INDAH HARI-HARI BERSAMA TUHAN

Mungkin ini adalah suatu cara yang diberikan Tuhan kepada saya untuk menyampaikan pengalaman dalam mengenal dan menikmati Tuhan.
Saya merasakan masih banyak sekali diantara kita yang sulit mengenal Tuhan secara riil, hal ini saya rasakan ketika kita melihat/mencoba melihat Tuhan dari sudut yang berada di luar Tuhan.
Pada Tulisan saya ini saya mengajak kita melihat Tuhan dari sudut Tuhan yang adalah Roh, melalui pemahaman lebih lagi akan Prinsip Roh itu sendiri.

Tuesday, January 12, 2010

Mengaktifkan Roh-manusia Seorang Kristen
Pendahuluan
Menurut Alkitab manusia terdiri dari roh, tubuh dan jiwa yang merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan (interkonektif) dan masing-masing memiliki fungsi.
Fungsi roh adalah untuk berkontak dengan roh, untuk menyembah roh (worship (Yoh 4:24) untuk berdoa (praying) dll (bukan hanya roh Tuhan saja, roh-roh seperti roh setan; roh nyi rorokiduk dan lain juga ). Fungsi jiwa adalah untuk berpikir, beremosi, bernafsu, berkeinginan dll. Fungsi tubuh adalah melakukan keinginan jiwa, mengambil makanan, mengunyah makanan, menendang bola. Membawa mobil adalah kerja sama antara jiwa dan tubuh. Jiwa memikirkannya dan tubuh/tangan untuk mengerakkannya.
Manusia yang percaya kepada adanya kekuatan supranatural adalah manusia yang mengaktifkan/ menghidupkan rohnya, dan menggunakan roh itu untuk berhubungan dengan roh-roh itu. Semua agama dan kepercayaan melakukan hal itu termasuk kelompok samawi: Yahudi, Kristen dan Islam juga Budha, hindu bahkan penyembah roh-roh local seperti Gunung; hewan; pohon kramat dll. Atheist dapat kita nyatakan kelompok orang yang tidak mengaktifkan rohnya. Artinya dapat dianalogkan spt manusia yang punya tangan tapi tidak pernah dipergunakan. Atheist adalah kelompok manusia yang hidup diluar roh, mengandalkan pikiran dan melakukannya.
Roh-roh Kekeristenan
Didalam kekeristenan, proses interaksi Roh-roh (baca Roh Tuhan-roh manusia) itu dapat difahami lebih mudah dan dengan sempurna. Semua itu karena dalam kekristenan memiliki Yesus yang adalah manusia dan Tuhan yang sempurna. Bersyukurlah kita mengenal Yesus. Dalam pengenalan akan Roh itu, sebagai penulis saya berani mengatakan pengenalan manusia-rohani seorang manusia kristen akan Roh Tuhan (Yahweh) jauh lebih sempurna di dalam Yesus, ketimbang pengenalan Budha sendiri dan nabi lainnya akan Tuhan yang sesunguhnya itu. Karena di dalam Yesus orang percaya dapat mengenal Allah, karena rahasia Bapak ada didalam Anak yaitu Yesus Kristus (Kolose 2:2). Yesus mengatakan Aku dan Bapa adalah satu (Yoh10:30 and Yoh 14:10). Maksudnya adalah dalam kita diproses untuk mengenal Tuhan secara rohani kita sudah mengenal ROH itu (Roh Tuhan bukan roh-roh lain), dan kita tidak akan salah lagi.
Arti dari alinea di atas adalah seorang kristen sudah mengenal Gen pembawa sifat/Gen Tuhan itu dengan benar (Roh yang benar (Yoh 15:26). Berarti:
1. Karena kita sudah benar tidak akan salah memilih Roh/Gen (Roh mana) yang mana yang akan ditempelkan kedalam roh kita yaitu RohTuhan yang telah kita kenal di dalam Yesus.2. Dalam proses penempelan itu kita di tolong oleh Roh itu sendiri yaitu Roh Kudus yang telah direkomendasikan oleh Yesus sendiri. (kalau saya pribadi, iman saya mengatakan Yesus dan Roh Kudus adalah satu. Tentunya Yesus tidak ingin membuat murid2nya binggung, dengan mengatakan, jangan takut, saya akan berubah jadi Roh Kudus. Coba baca Mark 9: 9-10, Yesus mengatakan kepada Petrus, Yakobus, Yohanes bahwa ANAK MANUSIA BANGKIT DIANTARA ORANG MATI, murid-murid kebingunan dengan pernyataan Yesus tersebut. Apalagi Yesus mengatakan akan menjadi Roh Kudus, mungkin mereka akan semakin binggung, walaupun akhirnya mereka menyadari juga hal itu.)
3.
Tempat proses Medianya rekombinasi (penempelan roh itu) adalah di hati setiap orang percaya dan tempat terjadinya proses interaksi Roh-roh (Host) ini secara umum adalah di dalam persekutuan orang percaya (Gereja) yaitu organisasi rohani yang dirancang oleh Tuhan sendiri.
Percaya dan dibaptis
Baptisan adalah sebuah seremonial dari seorang yang telah bertobat atau seorang yang telah benar-benar percaya, yang telah benar-benar menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya yang telah benar-benar mengasihi Yesus. Seorang yang tumbuh didalam penghidupan Gereja akan diberikan pelajaran mengenai alkitab dan sistem keselamatan Tuhan. Seorang yang benar-benar percaya kemudian menerima BAPTISAN atas nama Bapa Putra dan Roh Kudus. Baptisan adalah suatu pemberian tanda milik Tuhan/pemateraian (dimateraikan), dalam arti sesorang dibaptis mati bersama Yesus dan dibangkitkan sebagai manusia kristen yang rohani, dimana Roh Kudus tinggal didalam hatinya.
Setelah dibaptis, seorang itu menjadi:
1. Saudara Yesus, karena Ia lah anak tungal Bapa dan setiap orang percaya adalah saudaraNya secara rohaniah.
2. Berhak memangil Tuhan sebagai Bapa, karena orang percaya menjadi anak Tuhan.
3. Yang paling utama di dalam Yesus, orang percaya masuk kedalam sistem keselamatan yang telah di alami Yesus yaitu diupload ke surga.
Orang seperti ini disebut orang percaya, kamum kudus, dalam perjanjian baru. Gereja yang adalah kumpulan manusia-manusia rohani (kaum kudus) yang akan saling membantu memberikan pengetahuan akan Roh itu, kemuliaan dan kasih itu melalui apa yang kita kenal dengan kegiatan koinonia/bersekutu diakonia/melayani dan marturia/bersaksi. Proses pembelajaran didalam persekutuan (PA/bible study, Retreat, kebaktian keluarga, dll), Aksi diakonia (kunjungan dan bantuan dana untuk orang sakit, bencana alam, panti jompo dan sejenisnya) dan selanjutnya mendapatkan pengalaman rohani dan bersaksi.
Kesimpulan
Kekeristenan mengenal dengan benar ROh Tuhan. Hati seorang percaya menjadi tempat tinggal Roh Kudus.Seorang percaya mengaktifkan rohnya dengan syarat: seorang harus benar-benar percaya Yesus sebagai Juruslamatnya dan mengasihi Yesus, lalu dibaptis dan dimateraikan sebagai tanda milik Tuhan sehingga Roh Kudus tinggal di dalam hatinya, menjadi saudara Yesus dan menjadi anak Tuhan dengan memangil TUHAN sebagai Bapa. Seorang Kristen hidup dalam persekutuan dan mendapatkan kesempatan masuk ke dalam sistem keselamatan Yesus (masuk dalam kekerajaan surga).

No comments: