave. Please, let my people go, God said. Please, let my Church there, God said.

Translate:

Apa yang terjadi di Bogor Indonesia, untuk membangun klub malam lebih mudah daripada membangun gereja (komentar dari pembaca; kompas berita). Pemerintah mencabut surat resmi yang mereka sudah disampaikan 2006. Bahkan lembaga peradilan Indonesia telah memberikan surat keputusan tentang gereja adalah legal tetapi pemerintah daerah tidak bisa mengikuti keputusan. Mereka mungkin mengikuti aturan setan. Tolong berdoa untuk mereka, mungkin Allah mengajarkan mereka dengan cara Tuhan.

Gereja adalah orang-orang yang panggilan untuk melayani dengan kasih. Dalam akta, mereka membangun gedung gereja untuk mendukung kegiatan mereka. Untuk alasan cinta, tidak ada yang bisa berhenti untuk membangun gereja. Siapa yang menutup gereja, mereka akan mendapatkan kemarahan langsung di hadapan Allah. Mungkin dalam kehidupan mereka, dll keluarga mereka Hal ini dimungkinkan oleh kecelakaan atau bencana. Masalahnya datang bahkan dari kejahatan yang diutus oleh Allah, siapa saja yang mengganggu rencana Allah.

Belajar dari apa yang terjadi di Mesir dan banyak tempat di dunia, yang berencana untuk mengganggu gereja, Allah langsung bekerja dengan cara-Nya. Cara Allah benar-benar berbeda dan misterius.

Apakah Anda menunggu cara Allah? Silahkan menonton Anda di sekitarnya, apa yang akan terjadi. Cara mungkin mirip seperti Tsunami atau penyakit seperti Allah memberikan kepada Firaun di Mesir ketika mereka berhenti Allah orang-orang untuk pergi. Tolong, biarkan umat-Ku pergi, Tuhan berkata. Tolong, biarkan Gereja saya ada, Allah kata.

Monday, March 7, 2011

Mejawab Tulisan Pandangan Krishna, Buddha, Yesus Kristus, dan Nabi Muhammad Sama Oleh: Katedra Rajawen (Di Kompasiana.com)


 Ilmu pengetahuan, disiplin, bermeditasi mendapatkan TUHAN

Ilmu pengetahuan, disiplin, bermeditasi mendapatkan TUHAN

Dalam membicarakan Orang termuka seperti Krishna, Buddha, Yesus dan Muhammad maka kita seharusnya melihat apa yang mereka turunkanyang dikenal sebagai agama. Bahwa harus diingat semua agama menawarkan JALAN KESELAMATAN (Salvation). Persoalannya adalah bagaimana pandangan orang terkemuka di atas tentang Keselamatan itu dan menjadi aturan main dari agama-agama yang mereka turunkan.

Catatan kedua hal Tuhan, harus disepakati bahwa walaupun agama tertentu mempercayai banyak “Tuhan” atau dewa, namun dalam trend pemahaman agama modern semua agama telah menjurus kepada sebuah keyakinan yang berubah dari polytheism menjadi monotheism. Trend bahwa Hindu juga akhirnya mengadopsi keyakinan semua agama seperti Kristen (Yesus), Muhammad (Islam), yang adalah mengikuti faham monotheism.

Kalau semua telah mengarah kepada keselamatan dan monotheism, lalu kemana arah pandang agama yang mereka bawa sedari awal hal mendapatkan keselamatan? Ini menjadi bagian yang menarik dari agama-agama ini.

Keselamatan lahir dan batin, saat ini dan yang akan datang merupakan sebuah fenomena yang menjadi masalah dalam masing-masing agama. Bagaimana cara mendapatkan keselamatan yang sempurna seperti itu? Inilah yang ditawarkan oleh para kaum terkemuka di atas.

- Krishna dengan agama Hindunya, adalah agama yang mulia, agama yang mengandalkan ilmu pengetahuan, Ilmu pengetahuan yang dapat mencapai kepada Kesselamatan dengan micro dan macro kosmos melakukan penyucian diri, semedi dan dengan disiplin tinggi untuk dapat berkontak dengan Tuhan YME. Artinya bahwa didalam agama Hindu untuk berkontak dengan Tuhan, diperlukan USAHA manusia untuk menyucikan diri sehingga layak dihadapan Tuhan. Tentunya TUhan merupakan sumber segala ilmu merupakan sesuatu yang diyakini dapat diraih dengan pengetahuan dan kedisiplinan manusia untuk mencapai kemuliaan hidup. Intinya peran manusia sangat utama dalam mencari Tuhan dan Keselamatan yang sempurna. Tentunya dengan penyimpangan-penyimpangan yang ada didalammnya juga.

Reincarnation

Reincarnation

Agama Budha memilki kesamaan dengan Hindu, mereka menjaga KARMA dan segala kebaikan selama hidup dengan harapan dengan kemuliaan itu dapat berREINKARNASI, menjadi lebih baik dan kemudian berREINKARNASI lagi menjadi lebih. Ini adalah sebuah upaya yang mulia dengan hidup yang mulia untuk mendapatkan reinkarnasi menjadi lebih baik. Namun ini tidaklah mudah, dan tidak ada seorangpun yang tahu pasti sampai berapa kali harus berinkarnasi untuk mencapai kesempurnaan dan berapa lama harus mencapai semua itu. Dan jika gagal menjaga kemuliaan akan berinkarnasi menjadi lebih rendah. Sunguh rumit dan sulit walau harus di akui bahwa ini juga merupakan USAHA MANUSIA yang mulia oleh manusia untuk mencapai keselamatan yang sempurna.

Jewis Ritual

Jewis Ritual

Yahudi agama monoteisme yang begitu ketat dengan undang-undang dan peraturan membuat mereka begitu kaku. Mereka mencari dan menemukan Tuhan yang jauh diSURGA. Yahudi melakukan berbagai ritual dan penyembahan kepada YAHWEH, Tuhan yang dikenal IBrahim, IShak dan Yakup. Mereka melakukan ritual dengan kondisi yang terbatas dirumah-rumah Tuhan (Bait Allah) secara fisik. Mereka mencari Tuhan dan Keselamatan dengan upaya mengikuti aturan leluhur/tradisi leluhur mereka dalam berjumpa Tuhan. Mereka berusaha menyucikan hati mereka untuk TUHAN, tentunya ini merupakan sebuah USAHA MANUSIA dalam mencari HADIRAT TUHAN untuk mendapatkan Keselamatan itu.

Kabah ritual

Kabah ritual

Islam juga pada dasarnya banyak mencontoh apa yang dilakukan Yahudi sebagai agama monoteisme. Tuhan adalah Allah YME, yang Tunggal, tiada Tuhan melainkan Allah. Ini merupakan pernyataan yang sangat mulia untuk memuliakan TUHAN. Islam juga melakukan berbagai upaya dalam membentuk MANUSIA yang BERTAGWA. Banyak aturan dan peraturan yang dilakukan dari sembahyang lima waktu, rukun islam dan sebagainya. Ini adalah upaya yang dilakukan dan diturunkan oleh NABI MUHAMMAD, agar manusia dapat berkontak gengan Tuhan senantiasa dan diperbaharui secara rohani dan layak dihadapan Tuhan. Semua itu adalah untuk mendapatkan KESELAMATAN LAHIR dan BATIN, Dunia dan Akhirrat dan ini merupakan upaya yang mulia namun tidaklah mudah. Kita dapat melihat banyak contoh kegagalan ummat muslim di Indonesia walaupun dikenal sebagai kaiayi dan sebagainya, karena melakukan usaha ini tidak mudah. Dan resiko tidak dapat menjaga kesucian hati dan tagwa adalah kesulitan dalam berkontak dengan Tuhan YME yang Kudus dan MULIA. Keselamatan yang dari TUhan adalah sebuah upaya manusia untuk beriman dan bertagwa.

Jesus and Love

Jesus and Love

Jesus merupakan sebuah pengajaran akan Tuhan yang menjadi manusia, dan kekeristenan itu mengajarkan bagaimana Jesus sebagai anugrah keselamatan yang DISEDIAKAN Oleh TUHAN dari Surga. Sebagai agama monoteisme Yesus merupakan ANUGRAH TUHAN dimana Tuhan dengan Niat TUHAN sendiri menjadi manusia ke dunia ini (Yoh: 1:14). Hal ini yang menjadikan MANUSIA TIDAK PERLU MENCARI DAN BERHARAP AKAN KESELAMATAN KARENA ALLAH TELAH MENGARUNIAKANNYA DI DALAM YESUS. Tentunya untuk itu manusia harus mengenal jalam keselamatan yang telah disediakan itu. Dalam hal ini KESELAMATAN BUKAN USAHA MANUSIA NAMUN TUHAN YANG MENGARUNIAKANNYA.

Hal ini yang menjadi sedikit berbeda dengan ajaran-ajaran yang orang terkemuka di atas, bahwa Krisna, Buddha dan Nabi Muhammad mengajarkan hal mencari dan menemukan HADIRAT TUHAN, untuk mendapatkan keselamatan, namun di dalam kekeristenan Tuhan mencari manusia-manusia yang hilang, yang jahat dan yang rusak, untuk menemukan hadiratNYA dan keselamatannya.

Dalam arti dan pengertian ini, bahwa hanya caranya saja yang berbeda namun tujuannya adalah sama mencari dan menemukan hadirat Tuhan untuk mendapatkan keselamatan.

Saturday, March 5, 2011

Gempa di Christchurch Selandia Baru: Bukti Gereja Bukan Gedungnya


Cathedral Church: Gereja Bukan Gedungnya

Cathedral Church: Gereja Bukan Gedungnya

Kejadian gempa di Christchurch Selandia Baru belum lama ini membuktikan bahwa Gereja bukan gedungnya. Seperti dilaporkan dalam kejadian gempa itu Gereja Katedral yang bersejarah itu mengalami kehancuran cukup parah pada kubah menaranya. Lihat gambar. Inilah sebuah bukti bahwa gereja bukan gedungnya namun manusialah bangunan gereja yang sesunguhnya.

Alkitab dengan terang mengatakan Gal 4:6 Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, I Kor 3:17, Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allahadalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. I Kor 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Ayat-ayat tersebut dengan sempurna menyatakan bahwa manusia adalah tempat Tuhan. Bait Allah itu telah berada di hati setiap orang yang percaya. Manusia menjadi begitu berharga sehingga manusia-manusia seperti ini mendapat perhatian dari Tuhan. Tuhan dalam Roh Kudus sebagai satu kesatuan fungsi rohani berada di hati manusia.

Seperti kata Yesus dalam Yohanes 2: 19-20, bahwa Ia dapat membangun bait Allah dalam tiga hari, merupakan sebuah pernyataan bahwa Ia dan kebangkitannya bertujuan untuk mengubah pemahaman akan Gereja adalah gedungnya menjadi Gereja adalah Manusianya. Ini mengambarkan Yesus menyiapkan gereja-gereja hidup yaitu manusia sendiri.

Gereja sebagai organisasi adalah instrument (alat), namun gereja secara rohani adalah manusianya. Gereja dan aturannya adalah undang-undang yang mengikat, gereja dan rohnya adalah memerdekakan. Gereja adalah gedungnya merupakan tempat bersekutu, berlatih dan berencana manusia-gereja. Gereja adalah manusianya merupakan tempat Tuhan di hati manusia, tempat Tuhan-manusia berkontak secara rohani. Gereja sebagai gedungnya adalah bangunan fisik, gereja didalam manusia adalah bangunan rohani.

Apa yang terjadi di selandia baru adalah gereja yang secara fisik rusak akibat gempa, ini merupakan sebuah bukti bahwa gereja fisik dapat rusak dan hancur. Gereja dalam arti rohani adalah abadi/eternal, karena roh/rohani adalah abadi.

Mat. 24: 35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Wednesday, March 2, 2011

Proyek Kasih?


What is love?

What is love?

Memasyarakatkan KASIH adalah sebuah proyek terbesar, penting dan mulia. Ini penting dalam rangka menyelamatkan dunia dari berbagai krisis. Dan diyakini bahwa krisis dunia di awali dari KRISIS MORAL. Inilah salah satu proyek yang pernah digagas kembali oleh Paus Paulus II, selama hayatnya yaitu memasyarakatkan KASIH.

Apakah manusia sadar perlunya jaringan sosial (social link)? Karena ternyata jika semuanya adalah milik anda pribadi dan tidak ada seorang lainpun disana, apakah yang dapat anda lakukan? Sesunguhnya anda menjadi tidak ada apa-apanya (tidak berarti). Karena ternyata anda berharga dan bernilai karena orang lain menilai anda, orang lain yang menghargai anda dan semua itu seharusnya karena adanya saling membutuhkan, saling tolong dan saling bekerja sama, sehingga memilki arti dan nilai. Untuk itulah diperlukan pengetahuan yang benar dalam mengenal hidup ini dan bagaimana menghargainya dan dapat hidup dengan kasih dan kemuliaan itu.

Kasih bukan sekedar moral, karena kasih adalah ajaran hal yang universal dan seragam. Moral adalah ajaran agar kehidupan yang dipengaruhi oleh adat, budaya dan ruang serta waktu. Moral di belahan barat memilki berbagai perbedaan dengan masyarakat di timur tengah sana.

Bagaimana mengajarkan Kasih seperti Kasih Tuhan akan dunia ini. Bagaimana mengasihi seperti kasih Yesus? Ini adalah sebuah proyek yang sangat penting bagi kehidupan manusia itu sendiri dan bagi kehidupan KEKAL itu. Kasih sangat terkait denga kekudusan (holiness), kasih dan kekudusan seperti dua muka sebuah mata uang. Disatu sisi adalah kasih dan sisi lain adalah kekudusan.

Manusia yang hidup dengan kekudusan akan memancarkan kasih yang bersumber dari Tuhan, karena Tuhan adalah Kudus. Hidup kudus adalah hidup dengan takut akan Tuhan, dan mengikuti perintahNYa. Kekudusan menghasilkan kasih yang tidak menuntut balas, memberikan yang terbaik bahkan rela berkorban. Mengasihi musuh sekalipun adalah sebuah ajaran kasih yang mulia dan semua itu telah diajarkan didalam Kasih seorang Jesus dalam kekudusannya.

Mengapa Yesus? Karena: Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh 1:14).

Didalam Tuhan sesunguhnya semua dan segala sesuatunya adalah baru. Seorang yang hidup didalam Tuhan memiliki standar kehidupan yang mengikuti kata alkitab, seperti mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri.

Firman Tuhan dibawah ini membicarakan hal kasih itu: I Korintus 13:

1. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

2. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

3. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

5. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
6. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

7. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.


Sumber dari Khotbah Rev. Augustine Musopole, PhD. Prof. TICC Taiwan.

Tuesday, March 1, 2011

Sekilas Antara Hikmat (Wisdom) Jerusalem dan Hikmat Atena


wisdom: Rencana yang benar dengan cara yang benar untuk mencapai tujuan yang benar

wisdom: Rencana yang benar dengan cara yang benar untuk mencapai tujuan yang benar

Pendidikan tidak otomatis menciptakan orang berhikmat dengan benar, kemungkinan besar akan meningkatkan kapasitas menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan dengan berbagai alasan-alasan pula. Selain itu dapat meningkatkan kapasitas berpikir dan berlogika, namun kemanakah semua itu berpijak dan bersumber?

Ayub 28:28. tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.”

Ayat di atas menyatakan takut akan Tuhan itulah hikmat dan menjauhi kejahatan itulah akal budi. Jadi semuanya seharusnya di mulai dengan Takut akan Tuhan dan dengan takut akan Tuhan maka akan menjauhi kejahatan sehingga tercapailah Hikmat yang benar dan dilakukan dengan mengunakan Akal Budi.

Kebijaksanaan adalah sesuatu yang tidak populer namun sangat penting, sehingga dari Kota Atena dikenal banyak para penular kebijaknaan. Kebijaksanaan model Atena bersumber dari PRINSIP KEBIJAKSANAAN MANUSIA. Artinya manusialah segala galanya sehing logikalah segala-galanya. Wisdom yang dihasilkan dari CARA MANUSIA BERPIKIR (Way of Thinking). Keselamatan dan penyelamatan melulu bersumber dari pengetahuan. Pengetahuan menjadi sumber keamanan dalam kehidupan. Artinya semua melulu dari hasil pikir manusia. Contoh saja hal pemahaman akan Kosmos, semua dilakukan berdasarkan perhitungan, berdasarkan matematika, seolah-olah matematika tidak pernah berbohong. Semua dilakukan dengan logika dan asumsi serta perkiraan dari ilmu pengetahuan yang ada. Math for technology, knowledge totally base on calculation.

Cara berpikir dengan ilmu pengetahuan dan teknologi akan cendrung menjadikan manusia sebagai objek bagi manusia lain. Menguji kehidupan dengan mengorbankan orang lain, mencari arti kehidupan dengan menggunakan orang lain. Membangun logika seperti mencoba membangun rumah di atas pasir dan di atas batu, dan mengujinya. Semua penuh dengan perhitungan matematika dan logika pengetahuan.

Hikmat yang dari Jerusalem bersumber dari YAHWEH, Wisdom from I am Who I am, dari Tuhan yang adalah Tuhan. Karena Tuhan ada dalam ruang dan waktu (exist in time and space). Tuhan yang menciptakan kosmos, yang membuatnya berfungsi dengan baik dan di bawah pengendaliannya.

Tuhan tidak dapat diwakili oleh siapapun dan oleh apapun tidak dengan patung dan gambar (idol and pictures). Bagian Yahweh adalah AWAL dari SEGALA KEBIJAKSANAAN ( the beginning of wisdom). Tuhan adalah Tuhan yang LUAR BIASA, DILUAR REALITA LOGIKA MANUSIA, DILUAR KEKUATAN YANG DIKENAL MANUSIA, MULIA MULIA DAN MULIA. Tuhan adalah Tuhan.

Apa yang diajarkan Wisdom dari Jerusalem adalah KEBIJAKSANAAN YANG BERSUMBER DARI KEHIDUPAN DAN KEHIDUPAN YANG BERSUMBER DARI TUHAN. Artinya semua bersumber dari YAHWEH dan tidak sama dengan kebijaksannan yang dari Pengetahuan ===> Logika ====> Teknik dan Aplikasi melulu tanpa mengikutkan Tuhan didalamNYa sebagai sumber kebijaksanaan. Jerusalem menghasilkan KASIH dan KASIH menghasilkan HIDUP.

Pembanding apa yang disampaikan oleh Immanuel Khan akan wisdom dengan takaran modernnya: Kedewasaan berpikir, mengunakan kekuatan tanpa Tuhan, tanpa dibimbing oleh Tuhan bahkan oleh tuhan yang lain (without guidance by God even other gods). Semua dilakukan berdasarkan semagat kerja keras dengan pengetahuan untuk mencapai tujuan. Gunakan segala kemampuan masing-masing dengan pengetahuan dan otoritas diri lebih dalam lagi untuk mendapatkan tempat yang lebih baik. Logika filosofi Khan telah mempengaruhi dunia 340 han tahun lamanya dan logika ini bertentangan dengan agama, karena menjadi bijak melulu oleh “kedewasaan” (maturity) padahal kebijaksanaan dapat datang kepada siapa saja.

Filsuf lainnya Mario Vargas Yosa yang mendefenisikan regresi teknologi akan mempengaruhi regresi kehidupan manusia. Manusia adalah yang tertingi dan ingin melihat sisi kebinatangan manusia dan membandingkan manusia dengan binatang. Hal ini sangat bertentangan dengan manusia di dalam apa yang di tunjukkan oleh Yesus didalam hidupnya hal manusia yang kudus. Ternyata teknologi yang sudah cukup cangih ini tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan manusia, bahkan malah semakin menderita. Teknologi perang digunakan untuk membunuh manusia itu sendiri, dan kerusakan lingkunga, moral, iklim dan ekonomi dan sebagainya.

Padahal apa yang diiginkan Tuhan didalam manusia didalam kebijaksaanaan dari Tuhan adalah dengan menggunakan hikmat yang benar, menghasilkan tulisan dan pernyataan yang benar dan kalimat yang benar dan dengan tindakan yang benar pula. Kebijaksaanaan merupakan cara yang benar untuk mencapai tujuan yang benar. Dari kecocokan antara perbuatan dan tindakan (words and actions) anda dapat mempercayai seseorang. Mereka yang tidak sama perkataan dan perbuatan adalah mereka yang mengunakan kebijaksanaan bersifat munafik (hypocrite), akan menghasilkan buah pemikiran (knowledge) yang kontradiktif. Jika kata tidak sama dengan perbuatan, maka mereka memakai topeng and pembohong (use mask and pretender). Hubungan seperti ini adalah sebuah kebodohan, dan itu terus berlangsung.

Contoh saja USA yang melarang orang lain mengembangkan teknologi nuklir namun mereka telah terbukti menggunakan senjata nuklir 2x di tahun 45 lalu dan terus mengembangkannya. Amerika Serikat menunjukkan kemunafikannya, hal ini menunjukkan ketidak benarannya dan kebijaksanaannya adalah bertopeng. Nilai kontradisi disini adalah bahwa keberhasilan menciptakan bom nuklir, telah menciptakan kekhawatiran sendiri oleh Amerika atas penyalah gunaanya, namun herannya mereka tetap mengembangkannya padahal mengetahui bagaimana bahayanya, ini adalah sebuah kontradiksi. Padahal Wisdom yang seharusnya adalah memulai dengan benar dan melalui cara yang benar untuk tujuan yang benar.

Bagaimana dengan Yesus yang tersalib, ini adalah sebuah kontradiksi dari sebuah kemunafikan, ada yang menyatakan Itu Pekerjaan Bodoh. Ada yang mengangap Logika mengampuni DOSA Manusia adalah sebuah Kemunafikan. Dosa melalui penyaliban menjadi sebuah gerakan perdamaian oleh Tuhan dan dari Tuhan dengan cara Tuhan melalui Yesus. Salib Yesus adalah Wisdom Tuhan. Untuk mengembalikan hubungan manusia dan Tuhan agar hidup manusia terberkati. Agar manusia dapat mengenal wisdom dari kehidupan dan kehidupan yang dari Tuhan. Manusia dapat bersama Tuhan, manusia tidak hanya mengadalkan logika namun mengandalkan Tuhan lebih dahulu.

Kemenangan Tuhan telah terbukti, karena begitu banyak manusia yang mengandalkan Tuhan. Tuhan bekerja dikehidupan manusia dan pekerjaan itu telah berbuah banyak dengan banyaknya orang yang merasakan pekerjaan Tuhan didalam hidupnya. Bersama Tuhan adalah menjadi pemenang yang mengawal kehidupan manusia, hidup didunia bahkan kehidupan dalam dimensi keabadian.

Dirangkun dari khotbah Rev. Augustine Musopole, PhD. Prof. TICC, Taiwan

Isi tangung jawab penulis.